NovelToon NovelToon
Arabella Secret

Arabella Secret

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti
Popularitas:6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Dina Melya

Pertemuan tidak sengaja Arabella dengan seorang wanita di cafe tempatnya bekerja, membawanya menjadi pengantin pengganti untuk seorang putra Billionaire Rusia, kondisi Arabella yang sedang membutuhkan banyak uang sehingga ia menerima penawaran wanita itu. Bukan hanya menjadi pengantin pengganti, ia juga harus menjadi putri pengganti dari seorang Billionaire Rusia yang memiliki pengaruh sangat besar di negara itu, Anara itulah nama barunya.

Neal Radislav tidak punya pilihan lain, selain bersedia melangsungkan pernikahan itu demi nama baik dua keluarga, walaupun Arabella memiliki wajah yang persis sama dengan kekasihnya, tak ada sedikitpun sikap manis yang Neal tunjukkan, baginya Anara adalah wanita yang tidak akan tergantikan di dunia ini.

Kenapa Arabella harus berpura-pura menjadi Anara? mampukan sikap lembut dan penyabar Arabella menaklukkan hati Neal? Rahasia apa yang tersembunyi dibalik sikap tertutup Arabella?

Ikuti kisah cinta mereka!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Melya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maxim dan Jessy

Ketika turun sarapan Ara melihat seorang pria yang sangat tampan  sedang duduk di meja makan, Ara tidak mengenali siapa pemuda itu, dilihat dari wajahnya ia masih sangat muda, ia  langsung tersenyum begitu melihat kedatangan Ara.

“Selamat pagi kakak ipar," perkenalkan aku Maxim pria paling tampan abad ini," ucapnya sambil bangkit dan mengulurkan tangannya, Ara  keget ketika pemuda itu memanggilnya kakak ipar, tetapi berusaha bersikap tenang, ia menyambut salaman Maxim  dengan melempar senyum ramah, Maxim mencium tangan Ara lembut, Neal yang baru turun menatap tajam kepada adiknya itu, Maxim sekilas melirik kepada Neal.

“Kakak sepertinya kakak ipar melayanimu  dengan sangat  baik," sapa Maxim kembali mendudukan tubuhnya. Tak ada jawaban dari Neal ia hanya membalas perkataan Maxim dengan tatapan tajam lalu mendudukan tubuhnya disamping Ara.

Belum hilang keterkejutan Ara seorang gadis cantik tiba - tiba datang dengan berlari kecil menuju meja makan lalu mendudukan tubuhnya di samping Maxim, ia menyengir

sambil memperlihatkan giginya yang putih rapi.

“Anak perawan tidak boleh bangun kesiangan," tegur Maxim sambil menyentil kening  Jessy.

“Kecuali kakak... karena mereka Pengantin baru." Lalu keduaanya cekikikan, namun seketika menghentikan tawanya melihat Neal menatapnya dengan menautkan alis matanya dan tatapan  dingin kakaknya seperti akan membuat mereka membeku.

“Kalian masih kecil jangan ikut campur urusan orang dewasa," seru Neal dingin menghentikaan kunyahannya. Ara hanya diam sambil memakan sarapannya.

“kakak ipar bikinin kami keponakan yang lucu-lucu ya," ucap Jessy sambil mengambil makanannya. Ara langsung tersedak mendengar ucapan Jesy, dengan cepat ia meraih gelas di depannya dan meminumnya sampai habis.

" Bagaimana bisa dua bocah ini berbicara seperti itu," guman Ara dalam hati.

Setelah menghabiskan makanannya Neal segera bangkit dari kursinya, tanpa bersuara ia meninggalkan meja makan, Mark yang sudah menunggunya langsung mengikuti langkah Neal dari belakang, begitu tubuh Neal menghilang dari ruang makan, Maxim dan Jesy segera bangun dan berpindah duduk di samping Ara keduanya mengapit kakak iparnya itu dan terlihat asik menatap dan memeperhatikan wajah Ara dengan saksama.

“Kenapa kalian bisa mirip begini ya...seperti saudara kembarsaja, aku juga pengen bertemu dengan orang yang bisa mirip seperti ini dengan ku," ungkap Jessy polos sambil terus menatap Ara.

“Wajah seperti kamu cukup satu saja, yang ini aja sudah membuat orang-orang malas melihatnya," seru Maxim tersenyum mengejek adiknya itu.

“Max…! Teriak Jesy marah.

“Kalian ini kenapa, cepat habiskan sarapan kalian," ucap Ara segera bangkit dari kursinya lalu pergi meninggalkan meja makan.

“Apakah kakak sudah pernah bertemu dengan Kakak Anara?" Tanya Jessy.  Mendengar pertanyaan Jessy Ara mengentikan langkahnya.

*****

Maxim dan Jessy adalah adiknya Neal, mereka berdua itu saudara kembar,  sekarang sedang menyelesaikan kuliahnya di Amerika, mereka pulang karena liburan kuliah musim panas, usia mereka dua puluh tahun, beda Sembilan tahun dengan Neal sedangkan dengan Ara berbeda empat tahun.

Mereka sedang duduk bersantai di karpet tebal di ruang perpustakaan, Jessy menceritakan tentang kisah cinta kakaknya dengan Anara,  Ara menyimak setiap perkataan Jessy dengan baik.

“Kakak tidak marah aku bercerita inikan? " tanya Jessy cemas begitu ia selesai bercerita. Karena sedari tadi Ara hanya diam .

“Tentu saja tidak Jessy, aku tidak punya alasan untuk marah," ucap Ara lembut.

“Tapi sekarang kakak kan istriya kak Neal," sahut Jessy.

“Ini hanya sementara, setelah  Anara  sudah bangun tugasku akan segera selesai, aku akan pergi itulah perjanjian yang telah kami sepakati," ucap Ara pelan.

“Tapi bagaimana  kalau Kak Anara tidak bangun?" tanya Jessy , Ara sangat kaget mendengar pertanyaan Jessy karena itu tidak pernah terpikir olehnya. Maxim langsung memukul lengan Jessy dengan buku yang di pegangnya, sehingga membuat Jessy mengaduh kesakitan.

Jessy yang tidak terima di pukul oleh Maxim segera membalasnya, namun dengan cepat Max kabur, sehingga keduanya saling kejar - kejaran, mulut  Jessy tidak henti memaki - maki saudara kembarnya itu, ia semakin kesal melihat Max yang begitu lihay mengindar membuat Jesy kesal dan mulai menagis, dengan cepat Ara menghampiri Jessy dan memeluk adik iparnya itu.

“Sudah jangan menangis," ucap Ara lembut mengusap punggung Jessy pelan.

“Anak kecil manja, bisanya cuma menangis," ejek Max.

“Aku akan mengaduhkanmu pada kakak!" Seru Jessy marah.

“Silakah saja aku tidak takut," sahut Maxim sambil menjulurkan lidahnya kepada Jessy yang membuat Jessy semakin kesal dan merengek dalam pelukan Ara.

Ara hanya menggelekan kepalanya melihat tingkah kekanak-kanakan kedua adik iparnya itu.

“Max sudah jangan mengoda Jessy," ucap Ara lembut.

"Iya..iya," ucap Maxim menidurkan tubuhnya di sofa, kesempatan itu langsung dipergunakan Jessy untuk membalas Max, ia langsung menduduki perut Maxim dan mencubitinya membuat Max mengaduh kesakitan.

“Kalau kalian tidak berhenti aku keluar saja!" seru Ara mulai kesal.

Mendengar ucapan Ara seketika Jessy menghentikan tingkahnya ia pun segera turun dari perut saudara kembarnya itu lalu duduk disampingnya, Ara mengambil buku yang tadi sempat diambilnya lalu mulai membaca bukunya, sedangkan Jessy dan Maxim sibuk dengan ponselnya.

“Kakak ipar, bagaiman kalau kita jalan-jalan keluar atau pergi ke Mall kita shooping," ajak Jessy sambil meletaknya ponselnya, Ara

sejenak menatap Jesy,

“Ayolah kakak, aku ingin sekali melakukannya karena aku belum pernah pergi belanja dengan kakak perempuan," rengek Jessy turun dari sofa lalu menarik-narik tangan Ara.

Sebenarnya Ara sangat ingin melakukannya karena selama tinggal di sini  dia pergi kemana-mana selalu dengan Peter.

“Tapi bagaimana dengan Neal, apakah dia mengijinkan aku pergi dengan kalian," sahut Ara ragu.

“Tenang saja biar aku yang akan bicara dengan kakak," ucap Jessy lalu segera mengambil ponselnya, lalu segera menghubungi Neal.

“Hallo, ada apa Jessy menelpon kakak?" Tanya Neal heran.

“Kakak bolehkan aku membawa kakak ipar keluar? " Tanya Jesy penuh harap.

Lama tak tak terdengar suara Neal.

“Kakak!"

“Kalian pergi berdua saja?" Tanya Neal akhirnya.

“Tidak, Max akan menemani kami," ucap Jessy, mendengar namanya disebut Max melirik Jessy dengan melototkan matanya pada Jessy.

"Kalau kalian pergi bersama dengan Max kakak akan ijinkan, jangan lama-lama kalau sudah selesai segera pulang!"

"Terima kasih kakak, Jessy sayang kakak," ucap Jesy lalu segera mengakhiri panggilannya.

“Beres kakak ipar, kakak sudah memberi ijin," ucap Jesy tersenyum senang.

“Max, tolong temani kita ya," bujuk Jessy sambil menatap sendu saudara kembarnya itu.

“Tidak... aku malas!" sahut Max tanpa mengalihkan pandanganya dari ponselnya.

“Masa kamu tega sama kakak ipar, kalau kami pergi tanpamu kakak tidak memberi ijin untuk keluar," rayu Jessy dengan memelas. Walaupun sering menjahili Jessy tapi ia tetap tidak tega bila sudah mendengar suara

memelas saudara kembarnya itu, apalagi ini juga demi kakak iparnya.

“Baiklah... jangan lama-lama berdandan, aku tidak suka menunggu lama!" Seru Max akhirnya.

Jessy berteriak kegirangan dan segera mengajak Ara keluar dari pustaka untuk berganti pakaian mereka,  Ara mengikuti langkah Jessy sambil tersenyum melihat tingkah manjanya.

.

.

.

.

 Bersambung

1
Konok Neng
sungguh kisah yg sangat indah 😍😍👍👍
imoe nawar
👍
Arye Ghad'iz BinAngun
bagus
Endah Lestary
ceritanya bagus pake 'banget'.tapi" H" nya bikin ilang fokus /Facepalm//Curse/
Dewi Siahaan
Kecewa
Dewi Siahaan
Buruk
Katherina Ajawaila
bagus cerita nya outhour 🌹🌹🌹🌹🌹
Katherina Ajawaila
dasar perempuan gila msk lo prodeo, ternyata pager mkn tanaman teman sendiri di suntuk narkoba. mari aja km nathalie
Katherina Ajawaila
jgn2 Nathalie, depresi berat. 🌝
Katherina Ajawaila
jgn. lebai lah Ara, dengar aja apa yg. Nesl bicara, toh ksmush sayang sm zNeal, jgn alrman ingat ada nafas bayi d perut mu
Katherina Ajawaila
soga cepat aja pemberkatan ulang nya biar Nathali sadar diri jgn mau nempel aja sprti benalu
Katherina Ajawaila
Natasya sm Matahari, beda tipis sm 2 edan.
Katherina Ajawaila
keren thour, aku suka🌹🌹🌹
Katherina Ajawaila
ternyata mrk berdua kembar dari anaknya Jannie toh
Katherina Ajawaila
keren thour, sumpah ceritanya aku suka 😭
Katherina Ajawaila
Antara biar gubrak aja sekalian, maksain kehendak😆aleman
Katherina Ajawaila
kasihan Arabella, plases thouryg bisa nentuin. hanya outhour. keren
Katherina Ajawaila
Anara arogan dan manja pantesan aja. sifat. nya ngk terpuji
Katherina Ajawaila
tau udh lg hmilAnara bangun lg dr tidur lamanya
Katherina Ajawaila
nah. lo. beneran kan semoga. kbar aja tuh baby
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!