NovelToon NovelToon
Kau Rebut Suamiku, Aku Rebut Putramu

Kau Rebut Suamiku, Aku Rebut Putramu

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: swetti

Avelin, seorang gadis muda yang menikah dengan pria matang bernama Zayn, kini harus menelan pil pahit ketika ia mendapati sang suami telah berselingkuh dengan cinta pertamanya.
Bukannya melabrak, Avelin justru menyusun rencana untuk membalas perbuatan mereka dengan cara yang lebih kejam.
Setelah ia mendapati wanita itu memiliki anak seusianya, ia menjadikan putra satu satunya wanita itu sebagai alat balas dendamnya.
" Velin, aku tahu kamu mendekati aku hanya sebagai alat balas dendammu kepada ibuku. Aku terima semua itu asalkan aku bisa tetap bersamamu. Aku mencintaimu Velin, maukah kau tetap bersamaku meskipun hanya sebagai pionmu?"

Apakah kedekatan mereka selama ini mampu menumbuhkan perasaan cinta di dalam hati Avelin, atau justru hanya kebencian yang mendarah daging dalam dirinya?
Yuk dukung kisah mereka hanya di sini!
Di sarankan membaca dari awal sampai akhir agar tidak mempengaruhi performa karya ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon swetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENGAKUAN YANG TERLAMBAT

Malam ini Zayn tidak jadi menjemput Velin dengan alasan lembur di kantor karena ada pekerjaan mendadak. Tentu saja Velin merasa senang, dengan begitu ia bisa pergi kencan dengan Bram. Ia harus membuat Bram jatuh hati kepadanya secepatnya.

Saat ini Velin dan Bram sudah sampai di taman kota. Keduanya berjalan menuju sebuah bangku yang ada di bawah pohon di hiasi lampu penerangan. Di tangan Velin sudah ada dua cup alpukat kocok dan dua bungkus siomay ikan kesukaannya.

" Duduk sini aja." Ujar Velin mendaratkan pantatnya di bangku taman tersebut.

" Aku seneng banget Vel bisa jalan berdua sama kamu seperti sekarang ini. Aku harap ke depannya kita bisa sering bersama." Ucap Bram menatap Velin.

Velin menyesap esnya, " Kita lihat saja, selama suamiku masih sibuk dengan wanita selingkuhannya, kita bakal punya banyak waktu buat berdua." Sahut Velin menaik turunkan alisnya.

" Apa aku harus berterima kasih dengan selingkuhan suamimu itu? Karena tanpa sengaja dia telah memberikan waktu kepada kita untuk berduaan begini."

Ucapan Bram membuat Velin terkejut. " Kenapa Bram ngomong begitu? Jangan sampai penilaiannya terhadap wanita simpanan mas Zayn berubah. Aku harus membuat dia semakin membenci wanita itu. Jadi setelah dia tahu kalau wanita itu ibunya, dia akan meninggalkan Siska." Ujar Velin dalam hati.

" Apa kamu tidak peduli dengan perasaanku? Hatiku sakit karena di khianati kak." Ucap Velin memasang wajah memelas dengan mengerucutkan bibirnya.

" Eih bukan gitu." Sahut Bram merasa bersalah. " Bukan maksudku mendukung perselingkuhan suamimu. Aku tetap mengutuk mereka berdua karena telah menyakitimu. Maafkan aku!" Imbuh Bram.

" Apa aku kurang cantik?"

Bram terkejut karena tiba tiba Velin bertanya seperti itu. Ia menatap Velin sambil mengerutkan keningnya.

" Apa aku kurang cantik sampai sampai suamiku mencari wanita lain?" Tanya Velin sekali lagi.

" Cantik." Sahut Bram. " Cantik banget malah. Cuma suami kamu aja yang tidak bersyukur sampai dia tidak bisa melihat bidadari di sampingnya." Imbuh Bram.

" Apa aku boleh membenci wanita itu?" Tanya Velin. " Wanita yang telah menghancurkan pernikahanku." Lanjut Velin.

" Semua orang pasti akan membenci pelakor seperti dirinya. Bahkan aku yang tidak tahu apa apa ikut membencinya. Kalau perlu mereka harus di adili." Sahut Bram.

Velin tersenyum smirk.

" Aku juga sangat membencinya. Aku berdoa semoga dia mendapatkan ganjaran yang setimpal. Dia akan merasakan rasa sakit melebihi sakit yang aku rasakan sekarang. Tidak akan ada kebahagiaan untuk dirinya. Yang ada hanya kesengsaraan. Jika suatu hari nanti dia benar benar mencintai pasangannya, semoga saat itu pasangannya hanya akan mempermainkannya. Dia akan merasakan rasanya di khianati dan tinggalkan begitu saja. Itu doaku untuknya." Ucap Velin penuh dengan kebencian.

" Semoga Tuhan mengabulkan doamu." Sahut Bram. " Sekarang tidak perlu bahas itu, hal ini hanya akan membuatmu merasa sakit. Ayo kita bersenang senang!" Imbuh Bram.

" Oke." Sahut Velin.

Keduanya asyik berbincang sambil menatap orang berlalu lalang di sekitarnya. Mereka nampak lupa waktu, entah mengapa keduanya terlihat begitu pro ketika berbincang. Bersama Bram membuat Velin lupa dengan pengkhianatan sang suami.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Hari hari berlalu dengan begitu cepat. Tak terasa satu bulan sudah usaha Velin mendekati Bram berhasil dengan sempurna tanpa hambatan. Hubungan keduanya semakin dekat. Sedangkan hubungannya dengan Zayn, justru semakin renggang. Zayn yang awalnya ingin mengakhiri hubungannya dengan Siska, nyatanya malah terperangkap lebih dalam. Semalam Siska memberitahu Zayn kalau dia tengah mengandung anak Zayn. Zayn terlihat begitu bahagia namun ia juga merasa sedih karena merasa bersalah telah mengkhianati Velin. Ia juga belum berani memberitahu Velin yang sebenarnya.

" Pokoknya segera beri tahu Velin, kalau tidak biar aku sendiri yang memberitahunya."

Zayn nampak gelisah mengingat ancaman dari Siska. Ia nampak mondar mandir di depan toilet di dalam kamarnya. Di dalam sana, Velin sedang mandi.

Ceklek..

Velin terkejut melihat Zayn berdiri di depan pintu.

" Kenapa kamu di sini mas? Ada apa? Apa ada sesuatu yang mau kamu sampaikan?" Tanya Velin sedikit curiga dengan gelagat sang suami.

" Sayang, dengarkan mas!" Zayn menggenggam tangan Velin.

Velin semakin curiga, " Jangan jangan mas Zayn mau memberitahuku kalau Siska hamil. Jika benar ini saat yang tepat aku meninggalkannya. Toh surat cerai turun besok pagi." Ujar Velin dalam hati. Ia sudah siap menerima hal terburuk dari sang suami. Perasaan yang dulu begitu kental kini sudah tiada lagi.

" Jika ada yang ingin kamu sampaikan, katakan saja mas!" Ucap Velin.

Zayn menuntun Velin ke ranjang, keduanya duduk di tepi ranjang.

" Mas ingin minta maaf sama kamu sayang." Ucap Zayn.

" Maaf? Untuk apa?" Tanya Velin tersenyum sinis.

" Mas.. Mas... " Zayn menjeda ucapannya.

" Mas selingkuh?"

Deg...

Jantung Zayn terasa berhenti berdetak. Ia menatap Velin dengan mata berkaca kaca.

" Maafkan mas, mas khilaf." Ucap Zayn menundukkan kepala.

" Khilaf tapi bisa sampai satu tahun lebih."

Deg...

Lagi lagi jantung Zayn berdetak kencang, bahkan lebih kencang dari yang tadi.

" Ka.. Kamu tahu?" Tanya Zayn menatap Velin tak percaya.

" Aku tahu semuanya mas." Sahut Velin. " Aku tahu mulai kapan kamu selingkuh dan dengan siapa kamu selingkuh, aku tahu semuanya." Imbuh Velin.

Grep...

Zayn memeluk Velin dari belakang. " Mas minta maaf sayang! Mas telah mengkhianati cinta kita. Mas mohon jangan tinggalkan mas! Mas terpaksa melakukan semua ini sayang." Ucap Zayn.

" Apa maksudmu mas?"

" Satu tahun terakhir ini mama mendesak mas untuk segera punya anak. Mas tidak bisa terus terusan menolaknya sayang. Sedangkan kamu sendiri belum siap, mas bingung waktu itu makanya mas melakukan ini dengan Siska."

Velin mengepalkan erat tangannya.

" Maafkan mas sayang! Mas melakukan semua ini demi anak. Satu satunya wanita yang mas cintai cuma kamu sayang." Jelas Zayn.

Velin beranjak, ia menatap Zayn lalu tersenyum sinis.

" Anak?" Ucap Velin. " Apa kamu pikir aku tidak bisa memberimu anak, mas? Kenapa kamu malah melakukannya dengan tante Siska? Kamu terpaksa atau terlena hah?" Lanjut Velin.

" Bisa saja mas melakukan ini dengan kamu. Tapi kamu.. Kamu.. Kamu.. " Zayn tidak sanggup memberitahu Velin tentang kesehatan Velin sebenarnya.

" Aku kenapa mas?" Tanya Velin pura pura tidak tahu.

" Ah tidak apa apa sayang. Kamu bilang kamu belum siap memiliki anak, sedangkan mama terus memaksaku untuk segera memiliki anak. Mas tidak bisa memaksamu sayang. Selain umur mas yang sudah tidak muda lagi, mama ingin menimang cucu sebelum mama tiada itu sebabnya mas melakukan semua ini sayang." Ujar Zayn.

" Heh alasan klasik." Sahut Velin.

" Mas minta maaf sayang. Tolong jangan tinggalkan mas. Mas tidak bisa hidup tanpamu." Ucap Zayn. Ia mendongak menatap Velin. " Tapi kamu tenang saja, anak ini akan menjadi anak kita berdua. Dia tidak punya hak atas anak ini. Setelah anak ini lahir, Siska akan meninggalkan kita sayang. Begitu perjanjian yang kami sepakati." Ucap Zayn enggan menyebut nama Siska.

" Oh rupanya begitu. Baiklah kalau begitu, aku akan meladeni mereka berdua." Batin Velin.

" Benarkah begitu?" Tanya Velin menatap Zayn. Tidak ada kesedihan di raut wajahnya, yang ada hanya kebencian.

" Iya sayang. Apa kamu mau memaafkan mas?" Ujar Zayn.

" Baiklah akan aku maafkan. Aku harus berterima kasih pada wanita itu karena aku bisa memiliki anak tanpa harus mengandung dan melahirkannya." Sahut Velin.

" Terima kasih sayang. Kamu memang paling pengertian." Zayn langsung memeluk Velin dengan erat. Zayn senang, Velin tidak marah padanya. Namun tanpa Zayn sadari, Velin telah menyiapkan rencana untuknya.

" Tunggu setelah aku menyelesaikan semuanya mas, di saat itu kau akan menyesali perbuatanmu ini."

TBC...

1
Siti Khalimah
brarti zain suka velin sejak umur 13 thor?
VANESHA ANDRIANI: makasih dah mampir kakak
total 2 replies
Mba Yun
dobel update thor
VANESHA ANDRIANI: satu satu aja ya.. author lagi g fit
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!