NovelToon NovelToon
Initium Saga

Initium Saga

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Chicklit / Tamat
Popularitas:87.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: hafitria_571

Lunna itu cuma anak kelas sebelas SMA. Rada julid, lumayan kalem, irit komentar, tapi kadang bisa juga cerewet bin rempong. Tapi walau kadang mukanya keseringan datar, Lunna itu sebenarnya asyik kok.

Lunna punya temen cewe. Namanya Kira, panjangannya Arkiera, guru-guru sering salah manggil, disebut lebih bagusan kalau Aksara.

Lunna juga suka novel fantasi. Tapi apa dia tahu... kalau sihir itu sesungguhnya ada? Bahkan pada dirinya sendiri?

Lunna itu rahasia, misteri dengan sejuta kata.

Lunna itu berbahaya, tapi juga amat memesona.

Kau tahu legenda tentang Razenskalavia? Negeri dongeng yang jauh di dimensi sihir sana? Karena ternyata, Lunna adalah anggotanya....

'Hello, Bangsawan Razenskalavia... masih ingat dengan Mitos Balaur dan Wiz?'~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hafitria_571, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PART 9

Lunna merasakan bahwa tubuhnya melayang. Tapi ia tak berani untuk membuka mata. Hingga ketika benda datar nan keras bertemu dengan kulitnya, ia perlahan mengintip. Mata kanan yang pertama kali ia buka.

Kedua matanya sempurna terbuka lebar. Ia melongo. Sekarang ia tergeletak di atas lantai marmer. Di dalam sebuah kamar mewah. Bagaimana bisa?

Lunna menumpukan telapak tangan ke lantai untuk membantunya berdiri tegak. Ia memandang ke sekitar. Kamar dengan nuansa elegan dan simpel ini kosong. Dan terlihat seperti tak pernah ditempati, walau memang tidak ada debunya.

Bagaimana bisa ia yang tadi di hutan dan jatuh di jurang malah nyasar di kamar? Apa yang sebenarnya terjadi? Ada apa ini? Apa ia hanya bermimpi? Mana yang nyata?

Lunna membalikkan badan. Ia tercengang tatkala melihat ada pusaran cahaya di salah satu sisi tembok. Pusaran itu terlihat dalam, berwarna-warni dengan gradasi acak. Aneh. Kenapa ada benda ini di sini?

Lunna melangkah ke depan. Mendekat perlahan. Tangannya terulur. Penasaran benda apa itu. Ia belum pernah melihat ilusi mata yang seperti ini. Apa ini hologram? Atau hanya layar dengan penampakan seolah-olah tembok?

Kakinya sedikit lagi sampai. Ia menahan napas. Tangan kanannya yang terulur semakin dekat nyaris menyentuh pusaran itu. Tapi sebelum itu terjadi, ada benda kenyal yang menabraknya.

"Aduh!" Lunna memekik. Ia sempat oleng. Tapi tidak jatuh. Matanya memicing kala benda yang sekelebat datang itu sudah bersembunyi.

"Siapa itu? Keluar atau aku akan melukaimu!" ancam Lunna. Kakinya memasang kuda-kuda. Kedua tangannya mengepal. Bersiap atas segala kemungkinan. Waspada terhadap serangan yang bisa datang kapan saja.

Tek

Suara ketukan seperti pena jatuh mengalihkan pandangan Lunna. Gadis itu menggertakkan gigi. "Aku seriusan ini! Cepat tunjukkan wujudmu!" teriak Lunna.

Ia mundur selangkah. Bayangan sekilas melesat di depan mata kepalanya. Ia mulai panik. Sedikit takut walau ia berusaha menyangkalnya.

Plup

"Hallo!"

"WAAAAAA!"

Seperti di dalam film, secara mendadak dan kilat muncul makhluk aneh lima cm di depan wajah Lunna. Sangat dekat! Makhluk itu berbentuk mirip kucing dengan badan berwarna perak dan berpendar cahaya hijau tapi terbang!

Spontan Lunna menjerit sekeras-kerasnya. Saking kagetnya, jantungnya seakan mau lepas. Lunna refleks melompat ke belakang. Terseret masuk ke dalam portal. Lupa kalau ada pusaran aneh di sana.

"AAAAAA!!! Tolong aku!!!" jerit Lunna panik di dalam portal.

Tubuhnya jungkir balik, mengambang di udara. Bergerak ke sembarang arah. Ini terasa seperti berenang namun bukan di air. Ia terseret arus yang sangat kuat dan kencang.

Portal ini seperti lorong berbentuk pipa berdiameter lima meter dengan panjang yang tak terkira karena tidak terlihat ujungnya. Lorong portal ini berwarna-warni. Seakan-akan warnanya sengaja dilukis seperti itu. Amat mempesona dilihat jika seandainya keadaan Lunna lebih baik.

PLUP

Makhluk aneh itu muncul lagi. "AAAAAAA! KAU LAGI! MAKHLUK APA KAU INI HAH!? MENJAUHLAH DARI KU!!!" jerit Lunna keras.

Tangan Lunna bergerak mengusirnya. Ia melihat makhluk itu menutup telinga dengan kedua kaki depannya yang pendek dan gemuk. Dengan wajah kesal makhluk itu menatapnya.

"Nona cerewet sekali. Telingaku seperti mau pecah." Kucing terbang itu bicara pada Lunna. Dia menunjuk telinga lancipnya yang mungil.

"KAU BISA NGOMONG?!" pekik Lunna dalam keadaan kepala berada di bawah. Semakin syok.

Kucing itu kembali menutup telinganya.

"Tenanglah, nona! Tarik napas...buang, tarik napas...buang," saran kucing itu.

Lunna tidak menggubris apapun. Matanya masih melototi kucing aneh itu. Berharap makhluk jadi-jadian itu lenyap dari hadapannya.

"Lakukanlah, nona. Kau akan baikan," kata kucing itu lagi kala Lunna tak mau mengikuti instruksinya.

Lunna memicingkan mata. Pipinya berkedut sedikit. Baru saja itu apa? Ia diperintah oleh hewan obesitas dan berbulu? Bahkan ketika ia meregang nyawa atau semua cokelatnya disita, ia tak akan pernah terima.

Harga diri ouyyy!

"Apakah nona bisa memperbaiki posisi tubuh. Aku merasa aneh melihatnya," pinta kucing itu. Lunna membelalakkan matanya.

"Jika aku bisa, sudah kulakukan sejak tadi. KAU PIKIR POSISI BEGINI NYAMAN APA?" jerit Lunna jengkel.

"Wowowowow, baik-baik... maafkan aku," kucing terbang itu mengibaskan ekornya ke kanan dan ke kiri.

"Siapa kau? Mau apa kau? Dari mana asalmu?" tanya Lunna memberondong.

Kucing itu membulatkan dua mata kecilnya. Lalu berpikir sejenak. Mencoba merangkai kata untuk memberikan penjelasan yang tepat.

"Aku dari Orion, tapi kesasar di kamar tadi," jawab kucing itu.

"Sejak kapan? Bagaimana bisa?"

"Mungkin beberapa tahun yang lalu, saat ada kesalahan teknis di mesin portal. Aku yang seharusnya mendarat di sana malah di sini."

"Di sana itu mana?"

Kucing itu menghela napas. Sabar.... "Orion lahhh, nona, jangan bertanya yang aneh-aneh!" protesnya.

"Apa? Memangnya pertanyaanku aneh? Dari sudut mana? Apa yang membuatmu berpikir begitu,hah?" sentak Lunna. Ngegasnya kambuh.

Kucing itu tertegun. "Baiklah-baiklah, apa yang ingin nona ketahui?" ujarnya mengalah.

"Siapa namamu?"

"Drole."

"Kau makhluk apa?"

"Spesies kucing bangsa Wiz."

"Apa maksudnya?"

"Kucing legenda yang bisa terbang."

Lunna terdiam. Matanya masih menajam. Waspada kalau saja makhluk ini tiba-tiba menyerang. Makhluk ini memanggilnya Nona- seakan begitu menghormati. Namun tingkah dan gaya bicaranya santai. Seperti sedang bicara dengan teman lama.

"Bagaimana kau bisa terbang?"

"Bakat alami sejak lahir."

"Lalu bagaimana dengaku?"

"Ini portal rainbow. Siapapun dan apapun akan melayang di sini. Seperti berenang, anggap saja nona ada di air," balas kucing itu.

Lunna mencoba menyeimbangkan tubuhnya Merentangkan tangan dan merapatkan kaki. Hey? Ia berhasil! Ia mengangkat wajah, sehingga sekarang posisinya setengah berdiri sejajar dengan si kucing. Dan mereka masih terus melaju ke depan dengan kecepatan konstan. Dalam keadaan mengambang di tengah-tengah lorong portal.

"Heh! Drole, lihat aku bisa kan," kata Lunna bangga.

"Bagus! Nona belajar dengan cepat!"

"Oiya, kemana kita akan pergi?"

Drole terlihat sedang mengingat sesuatu. "Terakhir kali tujuan lokasinya adalah daerah di Razenskalavia. Tapi tidak tahu kalau sekarang, soalnya portal ini normal atau tidak aku tidak tahu." Kucing itu menganalisis. Sedikit ragu.

"Aku tadi sebenarnya ada di hutan tempat kemah, tapi aku jatuh ke jurang. Lantas kenapa aku bisa ada di sini?" tanya Lunna. Teringat kejadian yang menimpanya beberapa menit yang lalu.

"Benarkah? Aku tidak tahu apa-apa. Aku juga terkejut portal ini mendadak aktif, ahh, seharusnya kita tidak memasuki portal ini. Karena jika-"

"Jika apa?"

"Karena jika sampai ada kerusakan sistem, kita bisa mendarat di lokasi random. Daerah entah berantah."

Lunna bergidik. Ngeri membayangkan jika ia dikirim ke segitiga bermuda. Ia belum siap. Belum siap untuk apapun yang akan ditemuinya.

"Oiya, berapa lama sih kita sampai?" tanya Lunna penasaran. Mereka sudah berada di portal ini selama kurang lebih dua menit.

"Mungkin-"

Belum selesai kucing warna perak berpendar hijau itu berbicara portal ini bergetar. Persis seperti gelombang air, mereka terhentak naik turun. Warna-warni cerah sedikit demi sedikit memudar.

"Hey! Apa yang terjadi?"

"Gawat, ini tanda-tanda keabnormalan penghubung! Kita bisa jatuh di mana pun!" seru Drole panik.

"Apa yang akan terjadi pada kita?" Lunna ikutan berseru.

"Kita akan segera tiba di suatu tempat! Berharaplah kita jatuh di taman bunga atau pantai. Paling tidak bukan neraka!"

Lunna melotot. Bisa-bisanya kucing ini bergurau dikondisi gawat seperti ini. Dalam beberapa detik terakhir ini warna portal berubah drastis. Dari yang terdiri berbagai warna cerah menjadi satu warna kelam. Warna hitam keabu-abuan.

Lorong portal kembali bergetar. Tapi ini lebih parah. Seluruh bagian portal luruh ke bawah. Begitu pula dengan Lunna dan Drole. Mereka jatuh- tidak, lebih tepatnya ditarik jatuh.

"DROLE!!! LAKUKAN SESUATU!!!! KAU BISA TERBANG KAN!!"

"Aku tetap terseret ke bawah. Jangan panik, kita diam saja," balasnya mencoba menenangkan.

"DIAM? AKU BELUM MAU MATI TAHU!!"

Dan setelah jeritan terakhir itu lenyap, Lunna dan Drole menghilang. Tertelan oleh gradasi warna yang rusak. Jatuh ke sebuah tempat. Tempat yang dipilih acak oleh portal itu.

1
Kgs Indra Rajasyah
Lanjutttt
✰‪ ⃟ ⃟ 🐝ε𝖗𝖑𝖎𝖓𝖆ᵉᶬʷ⋆᭄
semangat kakak, maaf baru bisa baca lagii 😊😊😊
🖤༒︎★𝕱𝖚𝖏𝖔𝖘𝖍𝖙★༒︎🖤
Gambar amuba fix kelas gw banget 😂😂😭😭
nazaruddin thamrin
ada lanjutannya thor? Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel PEMBALASAN SANG CEO dan HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Bintang Calista Putri
5 like 💞💓
Bintang Calista Putri
Keren ceritanya kak
Bintang Calista Putri
Bagus kak ceritanya
Bintang Calista Putri
Keren kak thor
Bintang Calista Putri
Hmmm
Rachel Ichza Cullen
masih ada kelanjutannya ga kak author cerita ini??
Rachel Ichza Cullen: sambunggin donk thorr..kerennn tauuu
total 2 replies
Rachel Ichza Cullen
asinn..hahahaaa
Rachel Ichza Cullen
bahasanya gaul khas bocah zaman now yaa... semngat thor
🌻Ruby Kejora
5like dulu...nanti q sambung lagi.
like blk karyaku ya
cinta rasa covid -19
the Thunder's love
🌻Ruby Kejora
hai thor...q datang mendukung mu.like setia mendarat
Riana Nazwa
ceritanya bagus kak aku suka

bdw mampir juga ya kak di novel Ku judulnya TERSISIH KARENA MENDUA
Yuli
ayo thor semangt update ny aq 😘tunggu lho😘😘😘baru mampir dah ska ceritanya
Lade eunoia
like 🥰 ditunggu up selanjutnya
Ezrahi
selamat Thor
mampir ya
Dian Anggraeni
mantap tor ! lanjut dong 👏👏👍👍👍
Ls
hadir thor.. like ☺️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!