NovelToon NovelToon
Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor / Office Romance
Popularitas:25.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sri Lztari

"Siapa bilang hidup tak seindah drama Korea. hidup jauh lebih indah dari drama ketika memiliki cinta"

ini adalah lika-liku kehidupan seorang gadis untuk menemukan jodoh/cinta sejatinya. karena terlalu terobsesi dengan karakter oppa-oppa yang ada di drama Korea, ia sampai tidak bisa jatuh cinta pada laki-laki yang ada di kehidupan nyatanya hingga usia ke 26 tahun. usia yang sudah cukup matang untuk menikah.

lalu suatu hari, sang Ibu berinisiatif untuk menjodohkannya dengan seorang pemuda, anak dari teman arisannya. padahal Yuna tidak menginginkan perjodohan, ia berharap bisa menemukan cinta sejatinya sendiri. namun, mengingat bahwa hidup tak seindah drama Korea, alhasil ia memutuskan untuk menerima perjodohan itu.

apakah Yuna berhasil menemukan jodohnya melalui perjodohan itu?
yuk! ikuti kisahnya 💃.

oh iya, jangan lupa tinggalkan jejak. like, komen, vote dan hadiah ☺️
bila berkenan berikan kritik dan saran juga ✌️
jazakumullahu khairan 🙏
🌹🌹🌹

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Lztari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemuda Asing Itu

“Hayo! Kamu dari mana tadi?” interogasi Wanda saat menghampiri meja kerja Yuna yang sudah siap untuk pulang.

“Kepo deh.” Sahut Yuna.

“Ayo, cerita dong.” Rengek Wanda. Kedua gadis itu kemudian berjalan beriringan meninggalkan meja kerja keluar dari gedung.

“Sebenarnya aku malas membahasnya. Bukan karena gak mau cerita sama kamu. Tapi aku gak suka objek pembahasannya.” Balas Yuna.

“Si Wisnu? Kenapa emang?,” bukannya berhenti membahas soal objek pembahasan yang dimaksudkan Yuna, Wanda malah semakin penasaran.

Yuna menggeleng frustasi atas ketidakpekaan sahabatnya itu, namun pada akhirnya ia pun menceritakan soal kejadian di cafe tadi.

“Aku benar-benar gak respek sama orang seperti dia, seenaknya sendiri, gak sabaran, gak menghargai orang lain. Ampun deh.” Gerutu Yuna. Keduanya kemudian duduk di halte.

“Siapa tau aja dia mau berubah. Kamu gak boleh pesimis.” Wanda memberi dorongan.

“Ya, semoga saja.” Harap gadis berlesung pipi itu.

“Ngomong-ngomong Kasim mana? Apa dia sudah pulang?” Yuna celingak-celinguk mencari keberadaan sahabat laki-lakinya itu.

“Udah pulang. Buru-buru dia pulang, ada kesibukan katanya.”

“Oalah pantas gak ada.” Gumam Yuna. Biasanya pemuda itu memang bersama mereka di halte ini, dengan sepeda motor andalannya, menemani para sahabat perempuannya menunggu tumpangan.

---ooo---

Berhenti di halte depan kompleks. Yuna pun segera keluar dari bus. Mengingat ia tidak sempat makan siang karena Wisnu, mungkin ada baiknya mengganjal perut sejenak di minimarket dengan roti. Aduh? Apa harus roti lagi? Bukankah tadi siang sudah roti?.

Di ruangan ber-AC itu, ia bergegas mengambil roti isi coklat dan air mineral. Menyerahkannya pada Mbak kasir lalu duduk pada meja yang disediakan. Selain untuk mengganjal perut, lumayanlah untuk ngadem sejenak.

Setelah selesai mengganjal perut ia teringat stok pembalut dan samponya telah habis. Mengingat bulan ini masa haidnya hampir tiba, ada baiknya menyediakan produk itu di rumah.

Berhasil memasukkan pembalut dan sampo ke dalam tas belanja, perhatian Yuna malah tertuju pada berbagai produk yang sedang diskon. Ia pun beralih menatapi produk tersebut dengan serius hingga seseorang yang ada di sebelahnya pun luput dari perhatian.

“Losion-ku masih banyak sih, tapi ini lagi diskon, sayang kalau gak dibeli.” Naluri emak-emaknya pun muncul jika sudah melihat diskon.

“Beli ah.” Ia langsung memasukkan losion tersebut ke dalam tas belanja.

Niat awal yang hanya ingin membeli pembalut dan sampo malah jadi memborong losion, camilan, anti nyamuk bahkan pulpen hanya karena bentuknya gemoy.

Merasa cukup dengan berbagai produk di tas belanjanya, Yuna melangkah menuju kasir. Melihat kasir satu sedang digunakan pelanggan lain, ia bergeser ke kasir dua. Menyerahkan tas belanja kepada Mbak kasir yang menjaga.

“Ada tambahan lain Mbak?”

“Enggak. Dan gak mau isi pulsa.” Jawabnya seketika berhasil membuat Mbak kasir itu tersenyum kecut.

Jenuh karena menunggu Mbak kasir yang masih menghitung total belanjaannya, Yuna iseng-iseng memperhatikan pemuda yang juga berdiri di sampingnya menunggu total pembayaran. Alangkah kagetnya Yuna karena pemuda itu adalah pemuda yang sama dengan yang dilihatnya siang tadi di halaman kantor. Ya, pemuda yang waktu itu ia sandari bahunya di bus.

Yuna menutup sejenak matanya untuk memastikan, apakah ia sedang berkhayal atau tidak, lalu membukanya kembali. Jantungnya seakan merosot, pipinya merona, netranya membulat, ternyata wajah pemuda itu sedang menatap dirinya. Ia tergagu namun tak mampu untuk memalingkan wajah darinya, pemuda itu mengernyit heran namun kemudian melempar senyuman kecil.

“K-kamu ... .” Yuna ingin melempar tanya namun pemuda itu sudah memalingkan wajah karena interupsi Mbak kasir. Akhirnya transaksinya sudah selesai. Ia pun berlalu keluar minimarket.

Bertepatan dengan itu, belanjaannya Yuna pun selesai di total. Ia segera mengeluarkan dompet dan merogoh isinya sesuai interupsi sang kasir.

Selesai dengan itu, ia langsung keluar lalu mencari keberadaan sang pemuda. Anehnya, pemuda itu malah memasuki area kompleks. Kebetulan sekali, Yuna pun buru-buru mengejarnya.

“Tunggu.” Teriak Yuna saat jarak mereka sudah dekat.

Ketika ingin menghentikan langkah di dekat sang pemuda yang sudah membalikkan badan itu, Yuna yang tergesa-gesa malah tersandung. Tentu saja tak semanis drama korea, ketika pemeran wanita tersandung lalu pemeran pria akan dengan sigap mendekap tubuhnya agar tak terjatuh, pemuda itu malah melongo saat menyaksikan tubuh Yuna yang terjerembab ke badan jalan. Plastik belanjaannya mendadak robek, membuat seluruh isinya berceceran di jalanan. Gadis itu hanya bisa mengaduh dengan lirih.

“Mbak gak apa-apa?” pemuda itu prihatin.

Pertanyaan konyol. Tentu saja, Yuna sedang tidak baik-baik saja. Ia jatuh tengkurap ke jalan beton, nahasnya itu terjadi tepat di hadapan pemuda asing. Karena memakai rok panjang dan baju lengan panjang, beruntung kulitnya tidak sampai lecet.

“Iya gak apa-apa kok.” Jawabnya meringis. Yuna mengangkat tubuh sambil menyembunyikan wajah. Rasanya terlalu malu jika harus menunjukkan wajah pada pemuda itu. Apakah rasa antusiasnya memanggil sang pemuda tersebut hanya untuk menunjukkan tutorial mempermalukan diri di hadapan orang asing?.

Pemuda itu segera meletakkan plastik belanjaannya di trotoar, kemudian ia berjongkok memungut barang-barang Yuna yang tercecer. Yuna pun segera berdiri lalu mengelus lengannya yang sedikit terasa perih.

“Eh, udah, gak apa-apa. Biar aku saja.” Ujar Yuna. Namun pemuda itu tak menggubris ia tetap melanjutkan aksinya.

“Plastiknya udah robek, kamu punya plastik cadangan?” tanya pemuda itu setelah berdiri di sebelah Yuna sambil merangkul barang-barang gadis itu di dada.

Tanpa menjawab Yuna malah meringis menatapi pembalut yang kini berada dalam pelukan pemuda asing itu. Ia benar-benar merasa canggung dan mati kutu. Bisa-bisanya pemuda itu dengan santainya menyentuh barang keramat tersebut.

“Maaf ya sudah merepotkan.” Tanpa izin Yuna langsung menyambar satu pack pembalut dari pelukan pemuda asing itu. Ia langsung memasukkannya ke dalam sling bag kecil miliknya. Meskipun muat, namun tas itu terlihat kembung. Hal tersebut menyita perhatian pemuda itu, ia keheranan, kenapa Yuna tiba-tiba merampas barang itu begitu saja dan anehnya barang lain dibiarkan masih dalam pelukannya.

“M-maaf kalau kau sampai kaget begini. Tapi itu barang pribadi.” Ungkap Yuna memecah rasa keheranan yang terpancar dari wajah pemuda asing itu.

“Oh iya. Seharusnya aku yang minta maaf. Aku gak tau kalau itu pribadi.” Balas sang pemuda.

“J-jadi begini, barang-barang itu biar aku tenteng saja. Rumahku juga sudah dekat.” Tergagap karena masih menahan malu, Yuna mencoba mencari solusi.

“Oh oke.” Pemuda itu hanya mengangguk lalu menyodorkan barang tersebut kepada Yuna. Gadis itu pun langsung meraihnya. Pulpen gemoy-nya diselipkan kedalam saku rok, sedangkan sampo dan losion ia tenteng di tangan kiri, anti nyamuk dan camilan ia dekap di tangan kanan.

“Sepertinya kamu kesulitan.” Pemuda itu menyadari.

“Ngak kok. Masih aman.”

“Yakin?”

Yuna mengangguk mantap.

“Oh iya, sebenarnya aku ada keperluan denganmu, tapi sebelumnya, boleh aku bertanya.” Ungkap Yuna malu-malu.

“Silakan.”

“Apakah kamu … pemuda yang waktu itu di bus? Kamu ingat aku kan?”

Pemuda itu melempar senyum kemudian mengiyakan.

“Sebenarnya aku mencari mu beberapa hari ini dan beruntung kita masih bisa bertemu.”

“Kenapa? Apa aku pernah berbuat salah padamu?,”

“Tidak! Bukan begitu. Aku ingin minta maaf karena dengan lancang sandar di bahumu waktu itu. Aku juga ingin berterima kasih karena kau sudi membayar ongkos busku. Jadi aku juga sekalian ingin mengganti uangmu.” Ungkap Yuna.

“Oh gak masalah, aku maklum kok. Lagian aku udah ikhlas, gak perlu diganti.” Balas sang pemuda.

“Kalau begitu, terima kasih banyak, jadi aku tidak perlu lagi merasa berhutang. Dan maaf untuk hari ini, aku kembali merepotkan mu.” Ujar Yuna lalu mengamati barang-barang di tangannya. Akhirnya ia merasa lega karena berkesempatan bertemu dan mengucapkan secara langsung permintaan maaf dan ucapan terimakasihnya. Dan itu tidak akan membuatnya terkesan buruk karena tanpa permisi bersandar pada bahu pemuda asing.

“Sama-sama.”

“Ngomong-ngomong, kamu tinggal di kompleks ini?” gadis itu melempar tanya, seperti kata Bang Udin hari itu, ia melihat pemuda ini turun di area ini dan hari ini pun ia berada disini, bisa jadi ia memang tinggal di kompleks ini.

“Benar. Aku tinggal di blok C. Kamu?”

“Aku di blok B. Apa kamu orang baru? Aku belum pernah melihatmu sebelumnya.”

“Iya, aku baru pindah beberapa hari ini.”

“Oh ya? Semoga kamu betah disini.”

“Aamiin.” Mereka berdua pun mulai melangkah meninggalkan tempat itu sambil membawa tentengan masing-masing.

“Pasti kamu kaget kan saat aku bersandar bahumu lalu mendadak turun dari bus? Bahkan aku tidak sempat berterima kasih.”

“Aku sempat heran sih. Tapi aku berusaha maklum, apalagi kau pasti lelah setelah seharian bekerja di kantor.” Mendengar itu Yuna tersenyum sipu. Mengingat betapa absurdnya dia.

“Oya, nama kamu siapa?”

“Kenalkan namaku Ayuna maulida. Biasanya dipanggil Yuna.” Jawab Yuna menundukkan kepala.

“Kalau kamu?”

“Namaku, Adelio prasaja. Panggil saja Lio.” Jawab pemuda bernama Lio itu sambil meletakkan tangan kanannya di dada dan menundukkan kepala.

1
Bilqies
hai Thor salam kenal yaa dariku...
aku mampir niih, jangan lupa mampir juga di karyaku yaa..
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
⭐⭐⭐⭐⭐ untukmu thor
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
luar biasa
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
1 iklan untuk Wanda, smg dia jodohnya Kasim😍
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
sekuntum 🌹untuk Wanda😍😍🫰
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
😭😭😭😭😭
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
aku menghela nafas, sesak rasanya, hanya karena bosan lalu berpaling mencari cinta yang lain, enak ya jadi laki laki☹️

semangat Wanda, sekuntum 🌹 untukmu😍
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
sekuntum 🌹buat author yang telah mengobati rasa rinduku,
kutunggu lagi updatenya😍🫰
Anita Jenius
3 like mendarat buatmu thor. semangat ya thor
Sri Lestari: Terimakasih banyak. terimakasih sudah mampir di cerita receh aku 🥰🌹
total 1 replies
Anita Jenius
Salam kenal thor..
Sri Lestari: salam kenal balik kak Anita 🙏
total 1 replies
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
lanjut thor😍👍
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
sekuntum 🌹 untuk author 👍😍
Sri Lestari: dengan ucapan yang sama kak. maaf lahir batin 🙏
total 3 replies
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
setangkai 🌹untuk author😍
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
amat sangat setuju sih kalo Wanda sama Kasim jadian, 😍👍
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: Asiaap thor😍
total 2 replies
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
Semangat thor 💪, semangkai 🌹 untukmu
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 🫰🫰🫰🫰🫰
total 2 replies
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
Asyik Yuna ada pawangnya, gak sendirian lagi ngelawan Denis
Sri Lestari
Wkwkwk gak sampe bgtu
Sri Lestari
sebelum Yuna ikut perjodohan lagi, harus gercep 😂
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
Yuna 👍
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
hadir thor
Sri Lestari: makasih kak selalu setia hadir di ceritaku. padahal aku jarang nongol. nongol cuma buat up aja hhhe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!