NovelToon NovelToon
Mr. Mafia Is Mine

Mr. Mafia Is Mine

Status: tamat
Genre:Mafia / CEO / Obsesi / Romansa / Persaingan Mafia / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:10.4M
Nilai: 5
Nama Author: Fara Dela Sandi

Dera Sandya seorang gadis biasa yang tak sengaja di pertemuan dengan seorang lelaki Sadis bergelar Mafia. Kejadian yang tak seharusnya ia lihat, membuat Dera masuk ke dalam lubang hitam. Dunia gelap penuh tantangan di mulai, kala Hiro Yamato. Bos besar Mafia Yakuza; Jepang. Dunia yang harusnya terasa sederhana tidak lagi sama. Bian Dokter tampan yang merupakan Cinta pertama Dera pupus begitu saja. Kehadiran Hiro mempersulit hidup Dera.
Tak sampai di sana, dua lelaki berwajah pangeran namun berhati iblis ikut masuk ke dalam hidup Dera.
Kevin Zhao dan Leo Zhang duo pangeran yang ikut merecoki kehidupan Dera.
Bahaya Sili berganti menghampiri. Membuat Dera merasa ingin mati saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fara Dela Sandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

.

.

.

.

.

.

Manik mata coklat terang itu menatap lekat wajah serius lelaki yang dipuja dengan penuh damba. Aroma Pinus menyeruak masuk ke dalam paru-parunya, kala udara dipompa masuk. Bian mengulas senyum lembut, tangan kokoh Bian melepaskan pergelangan tangan Dera. Gadis itu duduk dari posisi tidurnya, ia turun dari ranjang pemeriksaan. Sedangkan di bangku, tepat di depan meja konsultasi bersebelahan dengan ranjang pemeriksaan sudah ada yang menunggu.

Bian duduk terlebih dahulu disusul oleh Dera, lelaki asli Jakarta itu terlihat begitu cepat mencatat resep obat yang akan ditebus oleh Dera dan Clara. Manik mata bulan sabit Dera terlihat begitu memuja, hidung mancung, alis mata hitam tebal nan rapi, bulu mata lentik tebal, dan jangan lupakan bibir tebal yang terkesan hot.

Dokter Bian begitu sempurna. Dokter laki-laki, di depannya ini adalah satu-satunya lelaki yang sangat ia harap bisa menjadi suaminya kelak. Garis bibir terangkat tinggi, kala matanya tak sengaja beradu dengan manik mata hitam legam sang dokter. Diam-diam Clara memperhatikan dua orang yang terlihat curi pandang satu sama lain, sangatlah jelas ada rasa di antara mereka berdua. Namun, gadis Cina itu tak mau mengomentari tentang hati. Ia memilih diam, dan berlagak seolah tak tahu.

"Tidak ada penyakit yang serius pada Nona Dera. Nona Dera merasa lemas hanya karena kekurangan darah dan sedikit stres saja. Ini bisa di tebus di ruangan obat nanti," tutur dokter Bian dengan lembut mejelaskan kodisi Dera dan menyodorkan selembar kertas dengan tulisan yang tak bisa dimengerti oleh Dera.

Gadis berkulit sawo matang itu menerimanya dengan senyum lebar. "Terima kasih Dokter," tuturnya pelan.

"Sama-sama," jawab lelaki itu menatap lama Dera.

"Kalau begitu kami permisi Dok! Terima kasih telah memeriksa Nona Dera," ujar Clara sebelum berdiri dari posisi duduknya.

Dera ikut berdiri, Clara melangkah terlebih dahulu meninggalkan ruangan. Dera yang ingin melangkahkan kakinya namun terhenti kala suara husky itu mengalun menyapa rungu Dera.

"Jika tidak merasa nyaman kerja, kau bisa mengabari aku, De! Aku melihat kau tak seperti dulu lagi. Pandanganmu terlihat begitu sayu dan tertekan. Aku akan membantumu menemukan perkejaan yang pas untukmu," seru Bian.

Dera membalik tubuhnya, menatap lama wajah Bian. Sungguh! Bukan itu masalah pekerjaan yang membuat Dera merasa tertekan. Namun, karena insiden yang terjadi beberapa minggu lalu. Menyisakan trauma didiri Dera. Tapi, apa boleh buat ia tak bisa mengeluh dan berteriak jika ia ingin bebas dari Hiro.

Jika ia memberontak, maka ada banyak nyawa yang akan melayang. Ada banyak darah yang akan tumpah. Dera tak ingin itu terjadi, hingga sebisa mungkin menahan semuanya. Sampai Hiro merasa bosan bersamanya. Walaupun, ia sendiri tak tahu berapa lama kata bosan itu akan muncul di permukaan.

Bian berdiri dari posisi duduknya melangkah mendekati Dera yang masih diam menatap dirinya. Dera menengadah menatap wajah putih bersih sang dokter belahan hati.

"De," panggil Bian pelan.

"Jangan khawatir Kak! Aku baik-baik saja. Pekerjaan di sana tidaklah berat Kak Bian. Lagi pula teman-teman baruku di sana sangat baik padaku. Aku hanya saja yang terlalu banyak pikiran. Dan juga malas makan," bohong Dera.

Tak lupa gadis itu memberikan senyuman terbaik, seolah ia berkata bahwasanya ia baik-baik saja. Dan Bian tidak perlu khawatir akan hal itu. Dokter Bian menghembuskan napas lega dari mulut. Ia bersyukur, jika apa yang ada di otaknya tak sama dengan apa yang gadis ini alami.

"Jika ada apa-apa hubungi aku ya, De!" Bian berucap sembari menyentuh puncak kepala Dera dengan sangat lembut.

Dera mengangguk antusias. Hatinya terasa lega. "Bolehkan aku memeluk Kak Bi! Sebentar saja?" tanya Dera dengan nada tak yakin.

Tanpa kata Bian Winata menarik tangan Dera, membawa tubuh mungil itu ke dalam pelukannya. Mengusap pelan punggung belakang Dera. Aroma maskulin Bian semakin terperosok masuk ke dalam indra penciuman Dera. Gadis ini suka dengan aroma khas Bian. Terasa begitu jantan dan juga memenangkan.

KRET!

Bunyi pintu kayu terbuka membuat Dera dan Bian melepaskan pelukan mereka. Dan menoleh menatap gadis cantik yang hanya berdiri di ambang pintu. Dengan wajah terlihat datar.

"Mohon maaf menganggu, kita harus segera sampai di rumah De," peringat Clara masih dengan wajah datar dan nada terkesan dingin.

Dera mengangguk pelan, sedangkan lelaki ini hanya bisa menatap punggung Dera. Tanpa ia sadari hatinya mengeluh kala tak bisa menahan lengan Dera. Meminta agar gadis itu lebih lama bersamanya. Namun, melihat netra coklat Dera bergetar takut. Ia urungkan niatnya, mungkin lebih baik membiarkan Dera pergi.

...***...

"Sudah minum obat?" tanya Hiro pelan.

"Ya," jawab Dera seadanya.

Hiro menatap wajah Dera dengan pandangan tak terbaca, wajah Hiro selalu terlihat datar dan dingin. Sulit membaca dan menebak apa yang ada di otak Hiro. Bos Yakuza itu meletakan buku bacaannya di atas nakas di samping tempat tidur.Tubuhnya yang menyamping kini di hadapan dengan tubuh Dera. Gadis berambut sebahu itu merasa gugup, ia diam dan membeku kala manik mata tajam dingin Hiro menatap wajahnya.

"A——ada Apa T——uan?" tanya Dera tergagap karena pandangan mata Hiro yang begitu menusuk.

Hiro tak menjawab, manik matanya masih menatap intens wajah Dera. Gadis itu merasa berkeringat dingin bahkan hanya untuk meneguk salivanya saja ia tak sanggup.

"T——uan," panggil Dera lagi dengan gagap dan bergetar.

Telapak tangan hangat Hiro menyentuh punggung telapak tangan Dera, gadis itu merasa seluruh tubuhnya mendingin dan menggigil. Seolah-olah, lelaki yang kini menyentuhnya dengan hangatampu menyalurkan hawa dingin masuk ke dalam tanah tubuhnya.

"Ayo, temani aku makan," balas Hiro pada akhirnya hampir membuat rahang Dera jatuh kelantai.

Hebat. Sungguh! Bagaimana bisa lelaki ini tidak tahu. Diamnya begitu berbahaya, tatapan matanya mampu membunuh orang-orang tanpa harus menyentuh. Hampir saja Dera mati karena ketakutan nya pada Hiro. Namun, apa yang terjadi? Hanya meminta untuk menemaninya makan saja. Dera merasa tersiksa.

"Eh!" seru Dera pelan. "Baik. Ayo Tuan kalau begitu," lanjutnya dengan mengumpulkan keberanian turun dari ranjang dan menarik tangan Hiro keluar dari kamar.

Bukankah lebih baik menemani lelaki gila ini makan? Dari pada ia yang harus menjadi santapan Hiro. Tidak ada yang tahu bagaimana senyum sangat tipis membingkai bibir Hiro, lelaki itu mengikuti Dera yang menariknya menuju tangga. Dua penjaga yang ditugaskan menjaga kamar membungkuk hormat kala Hiro dan Dera melewati mereka. Bahkan kala mereka berdua sampai di undak tangga terakhir pun ada dua orang bertubuh kekar dengan pistol di pinggang sebelah kanan mereka.

Rumah besar itu di jaga ketat oleh pengawal kepercayaan Hiro. Dera merasa semakin terkekang dan risih saja. Lagi-lagi ia tak bisa berbuat banyak menerima semuanya. Toh! Itu juga demi keselamatan dirinya juga.

...***...

"Apa kau benar-benar bisa belajar saat ini?" pertanyaan dilemparkan oleh Leo membuat Dera menoleh ke sisi sebelah kanan.

"Ya." Dera menjawab sembari mengangguk.

Leo menatap lambat wajah Dera sebelum beralih pada buku paket. "Kalau tak suka belajar bahasa Jepang kenapa tidak berterus terang pada Hiro?" tanya Leo pelan.

Lelaki itu menyandarkan punggung belakangnya dengan nyaman di kursi besi. Angin berhembus pelan, membelai anak rambut Leo. Lelaki berkulit pucat itu sangat tahu, jika Dera bukan bodoh dalam pelajaran yang diajarkannya. Namun, gadis itu tak suka belajar bahasa Jepang.

"Lalu aku akan mati, begitu?" tutur Dera mencibir.

Leo terkekeh pelan, ia baru tahu jika Dera begitu berani padanya. Namun, takut pada Hiro meski sebenarnya ia dan Hiro itu sama. Yaitu, sama-sama berbahaya dan berhati dingin. Namun, gadis di sampingnya ini tahu betul siapa yang paling berbahaya.

"Itu tidak mungkin. Hiro akan mendengarkan maumu," balas Leo.

"Tidak, ah! Aku masih sayang nyawa. Aku tidak ingin coba-coba. Karena ini bukan tentang gosok-gosok berhadiah," bantah Dera.

Gadis berpipi chubby ini merasa Hiro tak bisa mendengar, tak bisa dibantah. Hiro Yamato adalah seorang bos yang harus dituruti. Apapun yang ia mau harus dilaksanakan dengan cepat. Jika tak mau nyawanya melayang.

Gelak tawa Leo membuat beberapa pasang mata menatap keduanya. Termasuk manik mata hitam tajam yang menatap keduanya dari balkon ruangan atas tempat kerjanya. Di belakang tubuh Hiro ada Yeko, yang selalu setia menemani.

"Apakah tidak apa-apa membiarkan Nona Dera belajar dengan Tuan muda Zhang?" tanya Yeko pelan.

Hiro tak memutuskan tatapannya dari wajah Dera, yang terlihat kesal sedang Leo masih tertawa lepas. "Tidak masalah. Selama kucing nakal tak menaruh hati padanya," jawab Hiro dengan nada berat.

Yeko mengangguk pelan namun, jauh di dalam hatinya, ia mulai yakin jika bosnya jatuh hati pada gadis di bawah sana. Secara kasat mata, Dera Sandya adalah gadis biasa. Tidak ada yang istimewa, Dera tak secantik gadis di luar sana. Tak seseksi gadis penghibur dan para model dewasa. Yeko tak tahu apa yang membuat bosnya jatuh hati.

Hiro Yamato adalah pria dingin dan tegas. Belum pernah terlibat asmara dengan gadis manapun. Meski tak bisa menutup mata, bagaimana para gadis melemparkan tubuh mereka di atas ranjang Hiro. Namun sayangnya, Hiro tak pernah peduli. Kepeduliannya jatuh pada Dera, pada gadis yang tak cantik itu tanpa alasan yang jelas.

"Bagaimana dengan kelompok kita di Jepang? Apakah ada masalah di sana?" tanya Hiro menyentak Yeko dari lamunannya.

"Tidak ada Bos. Hanya saja, ada beberapa pulau yang akan dialihkan atas nama Bos. Dan dijadikan Kasino terbesar di Okinawa," jelas Yeko.

Hiro mengangguk pelan, kekuatan dan kekuasaannya semakin membesar. Impian besar Hiro akan menjadi kenyataan, menaklukkan dunia dan bertahta dengan sempurna.

"Siapkan pesawat pribadi, untuk besok. Aku ingin mengecek pembangunan Kasino di Okinawa. Dan minta Clara mempersiapkan kebutuhan Dera. Ia akan ikut serta," titah Hiro menutup pembicaraan.

————————————————————————

Mohon Like dan Komentar nya, All😅😅

Biar Aku lebih semangat untuk bisa updatenya🤣🤣🤣 Jika banyak yang menanti dan suka 😊 tolong tunjukkan dukungan nya dengan semangat penuh agar ku bisa update gila-gilaan 😉😉😉😉

Aku tunggu loh... komentar dan Like nya😉😉😍😍😍😍🤭

1
Sintia Wati
ko ga ada ya..apa udah pindah lapak
taraawwcu
ya iyalah cekatan orang bnyk uang, kalo laki² di luaran sana bnyk uang pun pasti kek hiro, Iya nggak sii??
Sintia Wati
halo deraaaa... kita berjumpa lagii.. setelah sekian lamaa kita berpisah../Smirk/
Andriyati
🤣🤣🤣🤣ya alllah perut aku sakit ngakak dari tadi
Andriyati
nah ini penghianat nya
Andriyati
nah kan dah metong,,, dah lach,, para readers udh ingat kan jangan macam macam,, tetep ngeyel sich
Andriyati
bener itu kevin,,
Andriyati
bukan jual mahal, tapi gak tertarik coy
Yuliana
kenapa ceritanya byk yg diskip y thorr...
perasaan awal baca, panjang bget alurnya...dr dera diracun pas dibawa ke rumah ibunya Hiro smpai mirable menculik Vian..tp pas aku bc ulang LG gk cpt bgt hbsnya. kurang seru
tp ceritanya plg top deh Krn sambung menyambung
taraawwcu: di revisi author lgi Kekny kak
total 1 replies
Irna Salut
dulu dera yang didebut kiti,kini hiro yang jdi kucingnya
kim.yeoja.syahkira
mewek aku bacanya, padahal ini baca ulang, pas awal baca season 1 aku kira ceritanya banyak di hapus kenapa cepat sekali endingnya, ternyata semuanya terungkap di season 2
kim.yeoja.syahkira
pas dulu baca, kayaknya pas dera lahiran anak kembarnya di culik deh, apa iya ini ceritanya di potong
kim.yeoja.syahkira
ulang lagi baca kisah Hiro dan dera..😍😍
kim.yeoja.syahkira
hallo dera, aku balik baca novel mu, tiba-tiba rindu dengan cerita awal Hiro dan dera..😍
herlin meigo
baca ulang kembali..😎
taraawwcu
saingannya Hiro banyak banget, jadi iri gueee😭
Nafisya Niko
visual dera cantik itu thorr,,,visual bian ganti ya....klo visual dera itu pas bgt kya ak,jelek pendek lagi/Grin/
Nafisya Niko
25 Desember 2024,,11.01
"sama2 Dera,,Kita berjumpa Lagi"/Smile/
(menyahut dialog awal episode😘)
DERAAAA,,ak membacamu lagiii lagiii dan lagiii,,g terasa 5 tahun masih trlove Dera-Hiro
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
HIRO DERA
Rafa Azka
ya ampun Thor
AQ tuh GK bosen tahu GK
udah berapa kali AQ mampir baca ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!