Alana Rainne, Gadis Cantik dan Manis yang terlahir sebagai anak bungsu, dan harus terpisah dari keluarganya.
Penolakan yang terjadi berulang kali terhadap dirinya sejak kecil, menjadikannya sosok yang tangguh dalam perjalanan hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My. dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MAAFKAN IBU
Kali ini kediaman rumah Rosa seperti neraka yang mereka ciptakan sendiri, setiap hari Adi uring uringan, bahkan setiap malam mereka selalu ribut dan bertengkar, karena Adi semakin menjadi jadi, setiap pulang kerumah selalu dalam keadaan mabok berat.
"kak bolehkah minta rotinya seculi saja, " Ucap Bintang sambil memelas kepada kakaknya Bulan.
Bulan kini membagi roti nya dan berniat berbagi dengan bintang, tetapi naasnya roti tersebut langsung di raih oleh sarti. "Rotinya cuma satu, mbakmu belum makan, kalau kamu mau minta saja ke ibumu yang nggak becus itu. " Ucap Sarti dengan tatapan tajamnya terhadap bocah dua tahun itu.
kali ini bintang hanya bisa menangis tersedu sambil belari pulang lalu menemui ibunya yang sedang sibuk mengurus Alana sendiri an. Ya dalam keluarga tersebut Bulan menjadi cucu kesayangan kakek neneknya. Walaupun sama sama cucunya mereka selalu jadi perbandingan tersendiri dan membuat bintang selalu mengalah sejak dini.
......................
"Hay, Sayang kenapa menangis. " Ucap Rosa yang tiba-tiba mendapatkan pelukan dari Bintang, dan mendapatkan anaknya banjir air mata.
"Bintang mau roti, tapi nenek marah. " Ucap Bintang sambil tersendu sendu, ya Bintang sudah pandai berbicara sejak umur 1 tahun walaupun sedikit belepotan ngomong nya.
Walau ini bukan hal yang pertama kalinya, tetapi tetap saja membuat hati Rosa teriris, melihat anaknya diperlakukan tidak adil oleh neneknya sendiri, kerena Bulan identik dengan wajah Bapaknya berwajah manis mungkin itu sebagai alasan kenapa Bulan menjadi primadona dalam keluarga tersebut dan Bintang identik dengan Rosa berwajah putih Cantik.
"Sudah jangan menangis lagi, nanti beli sendiri ya sama ibu. " Ucap Rosa sambil tersenyum tulus dan mencium kening anaknya.
"Terimakasih bu. " Ucap Bintang dengan senyuman cerianya.
......................
BRUUUAAAKKKKK....!!!! Suara pintu di buka dengan keras.
"Ya Tuhan Mas, kamu mabok lagi?? " Tanya Rosa dengan panik, saat mengetahui Adi pulang dengan keadaan teler.
"nggak usah berisik, anterin aku ke kamar tamu, aku mau tidur di sana dan jangan ganggu aku, kamu paham.!!! " Ucap Adi memberikan peringatan kepada Rosa.
Rosa hanya mengangguk lalu membantu Adi berdiri lalu membopong ke dalam kamar. "Mas sampai kapan kamu mau seperti ini, kapan kamu berubah mas, lihatlah anak anak bagaimana mentalnya kalau setiap hari melihat Ayahnya seperti ini" Ucap Rosa mencoba memberikan pengertian terhadap Adi.
"BACOT.!!! " Setak Adi dengan murka. "Kamu itu harusnya sadar, kamu yang buat aku kayak gini, membuat ku selalu stress berada di rumah ini, bukannya malah ceramah, Sana pergi jangan lupa tutup pintu, aku sangat muak dengan mukamu dan anak anakmu. " Sentaknya lagi dengan murka.
Kali ini Rosa keluar kamar sesuai dengan perintah Adi, dengan wajah yang sembab dan penuh air mata, Rosa menuju kamar anak anaknya yang malam ini tidur dengan pulas.
"Maafin ibu naaak, " Ucapnya dengan suara yang tercekat, sambil memandangi wajah anaknya yang penuh damai. " Maaf, ibu telah membawa mu ketempat yang sulit, Maaf kehidupan kalian tidak seperti kehidupan layaknya anak anak yang lain, Maafkan ibu telah membawamu kedunia yang kelam ini nak. " Ucap Rosa sambil tersendu sendu sambil mengelus lembut kepala anak anaknya bergantian. " Ibu selalu melangitkan doa semoga kelak kalian hidup yang layak, bahagia, dan selalu dalam suka cita. " Ucapnya lagi dengan tulus.
"Allaannnaa, kamu demaaammmmm. " Sontak Rosa yang kaget saat menyentuh dahi Alana.
...****************...
Bantu Support karya ku dengan Like, komen, dan Vote 🙏.