Setelah sekian lama pelan pelan Riza sanggup melepaskan Jack Aderado, lelaki yang seharusnya bertanggung jawab atas kehamilannya. Tetapi setelah Riza sudah menemukan kebahagiaan dengan lelaki lain Jack kembali untuk menebus semua kesalahan di masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon San san 💕, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9 Bos Willi
Tidak lama kemudian asisten Jim datang, Mobil berwarna silver metalik berhenti di lobi mall, Jim membuka mobil untuk mempersilahkan bos Willi masuk. Mobil meluncur menuju suatu tempat untuk mengantarkan mereka ke pertemuan. Di dalam mobil Willi tampak memikirkan gadis SPG di counter parfum tadi. Gadis polos dan belum berpengalaman sama sekali tapi cantik dan menarik.
"Jim siapa bagian penerimaan karyawan? Apa karyawan baru tidak di tes dulu ?"
"Saya yakin sudah bos!, karena saya ikut ambil bagian mengawasi pada saat rekrutment."
"Tapi mengapa bagian SPG parfum tadi sepertinya tidak memahami peraturan dan tata tertib di mall kita." Ucap Willi dengan kesal.
"Tapi menurut saya tidak begitu bos, saya ikut menyeleksi semua pelamar. Mungkin sikapnya begitu karena dia baru hari pertama kerja. jadi mungkin agak gugup." Jawab Jim
"Tapi dia tidak mengenalku Jim. itu penghinaan terbesar buatku." ujar Willi dengan kesal.
"Tapi bos...."
"Diam kau Jim"
Tidak lama kemudian mobil memasuki sebuah gedung perkantoran. Gedung yang sangat megah. lantainya marmer, interiornya sangat mahal. Dari furniture dan desain ruangan di dalamnya sangatlah berkelas. Semua karyawan tertib bekerja. Mereka berpenampilan rapi dan smart.
Jim yang petama turun dari mobil. Dia dengan cepat membuka pintu dan mempersilahkan bos Willi turun dari mobil. Bos Willi memakai kaca mata hitam. Mereka menuju resepsionis.
" Selamat siang, ada yang bisa saya bantu pak?" tanya resepsionis dengan ramah.
"Kami dari Mega M." jawab Jim.
Sebelum resepsionis membuka jadwal pertemuan yang ada di dalam computer lift kusus pimpinan terbuka, 'Tinggg'
Ryan keluar dari lift. "Selamat siang pak, saya Ryan...mari kita langsung ke atas, tuan muda Jack sudah menunggu." Ryan mempersilahkan tamu tersebut masuk ke dalam lift pimpinan.
Ya...Willi dan Jim datang ke perusahaan ADR Company. Mereka akan membahas kerjasama terkait akan di bukanya mall baru di daerah B.
Pintu lift tertutup. dan menuju ke lantai dua puluh. Suasana hening. Pintu lift terbuka, tampak Ryan mempersilahkan tamunya untuk keluar dari lift terlebih dahulu.
"Silahkan bos Willi " Ryan tampak
memandu menuju ruangan rapat.
Mereka di persilahkan duduk. Ryan memanggil sekretaris dua, Vina namanya.
"Vina siapkan materinya kita rapat dengan Mega M. Aku akan memanggil tuan muda Jack." perintah Ryan.
"Ok Ryan, semua berkas sudah saya siapkan tinggal uji materi, dan presentasi" ucap Vina.
Ryan menuju ke ruangan Jack. Dengan langkah tegap dan cepat Ryan mengetuk Ruangan CEO.
"Masuk." Perintah Jack.
"Tuan muda, tamu dari mall Mega M sudah datang."
"Ok ayo kita ke ruangan rapat." ujar Jack.
Pintu ruang rapat terbuka, tampak bos willi dan Jim ikut berdiri. Vina menyiapkan materi. Jack menjulurkan tangannya kepada Willi. mereka tampak bersalaman.
Karena kerjasama ini, ADR company adalah pihak pengembang untuk membangun gedung Mega M, dan kerjasama tersebut kedua belah pihak akan meminta persyaratan demi keuntungan masing masing.
Vina mempresentasikan pembangunan gedung nantinya.
Ini adalah proyek pertama Jack. Proyek yang harus di tangani sendiri. Biasanya Proyek masih dalam pengawasan papanya dan Ryan. Tetapi sekarang Jack lah penentu langkah perusahaan selanjutnya. Dan ini tergolong proyek yang kecil.
Tuan Mark Aderado memberikan proyek ini untuk di urus Jack karena ini adalah proyek kecil demi mengasah otak dan kejelian Jack dalam mengatur strategi bisnis.
Entah mengapa Jack dan Willi tidak ada senyuman sekali, aura kebencian sudah tercium. Padahal mereka baru kenal.
Rapat telah selesai. Kesepakatan Mega M menerima kerjasama tersebut dengan ADR Company.
Bos Willi berjalan menuju lobi kantor di ikuti Jim. Entah mengapa Willi tidak menyukai Jack. "Dasar BOCAH INGUSAN". Umpat Willi.
Jim membatin, kenapa bos langsung menyerahkan tender proyek padahal jarang sekali bos secepat ini, biasanya harus tiga kali pertemuan. Klo tidak suka dengan tuan muda Jack, kenapa menyerahkan pembangunan pada tuan Jack? ah sudahlah. Batin Jim.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya sayangku. Like dan vote nya. makasih🥰🥰
menurut ku si Riza Ema cocok sama si Jack sama munafik....
semoga... anak ya sifatnya nurunnya bukan ke Jack atau si Riza... tapi Ryan...