seorang gadis berparas cantik yang mempunyai sahabat lelaki dari kecil. gadis itu memiliki perasaan kepada sahabatnya itu. tetapi ia tak berani mengungkapkan perasaannya karna ia takut akan kehilangan sahabatnya itu.
dibalik itu gadis itu juga menyimpan luka yang amat dalam karna kehilangan setengah bagian dari dirinya yaitu kembarannya.
Kehidupannya benar benar di uji ketika calon suaminya yang bernotabe sahabatnya meninggalkan nya untuk selama lamanya.
Dan ia berusaha bangkit untuk masa depannya dan ia memutuskan menjadi seorang dokter.
Bisakah ia bangkit dan menggapai impiannya? Dan bisakah ia membuka hatinya untuk pria lain?
yukkkk kepoin. silahkan mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinda Natesya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Raka si Serigala sekolah
Alena POV
"Al, gue mau ngomong sama lu" ujar Ali menghampiriku
aku menghela nafas panjang " gue sibuk" jawabku cuek dan meninggalkan ali.
kelas sudah sepi karna semua siswa sedang beristirahat untuk mengisi kekosangan perutnya ataupun dengan kegiatan yang lainnya.
aku kembali kekantin menemui mona dan Raka. tanpa aku sadari Ali mengikutiku dan menarik tanganku untuk mengikutinya. aku sedikit terkejut dan hanya mengikutinya. ia membawaku ketempat yang tak ramai dikunjungi orang yaitu taman belakang.
aku melepaskan tanganku yang dipegang oleh Ali dengan kasar "maksud lu apa ajak gue kesini?"
"Al gue mau mintak maaf sama lu. gue tau gue salah banget sama lu. maafin gue" ucap ali dengan tatapan menyesal
aku hanya diam dan berfikir sejenak
"maafin gue. gue hilaf al, jujur gue lakuin ga maksud buat lu sakit hati" sambungnya lagi
aku tersenyum kecut "apa? ga maksud buat gue sakit hati? gila ya lu. ga ada otaknya! lu tau ga kalau lu udah bikin gue hancur? " jawabku penuh emosi. walaupun aku tak menyukai Ali namun aku tetap sakit hati padanya setelah apa yang ia lakukan.
"lu cowok yang paling brengsek Li. gue benci banget sama lu" sambungku dan segera meninggalkan ali.
*
"lama banget lu al. cuma ngambil hp doang" sewot Raka.
"yeeey lu sih ga tau alena aja. pasti dia digoda lah sama senior kita" sahut mona
aku hanya diam dan terus membalas pesan yang masuk dari ponselku. itu pesan dari mama, mama ingin membelikan oleh oleh buatku dan juga untuk raka dengan mona. aku membalas seadanya saja. jujur aku sangat rindu mama.
"sabar al sebentar lagi mama pulang, tahan rindu ya" batinku.
"uiiii malah bengong lagi" sambung mona. aku melirik malas kearah mona.
"bener lu digodain ama kakak kelas? siapa? kasih tau gue dong. biar gue bikin perhitungan ama dia" ujar raka masih membahas omongan mona yang ngelantur. ya kali aku digodain ama kakak kelas. yang ada kakak kelasnya takut sama raka.
flashback on
"haii al makin hari lu makin cantik aja dan seksi lagi" ujar salah satu kakak kelas yang sedang duduk dikantin. aku habis latihan cheers merasa risih tetapi aku dapat menahannya dan bersikap cuek.
"sombong amat lu, ayoklah sesekali duduk disini" sambungnya menarik tanganku agar aku duduk dipangkuannya. teman temannya hanya tertawa melihat tingkah yang tak senonoh itu. aku sangat terkejut melihatnya dan langsung menamparnya.
plakkk.. tamparan keras dipipinya. aku refleks melakukan itu. ia tak terima dan kembali hendak membalas tamparanku. aku menutup mataku dan ketakutan. suasana kantin itu cukup sepi dikarenakan belum waktunya jam istirahat.
brukkk.. bunyi pukulan yang cukup keras, aku pun segera membuka mataku dan sangat terkejut melihat kejadian didepan ku ini. aku melihat punggung Raka yang berada dihadapanku dan kakak kelas yang aku kenal bernama rangga itu sedang tersungkur dihadapan raka. dengan disaksikan dua orang temannya itu. benar raka memukul wajah rangga dengan cukup keras sehingga terlihat darah yang keluar dari sudut bibirnya.
"kurang ajar lu!!! beraninya lu sentuh alena dan berbuat sangat menjijikan
lu brengsek. ayo bangun ******** lawan gue!! " maki Raka yang sangat emosi. terlihat dari tangannya mengepal dan bahunya yang naik turun menahan emosi.
aku maju selangkah disamping raka dan menenangkannya " udah rak. gue gapapa. yaudah yuk kita kekelas aja" tenangku. ia melirikku sekilas dan kembali melakukan pukulan dipipi rangga lagi.
brukkk.. pukulan kedua berhasil dilakukan raka " ini pukulan karna lu udah berani macam macam dan pegang tangannya alena!! sekali lagi lu lakukan perbuatan sialan lu ini gue pastikan lu dikubur hari itu juga!!! PAHAM!! " kecam raka sambil melirik dua orang temannya rangga. mereka menelan ludahnya dan sangat ketakutan. Raka menarik tanganku, aku hanya mengikutinya dan berlalu meninggalkan Rangga dengan kedua temannya itu
sesampainya didepan kelas kamu, raka berhenti "Lu jangan ngulangi lagi pergi sendirian dengan pakaian kayak begini. gue ga suka! besok gue mintak buk sarah ganti baju lu dengan yang lebih panjang dari ini! ngerti? " ujar raka sedikit marah
aku hanya mengangguk dan menunduk. aku sangat takut menatap wajah Raka disaat ia seperti ini.
raka sangat berpengaruh disekolah ini ia sangat cerdas dan berbakat. bahkan ia sangat dipercaya oleh semua guru. ia bisa dikatakan Seperti Serigala disekolah ini jika sedang marah.
flashback off
"apaan sih rak. siapa juga yang bakal berani godain gue cobak. lu ga ingat kejadian 6 bulan yang lalu? lu udah pukulin Rangga kakak kelas sampai kita harus dipanggil keruangan BK" ujarku panjang lebar dan ingin mengingatkan kembali apa yang telah raka lakukan untuk melindungi ku.
aku ingat akibat kejadian itu, Raka dihukum membersihkan wc selama 2 hari akibat memukul rangga. begitu juga dengan rangga yang dikenakan hukuman selama seminggu mengutip sampah yang ada disekolah diwaktu pagi, jam istirahat dan selepas pulang sekolah. hukuman itu bisa membuat rangga jera dan tidak mengulanginya lagi.
Raka mengingatnya kembali dan tersenyum simpul membayangkan ulahnya dulu.
****jangan lupa like dan comentnya ya gaes. itu membuat author semakin semangat untuk melanjutkan part berikutnya.
thanks gaes
love you more**