NovelToon NovelToon
Gadis SMA Milik Sang Duda

Gadis SMA Milik Sang Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Vava olive

Seorang gadis sma yang berpura-pura sudah kuliah dan mengajar les kini terjebak dalam sebuah hubungan yang membuat hidupnya berubah menjadi nyonya besar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vava olive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

"Sepertinya ini deh alamat kosan mikayla.."

"Wah iyaa benar ini sepatunya.." bathin nadia yang baru saja sampai di kosan yang cukup mewah.

Tok tok tok

"Mik.." panggil nadia.

"TUNGGU.." teriak mikayla dari dalam kamar kosan.

"Temennya mikayla yaa.." sapa seorang perempuan yang sepertinya kos di sebelah mikayla.

"Oh iyaa kak.." jawab nadia sembari menerima jabatan tangan dari perempuan tersebut.

"Sarah.."

"Nadia kak.."

"Sini-sini.." bisik sarah,nadia pun menghampirinya.

"Sering-sering main kesini yaa,aku sebenarnya kasian sama dia,dia setiap kali pulang ke kosan pasti malamnya kedengeran dia lagi nangis.."

Nadia mengernyitkan dahinya mendengar ucapan tetangganya tersebut,tanpa menjawab ia langsung kembali menghampiri pintu kosan mikayla.

Sedangkan sarah juga buru-buru masuk kedalam kamarnya sendiri.

"Sorry lama,.abis mandi.." jawab mikayla dengan rambut basah terbungkus handuk.

"Waahh kosan kamu enak banget yaa.."

"Waahh,ada balkon kecil.." puji nadia yang baru ini melihat sebuah kos-kosan.

"Hahaha dibanding kamar kita ya bagusan kamar kita,tapi sekalinya nyoba kos eh bener..nyaman nad.." jelas mikayla sembari menyisir rambutnya.

Nadia teringat ucapan sarah sang tetangga kosan mikayla bahwa ia sering mendengar temennya ini menangis,

Ia pun menghampiri mikayla.

"Sini aku bantu keringin,biar cepet.." ucap nadia beralasan sambil meraih hair dryer agar bisa menatap nadia dari pantulan kaca rias kecil milik mikayla.

"Hahaha tumben.."

"Biar cepet! Udah diem.." sentak nadia,ia pun mulai memperhatikan wajah mikayla dengan seksama.

"Benar,pasti tadi malam dia menangis,matanya masih sedikit bengkak.." bathin nadia.

"Yee katanya bantu malah bengong..sini aku sendiri juga bisa cepet kok.." mikayla lalu mengambil alih hair dryer dari tangan nadia dan mulai mengarahkan kerambut basahnya.

"itu foto mama mik?" Ucap nadia begitu melihat foto yang di cetak berukuran kecil dan di tempel di cermin tempat mikayla biasa mengaca.

"Iyaa.." jawab mikayla singkat.

"Kamu pernah ga kangen banget sama mama.."

"Ga terasa ya udah hampir 3 tahun.."

"Sesekali inget,tapi ga yang terus inget.."

"Aku kalau rindu pasti kemakamnya.."

"Terus kapan terakhir kemakam?"

"Tadi pagi pagi buta.."

"Ih jahatnya,kenapa ga ngajakin aku?"

"Aku juga kanget tau.."

"Hahaha nanti kalah aku ajak kamu yang ada kamu ngrusak suasana dengan tangisan-tangisan jelekmu itu.."

"Lain kali,kamu harus ajak aku..kalau tidak awas.." ancam nadia.

Mendengar ucapan sahabatnya itu ia kini tau penyebab dirinya menangis hari ini.

Ingin sekali nadia memeluk sahabatnya itu tapi dirinya sendiri pun tak kuat untuk menahan tangisnya,

"Apa mungkin dia melakukan itu karna sebenarnya.."

"Engga,itupun ga bisa di benarkan.."

"Suatu saat nanti aku akan membuatnya berhenti melakukan itu.." bathin nadia.

Nadia merebahkan diri dengan badan bersandar di dinding kamar kos mikayla,

Sembari menunggu temannya berdandan ia membuka ponsel miliknya yang sejak tadi ternyata sudah banyak sekali pesan masuk dan panggilan tak terjawab.

"Saga.." bathin nadia.

"Kenapa nad.." tanya mikayla yang kini sedang merapikan alat pelurus rambutnya.

"Ah engga.."

"Ga ada apa-apa kok,cuma pesan ga penting.." jawab nadia yang kembali menutup ponsel dan tetap mengabaikan pesan tersebut.

"Vino gimana nad??.."

"Minggu besok aku di mintanya buat nemenin ke gereja.."

"Wahh,kalau belum ada perasaan sama dia mah jangan mau.."

"Apalagi ke gereja,yang ada nanti dikenalin sama seluruh keluarganya.." mikayla kini menasehati nadia.

"Iyaa juga sii.."

"Udah siap?yuk sambil jalan aja.." ajak nadia.

Kini keduanya pun telah sampai di sebuah mall besar,

Seperti permintaan sebelumnya,nadia meminta mikayla untuk membeli beberapa baju.

Ia sedikit mempunyai rasa khawatir karna selama ini baju yang ia pakai memang setelan anak sekolah,bukan anak kuliah.

Mereka keluar masuk store dengan merk yang berbeda-beda,namun belum menemukan yang cocok.

"Aduh pusing deh akuu..udah sejam lebih nih nad.."

"Masa belum ada yang cocok juga si.."

"Kali ini cocok,satu lagi kita ke store yang itu..pasti kita ketemu.." bujuk nadia sembari menghampiri store bermerk z*ra.

Mikayla dengan gontai mengikuti langkah nadia yang sudah lebih dulu sampai dan langsung memilih baju untuknya.

"Ini bagus?"

"Atau ini?.." ucapnya sembari menempelkan beberapa atasan kemeja kebadannya.

"Yang itu aja.." ucap mikayla menyetujui.

Nadia mengambil baju bermodel kemeja yang berukuran s,padahal biasanya ia memakai baju ukuran m.

"Jadi bener kamu ga mau sekalian?" Tanya nadia ketika tengah mengantri untuk membayar baju-bajunya tersebut.

"Engga..bentar yaa aku mau ke toilet.." tanpa menunggu jawaban dari nadia,mikayla pun langsung tancap gas berlali meninggalkan nadia.

"Hmm.."

Beberapa saat kemudian tibalah gantian nadia yang sudah didepan kasir.

"Totalnya 1.499.000 kak.." ucap sang kasir.

"Oh baik,saya pake debit ya kak.." ucap nadia sembari meraih dompet di dalam tasnya.

"Pakai ini saja.."

Terlihat seorang lelaki tampan,mengacungkan kartu hitam miliknya yang bertuliskan nama "sagara pradhipta".

"Oh baik.." ucap sang kasir langsung mengambil kartu tersebut.

"Loh loh loh..tunggu kak.." ucap nadia.

"Pakai itu saja,dia kekasihku.." ucap saga yang langsung meninggalkan nadia.

Nadia mengejar arah keluarnya saga,tapi ia tidak menemukan kemana lelaki tersebut berjalan,nadia merasa saga hilang begitu saja seperti sedang berteleportasi.

"Ada apa nad.."

"Ah eh mm..engga ada apa-apa kok,aku nungguin kamu.."

"Udah dari tadi nih.." ucap nadia membohongi mikayla.

"Kok gugup begitu!.."

"Udah bayarkan?".

Nadia hanya mengangguk.

"Yaudah yuk ke atas,filmnya bentar lagi diputer,kita harus beli minuman dan cemilan dulu.." ucap mikayla sembari menyeret tangan nadia agar berjalan lebih cepat.

Di tengah-tengah film yang sedang di putar ia sekilas menatap mikayla yang terlelap dengan pulas,bahkan sedikit terdengar dengkuran ketika ia mendekatkan telinganya ke arah wajah mikayla.

"Hmm sudah pasti ketebak.." ujar nadia.

Namun yang lebih mengejutkan lagi adalah,tiba-tiba tangannya di genggam oleh penonton di sebelah kirinya,

Ia menoleh dan matanya melotot.

"Pak saga.."

Dengan sigap saga menutup mulut nadia,ia menatap sesaat nadia lalu setelah merasa nadia sudah tenang,ia dengan hati-hati menghilangkan pembatas antara bangku miliknya dengan nadia.

Semakin lama genggaman tangan saga semakin erat,hingga akhirnya nadia menoleh untuk menatap saga.

Lalu....

"Mmmhh.."

Lenguhan dari mulut nadia keluar begitu saja ketika saga dengan jelas melumat bibirnya perlahan.

Nadia pun dengan susah nafas mendorong tubuh saga.

"Aku takut.." ucap nadia.

"Aku akan keluar duluan,aku masih ada kerjaan.." ucap saga yang kembali mencium keningnya sebelum pergi.

Hi guys..aku akan bercerita sesuai yang dialami anak sekolah..tapi dengan cerita-cerita yang menarik

jadi terus dukung aku yaa

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!