Anne seorang single mom yang berjuang membesarkan putranya semata wayang. Dan ia bertemu kembali dengan sahabat sekaligus cinta pertamanya dahulu yaitu Byan. Awalnya mereka bersahabat tapi lama kelamaan timbul rasa suka. Tetapi keduanya terpisah karena ada salah paham. Tahun tahun berganti mereka di pertemukan lagi dan memulai kisah yang baru. Melanjutkan cinta yang sempat tertuda sekian lama
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shusia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9 # Restu Mama
Sesampainya di rumah Byan merebahkan tubuhnya, matanya menatap langit langit kamarnya.Ia masih binggung dengan perasaannya sendiri.
" By, besok pagi kamu sudah berangkat kok mama perhatiin dari kemarin ga ada semangat semangatnya kenapa?"
"Ga tahu nih ma, aku juga binggung. Perasaan berat gitu mau berangkat."
"Ada yang kamu pikirkan ya, cerita sama mama."
" Ma, kalau Byan menikah lagi gimana?"
" Yang benar kamu mau menikah lagi?"tanya mamanya kaget.
" Benerlah ma, masa Byan bohong sih. Tapi mama restuin ga?"
" Kan mama pernah bilang asal kamu bahagia mama pasti restui. Emang kamu sudah ada calonnya kok tiba tiba mau menikah."
" Calonnya sih ada, tapi Byan ga tahu dia mau apa ga. Minta doanya ya ma, semoga dia mau dan dia benar benar jodoh Byan."
" Pasti mama doain semoga dia jodoh yang selama ini di siapkan buat kamu. Katanya hari ini mau kamu ajak kesini mana kok belum datang?"
"Nanti sore ma, soalnya kalau siang sibuk sama kerjaannya."
"Kalau boleh tahu dia kerja dimana, masih gadis atau sama seperti kamu?"
" Kita sama ma, sama sama pernah gagal. Bahkan dia lebih parah masalahnya ma.Mungkin Byan juga pernah melukai perasaannya waktu masih sekolah dulu.
" Emang siapa dia, kok mama jadi peansaran."
"Nanti mama pasti tahu dan bakal bikin mama sama papa jadi senang."
" Mama udah ga sabar pengen ketemu", kata mama Byan dengan mata berbinar.
Drettt Dretttt Drett handphone Byan bergetar tanda ada pesan masuk.Tiba tiba ia tersenyum ketika membaca pesan dari Anne yang berkata kalau hari ini dia bisa main ke rumah.
" Ma, dia nanti mau kesini. Kalau gitu aku siap siap dulu terus berangkat jemput dia."
" Aduh By By, dari tadi sama sekali ga semangat giliran ada cewek mau kesini langsung deh.Kamu ga pernah berubah kalau lagi jatuh cinta", suka labil ledek mamanya.
"Ah mama, sekali kalilah lagian Byan yakin kok dia yang terbaik buatku. Semoga saja mama sama papa juga begitu."
Byan langsung bergegas menuju kamar mandi meninggalkan mamanya yang masih duduk di tepi ranjang. Perasaan bahagia membuatnya semangat.
Sementara di rumah Anne telah menyelesaikan masakannnya.Ia membuat puding untuk di bawa ke rumah Byan. Ia binggung harus bagaimana nanti kalau bertemu dengan kedua orang tua Byan. Walaupun sebelumnya mereka pernah dekat.
Anne dan Abby sudah siap sambil menunggu Byan datang keduanya tampak asik bercerita. Selalu ada hal menarik yang mereka ceritakan dan membuat keduanya tertawa.
Tak lama kemudian mobil Byan tampak datang. Abby begitu bersemangat melihat Byan yang turun dari mobil.
"Yeeeeiiii jalan jalan sama om", teriak Abby.
" Yeeii ayo berangkat",kata Byan.
" Om kata mama, Abby mau di ajak ke rumah om ya."
"Iya jagoan."
" Om di rumah sama siapa?"
" Sama mama dan papanya om,disana Abby pasti seneng soalnya di rumah om ada kolam ikan besar loh", sambung Byan.
" Wahh banyak ga om, kaya di kolamnya om Tama?"
" Om Tama siapa Bby, tanya Byan yang kaget mendengar ada orang lain yang di panggilnya om, apalagi Abby tampak akrab dengan sebutan tadi."
"Tama itu suaminya Inez, Abby suka main kesana kasih makan ikan di kolam."
"Oh Inez teman kamu itu ya.tinggal dimana sekarang udah lama ga ketemu."
" Masih di sini aja tapi mereka buka resto di dekat rumah, makanya Abby sering main ke sana."
" Main kesana yuk om nanti kita lihat ikan."
" Baik bos, nanti kalau habis dari rumah om kita lihat ikan di tempat om Tama."
Hati Anne semakin tak tenang ketika mobil Byan masuk ke gang yang menandakan rumah Byan sudah tak jauh lagi. Ia binggung harus bagaimana kalau bertemu dengan orang tuanya Byan.
" Ayo Ne turun udah sampai", ajak Byan yang membuatnya tambah gugup.
" Iya By, jawabnya lalu merapikan pakaiannya."
" Bismillah", kata hati Anne.