NovelToon NovelToon
Samsara Sembilan Naga

Samsara Sembilan Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Chen dulunya adalah jenius nomor satu di Kota Awan Merah. Namun, pada usia 12 tahun, Meridiannya dihancurkan oleh musuh misterius, membuatnya menjadi "Sampah" yang tidak bisa mengumpulkan Qi. Dihina oleh klannya dan tunangannya dibatalkan, Lin Chen jatuh ke titik terendah. Suatu malam, darahnya secara tidak sengaja membangunkan sebuah relik kuno peninggalan ibunya: Sisik Naga Primordial. Relik ini tidak hanya memulihkan meridiannya, tetapi juga memberinya Teknik Kultivasi terlarang: Seni Pemakan Surga Sembilan Naga. Dimulailah perjalanan Lin Chen dari kota kecil yang terpencil menuju puncak semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Penjelasan dan Paviliun Harta Surgawi

​Angin berhembus menyapu debu di alun-alun Klan Lin. Meski utusan Sekte Pedang Awan Surgawi telah pergi, ketegangan di udara belum sepenuhnya pudar. Hari ini, terlalu banyak kejutan yang terjadi hingga membuat benak para anggota klan mati rasa.

​"Semuanya, bubar! Ujian Klan tahun ini dihentikan sampai di sini," perintah Kepala Klan Lin Tian dengan suara berat yang memecah lamunan massa. Ia kemudian menoleh pada putranya. "Chen-er, ikut Ayah ke ruang belajar."

​Lin Chen mengangguk patuh dan mengikuti ayahnya dari belakang, meninggalkan alun-alun yang seketika meledak dalam perbincangan riuh.

​Di dalam ruang belajar yang tenang, Lin Tian menutup pintu rapat-rapat. Ia berbalik dan menatap putranya lekat-lekat, dari ujung rambut hingga ujung kaki, seolah memastikan bahwa sosok di depannya bukanlah ilusi.

​"Bintang 8... dan kekuatan yang mampu menghancurkan Ranah Inti Emas meskipun hanya sesaat," Lin Tian bergumam dengan suara bergetar. "Chen-er, apa yang sebenarnya terjadi padamu selama di Pegunungan Kabut Darah?"

​Lin Chen telah menyiapkan jawaban untuk ini. Ia tahu bahwa mengungkapkan keberadaan Seni Pemakan Surga Sembilan Naga dan roh Mo Xuan hanya akan membahayakan ayahnya. Rahasia tingkat kosmik seperti itu bisa mengundang pembantaian dari para ahli kuat di Benua ini.

​"Ayah, saat aku berburu di pegunungan, aku tanpa sengaja terjatuh ke dalam sebuah gua tersembunyi di balik air terjun," Lin Chen mengarang cerita dengan wajah tenang. "Di sana, aku menemukan kerangka seorang kultivator kuno dan sebuah buah spiritual yang bersinar keemasan. Saat aku memakannya karena kelaparan, energi yang luar biasa panas meledak dan menyambung kembali meridianku yang terputus, bahkan memperluasnya."

​"Buah spiritual kuno?" Mata Lin Tian terbelalak, lalu ia tertawa lepas, tawa pertama yang benar-benar lepas dalam tiga tahun terakhir. "Hahaha! Surga memang tidak buta! Surga tidak membiarkan Klan Lin kita hancur!"

​Lin Tian menepuk bahu putranya dengan bangga. Namun, sesaat kemudian, ekspresinya kembali serius. "Tapi Chen-er, kau terlalu impulsif hari ini. Menghancurkan lengan Lin Lang akan membuat faksi Tetua Pertama memusuhimu seumur hidup. Dan memprovokasi Tetua Bai... Sekte Pedang Awan Surgawi bukanlah musuh yang bisa kita tangani. Di Turnamen Kota bulan depan, mereka pasti akan mengirimkan murid-murid luar yang kejam untuk mengincarmu."

​"Ayah tidak perlu khawatir," mata Lin Chen berkilat dingin. "Dalam sebulan ini, aku akan memastikan bahwa bahkan jika Sekte Awan Surgawi mengirimkan jenius terbaik mereka, aku akan mematahkan kaki mereka semua."

​Melihat tekad baja di mata putranya, Lin Tian hanya bisa menghela napas. "Baiklah. Ayah akan mendukungmu dengan seluruh sumber daya yang bisa Ayah kumpulkan."

​"Ayahmu... meridian di dekat jantungnya mengalami penyumbatan parah," tiba-tiba suara Mo Xuan bergema di kepala Lin Chen. "Kultivasinya tertahan di Bintang 5 karena racun api hitam yang mengerogotinya secara perlahan. Jika tidak diobati, dia tidak akan hidup lebih dari lima tahun lagi."

​Lin Chen terkesiap dalam hati. Racun api hitam? Siapa yang berani meracuni ayahku?

​"Itu racun tingkat tinggi, bukan sesuatu yang bisa dibuat oleh orang-orang di kota terpencil ini," jawab Mo Xuan. "Jangan katakan padanya sekarang. Dengan kekuatanmu saat ini, kau belum bisa memurnikan racun itu. Capai Ranah Pengumpulan Qi terlebih dahulu, lalu kita bisa menggunakan Api Qi-mu untuk menarik racun itu keluar."

​Lin Chen mengepalkan tangannya perlahan. Ia mengangguk pada ayahnya, pamit untuk kembali ke kamarnya demi melanjutkan latihan. Ada terlalu banyak orang di dunia ini yang berutang nyawa padanya dan keluarganya.

​Langkah Menuju Ranah Pengumpulan Qi

​Di dalam kamarnya, Lin Chen duduk bersila dan memeriksa isi cincin penyimpanannya—sebuah kantong kecil peninggalan ibunya yang bisa menyimpan benda di ruang dimensi kecil. Di dalamnya, menumpuk puluhan inti spiritual (Beast Cores), taring, bulu, dan kulit dari Binatang Iblis yang ia buru selama 20 hari terakhir.

​"Jika kau ingin mendominasi Turnamen Kota, mencapai Bintang 9 saja tidak cukup," ucap Mo Xuan memberi instruksi. "Kau harus melangkah ke Ranah Pengumpulan Qi. Di tahap itu, Qi tidak hanya mengalir di dalam tubuh, tapi bisa dilepaskan ke luar untuk membentuk pelindung dan senjata."

​"Apa yang kubutuhkan?" tanya Lin Chen.

​"Meridian Nagamu sangat kuat, tapi tubuh fisikmu belum bisa mengimbangi daya tampungnya. Jika kau menembus ke Ranah Pengumpulan Qi sekarang, pembuluh darahmu akan meledak karena tekanan. Kau butuh Mandi Darah Naga Tiruan untuk memperkuat kulit dan ototmu," jelas Mo Xuan. "Jual semua sampah monster Tingkat 1 itu. Beli sebuah Inti Binatang Iblis Tingkat 2 Puncak yang memiliki elemen Api, serta beberapa tangkai Rumput Tulang Besi dan Teratai Darah."

​Lin Chen mengerti. Ia bangkit, mencari sebuah jubah hitam panjang dan sebuah topi bambu bercadar hitam dari dalam lemarinya. Ia harus menjual material binatang iblis dalam jumlah besar. Jika ia menggunakan identitas aslinya, itu akan mengundang kecurigaan dan masalah yang tidak perlu.

​Setelah menyamar dengan sempurna, Lin Chen melompat keluar dari jendela kamarnya, menyelinap keluar dari kediaman Klan Lin layaknya hantu di tengah hari.

​Paviliun Harta Surgawi

​Di pusat Kota Awan Merah, berdiri sebuah bangunan megah berlantai lima yang dihiasi ukiran emas dan batu giok. Ini adalah Paviliun Harta Surgawi, cabang dari serikat dagang raksasa yang pengaruhnya bahkan lebih luas daripada Sekte Pedang Awan Surgawi. Di sini, selama kau memiliki uang, kau bisa membeli nyaris segalanya.

​Lin Chen, berbalut jubah hitam rahasia, melangkah masuk ke dalam aula utama. Aroma dupa spiritual yang menenangkan langsung menyambutnya. Di sekelilingnya, para kultivator dari berbagai klan dan tentara bayaran berlalu-lalang menawar barang.

​Seorang pelayan wanita berseragam sutra rapi segera menghampirinya dengan senyum profesional. "Selamat datang di Paviliun Harta Surgawi, Tuan. Ada yang bisa saya bantu? Apakah Anda ingin membeli atau menjual sesuatu?"

​Lin Chen mengubah suaranya menggunakan sedikit Qi agar terdengar lebih berat dan serak, seperti seorang pria paruh baya yang keras. "Aku ingin menjual material Binatang Iblis. Jumlahnya cukup banyak. Panggilkan penilai barang kalian."

​"Baik, silakan ikuti saya ke ruang VIP."

​Di dalam ruang VIP yang kedap suara, seorang pria tua berkacamata tebal sedang duduk meneliti sebuah pedang berkarat. Ia adalah Master Wu, Kepala Penilai di cabang Kota Awan Merah.

​"Tuan, silakan tunjukkan barang yang ingin Anda jual," sapa Master Wu tanpa repot-repot mendongak dari pedangnya.

​Lin Chen tidak banyak bicara. Ia melambaikan tangannya di atas meja giok yang luas.

​Clang! Krak! Bruk!

​Dalam sekejap, meja itu dipenuhi gunungan material. Puluhan Inti Spiritual Tingkat 1 yang bersinar, taring serigala sekeras baja, kulit macan tutul yang utuh sempurna, dan berbagai tulang keras lainnya.

​Master Wu tersentak kaget hingga kacamatanya merosot. Ia buru-buru berdiri dan mulai meneliti material-material tersebut dengan tangan gemetar.

​"Dua puluh... tidak, ini material dari setidaknya delapan puluh Binatang Iblis Tingkat 1!" Master Wu berseru takjub. Namun, yang membuatnya lebih merinding adalah ketika ia meneliti tulang belulang dan tengkorak monster-monster tersebut.

​"Ini... Serigala Taring Besi, tengkoraknya hancur lebur dalam satu pukulan benda tumpul. Macan Tutul Bayangan, tulang rusuknya remuk total. Astaga, monster-monster ini tidak dibunuh dengan senjata tajam, melainkan dihancurkan secara paksa dengan kekuatan fisik murni!"

​Master Wu menatap sosok berjubah hitam di depannya dengan rasa segan yang mendalam. Orang yang bisa membantai puluhan monster dengan tangan kosong setidaknya adalah seorang ahli di puncak Ranah Pengumpulan Qi, atau bahkan seorang ahli Bela Diri Fisik yang langka!

​"Tuan... kualitas material ini sangat luar biasa karena kulit dan taringnya tidak rusak oleh sabetan senjata. Paviliun kami bisa membeli semuanya seharga 30.000 Keping Emas," tawar Master Wu dengan hormat.

​30.000 Keping Emas! Itu setara dengan pendapatan seluruh klan kecil selama setahun!

​Lin Chen mengangguk pelan dari balik cadarnya. "Sepakat. Tapi aku tidak butuh emas. Aku ingin menukarnya dengan barang-barang."

​"Tentu, Tuan. Apa yang Anda cari?"

​"Satu Inti Binatang Iblis Tingkat 2 tahap puncak berlemen api. Sepuluh tangkai Rumput Tulang Besi, dan tiga Teratai Darah berusia minimal lima puluh tahun," sebut Lin Chen lancar.

​Master Wu mengerutkan kening, lalu tersenyum pahit. "Rumput Tulang Besi dan Teratai Darah tidak masalah, kami punya stoknya. Harganya sekitar 10.000 Keping Emas. Tapi Inti Binatang Tingkat 2 tahap puncak berelemen api... kebetulan kami baru mendapatkan satu dari lelang ibu kota. Berasal dari Singa Api Neraka. Masalahnya, barang itu sangat langka dan harganya dipatok 50.000 Keping Emas."

​Lin Chen mengernyit di balik topinya. Uangnya kurang 30.000 Keping Emas.

​"Apakah ada masalah, Master Wu?"

​Tiba-tiba, pintu ruangan terbuka. Seorang wanita cantik melangkah masuk, diiringi aroma mawar malam yang memabukkan. Ia mengenakan gaun sutra ketat berwarna merah marun yang menonjolkan lekuk tubuhnya yang sempurna. Bibirnya semerah darah, dan sepasang mata rubahnya memancarkan kecerdasan dan kelicikan seorang pedagang ulung.

​"Manajer Su," Master Wu segera menunduk hormat.

​Itu adalah Su Ya, Manajer Utama Paviliun Harta Surgawi cabang Kota Awan Merah. Meski usianya terlihat baru menginjak pertengahan dua puluhan, tidak ada seorang pun di kota ini yang berani macam-macam dengannya.

​Su Ya melirik ke arah meja yang dipenuhi material monster, lalu menatap Lin Chen yang tertutup jubah hitam. Mata rubahnya menyipit, mencoba menembus penyamaran Lin Chen, namun ia seperti menatap ke dalam lautan luas yang kosong.

​Teknik menyembunyikan Qi yang sangat sempurna. Orang ini bukan kultivator biasa, batin Su Ya.

​"Tuan ini kekurangan dana untuk membeli Inti Singa Api Neraka," jelas Master Wu cepat.

​Su Ya tersenyum menawan, berjalan mendekati meja. "Hanya masalah kecil. Inti Singa Api Neraka itu, anggap saja sebagai hadiah perkenalan dari Paviliun Harta Surgawi. Berikan beserta ramuan lainnya kepada Tuan ini, Master Wu."

​"T-Tapi, Manajer Su, itu kerugian sebesar tiga puluh ribu—"

​"Lakukan saja," potong Su Ya dengan nada yang tidak menerima bantahan, meski senyumnya tetap lembut.

​Lin Chen menatap wanita itu. Ia tahu di dunia ini, tidak ada makan siang gratis. "Apa yang Nona Su inginkan dariku sebagai gantinya?"

​"Tuan sangat lugas, saya menyukainya," Su Ya terkekeh pelan. Ia mengambil sebuah plakat giok kecil berwarna perak dari dalam lengannya dan menyodorkannya pada Lin Chen. "Ini adalah Plakat VIP Perak Paviliun kami. Saya hanya berharap, jika di masa depan Tuan mendapatkan material berharga lagi, atau mungkin sebuah resep pil kuno, Tuan akan memprioritaskan untuk berbisnis dengan Paviliun Harta Surgawi."

​Investasi. Su Ya sedang berinvestasi pada sosok misterius yang ia anggap memiliki kekuatan besar.

​Lin Chen mengambil plakat giok tersebut dari tangan lembut Su Ya, menyelipkannya ke dalam saku jubahnya. "Kau pedagang yang cerdas, Nona Su. Aku akan mengingat niat baik ini."

​Setelah menerima kotak berisi Inti Singa Api Neraka dan ramuan-ramuan tersebut, Lin Chen segera berbalik dan meninggalkan Paviliun tanpa menoleh ke belakang lagi.

​Su Ya menatap kepergian sosok berjubah hitam itu dari ambang pintu.

​"Manajer, apakah sepadan memberikan diskon sebesar itu pada orang tak dikenal?" tanya Master Wu masih merasa sayang.

​"Master Wu, matamu untuk menilai barang memang tajam, tapi matamu untuk menilai orang masih kurang," senyum Su Ya memudar, digantikan oleh ekspresi serius. "Tahukah kau? Meskipun dia menekan suaranya dan menyembunyikan auranya, langkah kakinya saat berjalan tadi... tidak lebih dari seorang pemuda yang bahkan belum mencapai usia dua puluh tahun."

​"A-Apa?!" Master Wu membelalak. "Pemuda yang bisa membunuh puluhan monster dengan tangan kosong?!"

​"Benar. Dan satu bulan dari sekarang adalah Turnamen Kota Awan Merah," Su Ya tersenyum penuh teka-teki, matanya menatap tajam ke arah pintu keluar. "Sepertinya, turnamen tahun ini akan menjadi pertunjukan yang sangat menarik."

1
yos helmi
biasanya kalau up nya satu dua bab.. ng akan tamat..
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍💪💪💪💪💪
yos helmi
biasanya cerita ng pernah selesai.. putus di tengah jln.. 🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣👍
yos helmi
🤣🤣👍🤣🤣🤣👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🙏🤣👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄👍👍👍👍😄👍😄
yos helmi
💪💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🤣🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍👍🤣🤣🤣🤣🤣💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍l👍l👍l👍l👍l👍l💪💪💪ĺ
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!