Talisa gadis malang yang sedang mencari Ibra Abraham lelaki yang sangat dicintainya dan juga ayah dari anak yang sedang di kandungnya tanpa ikatan pernikahan.
Di buat kecewa dan frustasi setelah mengetahui bahwa Ibra Abraham adalah Jonathan Alwira pengusaha muda dan juga seorang cassanova.
Akankah Lisa bisa melupakan Nathan dan bangkit dari keterpurukanya untuk membesarkan Amera anak yang telah di lahirkannya?
Bagaimana jika Nathan kembali hadir di kehidupannya ketika Lisa sudah bisa membuka hati untuk orang lain demi Amera?
Bijaklah membaca 18+
IG: harumini_12
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 09 MEMELUKMU
Perusahaan Alwira
Hari ini berbeda dari hari-hari biasanya di loby perusahaan Alwira sudah terlihat sibuk banyak para kemeramen sedang menyiapkan kameranya masing-masing dan memposisikannya dengan benar agar mendapat gambar yang sempurna dan banyak wartawan dari dunia berita, bisnis dan juga infotaimen dari dalam dan luar negeri sudah bersiap sedia menunggu berita besar yang akan diumumkan oleh pengusaha terkemuka di dalam dan luar negri, siapa lagi kalau bukan pengusaha Alwira.
Banyak wartawan yang mulai bergosip membicarakan tentang Jonathan Alwira yang seorang cassanova akhirnya bisa menemukan belahan jiwanya tak lain dan tak bukan adalah Diana Alexa seorang model dan anak dari pengusaha Antoniolexa.
Ada juga wartawan yang bergosip kalau meraka di jodohkan untuk memperkuat bisnis.
Dan ada yang mengagumi ketampanan Jonathan Alwira, ada juga yang menyebut bahwa hari ini adalah hari patah hati nasional untuk para wanita.
Begitulah para wartawan membuat spekulasi masing-masing dalam mencari berita yang belum juga benar adanya.
***
Seperti biasa Cafe tempat Lisa bekerja selalu ramai pengunjung yang membuat para pekerja harus bekerja lebih exstra tidak terkecuali dengan Lisa.
"Ka ini minuman untuk kaka" Fina menyodorkan minuman di depan Lisa dan langsung diambil oleh Lisa.
"terima kasih" ucap Lisa.
"Kita makan dekat taman lagi yu ka" ajak Fina.
"Lagi males jalan jauh Fin kita makan aja disini* ucap Lisa Sambil memakan buah-buahan yang dia bawanya dari rumah.
" Kamu mau" tawar Lisa.
"Tidak terima kasih bumil harus banyak makan, Oh ya ka udah ngeliat tv belum dari pagi?" tanya Fina.
"Belum sempet Fin, ngapain kamu tanya begituan tidak biasanya" Lisa balik bertanya.
"Itu loh ka dari pagi sampai sekarang semua stasiun televisi hanya menyiarkan tentang pernikahan anak pengusaha terkaya di Indonesia dan menyatakan kalau hari ini adalah hari patah hati nasional untuk wanita" hahahaha Fina berkata sambil tertawa.
"Ada ada aja kamu Fin, emang seganteng apa sih Fin?" Lisa bertanya jiwa keponya meronta-ronta ingin tahu.
"Tuh penasaran kan" hahahaha Fina tertawa lagi.
"Tidak jadi deh males."
"Ngambek nih bumil" canda Fina. "pokoknya ganteng banget ka baru denger namanya aja Jo-na-than Al-wi-ra, eja Fina, langsung terbayang gantengnya ka" Fina berkata sambil senyum-senyum sendiri.
"Halu ah, emang udah pernah ketemu" Lisa bicara sambil memukul lengan Fina yang masih senyum-senyum sendiri.
"Aww" pekik Fina sambil mengelus-elus lengannya sambil berkata.
"Belum ka baru liat di tv tadi" hehehe.
"Biasanya kalau di tv ganteng aslinya jelek loh" canda Lisa.
"Tidak,,,,,,,," belum selesai Fina bicara Mirna datang dengan tergesa-gesa.
"Ada apa Mir?" tanya Fina yang tidak jadi meneruskan perkataannya.
"Itu loh yang ada di tv datang" ucap Mirna tergesa-gesa.
"Siapa maksud kamu Mir" Fina berkata sambil menengok kiri kanan.
"Itu Jonath,,,,,,," Mirna belum selesai sudah dipotong oleh Fina.
"Jonathan Alwira maksud kamu" belum juga Mirna menjawab Fina sudah pergi meninggalkannya dan menuju ke depan.
"Ada apa sih Mir?" tanya Lisa yang tidak memperhatikan Mirna dan Fina yang sedari tadi berbicara karena fokus dengan makanannya.
"Itu Lis ada yang nyariin,,,,,,,,,,,,"
"Ka Lisa ada yang nyariin kaka di depan" ucap Fina berlari kearah Lisa dan memotong ucapan Mirna.
Mirna yang melihat Fina datang hanya mengelengkan kepalanya karena kelakuan Fina Dan pergi meninggalkannya.
"Siapa?" Tanya Lisa santai.
"Itu ka itu yang tadi aku ceritain yang beritanya ada di tv tv" jawab Fina tergesa-gesa.
Lisa hanya mengerutkan kedua alisnya tidak mengerti dengan apa yang sedang dibicarakan oleh Fina.
"Kaka kenapa kaka diem aja."
"Terus aku harus ngapain?" Tanya Lisa santai.
"Itu Jonathan Alwira mencari kaka orangnya ada didepan ingin menemui kaka" jelas Fina lagi.
"Aku tidak menganalnya Fin ngapain aku harus menemuinya."
"Kaka tapi dia tahu kaka" Fina langsung menarik tangan Lisa menuju kedepan.
Raffa yang mendengar keributan karyawan wanita langsung keluar dari ruang kerjanya, dan menghampiri Lisa yang sedang ditarik tangannya oleh Fina.
"Ada apa ini ribut-ribut?" tanya Raffa pada karyawan yang sedang berkumpul.
"Kembali kerjakan pekerjaan kalian jangan ganggu privasi pelanggan" ucapnya tegas.
Semua karyawan yang berkumpul langsung menghambur pergi menyisakan Lisa dan Raffa ditempatnya.
"Lis, itu bukanya Ibra?" tanya Raffa yang melihat seseorang yang sedang memandang kearah Lisa yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.
"Bukan, bukan Ibra tapi Jonathan Alwira" ucap Lisa bergetar.
"Lis.." Raffa memegang bahu Lisa karena Raffa tahu Lisa yang sedang terkejut dengan apa yang sedang dilihatnya.
"Mau aku temenin menemuinya" ucap Raffa lagi.
"Tidak usah terima kasih aku bisa menemuinya sendiri" ucap Lisa tegas dan berjalan menghampiri Nathan.
Lisa yang sudah berdiri di depan Nathan tidak menyangka selama ini orang yang dia cari sedang berdiri di depan hadapannya, perasaan Lisa bercampur aduk antara, benci, rindu, kesal, kecewa menjadi satu.
" Lisa..." ucap Nathan pandangannya bertemu dengan mata indah Lisa.
"Maaf kan aku" ucapanya lagi.
"Maaf untuk apa? aku yang salah mencintai seseorang yang tidak seharusnya aku cintai" Jawab Lisa dengan tegas.
"Aku sangat mencintaimu Lis" aku Nathan.
"Cinta??? Kapan kamu punya cinta."
"Saat aku mengenalmu."
"Jangan pernah bicara tentang cinta denganku sekarang karena aku sudah tidak mengenal apa itu cinta"
"Aku tahu kamu marah kepadaku Lis tapi jangan katakan itu, Aku mau bertanggung jawab padamu atas apa yang telah aku lakukan kepadamu
Aku tidak tahu kalau kamu sedang mengandung anakku" Nathan berkata dan memegang tangan Lisa.
"Tidak ini bukan anakmu" ucap Lisa dan menghempaskan tangan Nathan.
"Jangan bicara seperti itu aku tahu anak yang sekarang kamu kandung adalah anakku" Nathan berkata dan langsung belutut dihadapkan Lisa.
"Bangun dari hadapanku atau aku akan meninggalkanmu di sini."
"Tidak sebelum kamu memaafkan aku" Nathan masih dalam posisinya.
"Baiklah kalau itu mau kamu" Lisa balik badan dan langsung meninggalkan Nathan tapi Nathan langsung sigap memeluk Lisa dari belakang.
"Izinkan aku memelukmu dan anakku sebantar saja" lirih Nathan di telinga Lisa membuat Lisa terpaku diam seperti tidak menolak pelukan dari Nathan yang membuat hatinya lemah. Tidak peduli banyak pasang mata yang sedang melihatnya.
"Maafkan aku juga yang telah menggunakan nama palsu" ucap Nathan lagi.
Tapi tidak di jawab oleh lisa, tidak terasa air mata yang sedari tadi Lisa tahan akhirnya jatuh juga menetes di tangan Nathan.
Nathan yang menyadari Lisa menangis langsung menghapus air mata Lisa dengan ibu jarinya.
"Jangan menangis air mata kamu sangat berharga untuk Lis" bisik Nathan lagi di telinga Lisa.
Setelah hampir beberapa menit Nathan memeluknya akhirnya Lisa tersadar juga, segara dia menghapus air matanya dan melepas pelukan Nathan.
Dan berbalik menghadap Nathan kembali.
"Ibra Abraham atau Jhonatan Alwira atau siapapun kamu, aku tidak peduli pergilah dari hidupku jalani hidupmu sendiri dan jangan mencampuri hidupku dan juga anakku."
"Lisa beri aku kesempatan sekali lagi" ucap Nathan sambil meraih tangan Lisa.
Nathan,,,,,,,, teriak wanita dari belakang Nathan.
*****