NovelToon NovelToon
MIRRA (Pacar Pura-pura)

MIRRA (Pacar Pura-pura)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah / Teen
Popularitas:667
Nilai: 5
Nama Author: Mila Kylla

" Gue suka sama lo...lo harus jadi pacar gue!!" Suara berat seorang pria membuatnya cukup gugup.

"Maaf, tapi gue suka nya sama orang lain." Mirra dengan penuh keberanian menolak pria tinggi tegap yang berada di hadapannya.

"Nggak bisa, lo harus jadi pacar gue, titik!!!" Tegas pria itu sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Mirra.


Mirra Afessya, gadis belia yang baru saja duduk di bangku kelas satu SMA itu harus dihadapkan dengan pria yang ternyata diam-diam dan pura-pura mengagguminya.

Akankah Mirra menerima pengakuan paksa itu? Ataukah Mirra akan menolaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Kylla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hampir semua tidak setuju

Setelah selesai memilih beberapa dekorasi yang menurut mereka cocok, Satria dan Mirra pun langsung keluar dari toko.

" Mirr, mau makan apa buat makan siang?" Tanya Satria sambil masuk ke dalam mobilnya, begitu juga dengan Mirra.

"Apa ya kak, bingung nih, terserah kak Satria aja deh."

"Yaudah, mau fast food atau makanan lain?"

"Jangan fast food kak, nggak sehat, gue belum lama soalnya makan- makanan fast food."

"Oke deh, dimana aja kan?"

"Iya, dimana aja."

Satria pun dengan tiba-tiba mengembangkan senyumannya dengan begitu lebarnya, kalau bukan karena kedua orang tua mereka yang akan menikah, mungkin Satria tidak akan seleluasa ini bersama dengan Mirra, dan Mirra juga terlihat sudah tidak sungkan dan canggung lagi seperti dulu.

'Walaupun gue sedih karena gue harus ngerelain perasaan gue, tapi di sisi lain gue ngerasa bahagia karena gue bisa ada terus di sisi Mirra tanpa khawatir soal gimana tante Julia nggak ngebolehin dia deket sama cowok.' Batinnya. 

Dan Mirra, dengan tanpa sengaja dia melihat bagaimana Satria yang sedang mengembangkan senyumannya itu seorang diri.

" Kak, kenapa gitu senyum-senyum sendiri?" Tanya Mirra kemudian.

Satria pun menoleh dan melihat ke arah Mirra." Nggak apa-apa Mirr, gue cuma seneng aja karena sekarang lo udah nggak canggung lagi di deket gue, dan gue juga nggak perlu lagi khawatir ketauan sama mama lo.." Jawabnya sehingga membuat Mirra ikut tersenyum setelah mendengar jawaban dari Satria.

"Iya kak, lo bener, gue juga jadi nyaman banget di deket lo, ya sebenarnya sih dari awal juga udah nyaman, tapi gue masih jaga sikap aja sama lo waktu itu. Gue juga seneng kak karena kita bakal jadi keluarga."

Dan tidak lama setelah itu mereka pun sampai di sebuah restoran, Mirra dan Satria langsung turun dari mobil, mereka juga mulai masuk ke dalam restoran, dan setelah memesan makanan, tidak lama kemudian makanan yang mereka pesan pun datang.

" Gimana? Enak nggak makanan di sini?" Tanya Satria sambil mengamati raut wajah Mirra.

Mirra mengangguk. " Iya enak kak, kapan-kapan gue ajak kakak ke kedai mama ya, di sana juga makanannya enak-enak kak, dan mama pasti seneng kalo liat kakak mampir di kedai nya."

Seketika itu wajah Satria terlihat begitu sungkan, dia melupakan hal paling besar soal kedai makanan milik Julia.

"Ya ampun Mirr, gue lupa kalo tante Julia punya kedai, tau gitu kita makan disana tadi." Ungkapnya.

"Nggak apa-apa kak, lagian kedainya jauh banget dari sini kak, kapan-kapan aja."

"Iya deh, kapan-kapan,  kalo bisa sebelum pernikahan."

"Iya kak besok juga boleh abis pulang sekolah."

"Oke..." Jawab Satria dengan senyuman sumringah.

Dan di tengah makan siang mereka, tiba-tiba saja ada seseorang yang menghampiri Mirra, dia menepuk punggung Mirra dengan perlahan.

"Mirr, lo disini ? " Tanya pria yang saat ini sudah berada di sebelah Mirra.

Mirra menoleh dan melihat ke arah pria tersebut." Jeje? Lo juga disini?" Tanya Mirra begitu tau jika yang ada di sampingnya adalah Jeje.

Jeje pun mengangguk sambil melihat ke arah Satria dengan tatapan sedikit bingung, kemudian dia agak sedikit menunduk lalu berbisik pada Mirra.

"Kok lo jalan sama kak Satria? Emang nggak apa-apa?" Tanyanya khawatir pada Mirra.

Seketika itu Mirra langsung tersenyum lebar, dan itu membuat Jeje semakin bingung." Ntar gue ceritain, lo ama siapa di sini Je? Makan siang juga?"

Jeje menggelengkan kepalanya. " Ini resto om gue, gue tadi ada perlu bentar makanya mampir ke sini, dan pas mau balik, gue liat lo, jadi gue samperin aja."

"Ooohhh...lo udah makan? Mau gabung?"

Jeje menggelengkan kepalanya lagi lalu dia melihat ke arah Satria dengan tatapan yang masih bingung." Nggak Mirr, gue cuma mau nyapa lo aja, ini juga gue mau langsung pulang, gue duluan ya." Pamit Jeje kemudian sambil berjalan meninggalkan meja Mirra.

"Ya Je, ati-ati ya..."

Dan Mirra pun kembali memakan makanannya, sementara Satria, dia juga masih menikmati makanan nya namun dia juga ingin bertanya pada Mirra.

"Lo deket sama si Jeje?" Tanya Satria sambil menikmati makanan yang baru saja masuk ke dalam mulutnya.

"Iya, dia sahabat gue juga kak, di kelas gue cuma deket sama Jeje, Angkasa sama Raya, udah, mereka bertiga doang."

"Lo udah tau kalo si Jeje sepupunya Zian?"

Mirra mengangguk dengan pasti, " Iya gue udah tau kak, Jeje yang cerita, dan sebenernya dia juga nggak begitu setuju gue jadian sama kak Zian."

"Bukan dia doang Mirr, kayaknya emang banyak yang nggak setuju sama hubungan lo sama Zian."

" Lo juga termasuk kak?"

" Iya sebenernya, tapi mau gimana lagi, gue kan nggak bisa ngelarang-ngelarang lo juga, itu hak lo buat pacaran sama siapa aja, dan lo belum kasih tau ke tente Julia kan soal Zian?"

Mirra menggelengkan kepalanya. " Ini bakal jadi rahasia besar gue sih kak, lo juga jangan sampe keceplosan ya kak, dan kalo bisa om Dani jangan sampe tau juga soal hubungan gue sama kak Zian."

"Iya, rahasia lo aman kok sama gue..."

Dan setelah selesai makan siang, Satria pun mengantar Mirra pulang ke rumahnya.

*****

Esoknya.

Zraaaaaaassshhhhhhhh...hujan begitu deras, Mirra yang baru saja bangun dari tidurnya menarik kembali selimutnya dan menutupi seluruh tubuh nya sampai bagian wajahnya dengan selimut.

"Dingin banget, mana udah jam setengah enam." Keluhnya yang merasa malas beranjak dari tempat tidur karena cuaca dingin yang membuatnya terus ingin berbaring di atas ranjangnya.

Sementara Julia, dia mengetuk pintu kamar Mirra dengan perlahan, tok...tok...tok..."Sayang...kamu udah bangun belum? Mama masuk ya." Tanya Julia lalu membuka pintu kamar Mirra dengan perlahan.

"Udah ma, tapi aku males bangun, hawanya enak banget buat males-malesan di kamar."

"Kamu ini, tapi emang hujan nya deres banget sih, mama ini mau langsung berangkat, kamu kalo mau libur dulu juga nggak apa-apa kalo hujannya masih lebat."

"Iya ma, gampang..."

"Yaudah, mama berangkat ya sayang..."

"Iya ma, hati-hati ya ma...oh ya, ada sarapan nggak ma buat aku?"

"Ada sayang, tadi mama bikin mie goreng, nanti susunya kamu angetin sendiri ya."

"Oke ma..."

Julia pun dengan segera keluar dari kamar Mirra, dan di saat yang bersamaan ponsel Mirra juga berdering.

"Duh, siapa sih yang nelfon pagi-pagi gini..." Gerutunya sambil meraih ponselnya.

'Halo?'

' Udah bangun?' 

'(Mirra menjauhkan ponsel dari telinganya, lalu dia melihat siapa yang saat ini sedang menelfonnya, dan ternyata yang menelfonnya adalah Zian.) Oh lo kak, kenapa?' 

'Mau gue jemput nggak?' 

'Ya boleh deh, pas banget mama udah berangkat duluan.' 

'Yaudah ntar gue jemput.' 

Lalu panggilan pun berakhir, Mirra juga langsung beranjak dari tidurnya dan segera bersiap-siap.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!