NovelToon NovelToon
FROZEN DAWN

FROZEN DAWN

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Kutukan
Popularitas:530
Nilai: 5
Nama Author: Noulmi

Krystal, reinkarnasi Naga Es yang melupakan 98 kehidupan lamanya, tumbuh menjadi putri terbuang Kekaisaran Aethermoor. Dibuang ke Istana Aquamarine sejak usia tiga tahun oleh ibu yang dimanipulasi sihir, ia ditemani Mira dan dilindungi Eros—Dewa Nafsu yang menjadikannya calon istrinya. Kecantikannya memikat, namun hatinya rapuh akibat trauma penolakan. Ia membangun Proyek LadyBug untuk menghancurkan Ratu Seraphina dari dalam, merekrut para jenius terbuang sebagai senjata rahasia. Ketika Eros menolaknya demi kesucian, egonya hancur; ia nekat memeluk Hyal hingga batuk darah, menyadari racun berkat sang kakaklah yang menyiksanya. Kini di tanah Herkimer, Krystal bangkit—lebih dingin, lebih licik, dan bertekad menggulingkan takhta dengan tangannya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noulmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Eros berdiri mematung, menatap pintu kayu tebal yang baru saja dibanting dengan begitu keras. Gema hantaman itu perlahan surut, digantikan oleh suara detak jantungnya sendiri yang masih berpacu liar.

Tangannya yang tadi mendorong Krystal kini terangkat di udara, bergetar samar. Esensi dewanya yang biasanya sangat tenang, kini bergolak hebat akibat badai emosi yang bercampur aduk: rasa bersalah yang teramat dalam, kepanikan karena telah menyakiti wanita yang dipujanya, dan sisa-sisa ketegangan dari keputusannya untuk bertahan pada prinsip moralitas kuno miliknya.

"Sial," umpat Eros lirih, sebuah kata yang sangat jarang keluar dari bibir seorang entitas pelindung seperti dirinya.

Ia tahu ia telah melakukan kesalahan fatal. Bukan pada penolakannya—karena ia akan tetap memegang teguh komitmen itu demi kehormatan Krystal—melainkan pada cara ia mengeksekusinya. Dorongan fisik yang kasar dan kepanikan sesaatnya telah menyentuh trauma terdalam Krystal: rasa ditolak, diabaikan, dan dibuang.

Bantingan pintu yang dahsyat itu juga membuat seisi menara bersiaga. Di lantai bawah, Sorento yang sedang memeriksa peti-peti permata Alexandrite bersama Kin Zircone langsung menghentikan aktivitasnya. Tangannya refleks berpindah ke gagang pedang, sementara Mira yang sedang merapikan jubah penyamaran tersentak kaget.

"Suara itu... dari kamar Rys?" bisik Mira, wajahnya memucat.

Sebelum ada yang sempat bergerak, Krystal keluar dari *lift* dengan langkah-langkah kaki yang menghentak penuh amarah.

*Tak! Tak! Tak*!

Krystal tidak menatap siapa pun. Wajahnya yang memerah padam dipenuhi oleh emosi yang meluap-luap, dan matanya yang sewarna biru laut asli sempat berkilat tajam sebelum ia menyembunyikannya di balik tudung jubah.

"Jangan ada yang mengikutiku!" desis Krystal dengan nada dingin yang sanggup membekukan atmosfer ruangan. Suaranya tidak keras, namun mengandung tekanan intimidasi kuat yang membuat Sorento, Kin dan Mira mematung di tempat.

​Krystal menerobos pintu keluar belakang menara, menghilang ke dalam kegelapan malam kota Alexandrite yang sunyi.

Di kamar puncak menara, Eros berjalan cepat keluar kamar. Sorento dan Mira sudah berdiri di sana dengan tatapan menuntut penjelasan.

"Apa yang terjadi, Eros?" tanya Sorento, suaranya berat. Sebagai mantan ksatria yang pernah bersumpah melindungi Krystal, ia tidak bisa mengabaikan amarah sang putri, bahkan jika itu disebabkan oleh Eros sekalipun. "Rys pergi sendirian ke luar menara dalam kondisi emosi yang tidak stabil. Kau pasti paham kota penyihir ini sangat berbahaya untuknya."

Eros memejamkan mata sejenak, menarik napas dalam-dalam untuk mengendalikan akal sehatnya. "Ini salahku. Aku memicu amarahnya."

"Apa yang kau lakukan hingga Rys begitu marah?!" tanya Mira dengan nada cemas sekaligus tidak percaya. Ia tahu betapa Eros sangat memuja Krystal.

"Tidak dalam cara yang kau pikirkan, Mira," sahut Eros dengan rahang yang mengeras. Ia tidak mungkin membeberkan detail percakapan intim dan tabu tersebut kepada orang lain. "Aku hanya... tidak sengaja mendorongnya...."

Eros menatap lurus ke arah pintu keluar yang dilewati Krystal. Logikanya berteriak bahwa membiarkan Krystal berkeliaran sendirian di malam hari—dengan emosi yang tidak stabil—adalah resep sempurna menuju bencana. Namun, jika ia mengejarnya sekarang dengan ego Krystal yang sedang terluka parah, wanita itu hanya akan semakin menjauh.

"Sorento, Mira, tetap di sini jaga Elenoir dan Laura, pastikan juga Kin dan para pekerja distrik bawah tetap aman di dalam menara," perintah Eros, otoritas dewanya kembali memimpin.

Sebelum melangkah keluar, bel pintu berbunyi.

*Ding~Dong~Ding~Dong*~

Eros tidak membuang waktu satu detik pun. Berharap bahwa itu adalah Krystal yang telah kembali dari kenekatannya, ia langsung melesat dan membuka pintu depan menara dengan sentakan kasar.

"Dari mana saja ka—" kalimat Eros terputus di udara.

Sosok di hadapannya bukanlah Krystal. Melainkan seorang pria berjubah biru khas penyihir tingkat tinggi dari Menara Sihir Barat. Penyihir itu tidak mengucapkan sepatah kata pun; ia hanya menyodorkan sepucuk surat dengan segel lilin bermotif pusaran air, lalu... *Wushhh*! Ia menghilang seketika dalam pusaran sihir teleportasi, meninggalkan Eros yang mematung di ambang pintu.

Eros menunduk, menatap segel lilin pada surat di tangannya. Matanya seketika membelalak saat mengenali simbol magis tersebut.

"Hyal...?" desis Eros.

Kombinasi antara kaburnya Krystal, penggunaan batu teleportasi, dan surat mendadak dari sang Kepala Menara Sihir langsung menyusun sebuah konklusi mengerikan di dalam kepala Eros. Krystal telah menemui kakaknya. Krystal telah mendekati bahaya yang bisa mengoyak jiwanya lagi.

*Syuuuuut*!

Udara di puncak Menara Sihir Barat berdistorsi hebat saat Eros mendarat dengan kecepatan dewa yang sesungguhnya. Tekanan aura kegelapan dan kemurkaan yang ia bawa begitu pekat, hingga lampu-lampu sihir di sepanjang koridor langsung pecah berkeping-keping.

Namun, begitu sepasang matanya menatap lurus ke dalam ruangan kerja Hyal, napas Eros seketika tercekat.

Pintu ek besar hancur berantakan menjadi serpihan kayu. Buku-buku dan dokumen kekaisaran berserakan seperti habis dihantam badai. Dan yang paling membuat jantung sang dewa seolah berhenti berdetak adalah aroma besi yang familier—bekas tetesan darah segar berwarna merah pekat yang mengering di atas lantai marmer.

Rahang Eros mengeras, urat-urat di lehernya menegang. Seluruh esensi dewanya bergolak murni, bersiap untuk meratakan seluruh menara angkuh ini dan membantai siapa pun yang telah berani menyentuh wanitanya.

Namun, tepat sebelum sihir penghancurnya dilepaskan—

"Kau akan menghancurkan tempat ini, kan? Apa kau juga akan membunuhku?"

Sebuah suara mengalun datar, sedingin es di palung terdalam. Eros tersentak, matanya langsung beralih ke arah ambang jendela besar di ujung ruangan. Setelah Krystal selesai dimurnikan, ia meminta Hyal untuk kembali ke waktu tepat ia memeluk Hyal.

1
Jasa Curhat
waktu antara hyal memohon dan bulan purnama pertama tidak sinkron
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!