Nayla seorang gadis kota cantik dan periang telah jatuh cinta pada seorang lelaki desa yang tampan.
Namun cinta yang pertama kali di rasakan Nayla harus di lepaskannya karena status sosial diantara mereka.
"Aku akan selalu mencintaimu" lirih Nayla saat dia harus pergi meninggalkan Hamdi.
"Terima kasih atas cintamu, kamu akan selalu ada di hatiku" bisik Hamdi sebelum melepaskan pelukannya.
Kesetiaan cinta tak sanggup membuat cinta mereka bersatu. Cinta yang mereka pertahankan kandas di tengah jalan. Bagaimanakah perjalanan cinta yang mereka jalani. Yuk simak di novel perdanaku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Tak di Duga
Perjalanan menuju kota terasa begitu panjang, ini kali keduanya Nayla melewati jalan berliku penuh sensasi, bis Reot tua itu menderu-deru saat melewati jalanan yang mendaki. Dalam hati Nayla ketakutan namun berusaha di nikmatinya sambil membayangkan Naik jeet coaster yang sangat memicu adrenalin.
Setelah dua jam perjalanan bis tua ini pun memarkirkan bis di loket. Seluruh penumpang pun turun.
"Bang...Nanti kami pulang jam 5 ya...."
Rani berbicara pada sopir bis tua itu. Sang sopir mengangguk sambil tersenyum ramah. Hal ini selalu dilakukan Rani atau guru-guru lainnya agar tidak ketinggalan bis.
"Nay...kita ke pasarnya naik betor apa jalan kaki aja?" tanya Rani takit Nayla kecapekan jaln kaki...
"Hah...betor???"
"itu lho betor...becak motor"
timpal Rani sambil menunjuk pada betor yang baru saja melintas di depan mereka.
"Emang pasarnya jauh???"
" Gak jauh-jauh amat sech..."
"Ya udah jalan aja...sambil santai..."
Nayla menggandeng tangan Rani. Kebetulan Rani juga wali kelas jadi mereka punya tujuan yang sama. Jarak pasar dan loket tidak terlalu jauh...Pasar di kota ini memiliki bangunan 4 lantai dan di pelataran gedung ada tenda-tenda pedagang yang berjualan sayur-sayuran dan lauk pauk. Rani dan Nayla langsung menuju bangunan yang berjejer toko-toko baju, sepatu, buku dan lain lain.
Setelah dirasa semua yang butuhkan sudah lrngkap Rani mengajak Nayla makan di pinggir bangunan terdapat resto berbagai macam menu dengan harga terjangkau.
Saat mereka Asiik makan datang dua lelaki yang lumayan tampan, menghampiri mereka.
"Hai Ran..." Salah satu dari mereka menyapa Rani, Nayla melirik tersenyum. belum di balas Rani pemuda itu langsung duduk di samping Rani dan yang satu lagi duduk di samping Nayla. Nayla merasa tidak nyaman. Sorot matanya mempertanyakan hal ini pada Rani, dengan sigap Rani menjawab "Eeh...maaf Nay...kenalin ini Ridho yang kemarin aku ceritain sama kamu. dan ini temannya" menunjuk pemuda disamping Rani tanpa menyebutkan namanya. Nayla tersenyum terpaksa. Nayla bukan tipe wanita yang mudah bergaul dengan lelaki. Nayla sangat hati-hati berteman dengan lawan jenis.
Apakah ini semua sudah di rencanakan Rani? Nayla membatin dengan kejadian yang terlihat disengaja.
Setelah mereka selesai makan, mereka masih asiik bicara sekali-sekali Ridho mengajak Nayla bicara begitu juga dengan teman Ridho. Nayla hanya menanggapi sewajarnya ada raut wajah kesal di paras cantiknya namun Rani mengabaikannya karena Asiik ngobrol dengan Ridho.
Siang masih panjang, jam menunjukkan ke angka 2, itu artinya masih ada 3 jam lagi untuk bisa pulang ke Desa. Sampai kapan akan menanti Rani yang asiik pacaran.
"Nay...kita jalan aj yuk...nanti ketemuan di loket aja bareng mereka, mau sampai kapan kita jadi kambing congek disini" Ucap teman Ridho menarik tangan Nayla
"eh...iya Nay...kamu boleh kok jalan sama Hamdi dulu" Rani mendukung pria itu.
Apa...Rani bilang namanya Hamdi...berarti...
Dia yang sering telpon aku...kok gak bilang-bilang sich...kalau tau dari tadi aku kan gak bersikap dingin padanya. Nayla membatin menyesali sikapnya pada Teman Ridho yang bernama Hamdi.
Setelah Nayla tahu teman Ridho tersebut adalah orang yang sudah mengisi hari-harinya melalui telpon atau sms. Dan Nayla sangat bahagia bisa kenal dengannya lewat telpon walaupun belum pernah bertemu. Nayla mengangguk mengikuti langkah lelaki itu.
Hamdi memiliki paras yang tampan namun terlihat sedikit lusuh, karena kurang perawatan, ya mungkin dia bekerja di bawah terik matahari untuk hidupnya.
salam dari ke dinginan
done like komen fav dan rate 5 ya
Saling dukung ya..🙏😍
Salam dari
GADIS TIGA KARAKTER