Seorang Pria tua yang di sebut sebagai Manusia Terkuat di dunia Kultivasi, Kekuatan Pria tua itu tidak perlu di tanyakan lagi, Musuh - musuhnya takut hanya mendengar namanya saja. Hal tersebutlah yang membuat dia tidak memiliki satu seorang teman ataupun keluarga.
Hanya kehampaan yang Pria tua rasakannya sekarang, Kerena hal itu Pria tua tersebut meminta kepada Dewa untuk memberikan sebuah dunia menarik untuknya, Dewa mengabulkan dan Mereinkarnasi Pria tua tersebut ke sebuah dunia Baru.
Apakah Pria tua tersebut dapat berdirii puncak dunia di dunia yang baru?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EON, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 10 - Arthur dan Naga.
“Hei!” Arthur yang sedang menunggu tiba - tiba mendengar suara yang familiar dari belakangnya.
Arthur melihat ke arah belakang dan ada tiga orang, dan salah satu dari tiga orang tersebut Arthur mengenal wajahnya. “Oh, Anson bagaimana kabar, Terakhir ka...”
“Diam.” Anson memotong perkataan Arthur.
Arthur menggelengkan kepalanya. “Seperti biasa kamu masih saja tidak bisa menahan emosi.”
“Siapa dia Anson.” Tanya seorang perempuan yang berada di samping Anson.
“Dia Arthur seorang anak dari pengawal rendahan.”
“Hei, Anson kamu masih tidak ingat kejadian hari itu.” Arthur merasa tidak senang karena perkataan Anson yang menghina keluarganya.
“Haha, kamu pikir aku takut, Apa kamu berani untuk melawan aku sekarang.”
Arthur melihat Anson mengeluarkan aura putih di tangan kanannya.
“Apa tidak mungkin tenaga dalam, Kamu sudah menjadi pendekar.” Arthur berpura-pura terkejut dan memasang wajah takut.
“Hahaha Akan aku balas 10 kali lipat apa yang kamu sudah perbuat kepadaku.” Anson mengepalkan tangannya dan mengayunkannya ke arah Arthur.
“Ah, Ampuni aku Anson.” Arthur mengangkat tangannya seperti seorang ketakutan.
Anson memberhentikan Tangannya karena senang melihat Arthur ketakutan ke padanya.
“Apa yang terjadi.” Anson melihat Arthur tidak lagi berekspresi ketakutan.
“Kamu terlalu naif Anson.” Arthur berdiri dengan tegak.
“Haha Arthur, Aku tidak takut kepadamu, Aku sekarang sudah menjadi seorang pendekar, bukan seorang pendekar biasa, melainkan seorang Pendekar jenius.” Anson juga menjadi seorang pendekar sebelum umurnya mencapai 7 tahun.
“Apa kamu begitu bangga hanya dengan menjadi Pendekar.”
“Kamu Pasti tidak akan mengerti, Karena kita berada di dunia yang berbeda.”
Anson berbicara sambil tertawa dengan lantang.
“Aih aku malas berurusan dengan orang bodoh, silahkan pergi, Aku masih ada urusan.” Arthur berjalan ke arah tempat duduknya.
“Jangan mencari alasan, Akui saja bahwa kamu takut kepadaku.” Anson berfikir Arthur berjalan menjauh karena Arthur takut kepada dirinya.
“Bocah ini kenapa menjengkelkan.” Arthur menjadi kesal.
“Anaknya saja pengecut, Apalagi aya....”
“BAM.”
“Hei bocah, Kamu sudah kelewatan batas.” Arthur sangat marah dan memukul tubuh Anson karena menghina Ayahnya.
Pelayan yang melihat kejadian itu berlari memanggil Pemilik Toko.
Arthur berjalan kearah Anson terpental akibat pukulannya.
“Ini balasan atas perkataanmu.” Arthur memukul wajah Anson
“Ini Pukulan karena Kau menghina keluargaku.”
“Ini Pukulan Karena menggangguku.”
“Ini Pukulan karena kau ingin mati dengan cepat.” Arthur mengeluarkan pukulan terakhirnya.
“LEPASKAN!” Tiba-tiba ada seseorang yang menahan tangan Arthur.
“Dia sudah terluka parah, jika kau memukulnya dia akan mati.” Ucap Pemilik Toko.
“Aku tidak peduli!”
“Anak ini, Dia tidak becanda.” Pemilik Toko melihat Sorot mata Arthur seperti serius ingin membunuh Anson.
“Aku juga tidak peduli jika dia mati, Tapi kamu bisa membuat keluargamu dalam bahaya."
Arthur mengurungkan niatnya setelah mendengar perkataan Chen “Yang dia katakan benar, Aku seharusnya tidak gegabah.” Arthur menghelakan nafas panjang sambil menjauh dari Anson.
“Pergi bawa Anson kerumahnya, dan bilang kepada Ayahnya Assosiasi Naga Api tidak akan terbuka untuk keluarganya.”
“Bocah, Untung aku datang tidak terlambat.”
“Maafkan Aku paman Chen.”
“Tidak perlu minta maaf kepadaku, Paman juga sangat membenci keluarga mereka, Karena sering mengganggu putriku.”
“Putri? Paman mempunyai Putri.”
“Kamu sudah pernah melihatnya, Perempuan yang bersama Anson tadi adalah Putriku.”
“Ini bahan-bahan yang kau inginkan, Aku memasukkannya ke dalam cincin penyimpanan, Mungkin kau akan membutuhkannya.”
“Terima kasih paman Chen, Aku pergi dulu.”
Pemilik Toko melihat Arthur meninggalkan Tokonya, dan mulai menghilang dari pandangannya
“Ayah, Siapa laki-laki itu.” Tanya perempuan tersebut yang sangat penasaran dengan identitas Arthur setelah melihatnya dari kejauhan.
“Dia Arthur, seorang pria yang mungkin saja akan menjadi Naga, Kamu juga harus berkenalan dengannya.”
Hira merasakan bahwa ayahnya sangat menghormati Arthur, Hira menjadi tambah penasaran kepada Arthur karena membuat ayahnya menghormati dirinya.
BERI LIKE DAN COMMENT