Angga dijodohkan orang tuanya dengan Jesica tapi tepat pada hari pernikahan mereka Jesica mengetahui bahwa Vivi sahabatnya adalah kekasih Angga calon suaminya.
Apakah Jesica akan tetap menikah dengan Angga?? atau mengikhlaskan Vivi untuk menggantikannya?
yuk baca novelnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lidya20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10
"Sekarang katakan ngapain kamu datang ke rumahku"ucap Vivi
"Mmm aku mau menawarkan pekerjaan padamu. Kamu mau nggak" tawar Alex
"Nggak perlu, makasih" tolak Vivi
"Bukankah kamu perlu pekerjaan? Dengan pakaian mu seperti ini udah ketahuan kalau kamu sedang cari pekerjaan" ucap Alex
"Nggak usah sok tahu. Aku harap ini pertemuan terakhir kita. Aku sudah tidak mau berhubungan dengan Angga lagi, baik teman, keluarga, semuanya. Jadi, aku mohon jangan ganggu aku" ucap Vivi lalu menyudahi pijitannya.
"Jesica juga kan teman mu? Emang kamu udah nggak mau berhubungan dengannya lagi?" tanya Alex
"Hmm pasti Jesica akan sibuk juga jadi istri Angga. Kamu nggak usah banyak tanya" jawab Vivi
"Pergilah. Aku akan melihat keadaan di luar dulu, jika ibu Ani tidak berada di depan rumahnya, aku akan membantumu di mobil. Dan tunggu saja orang yang akan membantumu di situ" ucap Vivi lalu Vivi keluar.
"Ibu Ani tidak berada di luar, ayo aku bantu" ucap Vivi
Vivi membantu Alex berdiri, dan akhirnya sampai di dalam mobil.
"Kamu selain menyebalkan jahat juga ya. Masa aku harus menunggu di mobil." ucap Alex
"Ya aku menyebalkan dan jahat." ucap Vivi lalu ia masuk ke dalam rumah dan langsung mengunci pintunya.
"Hmmm kenapa aku jadi kasihan padanya?? Aaah aku sudah janji sama Angga untuk menjaganya. Tapi, gimana aku akan menjaganya bahkan dia sudah tidak mau bertemu dengan ku" ucap Alex
❤🤍❤🤍❤🤍
Ting.....
Ponsel Vivi berdering.
"Selamat anda diterima di perusahaan Pratama. Silahkan datang ke kantor untuk melengkapi berkas di bawah ini......."
Isi e-mail dari perusahaan Pratama.
"Aaaaaahhh aku diterima??? Aaaa Syukurlah.. Oh my God. Akhirnya......" ucap Vivi
Vivi segera siap-siap dan langsung ke kantor.
.
.
.
.
Vivi di arahkan untuk ke ruangan CEO nya yang membuatnya sangat gugup.
"Apa aku harus mengurnya? Atau Pura-pura nggak kenal?? Kok aku jadi serba salah ya." ucap Vivi
Tok...tok...
Ceklek....
Vivi masuk ke dalam ruangan CEO nya.
"Kamu sudah datang...." ucap CEO, pak Tama
Kamu?? Dia nggak ngomong formal padaku. Apa dia sudah ingat padaku? Batin Vivi
"Silahkan duduk" ucap Tama
"Ya, terimakasih" ucap Vivi
"Nggak usah canggung. Kamu masih mengenalku? Atau hanya aku yang masih mengenalmu?" tanya Tama
"Oh. Aku masih kenal padamu kok. Kamu sekarang sudah CEO, keren" jawab Vivi
"Apa aku dulu tidak keren?" tanya Tama
"Hm?? Oh nggak kok. Hanya saja kamu dulu sangat introvert" jawab Vivi
"Introvert? Sekarang?" tanya Tama
"Mungkin masih. Hehehe" jawab Vivi
"Dan kamu masih sama tidak pernah berubah menjawab pertanyaan ku dengan jujur" ucap Tama
"Hehehe. Maaf ya kalau kamu tersinggung" ucap Vivi
"Nggak kok. Oh ya, kamu akan jadi sekrertaris ku" ucap Tama
"Ha??? Sekrertaris?? Bukankah aku terlalu dini untuk menjadi seorang sekrertaris?" tanya Vivi kaget
"Hmm. Kamu tahu kan aku tidak mudah dekat dengan orang lain, apalagi orang baru. Jadi, aku memilih kamu menjadi sekrertaris ku" jawab Tama
"Tapi.....aku tidak membaca lowongan sebagai sekretaris" ucap Vivi heran
"Hmm. Itu memang sengaja. Jika sekrertaris di tulis dalam lowongan itu pasti tidak ada yang akan melamar pekerjaan pada bagian yang lain. Pasti semuanya mengambil bagian sekretaris" jelas Tama
"Tapi aku......"
"Aku serahkan semuanya padamu. Jika kamu setuju kamu sudah bisa menemui orang yang akan mengajari mu pekerjaan seorang sekretaris. Jika tidak kamu silahkan ke ruangan lain" timpal Tama
"Hmm?? Oh ya ya ya aku mau. Maksudnya aku siap jadi sekrertaris." ucap Vivi
"Okay, kamu bisa ke ruangan sebelah kiri dari sini nanti akan ada yang mengajarimu di sana" ucap Tama
"Baiklah. Aku permisi dulu" ucap Vivi lalu ia keluar dari ruangan Tama.
"Dia tidak pernah berubah, tetap gadis periang seperti dulu" ucap Tama
❤🤍❤🤍❤🤍
7 hari berlalu Vivi sibuk dengan pekerjaan barunya sebagai sekrertaris dan tidak pernah bertemu dengan Angga. Hanya saja Vivi sering mengusir kedatangan Alex di rumahnya.
Pernikahan Angga dan Jesica sudah tiba, Vivi masih memegang undangan yang diantar Jesica untuknya.
"Pergi, nggak, pergi, nggak, pergi, nggak, pergi, aaaaahhh apa aku harus pergi sih?? Kalau nggak pergi pasti Jesica akan sedih, trus kalau pergi pasti akan bertemu dengan Angga." ucap Vivi
Kring....kring....ponsel Vivi berdering.
"Tama?"
Klik....
"Hallo" ucap Vivi
"Apa kamu sibuk malam ini??" tanya Tama
"Mm nggak sih. Eh ya ya aku ada agenda malam ini" jawab Vivi
"Vivi, kamu ada agenda atau nggak sih? Yang jelas dong jawabnya. Atau kamu bohong?" tanya Tama
"Iya-iya aku harus ke acara pernikahan teman ku malam ini." jawab Vivi
"Pernikahan siapa?" tanya Tama
"Jesica" jawab Vivi
"Jesica?? Yang akan menikah dengan Pak Angga itu kan?" tebak Tama
"Iya. Kok kamu tahu?" tanya Vivi
"Iya, aku juga diundang kok. Aku baru menjalin kerja sama dengannya kemarin. Dan aku diundang di pernikahannya malam ini." jawab Tama
"Kok aku nggak tahu kalau kamu bertemu dengan Angga? Maksud aku Pak Angga. Soalnya aku tidak melihat jadwal mu untuk bertemu dengannya" tanya Vivi
"Iya, kebetulan kemarin ketemu saat ada meeting di restoran XXX. Kamu tahu kan. Dan akhirnya Pak Angga juga ada di sana, trus klien ku kenal yaaa akhirnya aku dan dia kenalan. ngobrol banyak soal bisnis dan akhirnya memutuskan untuk bekerja sama dalam satu proyek." jawab Tama
"Oooohhh gitu" ucap Vivi
Untung saja aku tidak mendampingi Tama kemarin. Kalau tidak aku pasti bertemu dengan Angga. Batin Vivi
"Vi, aku jawab panjang lebar, tapi kamu hanya ooooh." ucap Tama
"Hehehe. Itu tandanya aku ngerti" ucap Vivi
"Kamu ya. Oh ya gimana kalau kita bareng ke acara itu? Lagian aku menelpon mu ya untuk mengajak mu menemani ku di sana" ucap Tama
"Oh ya udah okay. Aku siap-siap dulu" ucap Vivi
"Okay, kamu aku jemput ya" ucap Tama lalu memutuskan sambungan telepon
Hmm. Untung aku punya teman untuk datang kesana. tapi pasti Tama hanya akan sibuk dengan teman bisnisnya. aaa aku hanya akan menemui Jesica dan mengucapkan selamat padanya setelah itu aku akan pergi. Aku hanya tidak mau bertemu dengan Angga, takutnya dia akan melakukan hal yang nekat. Batin Vivi
❤🤍❤🤍❤🤍
Jangan lupa dukung aku dengan like, comment, beri hadiah dan Vote ya.
jangan lupa mampir di novelku yang lain berjudul:
Hamil di Luar Nikah
Rahasia Cinta (Lanjutan Hamil di Luar Nikah)
Aku bukan Pelacur
Rasain semua org pergi meninggalkanmu