NovelToon NovelToon
LELUHUR AGUNG

LELUHUR AGUNG

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Petualangan / Contest / Kultivasi / Wuxia / Fantasi Timur
Popularitas:351k
Nilai: 4.9
Nama Author: Lin Kay

Update ga nentu, disesuaikan dengan kebisaan author.

Di dunia ini, banyak sekali yang ingin mencapai puncak kultivasi, mereka berjuang mati-matian untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Seorang anak jenius dari keluarga Ling tiba-tiba menghilang, tiga tahun kemudian dia muncul dari sebuah portal ruang dengan luka dan noda darah di tubuhnya.

Tingkat kultivasinya yang tinggi tiba-tiba merosot dalam sekejap, dan ia sangat marah dengan niat membalas dendam yang kuat.

Dengan kejeniusannya yang tak tertandingi, dan Segel Nadi Pelahap di tubuhnya, dia memulai perjalanan untuk balas dendam.

Tapi, pada akhirnya, ia menemukan sebuah jawaban tentang ibunya...

"Jadi dia adalah..."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lin Kay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berlatih Dengan Ayah

Keesokan harinya...

Pada dini hari, di tempat Ling Chen melatih teknik beladiri kemarin, Ling Chen telah berada di sana. Saat itu matahari bahkan baru saja menunjukkan dirinya dan kabut-kabut di pegunungan masih menyelimuti penglihatan.

Di waktu ini, Ling Chen melakukan kebiasaannya dari sebelum ia memasuki Alam Makam Para Dewa, sampai saat masih di dalam Alam Makam Para Dewa, yakni berolahraga untuk melatih fisik.

Saat fajar belum menyongsong, Ling Chen telah berlari-lari di dalam hutan dengan kabut-kabut yang menghalangi penglihatannya. Itu ditujukan untuk meningkatkan kelincahan gerak ataupun terhadap musuh-musuh yang tidak terlihat seperti pepohonan yang di tutupi kabut.

Dan sekarang, Ling Chen sedang melakukan pelatihan fisik lain, ia sejak tadi menaik-turunkan tubuhnya dengan kekuatan kedua lengannya yang memiliki otot yang ideal seperti kebanyakan pemuda.

Saat melakukan gerakan ini, Ling Chen juga menempatkan sebuah batu besar di punggungnya untuk menambahkan beban untuk tubuhnya.

Kini, nafasnya begitu terengah-engah, keringatnya menetes dari pakaiannya yang telah basah dan menyirami rerumputan di bawah tubuhnya.

Sekitar satu jam kemudian, saat matahari benar-benar telah terlihat dan menyinari dunia ini, dan kabut-kabut tebal perlahan mulai menghilang, Ling Chen menghentikan aktivitasnya.

Ia kemudian mengambil botol air minumnya yang terbuat dari bambu, ia menempelkan bibirnya pada lubang bambu dan meminum air di dalamnya dengan serakah sampai air itu ikut keluar melalui permukaan dagu Ling Chen.

Ling mengelap semua keringatnya yang ada di wajahnya dengan kain bersih yang ada di atas batu.

Setelah selesai beristirahat, Ling Chen duduk bersila di atas batu dan kemudian membuat tubuhnya bercahaya. Pada saat ini, kekuatan dari Segel Nadi Pelahap telah di aktifkan Ling Chen.

Dalam waktu yang sangat singkat, energi spiritual dari jarak yang sangat jauh telah berkumpul di satu titik, yakni di sekitar tubuh Ling Chen yang bercahaya.

Dengan kecepatan layaknya lubang hitam penghisap, tubuh Ling Chen menyerap semua energi spiritual yang sangat melimpah di sekitarnya.

Setelah tiga jam melakukan kultivasi, Ling Chen membuka matanya dan merasakan kekuatan energi spiritual dalam tubuhnya telah menjadi lebih kuat.

"Kekuatan dari Segel Nadi Pelahap benar-benar hebat. Baru beberapa jam saja, manfaatnya sudah terasa..." Ling Chen memuji sebuah segel yang telah menyatu pada tubuhnya.

Ling Chen lalu berdiri lagi dan melihat ke arah pepohonan yang masih tersisa di sekitarnya, karena pepohonan yang lain telah ia hancurkan puluhan meter dari ruang terbuka yang ia tempati.

Ling Chen memusatkan energi spiritualnya pada telapak tangannya dan mengubahnya menjadi energi petir seperti kemarin.

"Pedang Badai Petir!" Suara terdengar dari mulut Ling Chen sebelum sebuah pedang petir yang ganas telah terbentuk di telapak tangannya.

Ling Chen lalu menatap dalam-dalam pepohonan di depannya dan menebaskan pedangnya dengan kuat.

Slash!

Jduar! Duar! Duar!

Suara yang menggelegar dari badai petir yang terbentuk terdengar begitu mengerikan, dan dalam sekejap mata puluhan meter area pepohonan di depan Ling Chen telah musnah.

Sedangkan ditelapak tangannya masih terdapat Pedang Badai Petir yang belum menghilang karena telah ia kembangkan.

Di bawah genggaman tangan Ling Chen, teknik beladiri Pedang Badai Petir yang semulanya adalah tingkat 6 sekarang telah ia kuatkan hingga akhirnya telah setara dengan teknik tingkat 9.

Bahkan penggunaannya kini menjadi lebih lama, semulanya hanya bisa menggunakannya untuk satu tebasan saat satu kali dibentuk.

Sedangkan sekarang, setelah Ling Chen mengembangkannya, itu bisa digunakan sebanyak tiga kali tebasan untuk satu kali di bentuk.

"Hm, tidak buruk. Bisa mengembangkan teknik itu hingga memiliki kekuatan seperti ini, kau benar-benar hebat..."

Saat Ling Chen sedang melihat ke arah hasil yang ia buat setelah mendaratkan satu tebasan, suara yang begitu dekat baginya terdengar dari belakang tubuhnya.

Ling Chen dengan cepat menoleh ke belakang dan melihat Ling Shentian ada di belakangnya dengan kedua tangannya telah terlipat di belakangnya.

Di tempat yang terbuka itu, Ling Chen bisa melihat senyuman samar dari bibir Ling Shentian yang kemarin begitu tegas kepadanya.

"Ayah!" Dengan wajah yang ceria, Ling Chen memanggil ayahnya.

Ling Shentian di belakang sana hanya mengangguk, dan berjalan mendekati anaknya. Ling Shentian kemudian menjadi terkejut ketika ia melihat kultivasi anaknya telah berada di alam Petarung Senior tahap menengah, padahal ia dua hari yang lalu hanya ada di Petarung Lanjutan tahap akhir.

"Petarung Senior tahap menengah? Bagaimana bisa begitu cepat? Bahkan Fei'er yang memiliki tubuh spesial yang sama juga tidak memiliki kecepatan seperti ini. Bagaimana Chen bisa begitu cepat?..." Pikiran Ling Shentian sekarang ini menjadi kacau setelah melihat peningkatan dari anaknya yang begitu cepat.

"Ayah, ada apa?" Ling Chen mengangkat alisnya setelah melihat ayahnya yang menatapnya dengan serius.

Ling Shentian mengedipkan matanya dan menggeleng. "Tak, apa..." Ucap Ling Shentian laku mengalihkan pandangannya.

"Sepertinya ayah mengetahui tentang tubuh Dewa Kuno. Apakah ini ada hubungannya dengan ibu?..." Ling Chen membatin setelah melihat sikap ayahnya yang tampak memang sudah mengetahui bahwa ada kekuatan aneh dalam diri Ling Chen.

"Kudengar kau menerima tantangan duel dari Ling Yun?..." Ling Shentian kembali berbicara.

"Ya, begitulah..." Ling Chen mengangguk sebelum ia berbicara.

"Bakat Ling Yun sama sekali tidak buruk. Dengan bakatnya dan keuangan ayahnya, dia pasti telah menembus Petarung Master saat ini. Dan dalam kurun waktu lima tahun lagi, dia pasti akan mencapai Petarung Agung atau bahkan Petarung Terhormat. Tapi, itu pastinya masih kalah jauh darimu, walau tanpa sumberdaya dari keluarga..." Ucap Ling Shentian dengan kata-katanya yang menyenangkan untuk di dengar, tapi juga agak tidak enak untuk didengar.

"Bagaimana ayah tahu?" Ling Chen pura-pura tidak tahu.

"Karena kau anakku dan anaknya" Ucap Ling Shentian, tapi kata terakhirnya ia katakan dengan pelan. Namun, itu masih bisa didengar oleh Ling Chen.

"Eh?" Ling Chen mengangkat alisnya.

Ling Shentian melirik ke arah Ling Chen. "Ah, sudahlah. Lupakan saja..."

"Teknik yang kau pelajari itu juga pernah aku pelajari. Tapi, aku memiliki teknik yang lebih baik. Apakah kau ingin belajar?..." Ling Shentian kembali mengalihkan pembicaraan.

Ling Chen merasa ayahnya sedang mengalihkan pembicaraan, tapi ia dengan wajah yang ceria mengangguk.

Ling Shentian melangkah sedikit lebih jauh dari tempat Ling Chen, ia kemudian mengepalkan tangannya dan menempatkan kedua lengannya lurus ke depan sedikit diatas pinggangnya. Itu sama seperti kuda-kuda beladiri.

Ia lalu mengeluarkan energi spiritual yang hangat dari dalam tubuhnya dan membuat itu menjadi api berwarna ungu gelap. Api itu bukanlah api bawaan, itu adalah api yang diambil Ling Shentian dari seekor hewan buas Kuno pada perjalanannya dahulu.

Berbeda dengan Ling Shentian, Ling Chen memiliki dua jenis api, itu adalah api biasa yang disebut juga sebagai api sejati, memiliki kekuatan yang biasa saja. Dan yang kedua adalah api Hitam Kuno yang diperoleh Ling Chen dari seekor hewan buas kuno yang setara dengan puncak Setengah Alam Beladiri di Alam Makam Para Dewa. Hewan buas kuno itu jugalah yang membuat Pedang Langit Kuno milik Ling Chen harus rusak dan harus memperbaiki energi dari nol.

Setelah energi api ungu gelap yang mengitari tubuhnya telah berkumpul dengan bara api yang besar, Ling Shentian lalu merapatkan telapak tangan kanannya dan menyerap semua api ke dalam telapak tangannya hingga telapak tangannya memiliki aura hangat yang besar.

Setelah semua api telah terhisap ke dalam telapak tangannya, Ling Shentian memajukan telapak tangan kanannya.

1
Backhtiar Simalango
lanjut thor
Jumadi 0707
bikin malu aja klo gk bs jng bikin novel Thor alurnya dah bagus bikin kecewa readers
johanes ronald
kq ayahnya bs berjalan melewati ruang? super hebat sekali ...
Sak. Lim
idioooooot
Sak. Lim
bacot samph melindungi tpi mengurangi ranah kultivasi nya itu ya yg namanya menolongi goblokkkk
Dapat Guru 👍👍👍💪💪
Tehnik Tingkat Langit 👍
Batu Tambang
Mantap 👍👍
lanjut dan tetap semangat
Teratai biru Langit
Jiang Yu... akhirnya Mati juga
Lanjutkan dan tetap semangat
Maaaaantaaap Tor
Perebutan Posisi sebagai Pstriak
Ayah dan Anak Yang begitu Akrab
Ceritanya mudah untuk dipahami dan sehat selalu tor
Maaantaaap
Harusnya sembuhkan dulu Ayahnya...
Masih kecil sdh menjadi Patriak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!