NovelToon NovelToon
DEWA PERANG DAN KUCING BENCANA

DEWA PERANG DAN KUCING BENCANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:869
Nilai: 5
Nama Author: Argo Sujendro

Di dunia di mana batas tertinggi manusia hanyalah Saint Rank, Sander Duster—putra ketiga keluarga militer terkuat di Elegrand Kingdom—dianggap gagal karena tidak memiliki bakat Life Energy seperti para ksatria lain. Namun takdirnya berubah saat ia menyelamatkan seekor kucing hitam misterius di tengah badai salju.

Kucing itu ternyata adalah Behemoth, salah satu Legendary Beast pemegang Hukum Devouring yang hampir memusnahkan dunia di masa lalu.

Melalui ikatan Soul Resonance yang tak disengaja, Sander perlahan memperoleh kekuatan fisik abnormal yang melampaui logika manusia biasa. Di balik kehidupan akademi, intrik politik bangsawan, ancaman perang antar kerajaan, dan kebangkitan monster legendaris mulai mengguncang dunia.

Saat semua orang memperebutkan kekuasaan, Sander justru berjalan menuju sesuatu yang belum pernah dicapai siapa pun dalam sejarah—

God Rank, ranah sang Dewa Perang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Argo Sujendro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Sumpah Ren Cross

Malam hari setelah Upacara Pengujian Kelayakan Life Energy selesai, Kastil Aethelgard diselimuti oleh keheningan yang mendalam. Badai salju di luar telah mereda, menyisakan langit malam yang pekat dengan taburan bintang yang berkilau dingin. Sebagian besar penghuni kastil, termasuk para ksatria pengawal yang kelelahan setelah seharian menjaga keamanan upacara, telah beristirahat di barak mereka masing-masing. Hanya obor-obor dinding di sepanjang koridor batu yang masih menyala, mereduksi kegelapan dengan pendaran cahaya jingga yang temaram.

Ren Cross berjalan melintasi koridor lantai atas dengan langkah kaki yang teratur dan tanpa suara. Di kedua tangannya, pelayan muda itu membawa sebuah nampan perak berisi semangkuk sup daging hangat dan beberapa potong roti gandum yang baru saja dipanaskan di dapur utama. Ren tahu bahwa sepanjang hari ini Sander hampir tidak menyentuh makanannya karena kesibukan upacara dan ketegangan politik yang terjadi di aula. Sebagai pelayan pribadi yang telah bersumpah untuk menjaga Sander, Ren merasa bertanggung jawab untuk memastikan kondisi fisik tuan mudanya tetap prima sebelum keberangkatan mereka ke Ibukota esok pagi.

Ren berhenti di depan pintu kayu ek besar yang menuju ke kamar tidur Sander. Dia bersiap untuk mengetuk pintu seperti biasa, namun gerakannya mendadak terhenti ketika dia menyadari bahwa pintu kamar tersebut tidak tertutup dengan rapat, melingkar menyisakan celah kecil sekitar beberapa senti. Dari balik celah pintu yang terbuka sedikit itu, Ren melihat bahwa lampu minyak di dalam kamar telah dimatikan, meninggalkan ruangan dalam kondisi kegelapan yang pekat.

Ren mengurungkan niatnya untuk mengetuk, khawatir jika Sander ternyata sudah tertidur lelap. Namun, tepat saat dia hendak berbalik untuk membawa kembali nampan makanan tersebut, seulas cahaya mistis yang sangat tidak biasa mendadak memancar dari dalam kamar, menembus celah pintu dan tertangkap oleh sepasang mata Ren.

Ren menahan napasnya, mengintip secara perlahan melalui celah kecil tersebut. Pemandangan mistis yang tersaji di dalam kamar seketika membuat seluruh tubuh pelayan muda itu membeku di tempat, dan jantungnya berdegup kencang karena rasa syok yang luar biasa setengah mati.

Di tengah kegelapan kamar, Sander sedang duduk di tepi tempat tidur dengan tenang. Namun, fokus perhatian Ren tertuju sepenuhnya pada sesosok makhluk kecil yang berada di atas meja kayu di hadapan Sander. Kucing hitam kecil yang mereka kenal sebagai hewan liar biasa selama lima tahun terakhir ini, Behemoth, sedang menunjukkan wujud yang sama sekali berada di luar akal sehat manusia fana.

Sepasang mata kecil milik Behemoth menyala terang dengan warna emas yang sangat murni dan pekat, menerangi sudut-sudut kamar yang gelap layaknya sepasang lentera kosmik. Di antara kedua cakar depannya, terdapat sebutir kristal padat berukuran sebesar genggaman tangan yang memancarkan aura merah keunguan yang sangat pekat. Ren langsung mengenali benda itu; itu adalah Monster Core tingkat Elite, sebuah inti energi berharga tinggi yang biasanya hanya bisa didapatkan dari perburuan berbahaya di kedalaman hutan monster perbatasan.

Yang membuat Ren hampir menjatuhkan nampan di tangannya adalah apa yang dilakukan oleh kucing tersebut terhadap Monster Core itu. Behemoth membuka mulut kecilnya, lalu dengan santai mengunyah sebutir Monster Core tingkat Elite yang terkenal memiliki kepadatan material setara berlian besi tersebut hingga hancur berkeping-keping seperti biskuit rapuh. Suara gemertak renyah dari kristal energi yang hancur terdengar sangat jelas di telinga Ren, diikuti oleh uap energi murni yang langsung diisap masuk ke dalam hidung si kucing hitam.

“Makhluk apa itu... Itu bukan kucing biasa... Itu monster,” bisik batin Ren dengan seluruh tubuh yang bergetar samar. Instingnya sebagai seorang pelayan klan militer langsung berteriak bahwa ada ancaman besar yang sedang bersemayam di dalam kamar tuan mudanya.

Namun, sebelum Ren sempat menarik diri untuk memanggil bantuan atau melaporkan hal ini kepada Grand Duke Gabriel, telinga tajam Behemoth menangkap getaran suara napas Ren di balik pintu. Mata emas si kucing langsung melirik tajam ke arah celah pintu, memancarkan setitik tekanan intimidasi kuno yang membuat Ren merasa seolah-olah ada pedang tak terlihat yang sedang menempel di tenggorokannya.

Sander yang menyadari perubahan sikap kucingnya segera menoleh ke arah pintu. “Ren? Apakah itu kau? Masuklah,” kata Sander dengan nada suara yang tetap tenang namun sarat akan permohonan.

Pintu kayu itu akhirnya didorong terbuka sepenuhnya. Ren melangkah masuk dengan tubuh kaku, meletakkan nampan perak di atas meja dengan tangan yang sedikit gemetar, sementara pandangan matanya tidak pernah lepas dari sosok Behemoth yang kini telah menyembunyikan sisa-sisa Monster Core-nya di balik bayangan meja.

Sander berdiri dari tempat tidur, berjalan mendekati pelayan pribadinya, lalu memegang kedua pundak Ren dengan tatapan mata yang penuh dengan keseriusan dan kerentanan yang mendalam. “Ren, aku tahu apa yang baru saja kau lihat pasti sangat mengejutkanmu. Tapi aku memohon kepadamu dengan sangat, tolong rahasiakan hal ini dari siapa pun, termasuk dari Ayah, Ibu, dan kedua kakakku.”

Di titik ini, seluruh jiwa dan kesetiaan Ren Cross sedang diuji secara emosional pada tingkat yang paling ekstrem. Sebagai seorang pelayan yang dibesarkan oleh klan Duster, tugas utamanya adalah melaporkan segala bentuk anomali atau ancaman tersembunyi kepada kepala keluarga demi keselamatan kastil. Namun, di hadapannya saat ini, Sander—tuan muda yang telah dia jaga sejak kecil, anak yang selalu memperlakukannya dengan kebaikan tulus tanpa pernah memandang rendah statusnya—sedang memohon kepadanya dengan mata yang dipenuhi rasa percaya yang begitu besar.

Ren menatap mata hitam Sander, lalu beralih menatap Behemoth yang kini sedang duduk tenang sembari menjilati cakarnya, tidak lagi menunjukkan hawa membunuh. Ren menyadari bahwa selama lima tahun terakhir, kucing hitam ini tidak pernah sekalipun melukai Sander atau penghuni kastil lainnya. Jika makhluk ini adalah ancaman sejati, dia pasti sudah menghancurkan tempat ini sejak lama.

Rasa kasih sayang, pengabdian, dan kesetiaan Ren kepada Sander sebagai seorang individu akhirnya mengalahkan kepatuhan butanya terhadap aturan klan. Kesetiaannya telah bergeser sepenuhnya; dia bukan lagi sekadar pelayan klan Duster, melainkan pengawal pribadi milik Sander Duster seorang.

Ren mundur satu langkah, lalu dengan gerakan yang sangat khidmat, dia menjatuhkan satu lututnya ke atas lantai batu, berlutut dengan kepala tertunduk dalam-dalam di hadapan Sander. Dia mengepalkan tangan kanannya dan meletakkannya tepat di atas dadanya di mana jantungnya berdetak.

“Tuan Muda Sander,” kata Ren dengan suara yang bergetar karena emosi yang mendalam namun terdengar sangat kokoh dan absolut. “Sejak hari pertama saya ditunjuk untuk mendampingi Anda, nyawa saya adalah milik Anda. Saya bersumpah di atas nama kesetiaan, kehormatan, dan seluruh sisa hidup saya, bahwa apa pun yang saya lihat di dalam kamar ini malam ini, rahasia ini akan saya bawa dan kunci rapat-rapat sampai ke dalam liang kubur saya. Tidak akan ada satu kata pun yang keluar dari mulut saya kepada jiwa mana pun di bawah langit ini. Jika saya melanggar sumpah ini, biarlah pedang mencabut nyawa saya.”

Sander menghela napas lega yang luar biasa besar mendengar sumpah tersebut. Dia memegang lengan Ren dan membantunya untuk kembali berdiri. “Terima kasih, Ren. Kesetiaanmu adalah sesuatu yang tidak akan pernah kulupakan.” Setelah memastikan Sander aman dan meletakkan makanan di meja, Ren akhirnya pamit keluar dari kamar dengan sikap yang jauh lebih tenang namun dipenuhi tekad baru untuk melindungi rahasia tuan mudanya.

Setelah pintu kamar kembali tertutup rapat dan terkunci dari dalam, Behemoth melompat dari atas meja menuju ke atas tempat tidur. Sepasang mata emasnya menatap Sander dengan pandangan yang tidak lagi dingin seperti dulu. Di dalam batin sang penguasa kuno, terjadi sebuah pergolakan emosi yang aneh. Behemoth menyadari bahwa Sander baru saja mempertaruhkan kepercayaannya dan melindunginya dari potensi ancaman pengusiran atau pemusnahan oleh ayahnya jika Ren melaporkan hal tersebut. Behemoth merasa berutang budi yang sangat besar atas ketulusan masa kecil yang terus berlanjut hingga hari ini.

Malam semakin larut, dan Sander yang kelelahan akhirnya merebahkan tubuhnya di atas kasur, mencoba memejamkan mata untuk beristirahat. Namun, sisa-sisa kesedihan dan rasa frustrasi akibat kegagalan dalam upacara pengujian siang tadi masih membekas samar di sudut hatinya, membuat tidurnya tidak tenang.

Melihat manusia di depannya terlelap dalam kondisi gelisah, Behemoth berjalan mendekat secara perlahan. Dia merebahkan tubuh berbulu hitamnya tepat di atas dada Sander, posisi yang sama persis seperti saat Sander mendekapnya di tengah badai salju lima tahun lalu.

Melalui ikatan batin yang sangat mistis bernama Resonansi Jiwa—sebuah ikatan yang tercipta tanpa sengaja dari ketulusan tanpa pamrih Sander di masa kecil—Behemoth mulai menggerakkan sirkulasi hukumnya yang tersegel. Dengan telaten, Behemoth menyaring sisa-sisa energi murni dari Monster Core tingkat Elite yang baru saja dia makan di perut kucingnya. Energi murni yang telah dibersihkan dari segala bentuk elemen liar tersebut kemudian dialirkan secara pasif oleh Behemoth, merembes masuk menembus kulit dada Sander dan menyatu ke dalam sirkulasi internal tubuh pemuda itu.

Energi murni tersebut tidak berubah menjadi Life Energy elemental tradisional yang ditolak oleh tubuh Sander. Sebaliknya, Behemoth mengarahkannya untuk memperkuat fondasi fisik yang paling dasar: memadatkan struktur tulang, mempertebal jaringan otot, dan meningkatkan kerapatan sel tubuh Sander di sepanjang malam. Sementara Sander tertidur lelap tanpa menyadari apa yang terjadi, tubuh fisiknya secara rahasia sedang berevolusi menjadi sebuah wadah kekuatan murni yang luar biasa ekstrem berkat bantuan dari sang penguasa kuno yang berada di atas dadanya.

1
Manusia Ikan 🫪
bagus bagus, aku kasih nawar untuk kamu/Chuckle//Rose/

folback aku yah ehehe
Argo Sujendro: termakasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!