we Lin seorang penjaga toko perhiasan yang di kirim ke dunia lain dan menjadi karakter op di dunia lain
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WERWET, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 9 — Masalah di Organisasi Rasi Bintang
Bab 9 — Masalah di Organisasi Rasi Bintang
“Gawat…!”
Suara alarm terdengar nyaring di seluruh ruang kontrol markas Organisasi Rasi Bintang. Lampu merah berkedip tanpa henti, membuat suasana menjadi tegang dan penuh kepanikan.
“Sistem pertahanan digital kita telah dibobol!”
Seorang teknisi berteriak panik sambil menatap layar hologram di depannya. Barisan kode bergerak liar seperti kehilangan kendali. Beberapa data penting bahkan mulai terhapus dengan sendirinya.
[Peringatan Sistem: Pertahanan utama telah ditembus. Sumber ancaman tidak diketahui.]
“Segera perbaiki sistem pertahanan!” perintah suara tegas dari pusat komando.
“Segera… sebelum mereka masuk lebih jauh!”
“Baik, Letnan Elvira!” jawab salah satu teknisi dengan cepat. Jemarinya bergerak secepat kilat di atas keyboard hologram transparan.
Di tengah ruangan, seorang wanita berseragam militer berdiri tegak dengan ekspresi dingin namun tenang. Rambut panjang keperakannya bergoyang pelan tertiup angin dari pendingin ruangan.
Letnan Elvira.
Tatapannya tajam mengawasi seluruh monitor di sekelilingnya.
“Jangan panik,” ucapnya tenang namun penuh wibawa. “Jika kalian kehilangan fokus sekarang, sistem inti akan jatuh lebih cepat.”
Semua orang langsung menenangkan diri setelah mendengar suaranya.
Elvira mengangkat tangannya sedikit.
“Alihkan firewall ke mode manual. Putuskan seluruh akses luar sekarang juga.”
“Siap, Letnan!”
Beberapa operator segera menjalankan perintah. Lapisan pertahanan digital mulai berubah mode. Jalur akses luar satu per satu ditutup paksa.
Namun tiba-tiba—
“BOOM!”
Layar utama berkedip keras. Separuh ruangan mendadak gelap sesaat sebelum listrik cadangan kembali aktif.
“Apa?!”
“Tidak mungkin… mereka menembus lapisan kedua juga!” salah satu teknisi berteriak panik.
Keringat mulai membasahi wajah para anggota divisi teknologi. Mereka belum pernah menghadapi serangan secepat ini sebelumnya.
Kode musuh terus bergerak seperti hidup.
“Serangan ini… mereka membaca pola pertahanan kita,” gumam seorang analis dengan wajah pucat.
Elvira mengepalkan tangannya pelan.
“Mustahil… data pertahanan organisasi seharusnya rahasia.”
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka keras.
“ADA KEKACAUAN APA INI?!”
Suara berat dan tegas menggema memenuhi ruangan.
Semua orang langsung menoleh.
“Oh… Kapten Divisi Lima, Teo.”
Seorang pria tinggi dengan mantel militer hitam melangkah masuk dengan aura dingin yang menekan. Rambut hitam gelapnya sedikit berantakan, namun tatapannya tajam seperti pisau.
Ruangan yang tadinya panik mendadak menjadi sunyi.
Kapten Teo berjalan mendekati layar utama sambil memperhatikan semua data yang rusak.
“Laporkan kondisi,” perintahnya singkat.
Letnan Elvira menatapnya sesaat sebelum menjawab tegas.
“Sistem pertahanan digital Organisasi Rasi Bintang telah dibobol pihak tak dikenal, Kapten. Kami mencoba mengunci ulang semua akses, tapi mereka bergerak terlalu cepat.”
Kapten Teo menyilangkan tangan.
“Jadi ini bukan serangan biasa…”
Matanya menyipit ke arah simbol aneh yang muncul di layar utama.
“…ini serangan yang sudah dipersiapkan.”
Tiba-tiba salah satu monitor menampilkan pesan asing berwarna merah.
[Salam untuk Organisasi Rasi Bintang.]
Semua orang terdiam.
Lalu tulisan berikutnya muncul perlahan.
[Kalian terlalu lama merasa aman.]
Ekspresi beberapa teknisi berubah pucat.
“Apa mereka sedang mempermainkan kita…?” bisik seseorang.
Teo menatap layar tanpa berkedip sedikit pun.
“Lacak sumber pesan itu.”
“Tidak bisa, Kapten!” jawab operator dengan panik.
“Lokasinya terus berpindah!”
Elvira menggertakkan giginya pelan.
“Musuh ini tahu cara kerja sistem kita…”
Kapten Teo kemudian melangkah maju dan berkata dengan suara rendah namun penuh tekanan.
“Kalau begitu… ini berarti ada pengkhianat di dalam organisasi kita.”