NovelToon NovelToon
Because, I Love You

Because, I Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:7M
Nilai: 4.9
Nama Author: MICHELLA

Squel novel lanjutan dari BUDAK CINTA.

Bagi yang belum membaca di karya ku sebelumnya silahkan mampir dulu ya !!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MICHELLA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9

Hingga tiba dirumah aku masih saja kesal dan sesak di dada mengingat apa yang ku lihat tadi di tempat kerja. Dari awal aku memang sudsh menebaknya, bahwa Khery tidak mungkin benar-benar serius akan perasaannya pada ku.

Aaarght. . . brengsek. Lagi-lagi aku di permainkan oleh nya, lalu bagaimana aku akan menjelaskan hal ini pada bunda??? Sudah pasti beliau akan lebih percaya pada Khery si playboy itu.

Aku terus saja menggerutu dalam hati dan mengumpatnya tanpa henti. Dia pikir aku akan cemburu jika dia mengetahui aku melihatnya tadi. Hanya saja Ini menyangkut kepercayaan ibu ku padanya yang sudah terlanjur berharap pada Khery.

" Sayang, kau sudah. . . "

Ibu yang menyapaku saat memasuki kamar, ku abaikan begitu saja lalu memasuki kamar ku dengan membanting pintu begitu saja.

" Fanny, ada apa Nak? Kenapa kau terlihat marah begitu, buka pintu nya. " Ucap ibu ku dari luar dengan mengetuk pintu kamar ku berulang-ulang. Namun aku tetap berdiam diri di kamar,

Menahan amarah ku ini, kembali aku teringat pada masa dimana dulu saat SMP aku juga pernah ada di posisi seperti ini. Aku merasa kesal, merasa sesak dan begitu sakit tanpa tau penyebabnya darimana ketika saat itu Khery menyatakan perasaannya namun hanya untuk mengerjaiku saja. Tanpa sadar air mata ku menetes dengan sendirinya menahan amarah yany kian memuncak.

Saat di SMP dulu kau memang selalu berhasil mengerjaiku dengan semua sikap mu itu Khery, tapi tidak kali ini. Aku akan pastikan kau yang menyesalinya kali ini. Aku bukan Fanny yang dulu selalu bisa kau permainkan.

Sementara ibu terus saja mengetuk pintu kamar ku semakin keras.

" Gapapa bunda, Fanny cuma capek aja. Fanny ngantuk bunda. " Jawab ku dari dalam kamar tanpa membukakan pintu untuk beliau.

" Tapi bunda ingin bicara sebentar. " Ucap ibu ku memaksa.

" Bunda, Fanny sedang tidak ingin bicara. Fanny capek !!! " Jawab ku setengah teriak yang kemudian tidak lagi terdengar suara ketukan pintu diluar kamar ku.

Ya, sebaiknya aku menyampaikan ini pada sahabat ku Maulida. Kita juga sudah hampir semingguan tidak saling berkomunikasi. Karena hanya dia yang mengetahui masa lalu kami di masa SMP dulu.

"" Halo, Fan. Gimana gimana???

Jawab nya dengan riang ketika menerima panggilan telepon ku.

**Da, kau masih berkomunikasi dengan Khery?

Masih kok masih, lusa kemarin dia memberitahuku bahwa dia sudah menyatakan perasaannya pada mu di hadapan tante langsung. Tapi kau menolaknya, apa itu benar baby**???

Cih, rupanya dia lebih cepat mengadukan hal ini pada Maulida. Dia memang paling pintar memprovokasi orang-orang terdekat ku.

**Aku, tidak bermaksud menolaknya begitu saja. Hanya ini terlalu cepat, aku ingin mempercayainya dan melihat keseriusannya dulu. Tapi. . .

Tapi apa Fanny**???

Aku terdiam sesaat, mungkinkah kali ini Maulida akan mempercayai apa yang aku lihat tadi???

**Tau gak sih, tadi sore saat di tempat kerja aku melihat Khery sedang bermesraan dengan seorang wanita cantik. Dan Khery terlihat sangat perhatian pada wanita itu.

Apa? Ah tidak mungkin, kau pasti salah lihat. Khery sungguh mencintaimu saja saat ini Fanny, percayalah.

Da. . . aku gak mungkin salah liat, itu beneran Khery. Atau mungkin dia memang sudah memiliki pacar, tapi dia masih sengaja mengerjaiku. Iya kan?

Ok sekarang gini aja, kau coba temui Khery dan coba lah memberinya kesempatan Fanny. Agar nantinya kalian tidak saling menyesal satu sama lain, saat masa SMP dulu aku tau kalian juga saling suka dan saat ini kalian kembali di pertemukan saat sudah sama-sama dewasa. Bukan kah ini takdir? Aku harap kalian memang berjodoh.

Baik lah Da, aku akan mencoba menemuinya. Terimakasih sudah mau mendengarkan cerita ku**.

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Ada baiknya aku mengikuti saran Maulida semalam. Aku ingin menemui Khery, tapi dimana? Ah, sebaiknya ku telepon saja.

Setelah ku coba menelpon nya berulang kali, akhirnya dia menerima panggilan telepon ku.

Halo Khery, entar malam jalan yuk.

Aku mengajaknya jalan lebih dulu tanpa basa basi, ini memang sedikit memalukan bukan?

**Ehm, maaf Fanny. Aku sudah ada acara lain dengan teman-teman ku.

Yaaaaa. . . sayang sekali. Padahal ada hal yang ingin aku bicarakan.

Bicara saja jika ada hal penting.

Eh, tidak. Kapan-kapan aja deh, ya udah deh maaf ya jadi mengganggu mu**.

Tanpa menunggunya mengatakan sesuatu lagi aku mematikan telepon ku segera. Ada rasa malu dan menyesal sudah mengajaknya jalan lebih dahulu, ini bukan seperti yang ku inginkan sebetulnya.

Jujur niat awal menelponnya aku ingin bertanya kenapa setelah beberapa hari ini dia menghilang tanpa kabar dan juga tidak lagi berkunjung ke kontrakan. Dan tentang wanita itu. . .

Ah sudah lah, lebih baik aku mengajak ibu jalan-jalan di mall kota ini. Karena sejak awal pindah di kota ini, aku tidak pernah ada waktu untuk sekedar berjalan-jalan menikmati kota baru ini bersama ibu.

Dan benar saja, ibu sangat senang setelah tiba di mall aku mengajaknya berkeliling. Dan membeli beberapa perlengkapan pakaian kita berdua.

" Bunda, kita sewa apartemen aja yuk? Supaya bunda lebih nyaman dan bebas dengan ruangan yang lebih besar juga bersih. " Ucap ku sembari berjalan santai di sekitaran mall kota ini.

" Sewa apartemen sangat mahal nak, apa tidak buang-buang uang nantinya? "

" Ehm, sebenarnya kak Rendy mengirimkan ku uang untuk menyewa apartemen. Mau ya bund, tenang aja ini tidak akan mengurangi uang bulanan kita kok. " Ucap ku berusaha meyakinkan ibu. Tapi tentang uang yang selalu Kevin berikan pada ku, aku belum berani mengatakan pada ibu. Ini akan menyinggung perasaannya, aku tidak ingin membuatnya sedih.

" Baik lah terserah kau saja nak, asal tidak membebanimu terlalu banyak." jawab nya pasrah menurut begitu saja.

" Tunggu sebentar, bukan kah itu nak Khery??? Tapi siapa wanita yang di gandengnya itu? " Ucap ibu ku kemudian dengan menunjuk ke arah depan yang membuat langkah kami terhenti.

Oh astaga Tuhan, akhirnya ibu melihatnya sendiri. Bagaimana ini?

Aku mulai panik ketika ibu melirikku dengan tatapan tajam.

" Fanny, apa kau dan Khery baik-baik saja? "

" Bundaaa, ayo lah. Fanny dan Khery dari awal hanya teman saja. Tidak lebih, dan wanita yang di gandengnya itu. . . Fanny juga melihatnya kemarin saat di tempat kerja. " Jawab ku dengan kepala menunduk. Aku tidak berani menatap wajah ibu ku secara langsung saat ini.

Dan Khery, kau sungguh bejat. Kau bilang sudah ada janji dengan teman mu? Teman wanita yang kau maksud bukan?

Aaaarght. . . Ingin sekali ku menghampirinya, tapi aku sedang malas ribut. Terkesan kekanakan jika aku melabraknya begitu saja saat ini, bukan kah aku dengannya memang hanya sebatas teman saja???

Tapi ibu. . . Akh, entah apa yang saat ini di pikirannya. Beliau hanya terdiam kaku tanpa kata, yang sesekali melirik ku dengan tatapan tajam.

" Kau tidak cemburu? " Tanya nya pada ku.

" Cemburu? pada Khery? Hahaha ya ampun bunda, ayo lah. Ini bukan saatnya melawak. " Jawab ku dengan tawa keras.

" Nak, bunda juga seorang wanita. Pabila seorang laki-laki sudah berani menyatakan perasaan hatinya pada seorang wanita, kemudian laki-laki tersebut terlihat menggandeng wanita lain, kita pasti merasakan sakit yang membuat kami justru sangat ingin memberontak dalam peperangan harga diri. "

Degh !!!

Haruskah aku cemburu melihat Khery dengan wanita lain? Ini sangat konyol bukan. Karena dari awal aku sudah tau dia hanya ingin mengerjaiku saja kala itu, hanya bedanya kali ini dia membawa serta ibu dalam permainan hatinya itu.

Ok fine, mau akan merasakan hal yang sama nantinya Khery. Aku biarkan Tuhan saja yang membalas sakit hati ku nanti, dan semoga Tuhan masih berbaik hati pada mu dan membiarkan aku yang membalasnya pada mu tidak peduli hal apapun itu.

" Bunda, ayo kita pulang saja. " Ajak mu kemudian mengalihkan.

" Nak, jawab dulu. apa kau cemburu melihat Khery tadi? " Tanya ibu ku memaksa.

" Bunda, sudah lah. Fanny baik-baik aja, karena dar awal masuk sekolah SMP hingga kini kami saling dewasa. Rasa yang dulu ada untuknya sudah mati. "

Mendengar jawaban ku dengan tegas ini, ibu seolah tampak merasa sangat bersalah hingga matanya berkaca-kaca menatapku. Dia seolah tidak mampu berkata apa lagi.

1
daftha
udah 5thn loh kak 😊😊😊
Dian Thalitha Balqis Iskandar: penasaran ya....kl pindah rumah ya infoin lah bisa kita datangi rumah baru nya ya kaann...aku pun suka dgn kisah ini dan penisirin ☹️
total 1 replies
Saujanar Renjana 88
Aaah, Bintang.
Saujanar Renjana 88
Kevin, aku tetap mencintaimu
Saujanar Renjana 88
Irgi aku padamu
Saujanar Renjana 88
Irgi, aku juga sama kaya, Bunda. Jatuh cinta
Saujanar Renjana 88
Meski sikapnya kekanak-kanakan, Irgi kaulah sosok yang Fanny butuhkan. Terima kasih sudah hadir dalam kehidupan Fanny.
Saujanar Renjana 88
Kevin terlalu baik, dia selalu peduli dengan orang sekitarnya. Hanya saja, itu menjadi kelemahannya untuk bersatu dengan Fanny.
Saujanar Renjana 88
Aku selalu merindukan karya ini dan membacanya berulang kali, entahlah. Aku sangat menyukai karya ini.
Saujanar Renjana 88
Dia harus mempertanggungjawabkan sesuatu yang bukan menjadi tanggungjawabnya. Fany andai kau tahu, Kevin sama terlukanya denganmu.
Saujanar Renjana 88
Akhirnya Egi muncul, eeeh sampai lupa Irgi apa Egi suami Fany? aku senang.
Saujanar Renjana 88
Sakit banget, ya, Fan, Vin.
Tapi aku salut dengan cinta kalian yang abadi meski hingga akhir tetap tak bisa bersatu.
Saujanar Renjana 88
Tu, Kan. Setiap kali mengingat Kevin aku langsung 😭😭😭 Thor. Adakah laki-laki nyata didunia ini seperti Kevin?
Saujanar Renjana 88
Hai, Kak.
Aku rindu dengan cerita ini, aku datang lagi.
Masih, sama, aku selalu terbawa suasana.
Sedih, Kevin, Irgi, Amar, aku merindukan kalian.
Ekha Satriani
up dong🥺
Irzah Irsyad Zahriyah
thor bikin hubungan pacaran pelangi sama joe ini yang sehat aja donk, cuma pegangan tangan aja gitu.... kasian pelangi anak nya lugu polos
Irzah Irsyad Zahriyah
fanny seharusnya sikapnya eg gitu, knp disaat perusahaan suaminya kolap, malah di tinggal pergi
Irzah Irsyad Zahriyah
😭nyesek banget kisah cinta fanni , huuuwaaaaaa
Irzah Irsyad Zahriyah
kenapa eg di buat nikah aja sama kevin thor
Apri Anto
wow udah lama ternyata
Rika_Faris
heh.... kenapa ngomongnya si lucky selalu terbata2 thor...?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!