: alesya gadis yatim piatu yang tinggal dengan tante dan omnya, dia memiliki sepupu kembar yang selalu memperlakukannya dengan tidak baik, namun walaupun begitu alesya selalu memaafkan perbuatan mereka dan tetap memilih tinggal dirumah bak neraka baginya.
Suatu hari, keadaan keluarga burke sedang dalam masalah besar, pasalnya perusahaan yang mereka Kelola selama ini mengalami kerugian besar mengakibatkan mereka dililit utang untuk menutupi kerugian mereka, untuk menutupi utang tersebut, tante dan om alesya berenca menjual dirinya kepada teman bisnis omnya dengan harga yang sangat tinggi, tapi saat mereka sampai disebuah club malam tempat yang sudah dijanjikan oleh teman omnya untuk menjemput dirinya, tiba-tiba alesya berniat untuk kabur dari sana, ia tidak ingin dinikahi oleh pria hidung belang.
Saat dirinya ingin keluar tiba-tiba bertabrakan dengan laki-laki asing, dan saat itu juga om dan tantenya melihat dirinya
“alesya mau kabur kamana kau gadis sial!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fida lia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10, bisakah aku Kembali sekolah?
Melihat mata polos dan sikapnya yang mandiri, aku jadi
teringat diriku versi masa kecil, dimana aku harus berjuang untuk diriku
sendiri
~Aland Chevalier
Pagi hari yang menyambt kedua sejoli itu, dimana ini adalah pagi
pertama untuk mereka setelah malam Panjang kemarin aland menolong gadis lugu
itu.
Jam menunjukkan pukul setenagh lima, masih snagat pagi untk
seorang aland bangun, dan ia masih sibuk dengan mimpinya diatas ranjang king
sizenya
Sementara asya, ia sibuk didapur meniapkan sarapan untuk
mereka berdua nantinya, untung saja amsih ada bahan makanan yang ttersisa
dilemari pendingin milik aland, sehingga asya bisa memsaka beberapa jenis makanan
untuk mereka.
Selesai dengan tugasnya didapur, asya melihat tumpukan baju
kotor milik aland, ia segera mengambilnya dan berniat untuk mencucinya, asya
menganggap ini adalah rumahnya yang dulu selalu ia bersihkan danmelakukan
tugasnya setiap pagi dan sore, apalagi hari ini asya tau dia tidak lagi ada
kesibukan disekolah seperti dulu, jadi ia bebas untuk bersantai sehrian penuh
“akhirnya selesai juga’”kata asya dan menjemur baju yang
baru saja ia cuci diatas balkon apartemen milik aland, setelahnya ia berlalu
dan turun kebawah berniat untuk membangunkan aland karna jam sudah menunjukkan
pukul setengah tujuh, bukankah aland harus bekerja?? Pikirnya
Dengan Langkah yang sangat pelan, asya memasuki kamar aland,
jangan lupa tadi malam mereka tidur satu ranjang dengan bantal guling sebagai
pemisah antara keduanya. Asya yang sebelumnya tidur dikursi sofa ruang tamu
tiba-tiba merasakan tubuhnya melayang dan saat bangun dirinya sudah berada
diatas ranjang ,milik aland
“om banynlah, ini sudah pagi, apa om tidak pergi bekerja?”
tanya asya dengan suara yang pelan, ia ingin membangunkan orang atau malah
membuat orang itu tertidur dengan suara lembutnya hanya dia yang tau
“om bangunlah, apa om tidak pergi bekerja?” tanya asya lagi dan kali ini suaranya sedikit
lebih tinggi dan membuat aland terbangun dari tidurnya
“ada apa!” tanya aland dengan suara serak khas bangun tidur
dan membuat asya tertekun lama dan melamun ditempatnya
“heii gadis lugu ada apa!?” kali ini suara aland naik satu
oktaf dan membuat asya sadar dari lamunanya, dan segera matanya beralih kea
land yang masih duduk diatas ranjang
“ti..tidak tuan, saya hanya membangunkan om, karna sekarang sudah
pagi bukankah om bekerja?’ tanya asya dengan sopan dan menundukkan pandangan
matanya
“ehemm” hanya deheman yang menjadi jawaban atas pertanyaan
asya, aland beranjang dari tempatnya dan menuju kamar mandi niat membersihkan
tubuhnya lebbih dulu, ia meninggalkan asya bukan tanpa alasan, dirinya tidak
bisa melihat tubuh gadis itu untuk waktu yang lama, bisa-bisa ia membuat gadis
lugu itu bersikukuh dibawah kendalinya
“aishhh,, mengapa terlalu cepat kau respon!!” kata aland
dengan gusar, karna juniornya terlalu cepat merespon Ketika melihat lekuk tubuh
milik gadis lugu itu.
Dengan cepat aland langsung merendam dirinya dalam air agar
juniornya tidak semakin membuatnya gila
Sementara asya, ia bingung dengan sikap aland yang kadang
berubah baik tapi kadang juga berubah datar dan dingin
“ada apa dengannya?, apa om itu marah karna aku
membangunkannya?” tanya asya pada dirinya sendiri karna ia tidak tau dimana
letak kesalahannya saat ini
Othor:Bukan kamu yang slaah kok sya, hanya saja kamu
salah targt, kamu berniat membangunkan om aland, tapi bukan hanya satu yang
bangun, melainkan ada dua wkwkw”
Asya: apaan sih thor, kan om aland Cuma satu orang
Othor; otakmu belum sampai kesana sya wkwk
Asya Kembali keruang tamu dan menyiapkan sarapan untuk
dirinya dan aland, ia ingin melakukan yang terbaik agar aland tidak menjualnya
atau benci pada dirinya
“apa aku terlalu respek terhadap gadis itu, apa aku bisa
berjanji tidak tertarik dengannya? Sementara melihatnya saja juniorku sudah
respon, dan bagaimana jika aku berbuat sesuatu dengannya?’ tanya aland memikirkan
bagaimana ia mengatasi jiwa kelelakiannya untuk tidak terlalu merespon gadis
lugu itu
“bagaimanapun juga, dia masih terlalu kecil, toh juga aku
punya mainan banyak yang bisa aku dapatkan sesuka hatiku” kata aalnd dengan
cuek namun tidak dengan hatinya saat ini
Aland keluar dengan pakaian yang sudah rapi dan melangkah
kemeja makan, disana ia melihat gadis lugu asya sudah duduk dengan banyak
makanan didepannya
“apa kau yang memesan makanan ini?” tanya aland dengan
mengerutkan keningnya heran
“bukan om, aku memasak ini semua, aku melihat banyak bahan
makanan dikulkas, jadi aku memasaknya” kata asya dengan tersenyum manis didepan
aland
Ohh shitt… mengapa dia terlalu manis, aland jaga pandanganmu
terhadap gadis lugu ini” gumamnya dalam hati dan Kembali memasang wajah datar
dan duduk didepan asya
“om mau makan apa, biar asya ambilkan?’ tanya asya dengan
cepat tangannya bergerak mengambil sarapan aland
“aku bisa mencicipi semuanya, jadi kau buatkan saja semua
dalam satu piring” kata aland datar dan membuat asya terbelak mendengarnya
“apa om yakin?’ tanya asya memastikan bahwa pendengarannya
tidak bermasalah
“cepatlah gadis lugu, jangan banyak tanya” kata aland dan
segera dikerjakan oleh asya, ia mengambil makanan yang ia masak dan
memberikannya untuk aland
Mereka menikmati sarapan pagi dengan baik, tanpa sepatah
katapun yang keluar dari mulut keduanya
‘apa masakanku tidak enak? Mengapa sejak tadi wajah om
ini datar dan tidak menandakan sesuatu yang menilai masakanku?’ batin asya
ditengah sarapannya dan memperhatikan aland yang menikmati makanannya dengan tenang
“enak juga masakan gadis lugu ini, tapi jika aku minta tambah,
pasti dia akan semakin terkejut dan mengejekku” batin aland ditengah menikmati sarapannya
“aku sudah selesai, kau bisa melakukan apapun disini, tapi
jangan coba-coba untuk kabur atau keluar dari sini!” kata aland setelah ia
selesai dengan sarapannya
“tapi om, apa asya bisa minta satu hal, asya janji tidak
akan kabur ataupun macam-macam om” kata asya dengan wajah penuh harap
“ap aitu!?” tanya aland datar, jangan bilang kau ingin
keluar dan bertemu keluarga mu ayng sialan itu!, batin aland dengan tatapan
tajam
“bisakah aku melanjutkan sekolahkuu om? Aku ingin
menyelesaikannya karna kami akan lulus dalam satu bulan lagi” kata asya dengan
nada memohon dengan sangat
“ apa kau bisa menepati janjimu tidak akan berlaku sesuka
hatimu kalau aku beri kebebasan?” tanya aland dengan menaikkan alis matanya
sebelah
“asya bisa janji kok om, setelah pulang sekolah, asya
langsung pulang kesini, dan asya tidak akan memberitahu siapapun asya tinggal
sama om” kata asya dan menganggkat tangannya bentuk v, dan itu artinya ia
berjanji akan menurut dengan aland
“baiklah kalau begitu, mulai besok kau bisa masuk sekolah Kembali,
nanti asisten saya datang membawa perlengkapan untuk mu” kata aland dan
diangguki oleh asya
“terimakasih om” kata asya dengan mata berbinar Bahagia dan
senyuman yang tak luput dari bibirnya yang merah mudah alami
“aku berangkat” kata aland dan dijawab iya oleh asya, mereka
melangkah dengan asya mengantarkan aland sampai kedepan pintu apartemen
next
Berikan komentarmu kepada mereka readers:>
yg bener mana?
jelek banget karakter pria" disini..jadi semakin malas buat baca tapi untung aku banyak lompat" selain karena tata bahasa dan kalimatnya yang gak nyambung juga para pemainnya semakin ndk karuan .
belum lagi awal" lu nulis berantakan banget dari segi mengetik tapi gw apresiasi dengan alur cerita lu cuman bikin gw down lu gak ada pendirian. plin plan. kalau lupa sama kalimat sebelumnya. dibuat list dicatatan.
yg bilang Al tdk normal siapa?
lagian kalau semua suami mengatakan dya normal dan mudah bergairah dengan wanita lain bukan kah dya pria tdk setia? lalu apa gunanya menikah?😌
bocah nih pasti😑hapus aja, malu, geli gw bacanya.
bodoh banget kalimatnya🤧
umur Lo berapa sih? masih bocah?
kalo iya wajarlah gak tau cinta..atau masih labil, makanya diubah" mulu tentang perasaan.
kalau gak tau, jangan terlalu diumbar kata" cinta atau perasaan cinta kepada seseorang. kan gak nyaman bacanya.
jangan diubah" lagi kalimatnya.
jangan plin paln, gak mood gw bacanya...haduewww
bukannya wanita malam sdh menjadi nafsunya.
itu wanita" club favoritnya.
ini othornya bikin jengkel deh .sat set aja tanpa kejelasan. gak nyambung...njirrr
sebelumnya mengatakan Aland ke club untuk menghibur dirinya dengan wanita" yg selalu menaminya..gak ada tuh Aland menolak wanita manapun. karena dya tipe mudah terangsang..gak masuk akal tiba" ada satu wanita yg selalu ditolak.
padahal ceritanya Aland selalu ditemani wanita" club untuk memuaskan nafsunya.
mending dicatat deh, gimana karakter prianya trus statusnya dan masa lalunya dengan bener..nanti kalau lupa kalimat awalnya bisa keingat dicatayn sebelumnya.
kalau gini kan pembaca bingung". ini Aland emng suka nidurin wanita apa hanya sekedar menemani minum. jangan kek chapter sebelumnya. si aland kan bercinta dengan wanita saat itu eh malah pulang dengan Vin dlm keadaan mabuk. kirain ada flashbacnya ternyata gak ada.
katanya gak sebrengsek itu.
ini othornya plin plan deh kasih kalimat.
CEO kok gitu..gak punya pendirian.
dan juga ngapain dya nutupin siapa dirinya. dan juga masa Freya gak tau siapa Aland, atau gak usah tau tapikan dari Aland memniayai Freya bisa ketahuan kalau Aland itu kaya.
gw jadi bingung sendiri dengan othornya. dichapter sebelumnya bilangnya Aland yg membiayai Freya tapi alasan Freya meninggalkannya karena gak punya apa"
plin plan banget.
itu yg dibilang CEO?🤭
siapa yg merasa senang dan merasa sangat dicintai karena perbuatannya itulah , pria atau mantannya dulu berubah hanya karena wanita.....
tentu saja si mantan kekasih yg merasa sangat biasa.
bodohkan pria itu, apalagi predikatnya sebagai CEO sungguh tdk cocok status seperti itu disematkan.
itulah mengapa gw selalu erasa langsung down membaca sikap karakter pemain di novel hanya karena mantan, bukannya membuat wanita masa lalunya menyesal dengan memperlihatkan bahwa setelah ditinggalkan pria itu justru bahagia dengan wanita lain malah sebaliknya.....🤦
skip😪
yg bener aja Thor ..CEO ko bodoh