Adira nur faiza seorang wanita yang berusaha tegar dan sabar dalam menghadapi cobaan hidupnya.
Kehidupan rumah tangganya hancur karena orang ketiga. saat ia akan memulai hubungan dengan orang lain kembali ia dikhianati. dibalik itu ia bersyukur karena merasakan kasih sayang seorang kakak.
Akankah ada seseorang yang benar- benar setia padanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon husna_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 10
Sang mentari telah tenggelam berganti dengan sang rembulan, walau cahaya bulan tak seterang cahaya matahari tapi bulan tetap setia pada bumi ku harap kau juga seperti bulan walau tak bersinar kau akan tetap bersamaku dan hanya untukku.
***
Disaat semua manusia tengah terlelap dalam tidurnya tapi tidak dengan Adira nur faiza, wanita itu membolak balikkan tubuhnya mencari tempat ternyaman tapi matanya tak kunjung tertutup, waktu menunjukkan pukul 10 malam tapi sang suami tak kunjung pulang, akhir- akhir ini Syarif memang sering pulang larut bahkan pernah juga hampir pagi, dan disaat Dira bertanya jawabannya pasti lembur atau pergi ke rumah teman, entah benar- benar lembur atau hanya omong kosong.
Tok tok tok
Terdengar ketukan pintu depan, Dira pun turun, itu pasti suaminya entah alasan apa lagi kali ini yang akan ia katakan karena pulang larut.
ceklek
Pintu terbuka Dira mencoba tersenyum,
"Belum tidur dhek?" tanya Syarif.
"Tadi udah, kebangun pas mas ketuk pintu, mas sudah makan?" tanya Dira balik.
"Sudah tadi makan bareng teman," jawab Syarif.
"Teman laki- laki atau perempuan?" tanya Dira lagi.
"Laki- laki sama perempuan dong dhek, teman mas kan banyak!," jawab Syarif.
"Mas nggak lagi bohongkan!" kata Dira.
"Enggak!! mas bohong apaan coba, mas tadi emang makan sama teman, kok kamu jadi aneh sih biasanya gak pernah nanya- nanya" kata Syarif.
"Mas, bolehkah aku tanya sesuatu sama mas dan aku harap mas menjawabnya dengan jujur," tanya Dira.
"Iya, tanya saja," jawab Syarif.
"Siapa wanita ini mas?" tanya Dira sambil menunjukkan sebuah foto dalam hpnya, tadi sebelum pulang Dira memang berpura- pura meminjam hp bu Fitri untuk mengirimkan foto tadi ke hpnya.
Deg
"Oh itu teman kerja dhek," jawab Syarif gugup dan Dira tau akan hal itu.
"Teman kok mesra banget mas pake peluk- pelukan segala, mas juga membelikannya baju, padahal baju di mall mahal- mahal loh mas," tanya Dira dengan nada agak tinggi.
"biasa aja gak mesra, dan tadi itu uangnya dia gak cukup dia juga lupa gk bawa atm jadi pinjam dulu sama mas," kata Syarif.
"mas..... ," belum Dira menyelesaikan kalimatnya Syarif sudah memotong.
"Udahdeh aku tuh capek pulang kerja bukannya dikasih yang manis- manis ini malah ngoceh gak jelas, kamu curiga sama aku," kata Syarif jengah.
"Kalau mas sama wanita itu jalannya biasa aja aku gak mungkin curiga, coba lihat difoto aja gitu mesra banget, padahal sama aku mas nggak pernah kayak gitu," kata Dira
"Udah ah kamu curigaan aja, aku mau kekamar mandi mendadak gerah," kata Syarif sambil berlalu kekamar mandi, sedangkan Dira masih termenung ditempatnya, benarkah yang dikatakan suaminya, wanita itu hanya temannya, Dira mencoba untuk mempercayainya tapi hatinya berkata lain, ia merasa pasti ada "something" diantara mereka tapi Dira tidak bisa berbuat apa- apa, ia hanya pasrah semoga tuhan melindungi rumah tangganya.
****
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan pun telah berganti tapi tetap ditahun yang sama.
Tepat pukul 3 dini hari, Dira terbangun dari tidurnya entah kenapa tiba- tiba perasaannya tidak tenang, hatinya jadi gelisah, sepertinya sesuatu akan terjadi tapi apa? Dira pun tak tau.
"Semoga semuanya baik- baik saja," begitulah pikir Dira. untuk menenangkan hatinya, ia mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat tahajud yang ia lanjutkan dengan membaca al-qur'an sambil menunggu adzan subuh.
***
Didepan tv semua hidangan sarapan telah siap tinggal menunggu suaminya karena putrinya sudah siap sejak tadi,
"Sayang, kamu sarapan dulu aja nanti terlambat ke sekolahnya," kata Dira pada putrinya.
"Iya bunda," kata Nara.
"Loh !!! mas kok pakek baju santai emang nggak kerja?" tanya Dira setelah Syarif duduk.
"Libur," jawab Syarif singkat, Dira hanya menganggukkan kepalanya, mereka pun makan dengan tenang.
Karena Syarif tidak berangkat kerja Dira pun memberi kabar pada bu Fitri kalau dia tidak bisa datang,
Tok tok tok
Terdengar pintu depan diketuk, Dira pun bergegas kedepan melihat siapakah tamu tersebut,
ceklek
Deg... deg....
"Dia.... "
.
.
.
.
.
*Jangan lupa like, komen, dan vote
aku tunggu masukannya
TERIMA KASIH*
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu