Terkadang Tuhan mematahkan hatimu untuk menjauhkanmu dari jodoh yang salah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quemeela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengkhianatan
Akhir akhir ini Arsan lebih sering menghubungiku dari sebelumnya, aku sangat senang hubungan kami bisa berjalan dengan baik.
Tiba-tiba teman SMAku menghubungiku, namanya Vina, dia teman yang lumayan dekat denganku di SMA, dia menanyakan mengenai hubunganku dengan Arsan
-“ Ra kamu masih pacaran dengan kak Arsan?” tanya Vina
-“ masih Vin, kenapa?” aku penasan kenapa Vina bertanya mengenai hubunganku dengan Arsan
-“sudah berapa lama hubungan kalian Ra?” tanya Vina lagi, dia tidak menjawab pertanyaanku
-“udah lebih dua tahun, kenapa Vin?” tanyaku makin penasaran
-“nggak ada Ra, aku cuma nanya aja” jawab Vina
-“sebenarnya ada apa vin?” aku tidak percaya kalau Vina hanya sekedar bertanya mengenai hubunganku dengan Arsan, pasti dia ingin mengatakan sesuatu
-“sebenarnya aku nggak enak ngomongnya Ra.”
-“ngomong aja Vin, ada apa” jawabku memaksa Vina
-“aku punya grup kumunitas yang sama dengan Arsan, dan di grup itu banyak yang gosipin dia sama Putri”
-“Putri itu siapa?” tanyaku mulai panik
-“dia junior yang satu tingkat di bawah kita Ra, aku dengar dia adalah cewek yang syar’i” jawab Vina
-“banyak yang gosipin mereka jadian di grup itu Ra, dan Arsan menjawab do’akan aja, dia juga bilang " I love you Putri" aku pikir kalian udah nggak ada hubungan lagi Ra, makanya aku diam aja pas kak Arsan ngomong gitu” jelas Vina
-“nggak kok Vin, hubungan kami baik-baik aja, malahan dia akhir-akhir ini juga lebih sering telpon aku”
-“iya Ra, aku juga udah nanya langsung ke Arsan mengenai hal ini, katanya kamu dan putri adalah calon istri yang akan dikenalin ke ibunya, tapi kak Arsan bilang jangan kasih tau kamu dulu” apa yang dikatakan Vina membuatku terdiam, aku semakin sulit mencerna apa yang dikatakan Vina
-“sebenarnya aku udah bilang sama Arsan untuk bilang terus terang ke kamu Ra, tapi kata Arsan dia akan jelasin ke kamu, tapi sekarang dia belum mau jelasin ke kamu, dan minta aku buat tetap merahasiakannya, aku nggak enak sama kamu Ra, makanya aku ngomong ini sekarang”, tambah vina, aku tidak kuat lagi mendengar apa yang dikatakan Vina
-“makasih ya Vin, kamu udah mau ngasih tau hal ini ke aku” aku langsung menutup percakapan.
Mendengar kabar Arsan punya hubungan dengan gadis lain, aku seperti tersambar petir di siang bolong, aku tidak bisa memikirkan apa pun, aku hanya menangis seharian di kamarku.
Vina mengirimkan screen shoot profil Arsan, yang ternyata akun baru, beda dengan akun yang biasa dia gunakan untuk menghubungiku, disana terlihat foto profil gambar mawar dan terdapat juga namanya, jelas itu bukan dariku, melihatnya menjadikan itu foto profil pasti itu dari seseorang yang spesial baginya, disana juga tertulis, caption “diminum ya obatnya semoga cepat sembuh” pasti itu untuk gadis itu yang sedang sakit.
Hatiku sangat sakit sekali melihatnya, tidak pernah aku merasakan sakit seperti ini sebelumnya
Arsan menghubungiku, aku berhenti menangis, dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa, aku ingin menunggu dia menjelaskannya langsung padaku
-“suara kamu kenapa sayang?” tanya Arsan
-“nggak kok, cuma lagi agak sakit aja” balasku
-“kamu udah ke dokter?” tanya Arsan perhatian
-“aku nggak mau ke dokter paling dokternya Cuma kasih obat terus bilang diminum ya obatnya semoga cepat sembuh” aku menekankan kalimat yang dia jadikan caption untuk gadis itu
-“kamu kenapa sih?” dia mulai sadar karena aku mengatakan kalimat itu.
-“nggak kenapa-kenapa kok” balasku singkat menahan tangis
“ya udah kamu istirahat ya” Arsan menutup telpon, masih banyak yang ingin kutanyakan dan masih banyak penjelasan yang ku inginkan darinya, aku seperti tak tela dia menutup telpon, tapi Arsan tidak ingin aku mengungkit hal ini dan buru-buru menutup telpon dariku, aku kembali menangis sendirian,,
Ku tak habis pikir
kurangku di mana
Kau tega melepaskan aku
Jauh ku menatap
namun terlalu jauh
Imajinasiku terberai
Terdiam aku
beku tanpamu
Dimanakah letak hatimu?
Kau putuskan
tuk mendua
Dengan dia
di belakangku
Padahal ku
pilih kamu
Jadi cinta terakhir
Ku tak habis pikir
Kurangku di mana
Kau tega melepaskan aku
Jauh ku menatap
namun terlalu jauh
Imajinasiku terberai
Terdiam aku
beku tanpamu
Dimanakah letak hatimu?
Hanya lagu mendua yang terdengar dari kamarku, karena aku tidak ingin teman kost yang lain tau kalau aku sedang menangis.
Tiba-tiba terdengar seorang mengetuk pintu kamarku, aku menghapus air mataku dan membuka pintu, ternyata Aina, teman sekelasku, katanya Arsan menghubunginya dan mengatakan aku sedang sakit, Arsan memintanya untuk merawatku.
-"Arsan selingkuh Ai" aku mengatakannya sambil menangis di depan Aina
-"hah, Arsan selingkuh, aku benar-benar nggak nyangka" Aina kaget mendengarnya, Aina adalah temanku yang sangat akrab dengan Arsan, aku biasanya memintanya menemaniku jika Arsan mengajakku keluar bersama teman-temannya.
Aku menceritakan semuanya pada Aina, bahwa Arsan selingkuh dariku, Aina memelukku, aku menangis dalam pelukannya. Seumur hidup, ini adalah kenyataan yang paling tidak bisa aku terima.