NovelToon NovelToon
Setelah Kehilangan

Setelah Kehilangan

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Poligami / Tamat
Popularitas:29.8k
Nilai: 5
Nama Author: sri ratna puspita

Talakku jatuh karna kesalahanku sendiri, namun dengan egoisnya aku masih menahan neira agar tetap selalu berada di sisiku.

Aku berkubang dalam genangan dosa, berzinah dengan istriku sendiri saat talakku telah jatuh tanpa sepengetahuan neira.

"Maafkan abang neira, sanggup abang lakukan apapun termasuk menanggung dosa besar hanya agar kamu tak pergi dari hidup abang. " Batinku menatap neira yang tertidur pulas, setelah kami kembali berhubungan suami istri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sri ratna puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab Sk 9

Bab 9

(Hallo assalamu'alaikum abang,nei menelpon hanya ingin memberitahu bahwa pesawat nei delay, kemungkinan nei akan berangkat sekitar 8 jam lagi)

Ucap neira panjang lebar sesaat setelah sambungan teleponnya kepada ryan terhubung.

(Ohh delay lagi yah, ya sudah tak apa, kamu hati2 disana yah segera kabari abang jika nanti telah tiba).

(Ia abang, nei minta maaf ya jadinya nei pulang telat lagi)

(Nei ayo buruan kita makan dulu, udah di tunggu tuh sama yang lain.)

(Abang, nei tutup dulu telponnya yah, nanti nei hubungi lagi. Dah abang assalamu'alaikum)

Tut

Tut

Belum sempat ryan menjawab sambungan telepon sudah lebih dulu terputus, ryan mematung sesaat, dahinya mengernyit, ia tahu betul suara siapa yang memanggil neira barusan di ujung telepon.mengapa pula setelah suara itu terdengar memanggil neira langsung buru buru menutup telponnya.

Seketika fikiran buruk kembali bergelayut di hatinya. Jika delay otomatis neira akan menunggu di hotel, lalu tadi terdengar suara Amar memanggilnya, apakah neira menginap di kamar yang sama dengan Amar. Apakah neira benar tega mengkhianati nya, lantas bagaimana dengan perjanjiannya kemarin.

Nafasnya memburu,tangannya mengepal kuat, wajahnya merah padam, ia berdiri dari meja kerjanya di kantor kemudian berjalan mondar mandir, dugaan demi dugaan menghantui fikirannya. Isi kepalanya saat ini adalah neira yang sedang berada dalam satu kamar hotel dengan Amar.

Amarahnya semakin memuncak ketika ia mencoba menghubungi kembali nomor telpon neira namun hasil yang di dapati justru nomor telpon neira tidak dapat di hubungi.

"Aaarrrrgghhhhhh..."

Teriakan Ryan menggema di dalam ruangannya. Dengan cepat di hempaskan apa saja yang berada di atas meja kerjanya hingga berkas2 yang tadinya tersusun kini terhambur berserakan di lantai.

Ryan kembali duduk, kedua tangannya meremas rambut dengan siku yang di topangkan di atas meja.

Betapa frustasinya ia saat itu.

"Ya ampun pak ryan, ada apa ini, mengapa berantakan sekali, apa bapak ada masalah?"

Ucap nafisya yang terkejut ketika baru saja memasuki ruangan ryan untuk mengantarkan berkas, namun di dapatinya ruangan itu benar-benar Kacau berkas2 Berserakan dimana mana. Meja kerja ryan justru terlihat kosong hanya sosok bosnya yang terlihat menunduk sembari menutup wajah dengan kedua tangannya.

Wajah ryan terangkat ketika mendengar rentetan pertanyaan dari nafisya sekretarisnya. Terlihat nafisnya masih berdiri di depan pintu, menatapnya dengan expresi penuh tanda tanya.

Di pandangi lagi tubuh nafisya dari ujung kaki hingga ujung kepala, sungguh elegan tampilannya menunjukkan diri bahwa ia adalah wanita cerdas meski tanpa memperkenalkan diri.

Ryan mulai membandingnya nafisya dan neira, neira juga memiliki kulit yang putih namun rambutnya bergelombang, tingginya pun tidak seberapa, di tambah neira tidak suka menggunakan sepatu hils ber hak tinggi, sepatu kerja neira sendiri sudah di anggap sangat tinggi oleh neira.

Neira bukan termasuk wanita yang cantik, hanya kelebihanya adalah wajahnya lebih terkesan manis, tak akan ada rasa bosan ketika memandang wajahnya.

Sementara nafisya memiliki raut wajah yang tegas namun dengan tatapan mata teduh, bulu mata yang lentik serta ada setitik tahilalat kecil di bawah bibir menambah poin kecantikan nafisya.

Sesaat setelah puas memandangi penampilan nafisya terbesit fikiran buruk di otak ryan.

"Aku akan pergi bersama nafisya, aku akan memintanya menemaniku ke klub malam, jika neira sendiri bisa bersenang-senang di belakangku, lantas mengapa aku tidak?"

Bergumam ryan di dalam hati, emosi yang berhasil menguasai fikirannya membuat ryan lupa akan perjanjian yang telah ia buat sendiri. Hatinya telah tertutup oleh amarah. Membuatnya tak lagi bisa berfikir jernih.

"Fisya, batalkan semua jadwal pertemuanku hari ini. Aku ingin kamu menemaniku ke klub malam ini, bersiap lah kita pulang sekarang,dua jam lagi aku akan menjemputmu di depan kost mu."

"Baik pak, kebetulan jadwal meeting bapak hari ini tinggal satu kali yaitu pertemuan dengan pak bahar, perwakilan cabang perusahaan yang ada di kalimantan."

Setelah berkata, nafisya pun berlalu keluar dari ruangan ryan. Ryan juga bangkit kemudian mengemas barang2nya kemudian berjalan keluar meninggal kan ruangannya yang masih dalam keadaan kacau.

Ia tahu pasti nafisya sudah menghubungi office boy untuk membereskan ruangannya.

Jam telah menunjukkan pukul 7 malam, tak lama mobil ryan sudah tiba di depan kost tempat tinggal nafisya. Setelah menunggu beberapa menit terlihat nafisya membuka pintu kostnya ia berjalan keluar kemudian menutup kembali pintu kostnya. Setelah memastikan pintunya telah terkunci barulah nafisya berjalan menuju mobil ryan.

Ryan yang baru pertama kali melihat tampilan nafisya di luar kantor sempat tertegun sejenak,bagaimana tidak, nafisya malam ini terlihat berbeda.

nafisya mengenakan rok mini sebatas paha berbahan dasar kulit berwarna hitam. Dengan di padukan oleh dalaman berwarna putih di lapisi jaket yang juga berbahan dasar kulit dengan warna senada dengan roknya. Rambut hitamnya yang biasanya lurus tergerai kini di ikat satu membentuk ponityle, menampilkan leher jenjangnya yang di hias dengan kalung emas putih polos tanpa bandul.tak lupa pula di bagian kaki dia menggunakan sepatu boots yang juga berwarna hitam.

Kini tampilan nya terlihat seperti benar benar gadis club.ryan sempat menyunggingkan senyuman kepada nya setelah nafisya sudah duduk di kursi samping.

Tidak ada percakapan yang menghiasi perjalanan mereka, nafisya memang sosok yang pendiam, di kantorpun dia tak banyak bicara selain membahas hal yang menyangkut pekerjaan.seperti malam ini ia mengikut saja atas perintah dari ryan tanpa bertanya maksud dan tujuan ryan.

Setelah melihat kekacauan di ruangan ryan sore tadi nafisya berfikir mungkin saja bosnya itu sedang memiliki masalah dan kini hanya sedang butuh teman untuk menemani.

Sesampainya di club, ryan langsung memesan beberapa botol minuman, yang tentu saja semua minuman itu mengandung alkohol yang memabukkan. Nafisya sendiri hanya mengikuti ryan kemudian duduk di kursi yang di pilih oleh ryan.

Di perhatikan nya bosnya itu meneguk gelas demi gelas. Hingga tanpa terasa waktu telah menunjukkan jam 2 malam,terlihat ryan dalam keadaan sudah mabuk berat, beberapa botol sudah kosong, ryan meminumnya sendirian.nafisya sendiri memilih untuk berkutat dengan ponsel nya saja.setelah dilihat ryan sudah tak mampu minum lagi, nafisya beranjak mendekati ryan, di goncang tubuh ryan perlahan mencoba membangunkannya.tak ada respon dari ryan, nafisya pun memanggil beberapa penjaga di pintu club meminta bantuan untuk membopong tubuh ryan menuju mobilnya.

Setelah nya nafisya pun menjalankan mobil milik bosnya itu. Nafisya berfikir sejenak ia bingung harus membawa ryan kemana.

Tiba2 dalam keadaan setengah sadar ryan meminta nafisya untuk membawanya ke hotel saja.setelah menempuh kurang lebih setengah jam, mobil yang di kendarai nafisya tiba di hotel.

Nafisya bergegas turun untuk memesan kamar terlebih dahulu, setelah itu nafisya berjalan kembali ke mobil, ia memberikan kunci mobil pada security hotel kemudian membopong tubuh ryan menuju kamar yang telah ia pesan.

Setelah susah payah membawa ryan sendirian akhirnya mereka tiba di dalam kamar hotel tersebut. Nafisya kemudian merebahkan tubuh ryan di atas ranjang.

1
aqil siroj
kerrennn thor 👍👍👍
sri ratna puspita: Terima kasih atas dukungan 🙏😊
total 1 replies
Sumar Sutinah
maka y nafisya harus banyak bersukur, d baikin sm neira malah mau jahatim, terima aj nasibmu
aqil siroj
nah lohhh.... jadi boomerang buat dia sendiri kan
Shafia Zahara
Neira jgn mau balikan ama ryan Author, enak aja udh enak selingkuh trus mau minta rujuk. buat ryan hancur dlu thor 🤭😁 🙏🏻
Cookies
bagus
aqil siroj
uhhh.... yok lanjut thor....
aqil siroj
gak sabar nunggu besokkk
aqil siroj
yupppp semangat up thor
Sulastri Oke86
lanjut terus kak
aqil siroj
semoga saja ryan tau akal bulus si fisya...semoga nei bisa bahagia ya
aqil siroj
seauatu yg dimulai dg jlan yg gak bener pasti akhirnya juga gak bener, emang syetan ini si fisya
Sumar Sutinah
dasar pelakor, g tau terima kasih, coba dl klw tdk d nikahkan sm neira km mau jd apa, dia yg menggoda suami orang, ksh dia karma thor gemees aq
Sumar Sutinah
knp neira harus menderita, sedangkan nafisya enak d maafkan, dn d terima sm orang tua ryan kecewaaa.....bangett 😱😱😱
aqil siroj
si fisya gak sadar diri banget ya... bandingin dirinya dan nei oeeehhhh malik teiak maling dia...wanita terhormat gak akan ngebuka selangkangannya dg cuma" saat laki"nya gak sadar...
gila apa dia ngatain si nei jablay...
huh dibuang si ryannn kapokkk dia...
gregetan banget
Anna Kusbandiana
anak satu bapak lain ibu, tetap saudara kandung kan ya....

kalo satu ibu lain bapak baru saudara tiri, gitu kali ya
sri ratna puspita: iya benar kka, hanya disini yang terima kado adalah nafisya makanya tertulis anak tiri. Terima kasih sudah mampir di cerita saya ☺🙏
total 1 replies
Yoeni Menil
kenapa harus pelakor yg menang thor
aqil siroj
kerrennnn
aqil siroj
next....
aqil siroj
next thor... belum tau aja dia si nei punya anak juga
Sulastri Oke86
lanjut lagi kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!