Sintya Eka Putri Merupakan gadis mungil, cantik dan juga lucu, Memiliki kulit bersih dan mulus, memiliki hidung tinggi, bulu mata lentik dan warna mata coklat yang begitu indah. Sinta yang belum pernah merasa kan cinta pada dirinya itu belum tau apa sebenarnya cinta. Sehingga dia bingung antara cinta yg terhadap kekasih maupun ke teman.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahaya Nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10: SIAPA YANG MENELPON SINTA
Sinta mulai mengatur nafas nya kembali, dan mulai berbicara
"An-Andri i-itu jahat, Ri, Tadi dia hampir cium gue di ruangan musik" Ungkap Sinta.
PAKKKK.....PAAAK
Fahri kaget mendengar hal itu, Fahri menggepalkan tangannya sambil menggerakkan giginya.
"Untung saja ada Nadya tadi, kalau tidak ntah apa yang terjadi" Tambah Sinta yang sudah mulai stabil bicaranya. "Ini yang kedua kalinya aku ketakutan, karena hampir dia lakukan hal menjijikan itu" Tambahnya lagi.
"Apa dua kali? Maksudnya ini sudah pernah terjadi sebelumnya?" Tanya Fahri kesal mendengar ungkapan Sinta.
Sinta mengangguk mengiyakan pertanyaan fahri.
"********, ********** Trusss Lo gak laporin dia?" Tanya kesal Fahri
"Aku lapor kemana Fahri? gak ada gunanya, dia orang terpandang, dia bisa bayar pengacara mahal untuk itu" Jelas Sinta ke Fahri putus asa
"Truss yang pertama kapan?" Tanya Fahri penasaran.
"Pada saat kelas 2 SMA" singkat Sinta.
"2 SMA? Kok bisa sih? Tanya fahrj
"Iyalah bisa, Dia kan pernah tetanggaan dengan aku dulu" Ungkap Sinta menjelaskan
"Kok aku gak kenal dia yah? Tanya Fahri bingung, "Yaudah mulai sekarang aku jagain kamu yah" Dengan suara lembutnya Fahri menangkan Sinta.
Kamu? Fahri memanggilnya dengan aku kamu? Terdengar aneh ditelinga Sinta.
"Iyaah,.... Sinta yang mendengarnya tersenyum lebar, sambil berdiri dan memeluk Fahri.
Deg.. Deg..... Jantung Fahri kali ini tidak stabil. Padahal tadi dia sempat memeluk Sinta, tapi kenapa Baru kali ini jantungnya tidak beraturan. Ahh mungkin karena ini yang memeluknya Sinta langsung bukan dia. Gumamnya dalam hati.
Sinta yang masih memeluk kuat Fahri, mendongakkan kepala nya, dan Fahri melihat kebawah.
Deg.. Deg....
Kali ini bukan hanya Fahri yang jantungnya tidak beraturan, Sinta pun merasa kan hal aneh.
Sinta yang sadar akan apa yang terjadi, langsung melepaskan pelukannya.
"Ayoo pulang, Sinta bersikap santai dan tersenyum.
Apa? Sinta gak apa apa gitu? duh jantung gue mau copot, malah dia biasa aja, duh anak ini buat gue mati gaya aja. Gumam Fahri dalam hati.
"Iya, Jawab Fahri Sambil melangkah keluar.
***********
"Pokoknya kalau ada apa apa bilang ke aku" Teriak Fahri ke Sinta karena sudah dalam perjalanan.
"Iyah, tenang". Kata Sinta, "Jadi sekarang aku kamu yah panggilnya?" Goda sinta ke Fahri.
"Iya sayang, Spontan keluar dari mulut fahri.
"Kenapa? Sinta tidak mendengarnya
Huuuuu..... Mendengar ucapan Sinta membuat Fahri legah, Gila yah Lo? kenapa gitu sih? tanya Fahri bingung dalam hati.
TIIIIIITTTTT. .........
Motor Fahri ngerem mendadak.......
"Awww, Sinta langsung tersandar di belakang Fahri sambil memeluk tubuhnya.
"Ada apa Fahri?" Tanya Sinta bingung.
"Maaf sin, ada kucing nyebrang tuh" Sambil menunjuk kucing di depan.
"Ohhhh ya Ampuuun hati hati dong. Ucap sinta yang kaget.
"Iyaaa maaf yah" sambil tersenyum dalam helmnya. Fahri senang dengan kejadian hari ini. banyak yang membuat dia semakin dengan dengan Sinta.
"Jangan di lepasin dong pelukannya, Ntar kalau ada apa apa kan bahaya" Goda Fahri ke Sinta yang sudah melepaskan pelukan nya, saat Fahri melajukan motornya kembali.
"Sinta langsung memeluk erat, kali ini Sinta mendengar apa perintah Fahri tanpa menyangkal.
**********
Waktu Pukul 18.21
Mereka akhirnya pulang telat karena Fahri sengaja mengajak jalan jalan Sinta setelah dari restoran tadi.
"Sampai..........." Kata Fahri.
"Makasih yah, Mau mampir gak?" Tambah Sinta
"Memangnya boleh? Tanya Fahri dengan pelan, takutnya pertanyaan tadi hanya sebatas basa basi.
"Boleh lah, yuk masuk"
"Tante...." Panggil Fahri
"Eh nak Fahri... duduk" Ucap cantika bunda Sinta
"Sinta ke kamar dulu yah, Mau mandi" Ucap Sinta, Ke bundanya.
"Iya Tante makasih". Jawab fahri sambil duduk di sofa.
"Sudah makan belum?" Tanya bunda ke Fahri
"Belum Bun," jawab Fahri.
"Yaudah makan Malam dengan Tante dan Sinta Yuk". Ajak Cantika.
Fahri dan Tante Cantika sudah berada di ruang dapur, mereka berdua menunggu Sinta yang masih mandi.
"Bundaa.......
Eh Fahri? aku kira kamu udah pulang" Ucap Sinta kaget masih ada Fahri di rumahnya.
Ayo makan nak.... kita udah nungguin kamu loh. Ungkap bunda.
"Maaf Bun....." Sambil cengingiran.
Cantik banget, tanpa ada riasan saja terlihat manis. Ucap Fahri yang terpesona melihat kecantikan natural Sinta.
Sinta yang memakai kaos putih dan celana pendek itu membuat tubuh nya kelihatan lebih seksi. Dengan rambut yang di jepit ke atas menggunakan jedai.
"Ayo makan....." Ucap bunda.
Fahri tidak bisa konsentrasi pada makannya, semenit dua menit matanya terus tertuju pada Sinta, gadis mungil yang manis itu.
***********
"Makasih yah tan,, Sinta...." Ungkap Fahri sambil berpamitan.
"Iya santai aja kali, ucap Sinta
"Yaudah kamu hati hati ya nak Fahri, ucap Cantika sambil masuk ke dalam rumah.
"Aku pergi yah, sambil menyalakan motornya.
"Bye...... "Ucap Sinta.
Pukul 22.36
DRINGGG...... DRINGGGGG
"Halo? Kenapa?" Tanya Sinta ke yang menelpon nya selarut ini.
"Gak Tau kak?" Jelas Sinta ke yang sedang menelpon
"Iya, maaf ya kak, Tapi aku coba tanya sama yang lain yah" Ucap Sinta ke Telephone genggamnya.
Segera Sinta menelpon seseorang
"Halo?
"Lo tau Nadya dimana?
"Rumah Lo dimana?"
"Gue kesana" Ucap sinta lagi ke lawan bicaranya kali ini.
"Halo? Kak Reno ? Nadya lagi di rumah senior aku kak" Ungkap Sinta setelah menelpon Andri tadi.
Andri langsung memberikan alamat rumahnya dengan mudah, dia sedang mabuk, membuat pikirannya kurang jernih.
"Siapa yang telepon Andri? Tanya Nadya saat Andri menerima telepon.
"Bukan urusan lo" Jawab Andri
Nadya yang merasa itu tidak penting langsung diam dan tetap menopang Andri yang sedang mabuk ke dalam rumah Andri. Nadya dan Andri memang sedang jalan berdua, mereka pergi berkencan setelah kejadian tadi.
"Kunci mana" Tanya Nadya
"Di kantong gue" Tunjuk Andri ke celananya.
DI TEMPAT LAIN
Obrolan Via Telepon
"Apa? kamu tau dari mana Sinta ada disana ? " Tanya Reno bingung.
^^^"Iya kak, aku punya firasat Nadya ada disana, jadi aku langsung menelpon seniorku karena Aku mengenalnya, jadi aku barusan telepon dan minta alamatnya, akan aku kirimkan sekarang juga kak". Jelas sinta.^^^
Sebenarnya Sinta tidak tidak mau ikut campur urusan mereka, tapi karena ingin balas Budi pada Nadya yang telah menolongnya tadi, Sinta nekad menelpon Andri. Dia sudah punya firasat kalau Andri pasti akan marah sama Nadya soal tadi, dia takut Nadya kenapa Napa.
"Baik, makasih yah sin" Ucap kak Reno.
Soalnya kak Reno bingung Hpnya gak bisa di telepon dari tadi. dan adik adiknya mencari nya juga. Tambah kak Reno.
^^^"Iya sama sama kak" Ucap nadya ^^^
Kak Reno pun langsung memutuskan sambungan teleponnya
"Ya Ampuun kak Reno sepeduli itu ke Nadya". Gumam Sinta dalam hati.
...BERSAMBUNG...
...----------------...
padahal seru banget
dikit lagi🤨