NovelToon NovelToon
LUKAS (Luka Membekas)

LUKAS (Luka Membekas)

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Beda Usia / Teen Angst
Popularitas:17k
Nilai: 5
Nama Author: Tabir Senja

Sebuah kenyataan hidup yang sangat pilu dan menyakitkan membuat sebagian orang mengalami kejadian trauma yang sulit dilupakan. Namun, tidak semua orang merasa bahagia menikmati hidupnya yang penuh luka yang membekas di hati mereka.

Kebahagiaan yang diimpikan telah sirna oleh kenyataan pahit yang mereka alami. Disini, akan dibahas dalam sebuah novel LUKAS yang akan menguras emosi dan air mata.

Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Jangan lewatkan update terbaru dari perjalanan kehidupan yang penuh pilu ini!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tabir Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Perjalanan

Di kamar, Aqila segera diberikan selimut hangat oleh ibunya.

"Aqila. Bagaimana bisa kamu berada di gudang? Siapa yang mengurungmu?" tanya Azka khawatir.

Aqila menceritakan secara detail kepada orang tua dan kakaknya hingga saat terbangun, dirinya sudah ditemukan oleh Tuan Dimas.

"Kurang ajar! Sepertinya aku tahu siapa yang mengurungmu," ucap Azka geram seraya menggertakan giginya karena kesal dan mengingat akan kejadian kemarin saat bertemu dengan sang anak majikan.

"Siapa, Kak?" tanya Aqila penasaran. "Clarissa. Ya, pasti Clarissa yang melakukannya padamu. Sebab, hanya dia yang tidak suka denganmu." tebak Azka.

Aqila pun menanggapinya dengan tersenyum kecut. Dirinya membenarkan bahwa hanya Clarissa dan Nyonya Davina yang mampu melakukan itu semua.

Lelah jiwa dan raga yang dirasakannya sudah tak mampu membendungnya. Apa yang dilakukannya selalu salah dimata orang lain. Aqila juga berhak bahagia, tetapi ujian belum berakhir. Dirinya harus berjuang keras untuk menghadapi kenyataan yang ada di depan matanya.

"Aqila mau tidur," kata Aqila merebahkan tubuhnya.

"Baiklah. Istirahatlah."

*

Di kamar berbeda, Davina sudah mandi dan bersiap akan pergi. Namun, dihadang oleh suaminya. "Mau kemana kamu pergi?" tanya Dimas yang sudah berada tepat di depan pintu.

"Aku mau pergi ke rumah teman-teman sosialita. Memang ada apa?" Davina bertanya seraya membenarkan pakaiannya.

Dimas mengurungkan niatnya bertanya perihal Aqila yang dikurung di gudang. Ini bukan waktu yang tepat menanyakan hal itu. Akhirnya Dimas memilih menanyakan hal lain. Dimana dirinya ingin mengajak Aqila pergi keluar kota berdua dan menikmati tidur bersama seperti sebelumnya tanpa ada yang mencurigai.

"Mama. Tadinya, Papa ingin mengajakmu ke luar kota selama 2 hari untuk rapat kerjasama dengan klien. Tapi, kamu kelihatannya sibuk banget sampai gak ada waktu buat aku." Dimas berkata demikian untuk melihat apakah istrinya peduli dengannya.

"Terserah Papa. Mama gak bisa ikut dan Mama lebih memilih disini daripada harus ikut rapat kerja yang membosankan denganmu," ucap Davina secara terang-terangan membuat Dimas tersenyum puas dan senang ternyata istrinya tak mengikutinya.

"Oke. Baiklah kalau begitu. Siapkan pakaian Papa. Nanti siang, Papa berangkat naik mobil ke Bogor."

Davina dengan perasaan kesal pun menyiapkan keperluan suaminya dan Dimas segera mandi pagi karena berangkat ke kantor untuk mengurus keperluannya nanti.

*

Aqila bangun saat ada yang mengetuk pintu kamarnya. "Masuk."

Pintu terbuka, Dimas masuk untuk melihat keadaan Aqila. "Bagaimana keadaanmu? Sudah baikan?" tanya Dimas lembut.

"Alhamdulillah, Tuan. Sudah lebih baik," jawab Aqila tersenyum.

Azka yang berada di samping Aqila merasa malu karena sebelumnya sempat mencurigai majikannya dulu.

"Azka dan Aqila. Kalian ada waktu?" Dimas bertanya pada kakak dan adik tersebut.

"Memangnya ada apa Tuan?" tanya Azka penasaran.

Dimas pun mengatakan keinginannya mengajak salah satu dari mereka keluar kota selama 2 hari karena urusan pekerjaan dan membantu keperluannya.

Namun, jawaban Azka ternyata membuat Dimas senang dalam hatinya karena Azka tidak bisa ikut keluar kota karena ada kegiatan di sekolahnya.

"Lebih baik, ajak saja Aqila, Tuan. Cuma dia yang bisa membantu keperluan Tuan selama disana," jelas Azka mengijinkan adiknya ikut Pak Dimas keluar kota.

"Tapi, Kak…?"

Aqila pun tak jadi melanjutkan ucapannya dan pikirannya mulai mencerna apa yang dikatakan Tuan Dimas tadi.

"Jika Aqila diajak. Bukankah ini bagus untuk diriku sendiri. Aku butuh hiburan, aku stres di rumah ini, aku ingin menenangkan diriku sendiri." Aqila berucap dalam hati dan menyetujui ajakan Tuan Dimas.

Akhirnya, Aqila menyiapkan pakaian seadanya dan Azka pun berpamitan kepada Tuan Dimas untuk keluar kamar.

"Jam 2 siang kita berangkat. Jadi sampai Bogor nanti tepatnya malam hari agar kita bisa beristirahat." kata Dimas juga keluar kamar mengambil tas di kamarnya.

Aqila melambaikan tangan kepada orang tuanya karena melakukan perjalanan jauh bersama Tuan Dimas. Ini pertama kalinya Aqila melakukan perjalanan jauh dengan seorang lelaki.

Dalam perjalanan, Dimas dan Aqila tak banyak bicara. Hanya suara mesin mobil yang melaju dengan tenang tanpa ada gangguan siapapun. Keduanya hanya diam, tetapi menikmati alunan musik romansa yang diputar Dimas.

"Apa lagi ini. Kenapa perasaan ini terus menerus muncul?" Dimas merasa aneh akan perasaannya saat dekat dengan Aqila.

Begitu juga dengan Aqila, yang juga merasakan hal sama terhadap Dimas. "Berhenti berdetak kencang jantungku. Oh, tidak. Jika terus seperti ini, aku pasti sudah gila." Aqila terus berkata dalam hatinya seraya menatap jendela mobil.

Dirinya akui, belum pernah merasakan jatuh cinta yang tiba-tiba muncul ada seperti yang dirasakannya saat ini. Tanpa sadar timbul benih cinta diantara keduanya walau mereka masih menepis semua itu.

Beberapa jam kemudian, Dimas sampai di hotel yang telah di booking sebelumnya. Dirinya membawa tas dan juga milik Aqila.

"Selamat datang," sapa ramah pegawai hotel tersebut.

"Atas nama Dimas Sunjoyo."

Pegawai hotel tersebut langsung melihat daftar nama pengunjung yang ada di komputer. Dengan sigap, pegawai itu menyerahkan kunci pada Dimas. Sedang Aqila, hanya terus tertunduk malu di belakang Dimas dengan postur tubuh tinggi tegap itu.

"Terimakasih."

Dimas segera diantar pegawai hotel lainnya menuju lantai 3 kamar mereka berada.

Ting

Pintu lift terbuka, ketiga orang tersebut naik ke atas. Aqila terus menempel pada Dimas karena malu ada orang lain di depannya. Dimas dengan tenang merasa senang dengan sikap gadis yang lugu itu dan mengusap pelan bahunya agar tidak merasa gugup saat berada diluar kota.

Sampai di lantai 3, ketiganya keluar dan menuju kamar nomor 303.

"Terimakasih. Tuan." Dimas memberi tips uang pada pegawai itu dan berlalu pergi untuk menyelesaikan tugasnya yang masih banyak.

Pintu kamar terbuka. Dimas meletakkan tas di kursi dan Aqila tercengang dengan suasana kamar yang tampak mewah dengan kasur king size yang cukup untuk tiga orang itu.

"Mandilah dulu, baru nanti gantian." pinta Dimas membuka resleting tas miliknya. Aqila segera mengambil baju di tas dan berlari ke kamar mandi.

Dimas hanya menggelengkan kepala tersenyum melihat kepolosan gadis itu.

Setengah jam kemudian, Aqila keluar kamar mandi dan bergantian dengan Dimas.

Tak sampai 15 menit. Dimas keluar kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Untuk sesaat, Aqila terpesona akan bentuk tubuh Tuan Dimas.

Wajah Aqila bersemu merah saat melihat tubuh perfeksionis itu dengan jantung yang tak bisa diajak kompromi.

"Ada apa denganku ini? Kumohon jantung berhenti lah," ucap Aqila dalam hati.

Saat Dimas sedang sibuk menata pakaian di lemari, ada tangan melingkar di pinggangnya. "Deg." Dengan cepat, Dimas melihat tangan mungil itu.

"Aqila." Ya, Aqila menginginkannya. Dirinya merasa tak kuasa saat berada dekat dengan lelaki yang telah merenggut kesuciannya. Dirinya merasa rindu setelah berkali-kali berhubungan intim dengan lelaki itu.

"Tuan Dimas." Aqila memeluk tubuh itu dari belakang. Membuat Dimas semakin semangat dan menyukai gadis ini karena berinisiatif melakukan hubungan layaknya suami istri.

Kemudian, kegiatan panas itu berlanjut dengan erangan yang menambah kenikmatan tersendiri di antara mereka berdua. Aqila menikmati sentuhan Dimas yang lembut dan ciuman yang membawanya terbang melayang ke nirwana.

"Ahh, Tuan."

"Ahh, Aqila sayang."

Peluh keringat dan teriakan manja Aqila semakin menambah gelora Dimas membara. Hingga pelepasan puncak keduanya pun berakhir dengan pelukan hangat, dimana cinta mereka baru akan dimulai dari sini. Lalu mereka tertidur sampai jam 8 malam baru bangun karena lapar.

Di hotel yang sama, Davina dan Bayu nampak sedang makan berdua di restoran itu dengan mesra.

"Tuan, bukankah itu, Nyonya Davina dan Tuan Bayu?" tunjuk Aqila yang berada jauh di antara mereka berdua.

Dimas memicingkan matanya untuk melihat istri dan adiknya yang dibilang Aqila. "Iya benar. Itu mereka? Bukankah, tadi pagi Davina bilang mau pergi acara sosialita dengan temannya. Ternyata, pergi berdua dengan Bayu."

Dimas merasa kecewa dan marah dengan perkataan Davina tadi pagi. Bukan rasa cemburu di antara kedua orang itu, tetapi dirinya merasa dibohongi berkali-kali oleh istri dan adiknya itu.

Aqila nampak bingung dengan sikap Tuannya. Bukannya menghampiri untuk memisahkan keduanya. Malahan, Tuan Dimas diam saja dan seperti menahan amarah besar terhadap pasangan sejoli yang duduk di pojok sana.

1
🎧✏📖
💪💪💪👍👍🙏
🎧✏📖
salam kenal 👋jika berkenan mampir juga😇🙏
🎧✏📖: dukung ya biar seru😇
total 2 replies
𝐙⃝🦜🅐🅨🅐 💞
katanya seru alur cetitanya
Bpearlpul
baru sempet mampir, ganbare kak diana
Panembahan Manunggal: semangat kk othor
total 2 replies
blue¹
semangat berkarya kak
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
ngapain kamu melepas pelukanmu pada Bayu, Vin ??
lanjutin aja laaah 😎🤫🥺
Dina⏤͟͟͞R: aamiin ya robbal alamin ret. 🤲
total 3 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
haayoooloooh kalian ketahuan deeeh
heeeemmm mau alasan apalagi neeeh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
kamu beneran pengen tahu alasan Bayu bad mood neh Vin...
yaakiiiiin neeeh 🫣🫣🏃🏃
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
waaaah Davina ini gimana seeeeh, kok malah minta Bayu temenin dia saat dia lagi ada arisan
ntar temen arisannya mengira jika Bayu lah suami Davina donk 👉👈
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
waaaah Bayu kok gak suka di temani oleh Davina di saat dirinya tertidur seeeh
padahal sepasang kekasih itu akan seneng banget jika kekasihnya selalu berada di sampingnya
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
kamu belum waktunya meninggal laaah....
lha klo kamunya wafat, lalu yang menjaga Aqila siapa donk ???
eeeeiiiiitttssss tapi kamu kan masih terikat dengan pernikahan ya, lalu jaga Aqila gak bisa maksimal deeeh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
jangan trauma ya Mas....
kamu doa aja supaya Aqila selalu dalam lindungan Allah
aamiin ya rabbal alamiin
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
naaah toooooh....
ternyata kena prank ama Kak Dina deeeeh
huuuuuuffttttt syukurlah jika itu semua hanya mimpi belaka
Dina⏤͟͟͞R: wkwkwkek
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
naaaah lhooooo Aqila wafat deeeh
semula dirinya yang ingin membunuh Dimas eeeh ini malah dia sendiri yang wafat 👉👈
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
oooooooh noooooo 😱😱😱
ada apa ini sebenarnya???
kenapa ada adegan tusuk menusuk seeeh....
Idul Adha kan masih lama tuuuh 🤣🤣🤣🤣🏃🏃🏃🏃
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
naaah lhooooo Aqila berubah jadi garang neeeeh 🥺🥺🥺
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
lhoooo perut Dimas kenapa tiba-tiba jadi terluka 🫣🫣🫣
dan Aqila yang sedang dalam posisi membawa pisau 😱😱😱😱
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
cerdas tuh temannya yang lebih memilih mundur dan gak gabung arisan
karena percuma aja, ikutan ajang kumpul-kumpul eeeh gak membawa pada kebaikan
Dina⏤͟͟͞R: betup banget
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
waaah jadi gak sabar neeeeh...
kapan ya, Dimas akan mergoki Davina ama Bayu
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
whaaaaat selama sejam Davina nungguin Bayu yang sedang tidur 😱😱😱😱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!