NovelToon NovelToon
My Crazy CEO

My Crazy CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:408.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ria Mariana

Update kalo ingat.

NOTE : CERITA INI BIKIN NGAKAK SALTO-SALTO

Sekuel Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

"Roseline, ku perintahkan kau untuk menjadi pacarku!" ucap Navier Alister.

Roseline yang baru saja menjadi sekertaris Tuan Muda Navier hanya terheran. Orang aneh dan idiot seperti Navier menyuruh untuk menjadi pacarnya.

"Tuan muda Navier yang tampan tapi somplak mengajakku berpacaran?" gumam Roseline.

Roseline mundur perlahan ketika Tuan Muda Navier mendekatinya, perlahan lahan semakin dekat, semakin dekat. "Ku tunggu jawabanmu malam ini," ucap Navier.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ria Mariana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 : Kebebasan

Kim memandangi lemari kosong bekas menyimpan baju milik Sera.

Memang kini ia belum resmi bercerai tetapi ia sudah pisah ranjang dengan Sera.

Jika waktu bisa di putar, ia ingin menebus kesalahan pada Sera yang belum bisa

membahagiakan Sera selama ini. Kim lalu mengambil foto pernikahannya, ia

memeluknya dengan erat. Memori-memori yang indah terbayang diingatannya.

“Ayah,” panggil Ali membuat Kim kaget.

Kim membalikkan badan, ia tersenyum kepada putranya.

“Jangan mengingat masa lalu! Ayah harus bangkit! Aku akan

sedih jika ayah seperti ini terus.”

“Kadang masa lalu tidak harus dilupakan, ayah hanya ingin mengenangnya

saja.  Hampir 30 tahun bersama mama mu

tidak akan pernah ayah lupakan,” jawab Kim.

Ali memang tidak bisa egois pada dirinya sendiri, bahkan ia

masih merindukan sang mama.  Sang mama

selalu memanjanya dan memberinya kasih sayang lebih kini hanya tinggal

kenangan.

“Ali, kapan kau akan memberikan cucu pada ayah? Dale sudah

memberikan cucu untuk ayah,” tanya Kim mengalihkan pembicaraan.

Ali hanya tersenyum, ia bahkan tidak mempunyai pacar dan

belum ingin mempunyai pacar. Setelah beberapa tahun Ali menjadi presdir

menggantikan Sean dan kini ia hanya seorang asisten setelah Navier

menggantikannya, dia tidak ada rasa ingin mencari pasangan hidup. Pikirannya

terus terpusat pada perusahaan.

Disisi lain,

Sera menikmati permainan indah Louis, ia sangat puas dengan

keperkasaan bule tersebut. Louis mengecup pucuk kepala Sera, ia sangat

mencintainya. Jemari Louis bergerak indah menyusuri wajah Sera, wajah imut Sera

membuatnya terbaui asmara yang memabukkan.

“Setelah aku bercerai, aku ingin pindah,” ucap Sera.

“Pasti. Kita akan ke luar negeri.”

Ponsel Sera yang berada diatas nakas bergetar, ia meraihnya

dan ternyata sang anak yaitu Ali menelponnya. Ketika akan mengangkatnya, Louis

merebutnya dan menggelengkan kepala.

“Kau sudah berjanji untuk tidak berhubungan lagi dengan

mereka,” ucap Louis.

“Tapi Ali tetap anakku.”

Louis tersenyum kecut, ia malah mematikan ponsel Sera. Louis

******* bibir mungil sang kekasih dan memagut dengan penuh sensual. Mereka kini

sudah bersiap untuk melakukan ronde kedua, Sera sangat kagum dengan Louis. Pria

perkasa itu tidak mengenal lelah, tidak seperti suaminya yang mudah lelah.

Sedangkan Ali hanya menatap nanar ponselnya, ia hanya ingin

mendengar suara mamanya. Dia duduk disudut ranjang dan menghela nafas, ia

berpikir jika mamanya sungguh melupakannya.

“Ali,” suara Navier mengagetkan Ali. Anak laknat itu

tiba-tiba berada dikamarnya.

“Kenapa kau ada disini?”

Navier merebahkan dirinya di ranjang milik Ali. Dia melamun

tidak jelas.

“Aku benci Daleon,” ucap Navier.

“Sampai kapan kau tidak akur dengan kakakmu?”

Navier berdecih, bahkan dia tidak akan bisa akur dengan

kakaknya itu. Baginya, Daleon terlalu dimanja oleh papa dan mamanya. Umurnya

sudah matang tetapi hanya bisa meminta uang kepada orang tuanya, bahkan

kebutuhan Darsen juga dibiayai oleh papa dan mamanya.

“Oh ya, kau sudah mengurus berita laknat itu?” tanya Navier.

“Sudah, semuanya sudah beres.”

“Cewek sialan itu beraninya melakukan itu. Awas saja! Besok

akan ku kerjai habis-habisan.”

“Awas, nanti jadi cinta!” ejek Ali.

Navier langsung menarik baju Ali dan menindihnya, ia

menggeelitiki tubuh kakak sepupunya itu.  Ali meronta, ia bergantian menggelitiki tubuh Navier.

**

Angelica terkejut, ia sudah dibebaskan dari penjara. Padahal

dia baru dipenjara selama 10 tahun dan harusnya ia bisa keluar dari penjara 10

tahun lagi. Dia tidak terlalu memusingkan, akhirnya dia sudah bebas dari

penjara diusianya yang sudah 35 tahun. Perempuan berparas bule itu masih cantik

dengan rambut ombrenya.

Dia ditangkap polisi atas dugaan kasus penjualan organ tubuh

dan memutilasi pacar-pacarnya.  Angelica

ditangkap bersama Albert yaitu anak Louis yang kini masih dibalik jeruji sel.

Louis sangat licik, dia menggunakan kedua anaknya untuk melakukan perbuatan

keji itu dan namanya bersih karena dia tidak ikut turun tangan dalam

mengeksekusi maupun menjual organ tubuh di pasar gelap.

“Sekarang kau sudah bebas, berterima kasihlah kepada pria

yang mengaku kerabatmu yang sudah menebusmu keluar dari penjara,” ucap polisi.

Angelica mengerutkan dahi? Padahal dinegara ini dia tidak

memiliki kerabat selain Louis. Dia melihat punggung pria yang familiar

dimatanya, pria itu membalikkan badan dan memandang wajah tersenyum.

“Uncle Kim?”

Pria yang tidak terlalu dikenalnya setelah 10 tahun ini tidak

banyak berubah, ia masih tampan dan terlihat masih seperti dulu saat terakhir

mereka bertemu.

“How are you?” tanya Kim.

“Uncle yang membebaskanku?”

Kim menganggukkan kepala.  Dia lalu mengajak Angelica dan masuk ke

mobil.  Angelica masih bingung kenapa

pria itu membebaskannya dari penjara. Kim menyetir mobil sambil terdiam,

Angelica masih meliriknya.

“Wajah uncle tidak berubah sama sekali.”

“Kau pun sama.”

“Huh.. bahkan kulitku sangat kusam,” ucap Angelica sambil

mengusap pipinya.

“Besok kita ke salon.”

Angelica mengerutkan dahi, ia tidak menghiraukan ucapan Kim.

Kim melajukan mobilnya menuju gedung apartemennya. Angelica masih meliriknya

dengan heran.

Sesampainya di apartemen, Kim menyiapkan apartemen sendiri

untuk Angelica disebelah apartemennya persis. Dia membuka pintu dan menyalakan

lampu,  Angelica tidak mau masuk. Dia

trauma dengan pria asing.

“Aku tidak akan melakukan hal jahat kepadamu,” ucap Kim.

“Apa maksud uncle? Uncle akan memperalatku seperti Uncle

Louis?” tanya Angelica.

Manik mata berwarna biru memandang Kim dengan ketakutan. Kim

menggelengkan kepala. Angelica mulai menangis mengingat kisahnya yang sangat

pilu, saat dia di Italia dulu ia harus menjadi wanita malam dan saat Louis

membebaskannya dari dunia malam itu malah ia menjadi seorang pembunuh yang

diperalat oleh Louis.

“Setelah ini uncle akan membelikanmu tiket pesawat dan

kembalilah ke negaramu,” ucap Kim.

Angelica menggelengkan kepala. Dia berlari kearah Kim dan

memeluknya. “Jangan! Aku tidak mau pulang, disana jauh lebih menyeramkan,” ucap

Angelica.

Kim melepaskan pelukan Angelica, ia mundur 2 langkah dari

wanita bule itu. Mereka saling berpandang, apalagi Angelica memandang penuh

harap.

“Uncle masih ingat saat kita berciuman dulu? Duniaku terasa

berbeda, uncle membukakan mata hatiku dan saat itu juga aku mulai menyukai

uncle tapi aku sadar jika kita tidak mungkin bersama. Aku memendam perasaan itu

mengingat uncle sudah berkeluarga,” jelas Angelica.

“Angelica, ku harap kau tidak salah paham. Aku membebaskanmu

karena kasihan denganmu dan maksudku juga ingin memulangkanmu ke Italia.

Mulailah kehidupan barumu disana.”

Angelica menggelengkan kepala. Kehidupan dinegaranya jauh

lebih keras dan kejam bahkan ia trauma untuk kembali ke sana.

“Aku akan membalas kebaikan uncle. Terima kasih.”

**

“Mama... Navi pulang...”

Navi menatap jengah papanya yang sedari tadi bermain dengan

Darsen. Mereka bermain lego dan menyusunnya  menjadi istana.

“Cucu teroooooos...,” sindir Navier.

“Jangan banyak omong kau! Urusi berita sampah itu, baru

beberapa hari dilantik sudah membuat ulah,” ucap Sean.

“Sudah.”

Navier mendekati mereka yang tengah duduk dilantai. Dia

dengan iseng menendang istana lego yang susah payah dibangun oleh Darsen dan

Sean. Darsen seketika menangis, Sean yang geram menimpuk Navier dengan bantal.

“Wueek.. tidak kena,” ejek Navier.

Daleon menarik kaos Navier, dia sangat kesal melihata adiknya

selalu membuat anaknya menangis.

“Keparat. Aku sudah bersabar tapi kau terus membuat anakku

menangis,” ucap Daleon kesal.

Sean melerai kedua putranya, Navier tidak takut justru

menantang. “Ayah macam apa kau yang tidak mampu menafkahi anaknya? Bahkan jajan

anakmu pun ditanggung papa dan mama,” ucap Navier.

1
Lies Atikah
kim hobi nya menanam benih
Lies Atikah
rumit tapi seru thor lanjut
Dwi apri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Dwi apri
walah....bener2 bikin ngakak guling2🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ros Liana
lama trus updatenya,jg gk seru
Uyun Syarukhan
lanjut kak lg seru2 y....ne cerita y....🥰🥰🥰
armanto Manto
.
sakura71
ak mewekkk tentang kim.lnjut ngakakk parah
sakura71
thorrr ngakakkk
Neng Luthfiyah
ini ceritanya ko gantung gk ada terusannya pdhal seru🤔
Noel Sentia Lena Stg
y...mna kelanjutannya kk,,,,,
Noel Sentia Lena Stg
darsen panggil navier = om napret
navier panggil darsen = darman
navi dan darsen sama2 lucu...
Noel Sentia Lena Stg
kok kim nika lg,aduh,..............
Noel Sentia Lena Stg
rasa2 merinding q bc,trus tiba2 nangis liht navi dbuat sprti tu...sabar y navi.......
Noel Sentia Lena Stg
hahahaa.ketawa melulu smpe sakit perut
Noel Sentia Lena Stg
sumpah dhe ..ketawa2 sndiri jd nya🤣🤣🤣
Ati Pct
😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣
SeQuer ThinTacel AgusTin
jgn" pacar Ali anaknya Mauren si jeni
SeQuer ThinTacel AgusTin
kasian navier
SeQuer ThinTacel AgusTin
ku udh baca cerita dewa tp mlah blm baca cerita Sean
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!