NovelToon NovelToon
Mencintaimu Seiring Waktu

Mencintaimu Seiring Waktu

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Nikah Kontrak / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:71.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jumillah

"Status kita sudah menikah." Ucap Jade tiba - tiba pada Dustin.

"Apa - apaan kau!!" Dustin tidak terima.

Tapi Jade benar - benar masa bodo dengan suara keberatan Dustin dan justru langsung memberikan buku nikah yang entah bagaimana caranya sudah ada di sana.

"Dua bulan, hanya dua bulan. Setelah dua bulan, kita akan berpisah." Jade berucap dengan tegas.

Demi menjaga kedamaian keluarga, Jade si gadis dingin dan Dustin si pria anti wanita terpaksa terikat dengan kerjasama konyol dan membawa nama pernikahan di dalamnya. Jade terpaksa menyetujui bujukan bosnya yang mengatakan bahwa pernikahan itu hanya akan bertahan dua bulan saja, dan Jade menyetujui itu.

Nyatanya lebih dari dua bulan mereka masih terikat dalam kerja sama itu, dan justru tumbuh perasaan pada salah satu dari mereka. Bisakah dua orang keras kepala itu saling jatuh cinta nantinya??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS. 9. Dustin uring - uringan.

Jade memakai pakaian serba hitam saat ini, dia berencana menyelinap masuk kedalam kamar ayahnya. Dia memanfaatkan kesempatan ketika Malina sedang berada di ruang kerja Derec.

Kenapa Jade berpakaian serba hitam? setidaknya jika dirinya ketahuan, orang rumah akan mengira dia pencuri bukan Jade. Jade melakukan itu agar Malina tidak tahu bahwa Jade sedang menyelidiki dirinya.

'Tuhan memihak padaku kali ini.' Batin Jade, lalu dia masuk kedalam kamar ayahnya yang kebetulan tidak di kunci.

Dia mencari dimana Malina meletakan botol vitamin milik Derec, lalu dia akan mengambil isinya. Jade berencana mengetes kandungan yang berada di dalam vitamin itu di laboratorium lalu menyerahkannya kepada Derec.

"Itu dia." Gumam Jade menemukan botol vitamin milik Derec.

Dia mengambil beberapa isinya, tapi tiba - tiba terdengar suara pintu di buka. Untungnya posisi Jade tidak di depan pintu, dia pun langsung bergegas sembunyi di balik hordeng.

'Sialan, kenapa ada yang datang di saat - saat seperti ini.' Batin Jade.

Ternyata itu adalah Malina, dia masuk sambil bergumam mengutuki Derec.

"Aku akan buat dia cepat mati saja, dengan begitu, putrinya tidak akan mendapatkan sepeserpun harta milik ayahnya. Dia yang sombong itu, akan aku injak di bawah kakiku." Gumam Malina.

Jade tentu mendengar itu di balik hordeng, rasanya dia ingin sekali muncul dan membunuh Malina dengan tangannya langsung. Tapi Jade tidak mau melakukannya, jika ia membunuh Malina begitu saja rasanya tidak adil untuk ibunya. Malina harus menanggung hukuman dari perbuatannya terhadap ibunya, kematian terlalu mudah untuk Malina.

Malina terkejut melihat botol vitamin milik Derec bergeser dari posisi biasanya, Malina langsung menatap sekeliling kamarnya seakan dia tahu kamarnya telah di masuki orang tanpa sepengetahuannya.

"Apa ada yang masuk kemari? Botol ini berpindah dari tempatnya." Gumam Malina, Jade juga menjadi panik sekarang, tidak dia sangka Malina sangat berhati - hati dengan segala hal.

Malina melihat hordeng yang menyembul, dia pun berjalan menghampiri hordeng itu. Jade mendengar langkah kaki Malina semakin mendekat kearahnya, dia sebisa mungkin tidak bernafas dan semakin tegang.

'Sialan, apa aku akan ketahuan begitu saja.' Batin Jade.

Malina mengulurkan tangannya dan membuka dengan kasar hordeng kamarnya, tapi ternyata tidak ada siapapun.

"Kosong. Apa hanya perasaanku saja?" Gumam Malina.

"Ma, dimana vitaminku." Teriak Derec dari luar.

"Ya sayang, aku keluar." Sahut Malina, lalu dia pun keluar dari kamarnya.

Jade menghela nafas lega, dirinya nyaris tertangkap basah oleh Malina. Posisinya bersembunyi bersebelahan dengan hordeng yang Malina singkap tadi, nyaris..

"Hampir saja.." Gumamnya.

Jade keluar dari persembunyiannya lalu dia melanjutkan aksinya, yaitu mengambil sampel dari teh yang berada di poci milik Derec. Dia mengambil sedikit dan memasukannya kedalam botol, lalu dia langsung keluar dari kamar Derec sebelum ada yang kembali datang.

Jade kembali ke kamarnya lalu langsung berganti pakaian dan berjalan keluar. Saat itu juga dia berpapasan dengan Malina di lantai bawah.

"Anak gadis keluar malam - malam, sepertinya budaya luar negeri sudah mendarah daging di tubuhmu." Sindir Malina.

"Bagaimana lagi, aku tinggal disana sudah lebih dari sepululuh tahun. Club malam adalah playgroud bagiku, bye.. mama tiri." Ujar Jade lalu melenggang pergi.

'Kurang ajar, lihat saja.. aku akan buat kesombonganmu itu terinjak injak.' Batin Malina.

Jade melesat langsung menuju ke rumah sakit, di sana dia memberikan sampel yang dia ambil tadi pada dokter untuk di periksa, agar dia bisa tahu kandungan racun apa yang sudah ibu tirinya itu berikan pada ayahnya.

Dia melihat jam tangannya dan ternyata hari sudah larut malam, dia pun langsung ergegas pulang.

'Semoga mommy Sierra tidak benar - benar datang, aku tidak menyangka sesulit itu mengambil sampel.' Batinnya.

Tak lama, dia sampai di penthousenya dan Ben bernafas lega melihat Jade datang.

"Ada apa?" Tanya Jade pada Ben.

"Kamu lihat sendiri saja.." Sahut Ben ambigu. Jade mengangguk dan naik ke atas.

Jade masuk dan melihat kondisi penthouse yang gelap, dia pun berjalan menuju tempat saklar lampu dan menyalakannya. Jade terkejut karena melihat Dustin duduk di sofa gelap - gelapan dengan melipat kedua tangannya di dada dan kaki kanannya di silang ke kaki kiri.

"Astaga! Kamu mengagetkanku saja." Ujar Jade.

"Tidak sekalian saja kamu menginap di luar sana? Kenapa harus mengatakan pergi sebentar tapi nyatanya sangat lama? Bukankah aku sudah bilang jangan pulang terlalu larut!?" Ucap Dustin tiba - tiba dan bangun dari duduknya menghampiri Jade.

Jade tentu terkejut mendengar ucapan Dustin yang seolah sedang memarahinya karena pulang larut.

"Apa kamu baru saja membentakku?" Ujar Jade.

"Mommy datang kemari dan mencarimu, sejak sebelum kamu pergi aku sudah bilang jangan pulang larut, kenapa kamu tetap tidak mengerti?" Ujar Dustin.

"Kam.."

"Aku tahu mungkin kamu punya kekasih di luar sana, tapi bisakah kamu hargai kerja sama kita? Kita bahkan belum mengakhiri kerja sama kita dan kamu sudah mengumbar kesenanganmu di luar sana dengan kekasihmu." Dustin memotong ucapan Jade.

Jade meranga mendengar ucapan Dustin, dia tidak habis pikir dengan pemikiran Dustin yang mengira dirinya sudah memiliki kekasih di saat masih dalam kontrak kerja.

"Pertama, ini sudah bukan jam kerjaku. Kita sudah menyepakati bahwa di luar jam kerja, aku boleh mengurusi urusan pribadiku." Ujar Jade sambil mengangkat jarinya membentuk angka satu.

"Kedua, aku sangat menghargai kerja sama kita dan aku tahu batasan - batasanku. Aku masih memiliki otak untuk sekedar berbuat hal yang merugikan, apalagi kekasih. Aku tidak memiliki waktu untuk mengurusi hal - hal berbau asmara. Terimakasih." Ujar Jade lagi, lalu langsung berjalan pergi dan masuk kedalam kamarnya.

Dustin masih diam dan mencerna ucapan Jade, dia kemudian menghembuskan nafasnya kasar dan kembali duduk di sofa.

"Apa yang kamu lakukan, Dustin.." Gumamnya sendiri malah menjadi merasa bersalah.

Dustin tidak mengerti mengapa dia merasa begitu kesal sejak Jade pergi. Bahkan saat Sierra datang, dia masih uring - uringan.

'Dia tidak berbau minuman atau rokok, jadi dia tidak mungkin pergi ke bar. Dan tadi dia bilang bahwa dia tidak memiliki waktu untuk mengurusi asmara, artinya dia tidak punya pacar. Jadi dia pergi kemana?' Batin Dustin.

Entah mengapa ada rasa lega mendengar Jade tidak memiliki kekasih, Entah Dustin mengkhawatirkan kontrak kerja samanya dengan Jade atau itu dari dalam hatinya, tidak ada yang tahu.

Keesokan harinya..

Dustin sudah bangun pagi - pagi buta, dia tidak bisa tidur nyenyak dan terus merasa bersalah karena sudah memarahi Jade semalam. Dia bingung bagaimana caranya meminta maaf pada Jade, jadi dia duduk gelisah di sofa seperti orang menahan BAB.

Ketika Dustin berdiri, saat itu juga Jade membuka pintu kamarnya, kedua orang itu sama - sama terkejutnya.

"Kamu sudah bangun?" Ujar Dustin, menjadi gugup sendiri.

Jade sedikit bingung mendengar nada bicara Dustin yang sedikit gugup, tidak setegas biasanya.

"Ya, apakah ada sesuatu yang membutuhkan aku?" Tanya Jade dengan santai.

"Mm.. tidak ada. Aku minta maaf untuk perkataanku semalam, aku tidak berpikir panjang dan memarahimu." Ujar Dustin. Tapi Jade malah menjadi heran, seorang Dustin yang keras kelapa dan datar seperti tembok itu meminta maaf.

"Kamu meminta maaf padaku?" Tanya Jade menunjuk dirinya sendiri dengan tatapan bingungnya.

"Hm." Sahut Dustin memgangguk.

Jade tersenyum dan perlahan senyum itu semakin lebar dan berakhir dia tertawa terbahak sendiri. "Pft.. Haha." Tawa Jade pecah. Dustin tentu bingung melihat itu.

"Hei, aku sangat serius meminta maaf tapi kamu hanya tertawa?" Ujar Dustin.

Jade tidak bisa mengendalikan tawanya, dia sangat lepas. Dustin bahkan sampai malu sendiri karena di tertawakan sebegitu konyolnya oleh Jade, tapi dia jadi ikut tersenyum melihat tawa Jade yang begitu lepas, dia tidak pernah melihat tawa Jade yang selepas itu.

"Kamu masih memikirkannya?" Tanya Jade.

"Tentu saja, aku berpikir mungkin aku sudah menyinggungmu." Ujar Dustin polos.

"Ekhem! Semalam memang aku tersinggung, aku bahkan marah. Tapi aku bisa mengertikan kemarahanmu, aku juga bersalah. Mari lupakan saja, aku bukan orang yang berlarut - larut marah hanya karena hal sepele." Ujar Jade, lalu mengulurkan tangannya.

Mereka berdua akhirnya berjabat tangan dan sepakat untuk saling memaafkan.

"Mari bicarakan ulang kerja sama kita, karena sepertinya kamu memiliki banyak kesibukan." Ujar Dustin.

"Mmm.. tidak perlu. Sepertinya aku mungkin memang akan semakin sibuk, tapi aku akan mencoba yang terbaik. Segala sesuatunya tidak harus berjalan di bawah surat kerja sama kita, bukan?" Ujar Jade.

"Aku bisa pastikan bahwa aku tidak akan memiliki pacar dan aku juga tidak akan melakukan hal - hal yang merugikan keluargamu seperti pergi ke bar atau tempat semacam itu, selama kerja sama kita masih berlangsung." Ujar Jade lagi.

Dustin tertegun mendengar kelugasan Jade yang mengatakan bahwa dirinya tidak akan memiliki pacar selama kerja sama berlangsung, entah mengapa ada sedikit rasa lega yang dia rasa.

"Kamu serius??" Tanya Dustin.

"Ya, aku serius" Sahut Jade.

"Baiklah, aku pegang kata - katamu." Ujar Dustin, dan Jade mengangguk.

"Dan sekarang aku meminta ijin darimu, apakah aku boleh pergi?" Tanya Jade.

"Tidak bisa, mommy kemarin mencarimu dan sekarang kita harus kesana." Ujar Dustin, Jade pun mengangguk mengerti.

"Okay." Sahut Jade. Dia berencana ke rumah sakit untuk mengambil hasil lab, tapi dia bisa melakukannya nanti.

...TO BE CONTINUED.....

1
sil_29
Bagus banget 👍👍👍👍👍👍👍
Rika Yudesni
baguuuusssss
Little Fox🦊_wdyrskwt
ku sudah mampir/Proud/
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐: Uuah, makasih kak..
total 1 replies
Mamath Ziad Malik
kamu emang terlambat cio udah digeser sama Dustin didalam hati j
Mamath Ziad Malik
lah sekarang jade deng yg direbutin Dastin sama Lucio
Mamath Ziad Malik
minta bantuan mommy sieradonk kam mommy siera hacer handal
Mamath Ziad Malik
mampir juga pengen tau Dustin bucinnya
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐: Makasih banyak kak.. 😉
total 1 replies
Nur Bahagia
singkat cerita, ternyata udah end 😁baguuss cerita nya Thor 🥰
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐: Makasihhhh banyak kak 🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🙏🏻
Maratonin novel othor. 🥹 Maaf kalo ada kata yang kurang baik san salah ya kak, masih belajar othor nya
total 1 replies
Nur Bahagia
wkwkw lucu banget ngebayangin Niklaus nyengir 😅
Nur Bahagia
Kereennn.. Dustin lebih cocok jadi Lucifer.. kalau Justin kurang cocok.. kurang kejam 🤭
Nur Bahagia
Ben selalu pengertian 🤗
Nur Bahagia
sabar ya bang Ben 🤭
Nur Bahagia
🤗🥰
Nur Bahagia
he love u Jade 🤗
Nur Bahagia
singkat cerita 🤭
Nur Bahagia
wkwkkw langsung mau di traktir 🤣
Nur Bahagia
waduh bakalan ruwet wess 🤭
Nur Bahagia
😅
Nur Bahagia
Jade 🤗
Nur Bahagia
kacang kacang 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!