Sebuah liburan akhir pekan berubah menjadi mimpi buruk saat sekelompok remaja menemukan rahasia kelam di balik keindahan sebuah air terjun terpencil.Satu persatu dari mereka mulai menghilang,memaksa yang tersisa untuk memecahkan kutukan kuno sebelum fajar tiba atau menjadi korban berikutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stychin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 9
Satu jam sudah aulia terbangun dari tidurnya,ia melihat jam di tangannya yang udah menunjukan pukul 13.15
gadis itu bangun dan pergi ke dalam dapur untuk mengambil air minum karena tenggorokannya terasa kering.Ia meneguk air es di dalam botol sampai habis tak tersisa.
Setelah itu ia berlalu pergi ke halaman belakang untuk mengangkat jemuran yang tampak sudah kering.Hari ini ia ingin membantu bu wida meringankan pekerjaan rumah,ia mengambil setrika di kamarnya lalu kembali dengan cepat ke ruang tengah dimana baju baju sudah menumpuk di atas karpet.
Perutnya sudah lapar namun ia tahan sampai pekerjaan rumahnya selesai.sampai dimana setengah jam sudah ia menyetrika baju baju yang tampak lusuh dan kusut.Tak lupa menyetrika baju kerja pak arman dan dirinya yang harus selalu terlihat rapi.
Tangannya merasa kebas,aulia memutuskan untuk memesan makanan lewat aplikasi online.Sampai saat ini mama papanya belum juga terlihat turun ke bawah.Ia mengira mungkin keduanya masih tidur siang dengan nyenyak.
Di kamarnya,pak arman dan bu wida memang sedang berbaring di tempat tidurnya.Namun mata mereka tak terpejam,melainkan sedang asyik mengobrol sambil menonton tv yang terpasang di dinding kamar mereka.
Suasana yang tampak sepi tiba tiba menjadi tawa kecil saat pak arman mendengar peruut istrinya terus berbunyi.Ia menyuruh bu wida untuk segera makan siang.Istrinya hanya tersenyum dan mengangguk.
Karena perutnya sudah sangat lapar,bu wida beranjak dari tempat tidur dan berlalu pergi untuk turun ke bawah.Ia berjalan ke arah dapur dengan membawa gelas kosong yang akan diisikan air untuk suaminya.
Setibanya di dapur ia melihat sang anak sedang berlarian kecil ke arah gerbang,dimana ada seseorang yang tengah berdiri disana.Karena penasran bu wida akhirnya menyimpan gelas itu terlebih dulu,lalu berjalan ke arah luar rumah untuk melihat siapa yang sedang berbicara dengan anaknya itu.
Dari jauh aulia melihat kehadiran mamanya,ia tersenyum dengan lebar,memperlihatkan lesung pipi di sebelah kanannya.
"siapa?pacar kamu?"tanya bu wida asal menebak.
"pacar dimana sih ma,ini aku pesen makanan lewat grab"ucapnya sambil memperlihatkan dua plastik yang entah apa saja isinya.
Bu wida tersenyum,ia mengangguki ucapan putrinya lalu mengajaknya kembali ke dalam rumah karena cuaca diluar sangat panas.
"kenapa gak susulin mama ke kamar sih sayang,kan bisa mama masakin"ucap bu wida sambil menuangkan air panas ke gelas.
"aku lagi pengen makanan luar aja ma,ayo kita makan bareng.Aku sengaja tau pesen makanan ini biar mama gak masak"
"yaudah bentar ya,mama anterin dulu papa minum"ucap bu wida yang tengah memegangi gelas berrisi air hangat.
Tak lama ibu anak satu itu sudah kembali lagi ke bawah,menghampiri anaknya yang sudah duduk di meja makan sambil menungu kedatangan mamanya.
Mereka tampak lahap memakan makanan itu,tak lupa setelah makan aulia mengeluarkan plastik berisi cemilan dan es doger full toping.Yang tampak menggiurkan mulut bu wida.
Mereka menikmatinya bersama sama dengan sedikit bercerita.
...****************...
"kita mau bawa apa nih ke rumahnya aulia?"Tanya dinda dengan antusias.
Mereka yang tengah berkumpul di parkiran saat jam pulang sudah tiba.Hanya ada martin,dery,citra dan dinda yang mengisi parkiran itu.
"mampir aja ke toko kue,kita beli bolu kesukaan papanya aulia"ucap dinda lagi.
"kok lu tau kue kesukaan papanya aul?"tanya citra dengan mata mendelik.
"aul pernah cerita,dia juga gak jarang beliin papanya kue itu kalo udah gajian"ucap dinda menjelaskan.Citra hanya mengangguk dengan wajah yang sulit di artikan.
"Oh yaudah kita berangkat sekarang aja takut keburu sore"ucap martin.
"lu gak bawa motor?"tanya citra kepada martin.
"gak,gue ikut dery.Motor gue lagi mogok"ucap martin dengan ketus.
Citra berdecak kesal.siapa sangka perempuan itu memilih untuk tidak jadi ikut ke rumah aulia,beralasan hanya ingin menebeng di motor dery.Berharap perkataan itu akan di iyakan oleh laki laki yang ia sukai.Namun berbalik dengan harapannya.Dery sama sekali tak menggubris ucapan citra.
Ia malah mengajak martin untuk cepat cepat naik ke motornya.Citra semakin kesal saat ketiga temannya pergi meninggalkan dirinya sendiri di parkiran yang sudah sangat sepi.
"biarin deh,kali ini gue gak akan halangi dery buat ketemu aulia.Karena besok di air terjun gue bakal terus deketin dery sampe dery bener bener jadi milik gue!!"ucapnya dengan tatapan licik.
Tangannya mengepal,senyumnya menyeringai tampak menyeramkan.Akhirnya ia berjalan pergi meninggalkan parkiran itu.Terpaksa harus berdiri di depan gerbang kantornya untuk menunggu ojol yang akan mengantarkannya pulang.
Dery,dinda dan martin tengah berdiri di pinggir toko kue,Mereka sudah berhasil membeli kue kesukaan pak arman.Lalu mereka melanjutkan perjalanan ke arah rumah teman perempuannya itu.Tak bisa di pungkiri saat ini hati dery tampak senang karena akan bertemu dengan pujaan hatinya.Merasa semakin leluasa untuk dekat dekat dengan aulia karena kali ini tak ada kehadiran citra di antara mereka.
Sepanjang jalan senyumnya merekah,membuat martin yang tak sengaja melirik ke arah kaca spion mengerutkan kening.
"lu kenapa dah dari tadi senyum senyum mulu?kesambet apaan lu?"tanyanya dengan nada keras membuat dery menutup satu kupingnya.
"berisik lu,udah diem aja.mau gue turunin nih disini?"
ucapan dery membuat martin melirik ke sekeliling jalan yang tampak sepi dan menyeramkan baginya.Dimana tak ada rumah warga hanya ada kebun yang penuh dengan pepohonan besar diisi dengan suara suara hewan yang menakutkan.
"ih tega banget lu"
keduanya kembali diam,martin tak ingin banyak bicara.Bisa bisa dery benar menurunkan dirinya di jalan itu.
Sementara dinda yang melajukan motornya lebih dulu di depan tak memasang wajah takut meski mereka melewati jalan yang cukup seram.Ia memandang jalanan dengan wajah tenang,karena terbiasa melewati jalan itu saat pergi bermain ke rumah aulia.
"coba aja kalo si aul ikut,gue pasti nginep nih malem ini di rumahnya.Mana dirumah gue gak ada siapa siapa lagi"Ucap dinda di dalam batinnya.
Mereka berhasil melewati jalan menyeramkan itu,sampai akhirnya mereka menemukan jalan dimana banyak rumah yang sangat cantik berjejer di setiap sisi jalan.Berbeda dengan jalan tadi,kali ini mereka melewati jalan yang bersih terawat,dihiasi dengan taburan bunga bungan indah yang berjatuhan di atas pohonnya.Tak ada polusi udara yang mencemari mereka seperti di jalan jalan biasanya.