Warning! (18+)
Berawal dari Pertengkaran hingga pada akhirnya tumbuh benih-benih cinta diantara mereka,tetapi ketika cinta mulai tumbuh muncul seorang wanita dimasa lalu.
Belum lagi bocah kecil yang bernama Rio yang selalu buat ulah.
"Sekarang aku memiliki Bunda"
"What"
Gimanakah kisah cinta mereka,akankah mereka bersatu selamanya? ketika Lily berpaling dengan pria lain.
Sakit...?
Itulah yang dirasakan Varrel.
Yuk mampir gaes kekaryaku,jangan lupa tinggalkan jejak biar otor semangat dan mohon dukungannya😄
Follow ig.yutriatel
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutriaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukti
Yuk mampir gaes kekaryaku jangan lupa tinggalkan jejak biar otor semangat dan mohon dukungannya😅
Tekan tanda ❤️,beri tanda jempol 👍🏻,jangan lupa di Koment dan Votenya🤗.
Selamat membaca...
"Cih beraninya kau membohongiku kau pikir aku tidak tahu ha...!" kata Varrel membentak Sherly dengan rahang yang sudah mengetat dan bergemelatuk bahkan mencekik leher Sherly.
"Baca...Baca..."
Sherly terbatuk-batuk dan satu tangannya menahan tangan Varrel bahkan ia sudah kehabisan nafas karena Varrel menciknya keras
Sherly pun menangis serta membaca hasil tes DNA yang diberikan Varrel padanya.
"Tidak...Ini semua salah,ini tidak benar" teriak Sherly
"Kau masih mengelak ha" bentak Varrel
"Tidak,ini semua salah" kata Sherly hendak merobek hasil tes tersebut tapi dengan cepat Varrel mengambilnya.
"Kevin segera penjarakan jalan ini"
"Baik tuan" ucap Kevin yang sedari tadi menyetir hanya diam menyasikkan mereka yang ada dikursi belakang.
"Tidak...Aku mohon maafkan aku, aku mencintaimu" kata Sherly mengalah berbohong pun tak ada gunannya.
"Ck,kau hanyalah seorang jalang dan partner malam ku dulu,jangan sesekali kau membohongiku rasakan akaibatnya" kata Varrel membentak keluar dari mobil dengan mengambil tes DNA dan menuju mobil yang dibawakan anaka buahnya.
"Tidak...Babe jangan penjarakan aku" teriaknya hendak turun tapi anak buah Kevin sudah masuk dalam mobil dan menahan serta mengikat Sherly yang meronta-ronta.
"Lepaskan" teriaknya.
Sedangkan Kevin membawa Sherly kedalam penjara dengan ditemani anak buahnya supaya sherly tidak kabur dan melakukan hal buruk dan tak memperdulikan Sherly yang memaki dengan kasar,setibanya di kantor polisi,Kevin segera turun dan anak buahnya membawa Sherly masuk yang di tanganin polisi wanita memborgol tangannya dan memasukkan ia dalam sel tahanan.
"Lepaska,lepaskan saya" kata Sherly memberontak,semua penghujung tahanan di buat terkejut melihat Sherly.Bahkan Serena yang masih dalam tahanan yang sudah mulai gila tertawa lepas melihat kejadian itu,polisi pun mamasukkan Sherly dan mereka segera mengunci dengan Sherly yang memegang besi tahanan dan ingin dikeluarkan,Kevin berbincang sebentar kepada pihak polisi setelah itu ia kembali pulang dan anak buahnya sudah pergi setelah menyerahkan Sherly.Kevin mendapatkan pesan masuk dihandpone nya untuk menyiapkan perintah Tuan nya.
•••
Varrel kembali keperusahaan dengan membawa hasil tes DNA ia begitu senang bahkan ia menyuruh asisten Kevin menyiapkan makan malam romantis yang sempat tertunda beberapa hari hari ini,ia pun memberanikan diri mengirim pesan ke Lily dan mengajak ketemuan direstoran malam ini.
"Honey aku memang salah aku mohon temui aku direstoran untuk membahas hubungan kita,ku tunggu jam delapan malam nanti"
Varrel pun mengirim pesan tersebut tapi tak dibalas bahkan berapa kali ia melihat layar ponselnya berharap ada balasan tapi tidak kunjung datang,ia menghela nafas bahkan sudah sangat merindukan Lily.
•••
Lily yang lagi dibutik sedang berbincang dengan klien nya sambil berjalan dan memperlihatkan rancangan nya karena Klien adalah seorang artis papan atas dan memesan baju mewah dibutik Lily tentu saja dengan harga yang fantastik tapi karena ia membeli beberapa lembar Lily pun memberi diskon kepadanya.
"Terimakasih sudah berkunjung di Boutiqu Lily'S semoga suka"
"Terimakasih juga Nona manis,rancanganmu bagus-bagus semua dan terimakasih juga atas diskon nya"
"Sama-sama Mbak"
Mereka pun saling bersalama bahkan ada Klien baru lagi memesanan jas terbaik di butik Lily untuk hadiah ulang tahun,Lily pun dengan senang hati melayani nya,bahkan ibu itu juga membeli beberapa baju.Mis Tina selalu siap dibelakang bosnya dan akan selalu mengambil ketika klien memilih rancangan terbaik lalu memberikan kepada karyawan lain untuk masuk dalam paperbag.
"Tin,baju yang gamis dan sabrina kita sudah mulai menipis tolong infokan pada tukang jahit ya" kata Lily setelah klien nya sudah pergi yang ingin secara langsung bertemu dengannya.
"Baik Bos"
"Oh ya,Tin sekalian juga cek barang-barang lain"
"Siap Bos" Ucap Tina dan segera melaksanakan perintah bosnya.
Lily menuju ruanganya rasanya hari ini ia sedikit capek,segera mengambil air dan meneguknya serta memgambil cemilan dan memakan nya.Lalu duduk dan mengambil handpone di dalam tasnya dan menyepitkan mata saat melihat chat baru dari Varrel.
Lily tak membalas saat melihat pesan masuk hatinya campur aduk apakah itu benar anak Varrel atau tidak rasanya sesak dia pun menguatkan hatinya mencoba tenang dan mengambil nafas lalu membuangnya pelan.Ia pun membalas pesan tersebut dan mengirimnya.Varrel yang sudah lumut tan menunggu tersenyum senang ia pun mengirim lokasi dimana nanti mereka bertemu.
•••
Sore pun tiba Varrel pulang kemansion dengan semangat empat lima,disambut pelayan dan ia segera masuk,melihat orang tua nya yang sedang duduk disofa lalu ia datang memberi salam dan memperlihatkan hasil tes DNA pada mereka sebagai bukti.Orang tua Varrel sangat senang mengetahui akan hal itu,Varrel meminta maaf pada orang tuanya apalagi pada Papanya,Tuan Wiyono pun memaafkan anaknya serta memberi petuah,mereka pun berpelukkan bersama.Varrel segera menuju kamar dan tak sabar bertemu dengan kekasihnya.
🍀🍀🍀
Malam pun tiba Varrel sudah siap dengan stelan jas nya bahkan dia sangat tampan malam ini tak lupa ia mengambil sesuatu dan memasukkannya dikantong jassnya,turun dari tangga menyapa Mamanya.
"Mam"
"Wah anak Mama sudah ganteng mau kemana Rel?"
"Mau memperjuangin calon mantu Mama dan Papa" jawab Varrel dengan memperbaiki penampilannya.
"Baiklah,Mama tunggu jangan lupa nanti ajak makan malam" kata Mama Mita antusias
"Tentu saja Mam doakan saja,Varrel pamit dulu"
"Hati-hati nak,semoga berhasil"
Varrel hanya tersenyum keluar dari mansion pergi menuju restoran dekat pantai tak lupa ia juga membawa bukti yang sudah ia siapkan dan di sinilah ia dijalan sambil menyetir dan tersenyum.Setibanya direstoran ia disambut dengan Kevin yang sudah menunggu tuannya.
"Apakah sudah siap"
"Semuanya sudah siap bos"
"Baiklah"
Varrel pun segera masuk dan Kevin pamit pergi.Varrel melihat semuanya ia tersenyum dan tak sabar menunggu Lily bahkan berapa kali ia melirik arah jarum jam yang melingkar dipergelangan tangan nya.
•••
Lily yang lagi dikamarnya sedang kesana kemarin seperti setrika ia bingung antara mau pergi dan tidak bahkan ia belum mandi setelah pulang dari butik ia pun memberanikan diri akan pergi lalu segera mandi dan setelah mandi ia membuka lemari dan memilih beberapa gaun yang bertengger disana,ia pun memilih gaun warna pich dengan elegan dan pas ditubuhnya,memakai make up natural dan high heels yang lumayan tinggi.Setelah dirasa cukup ia mengambil tasnya dan turun kebawah.Orang tua nya heran melihat anak kesayangan mereka yang sudah cantik malam ini.
"Wow,princes Papa dan Mama cantik sekali,mau kemana hmm" kata Taun Lucas memuji anak gadisnya.
"Sayang mau kemana"
"Ma,Pa...Lily ada pertemuan sama teman ijin ya"
"Tentu saja boleh,jangan sampai larut malam Princes dan kalau terjadi apa-apa segera telpon"
"Baik Pa,Ma...Thanks" kata Lily mencium kedua pipi orang tua nya.
Ia pun segera keluar dari mansion dan diantar oleh supir Alexsander menuju tujuan bahkan diperjalanan Lily gugup sekali.Mobil pun berhenti tepat didepan Restoran sesuai lokasi.
"Nona,kita sudah sampai"
"Oh iya,terimakasih" kata Lily segera keluar dari mobil dan merapihkan penampilannya.Ia pun masuk dengan menyerhit dahi heran karena tempatnya sepi dan sunyi itulah yang ia rasakan.
Segera berjalan masuk dan disambut pelayan restoran menuju ruang VIP.
"Selamat malam Nona,ayo mari saya antar"
"Malam juga,terimakasih"
"Sama-sama Nona"
Dengan anggunya ia berjalan menuju ruang VIP membuka pintu dan mendapatkan Varrel yang sedang duduk.Varrel menoleh melihat sang kekasih sudah datang yang begitu anggun dan cantik ingin rasanya memeluk dan mencium tapi ia mengurungkan niatnya.
"Maaf aku lama" ucap Lily sambil duduk
"Varrel tersenyum" Tidak Honey kau cantik malam ini"
"Terimakasih,langsung saja mau bilang apa...?"
"Honey apakah kau tidak kangen denganku"
"Tidak..." kata Lily memalingkan wajahnya bahkan ia terpesona akan penampilan Varrel.
"Baiklah, aku hanya mau menyerahkan bukti ini" ucap Varrel menghela nafas dan memberikan amplop putih pada Lily.
Lily menyerhit dahi "Apa ini...?"
"Buka saja kau pasti tahu nanti Honey"
"Tidak,mau" kata Lily merasa berfiling buruk
"Hey,Honey buka dulu"
Lily pun membukanya dengan pelan -pelan,setelah ia buka membacanya,dia terdiam
"Apakah ini benar kau tidak sedang berbohongkan...?"
Varrel tersenyum dan mendekat kearah Lily berlutut dan tanganya memeluk pinggang ramping Lily.
"Tentu saja benar Honey,bukanlah sudah aku katakan akan membuktikannya"
"Ja-jadi itu bukan anakamu"
"Yes Honey,aku mau kau yang mengandung anakku"
Lily pun tersenyum menangis dan mengelus pipi Varrel.
"Maafkan aku Honey yang membuat kecewa" ucap Varrel mencium tangan Lily yang mengelus pipinya.
"Aku juga minta maaf" ucap Lily sambil menangis
"Honey jangan menangis,aku rindu bangat samamu" kata Varrel menghapus air mata kekasihnya.
"Sama aku juga Be"
Mereka pun berpelukkan bersama menyalurkan rasa kerinduan mereka,Varrel menghirup aroma wangi Lily dan mendekap Lily dalam pelukkannya bahkan beberapa kali mencium pucuk kepala sang kekasih bertubi tibu,dan tanpa aba-aba Varrel mengendong Lily ala pengantin.
"Kunyuk"
"Yes Honey ,aku kangen mendengar nama itu dari bibirmu"
Lily pun memeluk leher Varrel karena takut ia jatuh,Varrel membawa Lily menuju meja romantis yang sudah siap yang menghadap langsung dengan laut hamparan laut dimalam hari.Lily yang masih mengalungkan tangan nya dileher Varrel terkejut melihat dihadapannya.
"Apakah kau menyiapkan semua ini Be"
"Tentu Honey bahkan sudah jauh jauh hari tapi semua gagal"
"Lily pun tersenyum,terimakasih Be"
"Apapun untuk mu Honey seharusnya aku yang berterimakasih "ucap Varrel mendudukan Lily dikursi lalu mereka makan malam romantis ditemani dengan seorang yang main biola,bahkan Varrel memotong kecil-kecil daging dan memberikannya pada Lily.
Lagi-lagi Lily terkejut ia pun tersenyum manis yang mampu membuat hati Varrel meleleh.
Setelah makan Varrel berlutut dihadapan Lily mengambil sesuatu dibalik jassnya dan membuka kota merah yang isinya cincin yang harganya fantastik.
"Honey,aku tahu tak sepantasnya aku memilikimu karena aku adalah pria bregsek yang banyak kesalahan dan masa lalu yang tidak baik,maafkan aku yang membuatmu kecewa,aku ingin kau menjadi bagian dalam hidupku menuai bersama ku dan menjadi ibu dari anak anaku kelak"
Lily menutup mulutnya tak percaya ia terharu dan meneteskan air mata bahagia Varrel memberikan kejutan buat dia malam ini.Varrel pun memasangkan cincin berlian dijari manis Lily dan mengecup punggung tangan Lily berulang kali.Lily langsung memeluk Varrel dengan erat.
"Terimakasih Be"
"Ssstt,aku yang seharusnya berterimakasih Honey " ucap Varrel menatap wajah cantik Lily mendekatkah wajahnya sampai hidung mereka bersentuhan dan cup ia mengecup bibir ranum Lily untuk pertama kalinya,karena semenjak mereka pacaran Varrel hanya mencium kening dan pipinya saja.
Lily memejamkan matanya ia terkejut dan melotot saat Varrel mengecup bibirnya karena itu adalah ciuaman pertama baginya ia masih mematung Varrel pun mengecup lagi bibir Lily mencium dan mel*mat ya dengan lembut bahkan dengan rakusnya ia menjelajahi setiap inchi rongga mulut Lily mengigit kecil agar Lily membuka mulut lalu memasukkan lidahnya dan menyelusuri setiap isi didalamya.
Lily yg kehabisan nafas mencubit perut Varrel. hingga ciuman pun terlepas,menghirup pasukan oksigen sebanyak banyak.
"Honey jangan bilang ini ada firs kissmu" ucap Varrel mengusap bibir Lily yang sudah membengkak.
Lily merona malu dan mengangguk dan segera masuk kedalam pelukan Varrel menyembunyikan wajahnya didada bidang Varrel.Valen tersenyum dan mengelus rambut milik kekasihnya.
"Terimakasih Honey " ucap Varrel memeluk Lily erat.
"Bolehkan aku mencium lagi" tanya Varrel dengan memohon.
"Dasar kunyuk" kata Lily memukul dada bidang Varrel.
Varrel pun segera mencium kembali bibir Lily yang sudah candu baginya,mereka pun berciuman mesra di deruk omba pantai serta angin malam dan bintang yang menjadi saksi bisu,Setelah berciuman mereka berjalan sebentar disisi pantai sambil bergandeng tangan dan tertwa bersama.
"Be,lalu wanita itu mana"
"Dia sudah dipenjara"
"Ha...kasihan dia"
"Hey ,kenapa kasiha sama ya ia sudah berbohong dan itu pantas ia terima" kata Varrel sambil membawa high heels Lily ditangan kirinya.
"Hmm,terserhmu saja"
Varrel pun memeluk Lily erat dan mencium seluruh wajah Lily,tanpa mereka sadar seseorang melihat mereka dari kejauhan rasanya sakit yang ia rasakan.
Setelah menghabiskan waktu bersama Varrel dan Lilu segera pulang karena hari sudah mau larut saling bergandeng tangan menuju dalam mobil,Dan disinilah mereka dalam mobil dengan Lily yang memeluk lengan Varrel yang sedang menyetir,Varrel membiarkan itu bahkan ia sangat rindu dan senang saat Lily bermanja padanya sesekali ia mengecup pucuk kepala Lily.Mereka pun sampai dimansion Alexsander,Lily pura-pura segera turun tapi Varrel secepat menahan tangan nya.Lily pun tertawa terbahak.
"Kamu ya"
"Terimaksih Be" kata Lily mencium pipi Varrel dan Varrel mencium bibir Lily dan memeluknya.
"Segera lah pulang,nanti kabari aku kalau kau sudah sampai ya"
"Oke Honey, i love you"
"I love you to"
Tinggalkan jejak gaiss,bersambung...
Lanjut❤️semangat up ya kak💪🥰😊
semangat 💪🥰💪
sdah dfavorit..
mampir jg ktmpatq y
slaam kenal yaa