My Sweet Husband Season 1 dan 2
Season 2
Tentang Rafa anak dari Zhafran dan Raisya yang memiliki seorang gadis cantik yang dicintainya dari kecil hingga dewasa. Apakah Cinta Rafa dan Shila akan terus berlanjut atau sebaliknya?
Awalnya ini adalah sebuah karya yang berjudul My Little Husband kemudian diganti menjadi My Sweet Husband.
Season 1
Ini adalah kisah tentang Zhafran lelaki yang baru berusia 21tahun yang menikahi Raisya wanita yang berusia 26 tahun hanya karena sebuah alasan yang klise menurut mereka. Tapi Zhafran yang sudah lebih dahulu jatuh cinta pada Raisya tidak menolak alasan tersebut.
Bagai mana kisah mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EgaSri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pulang bareng
Sore hari nya saat Raisya akan pulang dari kantor, ia belum melihat Rasya menjemput nya. Fina sudah pulang terlebih dahulu pulang setelah pamit pada Raisya.
Setelah cukup lama menunggu akhir ia memutuskan untuk menelepon Rasya.
Tak lama setelah ia men-deal nomor Rasya, adiknya itupun menjawabnya.
*Halo Sya, kamu di mana?"
Aku lagi di gym kak. sautnya di seberang sana.
Cepetan dong, kakak udah lama nunggu nih. jawab Raisya kesal
*Iya iya
Tut ..Tut*..
Setelah menunggu cukup lama akhirnya yang ditunggu-tunggu pun datang.
Tapi bukan Rasya yang datang melainkan pak bos Zhafran.
"Loh pak Zhafran, kan udah pulang, kenapa balik lagi?" tanya Raisya heran menatap Zhafran yang turun dari mobilnya.
"Iya udah, tadi nge gym dulu bareng Rasya, terus di suruh Rasya buat jemput kamu disini," jawabnya menjelaskan yang terjadi.
Rasya sialan, awas aja kamu Sya.
"Kok bukan Rasya yang jemput pak, dia kemana memang nya?" Raisya mencoba mencari penjelasan.
"Jangan panggil bapak dong, kalo bukan jam kerja Sya, saya jadi serasa udah tua tau gak," Zhafran bukannya menjawab.
"Eh iya Zhaf" saut Raisya sedikit kikuk.
"Gak tau juga, tadi katanya buru-buru ada urusan, jadi aku yang disuruh jemput kamu kesini, kebetulan juga nggak ada kegiatan juga setelah ini," barulah Zhafran menjawab pertanyaan Raisya tadi, sembari menjelaskan.
"Emangnya dia ada urusan apaan?" tanya Raisya kepo.
"Gak tau juga sih, gak bilang katanya ada urusan apa, buru buru aja tadi dia langsung pergi terus kasih kunci mobilnya sama aku," Zhafran menjelaskan
"Terus motor kamu dimana," tanya Raisya.
"Di bawa sama Rasya,"
"Oh"
"Iya, Ayo masuk aku antar kamu pulang sekalian jemput motor juga," ajak Zhafran pada Raisya yang saat ini masih sama-sama berdiri didepan kantor.
"Iya!" mereka berjalan kearah mobil.
Raisya langsung masuk kedalam mobilnya yang dibawa oleh Zhafran.
Keduanya saling diam, selama awal perjalanan tak ada yang memulai pembicaraan hingga Raisya pun memecahkan keheningan dengan bertanya pada Zhafran.
"Zhaf, boleh nanya?" tanya Raisya melirik Zhafran yang fokus menyetir mobil.
"Iya boleh, tanya apa?" saut Zhafran melirik Raisya sekilas, tapi langsung kembali menatap lurus ke depan.
"Kenapa kamu di usia muda kayak gini udah mau mimpin perusahaan papa kamu, kamu gak punya kakak ya?" tanya Raisya hati hati.
"Karena papa yang nyuruh aku buat gantiin dia beberapa hari yang lalu, katanya sih buat biar aku bisa belajar dulu sama dia biar nanti benar-benar bisa untuk menggantikan beliau kalau udah pensiun nanti." jelas Zhafran, karena memang baru beberapa hari terakhir ini papanya menyuruh untuk menggantikannya. Entah apa alasannya, ia tidak tau.
"Aku anak pertama, adik ku ada ,satu perempuan sekarang lagi kuliah di Amerika , sambung nya lagi
"Oh" Raisya hanya ber oh ria saja
"Kalau kamu kenapa gak mau ngelanjutin perusahaan papa kamu?" tanya Zhafran memastikan walaupun ia sudah tau jawabannya dari Rasya tadi.
"Gak pengen aja sih, pengen cari pengalaman aja, lagi pula ada Rasya juga yang bakalan gantiin papa", ucap Raisya menjelaskan sama seperti ucapan Rasya tadi.
"Oh iya,btadi Rasya katanya belum siap buat gantiin papa kamu, dia cerita tadi sama aku," saut Zhafran menceritakan pada Raisya.
"Ia tadi dia juga bilang kok sama aku, aku juga bakalan bantu nanti kok kalau di perlukan!" pinta Raisya menjawab santai.
"Oh, semoga aja dia bisa menghandle semua nya nanti," Zhafran mendoakan.
"Iya, semoga aja amin,"
Obrolan mereka pun berlanjut .
Raisya nyaman mengobrol bersama dengan Zhafran, begitu pula dengan Zhafran ia merasa nyambung ngobrol dengan Raisya.
Bener kata Rasya kalau kita dekat dan banyak ngomong sama Raisya ternyata dia orang nya asik juga . batin Zhafran fokus menyetir
Asik juga ngomong sama Zhafran ini, udah nggak kaku lagi. Batin Raisya sambil melirik pada Zhafran.
Kini mereka sudah sampai di depan gerbang rumah Raisya.
Di sana juga tampak Rasya menunggu didepan rumah.
Zhafran langsung memasukkan mobil yang ia bawa ke garasi rumah Raisya .
Raisya pun langsung turun dan menghampiri Rasya yang saat ini sedang cengengesan tak jelas.
Ia langsung menjewer telinga Rasya hingga Rasya menjerit kesakitan dan telinganya yang tampak memerah.
"Dasar kamu ya, tadi bilangnya kamu yang bakalan jemput kakak, kenapa jadi Zhafran ha" tanya Raisya kesal.
Zhafran yang turun dan melihat hal tersebut hanya tertawa pelan melihat ke dua adik kakak tersebut.
"Aduh duh kak sakit aduh ,lepasin dulu kak!" Raisya pun melepaskan tangannya dari telinga Rasya.
"Astaga, punya kakak kok kejam amat sih," gerutu nya pelan mengusap telinga nya yang terasa panas.
"Apa kamu bilang?" tanya Raisya dengan intonasi tinggi.
"Hehe, gak ada kak"
"Eh Zhaf masuk dulu yuk!" ucapnya mengalihkan pembicaraan
"Oh iya Zhafran mampir dulu ya," ucap Raisya tak enak hati, sudah lupa dia untuk memarahi Rasya tadi.
"Gak usah sya aku pamit aja," ucap Zhafran sungkan
"Gak ada, pokoknya lo mampir dulu disini, main PS bareng kita, gue belum terima kalah sama lo kemarin!" ucap Rasya langsung merangkul Zhafran membawanya masuk ke dalam rumahnya tanpa menunggu jawaban dari Zhafran
Mereka pun berjalan masuk kedalam rumah.
Raisya mempersilahkan Zhafran duduk, ia pun langsung pergi ke dapur untuk membuat kan minum.
Setelah itu ia langsung membawa minuman yang ia buat meskipun di bantu oleh Bi Siti ke depan.Ia meletakkan minuman tersebut di atas meja.
"Minum dulu zhaf " pinta Raisya mempersilahkan.
"Ah iya terima kasih" Zhafran meraih gelas yang berisi teh itu lalu meminum nya.
"Ya udah aku permisi ke kamar dulu" pamit Raisya sopan.
"Iya,"
Setelah itu Raisya langsung masuk kedalam kamarnya, ia meletakkan tasnya diatas meja kecil disamping tempat tidurnya.
setelah itu, ia duduk sejenak diatas tempat tidurnya.
Setelah itu ia bangkit mengambil handuk untuk kekamar mandi.
Ia langsung masuk ke dalam kamar mandi dan membuka pakaiannya dan masuk kedalam bathtub untuk berendam sebentar.
Setelah berendam selama 15 dengan bermain busa sabun Riasya membilas badannya dengan guyuran air shower, setelah itu ia memakai handuknya.
Setelah selesai dengan segala aktivitasnya
Rasya pun keluar dan melihat Zhafran dan Rasya sedang bermain PS .
Lalu Raisya menghampiri mereka, Rasya hanya melihat sekilas saja pada kakaknya, lalu melanjutkan main nya, sedang kan Zhafran tidak menyadari kedatangan Raisya.
Permainan akhirnya di menang kan oleh Zhafran.
"Yahh..."
"Haha ,menang lagi gue," saut Zhafran girang, lalu ia pun menoleh pada Rasya ,tak sengaja ia melihat ke arah Raisya dan terkejut ada Raisya di duduk di sana.
"Sejak kapan kakak Lo di sana Sya" tanya Zhafran berbisik pada Rasya
"Sejak tadi!" saut Rasya acuh.
"Kok Lo gak bilang," Rasya tak menjawab , karena terpotong oleh pertanyaan Raisya.
"Kamu jago juga main PS nya Zhaf?" ucap Raisya tersenyum lebar.
"Ah nggak jago banget kok," ucap Zhafran merendah.
"Itu buktinya kamu bisa ngalahin Rasya,"
"Kebetulan aja mungkin,"
"Ehemm.." Rasya berdehem
"Kenapa Lo?" tanya Zhafran
"Banyak nyamuk di sini," saut Rasya menyindir.
"Mana," tanya Zhafran dengan polosnya.
"Di sini," menunjuk diri sendiri.
"Haha, bisa aja Lo," Zhafran hanya tergelak
Raisya yang melihat Zhafran tertawa terpana, Indah nya ciptaan mu Tuhan.
"Kenapa senyum senyum sendiri kak?" tanya Rasya yang melihat kakak ya yang tersenyum sendiri kearah Zhafran.
"Ah, eh gak kenapa Napa kok!" saut Raisya kikuk.
"Zhaf Lo nginap disini aja ya, bokap nyokap gue lagi gak ada nih, besok kan weekend,kita joging bareng, entar Lo pake baju gue aja buat ganti," pinta Rasya mengusulkan.
"Emang gak apa-apa nih?" tanya Zhafran memastikan.
"Iya boleh kan kak?" tanya Rasya pada Raisya dengan tatapan memohon.
"Ah iya gak apa-apa kok?" saut Raisya tersenyum.
Yes , akhirnya misi gue berjalan lancar. batin Rasya senang
"Oke, kalau gitu kita makan malam dulu kuy, ayo Zhaf!" ajak Raisya pada kedua lelaki itu.
"Oke"
Mereka bertiga pun berjalan menuju ke meja makan, dimana makanan sudah di siap kan oleh asisten rumah tangga mereka yaitu bi Siti.
Mereka pun makan dalam diam , asik dalam pemikiran sendiri sendiri.
.
.
.
.
Silahkan vote dan like setelah membaca. 😊😊😊
Sekarang gak lagi🌝
novel kepingcut cwe dewasa
Mampir juga ya kak di karya terbaru ku, ceritanya ringan, fresh banget, dan banyak visualnya juga loh kah.
Terima kasih kak:)
tetap smgt y thor..
ditunggu lo kelanjutannya😁
eh iya bom like semua bab+ rate5 + favo❤ telah mendarat y
Cuss bacaa jan lupa tinglkan jejaakk🤗
tkn prfil q aja yaa😍
vielen danke😘
gila idemu thor😂😂😂