Bagaimana jadinya jika kalian baru saja lulus SMA dan ingin melanjutkan kuliah, Namun dengan syarat menikah dengan lelaki pilihan orang tuanya, itu lah yang di alami oleh Lavanya.
Lavanya harus menikah dengan laki- laki yang tidak ia kenal dan juga tidak pernah ia temui sama sekali dan ternyata laki- laki tersebut adalah seorang presiden mahasiswa di kampus yang akan menjadi kampus Lavanya.
bagaimana kisah Lavanya selanjutnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9. Makan malam
" Gue minta maaf"
Lavanya mengeryitkan keningnya lalu menatap ke arah Suaminya dan mengecek kening Sambara, siapa tau saja dia mabuk.
" Kakak mabuk ya?" tanya Lavanya dengan polos.
" enak aja, ini bungan tadi plus coklat karena gue tadi salah ngomong" ujar Sambara yang memberikan Lavanya coklat.
Lavanya melihat paper bag yang di bawa Sambara dan menerima bunganya "Ya.. makasih" ucap Lavanya.
" Ya sudah, ayo masuk " ajak Sambara pada istrinya.
" Kakak duluan saja, aku taruh ini dulu di mobil" jawab Lavanya.
" kenapa taruh di mobil? loe enggak suka?" tanya Sambara.
" Ya masak... aku bawa - bawa bucket ke dalam " sahut Lavanya berjalan ke arah mobilnya.
Sambara lebih memilih mengekori sang istri dan menunggu sang istri, saat di Lavanya membuka pintu mobil belakang, Sambara gagal fokus ada alamet dengan nama William yang menggantung di mobil sang istri.
Sambara mengambil Almet tersebut dan bertanya pada Sang istri, " Almet siapa ini?" tanya Sambara.
" Kak Liam" jawab Lavanya polosnya.
" kenapa ada di mobil loe? loe pacaran sama dia?" tanya Sambara.
Lavanya menghembuskan nafas kasar "Kak, Aku tau posisi aku kok sebagai ISTRI ORANG dan aku juga tahu batasan kok tenaga saja walau suami aku sendiri punya PACAR , tadi Kak liam ban mobilnya bocor dan aku enggak sengaja ketemu dia di jalan dan ya.. aku anter dia, udah itu doang kok" jelas Lavanya menekan kata ISTRI DAN PACAR. yang membuat Sambara merasa tersindir.
Lavanya kemudian menepuk pundak Sambara dan berlalu masuk ke dalam rumah dengan membawa masuk paper bag berisi coklat yang di beri oleh suaminya.
Sedangkan Sambara masih mematung mendengar perkataan sang istri yang kena di dia, tapi sekarang dirinya sudah putus dengan Aurora.
" kenapa gue jadi baper gini sih? ini buka loe banget Bar, aduh sadar bar sadar" gumam Sambara sambil menepuk- nepuk pipinya.
Sambara kemudian menyusul sang istri yang lebih dulu masuk ke dalam, saat di pintu masuk ia bertemu dengan Papa Mahagra yang baru saja pulang dari kantor.
" Papa" sapa Sambara mencium tangan papanya.
" Bar, sendiri aja istri mu mana?" Tanya Papa Mahagra .
" Udah di dalem, Papa baru pulang?" sahut Sambara.
" Iya nih.. ayo masuk" Papa Mahagra merangkul Sambara dan masuk ke dalam massion.
Saat di dalam Sambara mendapati sang istri yang tengah duduk bersama dengan mamanya dan Kakaknya di teras belakang sambil melihat Olivia dan Vio berenang.
" ehh papa udah pulang, mau mama bikinin teh pa?" Ujar Mama Zoya menyambut suaminya yang baru saja pulang, dan mencium tangan suaminya.
" Boleh Ma, tapi es teh ya.. ma.. haus banget soalnya papa" jawab Papa Mahagra .
" Iya pa" sahut Mama Zoya kemudian menuju ke dapur.
Papa Mahagra kemudian duduk di samping Freya dan di ikuti sambara yang duduk di samping sang istri.
" Tuh gitu... kalau jadi istri, suaminya pulang di sambut , di tawarin minum" bisik Sambara pada istrinya.
Lavanya menoleh ke arah Suaminya yang wajahnya masih tepat di sampingnya, terjadilah adegan saling tatap beberapa saat, hingga akhirnya Lavanya mengeluarkan kata yang membuat Sambara tidak berkutik.
" Kakak kan punya pacar, suruh saja pacar kakak yang sambut" jawab Lavanya kemudian sedikit menjauh dari suaminya.
" Vanya " panggil Papa Mahagra.
" Iya pa" jawab Lavanya.
" Gimana kuliah kamu? lancarkan? ada kendala?" tanya Papa Mahagra pada menantunya.
"Alhamdulillah , sejauh ini masih aman pa, teman- teman Vanya juga semua baik kok pa" jawab Lavanya.
" Alhamdulillah kalau begitu, kamu sekelas sama Vio kan?" .
" Iya pa" jawab Lavanya.
" Kalau kamu Bar, gimana skripsi kamu dan bisnis kamu?" tanya Papa Mahagra pada anaknya.
" Lancar pa, cuman agak susah aja bagi waktunya" jawab Sambara.
" Kamu masih ngurus organisasi?" .
" Masih Pa, paling dua minggu lagi baru serah terima jabatan, soalnya susah cari gantinya" sahut Sambara.
" Hubungan mu dengan Aurora sudah putus kan?" .
Bukan hanya Sambara yang langsung menatap ke arah Papa Mahagra tapi Lavanya dan juga Freya mengalihkan pandangannya mereka ke arah papa Mahagra.
" Kenapa kalian lihat papa kayak gitu? Papa tanya bener kan? Lavanya kayaknya juga tahu hubungan suami kamu dan Pacarnya kan?" ujar Papa Mahagra.
Lavanya tidak berkata apapun hanya mengagguk an kepalanya.
" Mantan pa" protes Sambara yang memang sudah putus dengan Aurora.
" Baru tadi kam putusnya? karena dia kasar sama Olivia, sebelumnya kamu masih berhubungan sama dia kan?" sahut papa mahagra.
" Apa? jadi yang kasar sama Oliv tadi itu pacar kamu? Bener- bener yaa.." Amarah Freya memuncak kala mengetahui siapa yang tadi membuat anaknya menangis.
" Duduk Freya, dia cuma narik telinga Oliv" jawab Papa Mahagra.
" Maaf pa , kak, ini semua salah Vanya , yang enggak jaga Oliv dengan benar" ucap Lavanya dan menundukan kepalanya.
Sambara merasa bersalah,seharusnya ia yang memerhatikan Olivia dan juga mencegah sang mantan pacar .
" bukan salah kamu Vanya tapi salah suami kamu, itu kenapa papa enggak setuju kamu sama dia, sekarang tau kan kenapa kita larang kamu"
obrolan itu berhenti di saat Vio dan Olivia selesai berenang dan itu membuat Sambara sedikit membuka matanya tentang Aurora.
...****************...
Setelah sholat Isya mereka berkumpul di meja makan termasuk Vio yang memang di undang untuk makan malam, tapi tadi dia ke massion bersama dengan Lavanya dan juga Olivia.
Mama Zoya dan Freya tampak melayani suami mereka, sedangkan Lavanya tengah bimbang ia harus melayani suaminya atau tidak , jika ia melayani ia takut di tolak.
" tolong ambilkan boleh?" bisik Sambara pada istrinya.
Lavanya menganguk lalu mengambil piring yang ada di depan suaminya dan menuangkan nasi dan beberapa lauk yang ada di meja.
" makasih" .
" Aduh so sweet banget yaa... beb, aku mau juga dong beb" seru Kiran menggoda kakaknya dan kakak iparnya.
" Nikah makannya" ejek Sambara.
" Dihh....diem dech yang penting aku mahh setia ya...gak beb? " Sahut Kiran.
" Yahhh... moga aja jodoh ya.... kalau enggak jodoh yang di buang mama sama papa kiran sih bukan Vio" sahut Freya.
" sutt... malah ribut, biar Adik kalian jadi Dokter dulu baru Nikah, kalau dia enggak mau nikahin Vio, mama yang buang di dari kk" sahut mama Zoya yang membuat suasana lebih cair.
" Ihh mama malah ikut- ikutan " rengek Kiran yang tidak malu di lihat oleh Vio dan yang lain.
Suasana malam itu menghangat saat obrolan- obrolan kecil terjadi dan candaan yang di lempar satu sama lain.
Lavanya yang terlihat memang cuek ia bisa merasakan perhatian dari keluarga suaminya, Membuat Lavanya merindukan kedua orang tuanya dan adiknya yang berada di semarang.