NovelToon NovelToon
ILMU PENGLARIS

ILMU PENGLARIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: HERMAWAN 505

DESKRIPSI CERITA: ILMU PENGLARIS (Ilmu Pemanggil Tamu)"Jangan pernah coba-coba untuk mengingkarinya..."
> Bagi Rahmat, kemiskinan adalah kutukan yang harus dihancurkan, bahkan jika ia harus bersekutu dengan iblis sekalipun. Melalui perantara Mbah Cahyo, kios baksonya mendadak berubah menjadi lautan manusia yang lapar. Namun, di balik kepulan asap dandang yang menggiurkan, ada aroma anyir darah dan hawa dingin yang mengurung tempat itu.
> Di saat Ratna, sang istri yang setia berjuang melayani pelanggan dengan peluh dan ketulusan, ia tidak pernah tahu bahwa suaminya sendiri telah menjual jiwanya ke penguasa kegelapan hutan fajar. Satu per satu keanehan mulai muncul. Angin yang berputar aneh, tatapan kosong para pembeli, hingga sekelebat wajah mengerikan yang mulai menggantikan wajah tulus istrinya.
> Sebuah kisah tentang keserakahan yang membutakan, kebohongan yang menumpuk, dan sebuah jebakan pesugihan searah yang tidak akan pernah membiarkan korbannya kembali ke jalan yang benar dala

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HERMAWAN 505, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dilema malam kliwon

## BAB 20 - Dilema Malam Kliwon

Sejak kabar kehamilan itu diketahui, sikap Rahmat berubah secara drastis bagai bumi dan langit. Pria yang biasanya acuh tak acuh dan temperamental itu kini menjelma menjadi sosok suami yang teramat perhatian dan sangat melindungi. Rahmat dengan sigap menuruti semua keinginan dan dambaan mengidam Ratna, serta sama sekali tidak membiarkan istrinya itu merasa lelah sedikit pun. Segala pekerjaan rumah kini dialihkan sepenuhnya kepada pembantu. Sikap manis dan penuh kasih sayang yang ditunjukkan oleh Rahmat ini adalah sesuatu yang tak pernah ia perlihatkan selama bertahun-tahun usia pernikahan mereka.

Perlakuan istimewa dari suaminya tentu saja membuat batin Ratna merasa sangat bahagia sekaligus terharu. Ia merasa penantian panjangnya untuk mendapatkan kehangatan sebuah keluarga utuh akhirnya terwujud seiring dengan hadirnya sang jabang bayi.

Namun, di balik limpahan kebahagiaan tersebut, ada satu hal besar yang perlahan mulai menyelinap dan membuat Ratna dirundung rasa khawatir yang teramat sangat. Sikap protektif Rahmat ternyata tidak menghentikan kegilaannya pada urusan pesugihan. Setiap kali hari pasaran Kliwon tiba, Rahmat masih saja bersikap keras kepala dan memintanya untuk melakukan hubungan badan di dalam kamar rahasia kios bakso utama mereka.

Hal itulah yang menyiksa batin Ratna dan membuatnya dirundung gelisah tanpa henti. Sebagai seorang calon ibu, Ratna didera ketakutan yang luar biasa jika janin yang tengah dikandungnya akan mengalami kecacatan fisik, atau mengalami hal-hal ganjil di luar nalar manusia akibat dipaksa ikut serta dalam proses ritual penglaris yang tidak masuk akal tersebut. Ratna hanya bisa berdoa dalam hati, tanpa pernah menyadari bahwa bahaya yang mengancam bayinya jauh lebih mengerikan dari sekadar cacat fisik biasa.

Semenjak kehamilan Ratna menginjak usia empat bulan, kekhawatiran itu perlahan mulai berubah menjadi kenyataan kelam. Wanita muda itu mulai menunjukkan sifat-sifat dan kebiasaan yang teramat tidak wajar. Misalnya saja, Ratna tiba-tiba sama sekali tidak akan bisa memejamkan mata atau tidur nyenyak jika ia belum mencium bau asap kemenyan atau dupa yang dibakar di dalam ruangan. Hawa mistis seolah menjadi candu baru bagi raganya. Tidak hanya itu, porsi makan Ratna pun berubah drastis menjadi sangat tidak biasa dan teramat rakus, jauh melampaui batas kewajaran orang hamil pada umumnya.

Perubahan tabiat yang drastis dan mengerikan itu lambat laun mulai disadari oleh orang-orang di sekitarnya. Bi Sumi, asisten rumah tangga baru yang bekerja di sana, mulai menaruh rasa curiga yang mendalam dengan tingkah laku aneh sang majikan perempuan. Setiap kali membersihkan kamar atau menyiapkan makanan berbau mistis itu, bulu kuduk Bi Sumi selalu meremang hebat, menyadari ada sesuatu yang salah dan teramat gelap sedang tumbuh di dalam rumah mewah tersebut.

Lagi-lagi, karena urusan materi dan uang yang dikejar, Bi Sumi pada akhirnya memilih untuk tidak menghiraukan semua keganjilan tersebut. Baginya, yang paling penting adalah gajinya yang besar selalu dibayar tepat waktu oleh Rahmat, sehingga ia bisa menutupi semua kebutuhan hidup keluarganya. Bi Sumi memilih berpura-pura buta dan tuli terhadap segala keanehan mistis di dalam rumah gedongan itu.

Namun, pada pagi hari yang cerah itu, Bi Sumi dan Ratna terpaksa harus ditinggal berdua saja di rumah. Rahmat harus pergi sejak subuh untuk mengurusi perluasan bisnis baksonya yang kini semakin membesar dan menggurita di luar daerah. Kondisi rumah yang sepi tanpa kehadiran Rahmat asli itu justru dimanfaatkan dengan sangat cerdik oleh si makhluk gaib penunggu hutan fajar. Makhluk jahanam itu kembali menyamar menjadi sosok Rahmat, menyelinap masuk ke dalam rumah, dan berniat memaksa Ratna untuk melayani nafsu bejatnya lagi.

"Mas... Kok balik lagi? Apa ada barang yang ketinggalan?" tanya Ratna dengan polos saat melihat suaminya mendadak muncul di ruang tengah.

Si makhluk penjelmaan itu sama sekali tidak menjawab. Sorot matanya kosong, namun tangannya langsung mencengkeram pergelangan tangan Ratna dengan erat, menggiring wanita hamil itu melangkah paksa menuju kamar tidur utama di lantai atas.

"Mas... Ada apa sih, kok tumben mengajak Ibu ke kamar siang-siang begini?" tanya Ratna lagi, kali ini nadanya mulai dipenuhi rasa kecurigaan yang mendalam karena merasakan gelagat yang tidak biasa dari suaminya.

"Jangan banyak bicara! Sekarang kamu layani aku!" sahut makhluk itu dengan suara yang teramat tegas dan dingin.

"Bukannya baru tadi malam Mas sudah minta jatah ke Ibu? Masa Mas minta lagi siang-siang ini? Ibu capek, Mas... perut Ibu juga sedang tidak enak," keluh Ratna mencoba menolak dengan halus sembari memegangi perut buncitnya.

Tanpa Ratna sadari, jawaban menolak itu justru membuat makhluk gaib di depannya murka seketika. Kedok penyamarannya hampir runtuh; sepasang matanya mendadak berubah menjadi merah menyala, dan tatapannya menghantam Ratna dengan sangat tajam.

"Layani aku sekarang, atau kamu tanggung sendiri akibatnya!" ujar makhluk itu berteriak lantang, yang diakhiri dengan sebuah suara geraman berat yang teramat mengerikan, mengguncang seisi kamar tidur mewah tersebut.

Mendengar suara geraman yang sama sekali bukan suara manusia itu, Ratna sontak ketakutan setengah mati. Jantungnya berdegup kencang dan seluruh badannya lemas bergetar. Sadar dirinya tidak memiliki pilihan dan nyawanya terancam, pada akhirnya Ratna terpaksa melayani kemauan brutal makhluk jahanam itu, walaupun sepanjang ritual terkutuk itu berlangsung, air mata terus mengalir bercucuran membasahi pipinya yang pucat.

Bersambung

1
Mega Arum
sebenarnya kasihan Ratna,..
Mega Arum
kemungkinan itu anak setan 🤨
HERMAWAN 505: bisa jadi karena pak Rahmat itu mandul
total 1 replies
Mega Arum
kasihan Ratna...
Mega Arum
mampir lagi kak.. semoga lbh menarik dr novel sebelumnya,...
HERMAWAN 505: makasih banyak Mega Arumi, mohon dukungannya yah semoga bisa membuat kamu senang dengan hasil akhirnya.👍
total 1 replies
miilieaa
tulisan nya bagus banget😍
HERMAWAN 505: makasih kakak, semoga terhibur yah
total 1 replies
Wulandari Ayuningtyas
halo kak....udah aku like y
jangan lupa like back ke ceritaku 😁
HERMAWAN 505
cerita lokal yang menerik
HERMAWAN 505
makasih sudah mau mampir di novel ku. 🙏🙏🙏
Ara putri
Hay kak, saling dukung yuk. Mampir juga keceritaku TUAN AYAZ TOLONG BERHENTI!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!