Dulu mencintaimu tidak ada dalam rencanaku. Namun suatu hari dengan alasan yang belum aku pahami, Tuhan menempatkanmu menjadi bagian terbaik hati dan pikiranku.
- Alerscha Febrian Dhanurendra
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon firefly99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
New Member
Aland meminta maaf kepada Ryan atas permintaan Adriel yang meminta agar Ryan tidak menikah dulu.
"Nggak apa-apa, om. Itu tandanya Riel sayang sama aku, nggak mau aku nikah kalau nggak ada dia" ucap Ryan. Ia juga tidak mau terlalu tergesa-gesa. Mengetahui jika Alena sudah bersedia menikah dengannya, itu sudah lebih dari cukup bagi Ryan.
"Reil besok main yah?" tanya Ryan. Lelaki itu sedang berada di rumah Aland. Ia mengantar Vy ke sini, tapi Vy sudah di bawa pergi Alana.
"Iya. Om izin yah, mau bawa Vy ikut nonton"
Ryan mengangguk mengiyakan.
"Aku ajak Alena juga deh. Biar sekalian makan malam"
"Ide yang bagus " Aland menyetujui.
Keesokan harinya, Vy ikut di mobil kakaknya untuk menjemput Alena. Vy mengenakan jersey merah dengan nomor punggung 9 .
"Kok nomor 9?" Tanya Ryan saat melihat adiknya tadi.
"Kan adek suka angka 9" jawab Vy enteng.
Ryan juga mengenakan jersey, persis seperti milik Vy, hanya saja dengan nomor punggung yang berbeda.
Saat mobil Ryan sudah sampai di depan kostan Alena, Vy membuka pintu mobil.
"Adek di belakang aja kak" katanya.
"Lho?"
"Nggak apa-apa, kak " Ucap Vy yakin.
Tidak perlu menunggu lama, Alena menyapa mereka.
"Kok di belakang?" tanya nya kepada Vy.
Vy tersenyum.
"Supaya bisa gerak bebas, kak" jawabnya.
"Kakak duduk di depan aja"
Alena mengangguk. Ia duduk di kursi penumpang bagian depan.
Vy baru kali ini menonton bola secara langsung. Biasanya ia hanya menemani papanya atau kakaknya nonton di rumah.
"Vyy" teriak seseorang.
Vy menoleh, disana Keysa duduk bersama Yuki dan Rose, juga 3 orang bodyguard.
"Mau kesana?" tanya Ryan pada adiknya.
"Boleh?" tanya Vy balik.
Ryan mengangguk.
Tanpa menunggu lama, Vy mendekati teman-temannya. Jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat dimana Ryan dan Alena duduk.
"Perasaan kemarin ada yang gak bisa ikut?" sindir Yuki.
Al cemberut.
"Kakak aku pergi. Daripada di rumah sendiri, mending aku ikut"
Yang lain terkekeh mendengar jawaban Vy.
"Canda, Vy" ucap Yuki.
Vy terkekeh .
"Aku tahu" katanya. Ia membagikan permen kepada teman-temannya. Juga memberikan kepada 3 orang lelaki yang sudah ia hapal wajahnya.
"Terima kasih" ucap bodyguard yang selalu mengikuti sahabatnya.
Pertandingan di mulai, sorak sorai teriakan penonton terdengar dari seluruh penjuru stadion.
"Adrieel, Adriel" rupanya tidak hanya Keysa yang menjadi fans Adriel.
"Waaa, njirr, hampir" greget penonton saat bola nyaris gol tapi berhasil di tahan oleh kiper lawan.
"Arah jam 2, pacarnya Brian" bisik Rose.
Vy mengikuti arah yang dimaksud Rose, Keysa dan Yuki juga penasaran.
"Cocok sih, Brian tampan, dia juga cantik" ucap Yuki.
"Patah hati gue" ucap Rose.
"Kenapa nggak Adriel, gak Brian, semuanya dah pada taken" galau Rose.
"HEH, di dalam sana bukan hanya mereka berdua, masih banyak noh. Gue rasa lo nggak jelek ,lo cuman kurang gatel aja" Ucap Kayla.
"Nah, ini baru teman gue" Yuki bersorak gembira mendengar ucapan Kayla.
Gemuruh suara teriakan kembali terdengar saat Brian berhasil mencetak gol di gawang lawan.
"Keren sih" Mereka semua bertepuk tangan.
Permainan 95 menit itu selesai saat matahari sudah tenggelam di ufuk barat.
Ryan menjemput adiknya di tempat duduknya, disebelahnya ada Alena.
"Halo kak Ryan" sapa Kayla, ia mencium punggung tangan Ryan. Yuki dan Rose juga mencium punggung tangan Ryan.
"Langsung pulang?" tanya Ryan.
"Iya, kak. Soalnya bokap udah bawel" jawab Yuki terlampau jujur.
"Hati-hati yah semuanya " pesan Ryan.
Ketiganya mengangguk.
"Bye-bye, Vy" kompak Rose, Yuki dan Kayla.
Vy melambaikan tangannya kepada temannya.
"Ayo" ajak Ryan kepada keduanya.
"Masih antri itu kak" tunjuk Vy.
"Ya udah, duduk dulu aja." suruh Ryan.
Mereka bertiga kembali duduk sembari menunggu orang-orang keluar tanpa berdesakan.
"Om Aland menunggu di restoran hotel AV" beritahu Ryan.
✨✨✨
"Kakak duluan aja ke restoran, adek mau ke toilet dulu" ucap Vy.
"Bisa kan, tapi" khawatir Ryan.
"Bisa, astagaa" Vy meyakinkan kakaknya.
Setelah selesai dengan hajatnya, Vy berjalan menuju restoran. Tapi untuk sampai sana, ia harus melewati ballroom hotel yang dijadikan tempat berkumpul para pemain dengan orang-orang terdekatnya. Vy berusaha jalan dengan santai, seolah ia adalah fans fanatik yang mengantri hanya untuk sebuah tanda tangan. Saat Vy hendak berbelok ke arah yang kurang manusia, ia melihat Brian sedang foto berdua dengan kekasihnya. Vy tetap melanjutkan langkahnya, tidak peduli dengan wajah mengejek Brian yang seolah mengatakan 'apa lo lihat-lihat' .
✨✨✨
Dua pekan selanjutnya, jadwal Riel tidak terlalu padat. Ada jeda 10 hari untuk pertandingan selanjutnya. Hal itu dimanfaatkan oleh Aland untuk menggelar pesta pernikahan Ryan dan Elena.
Tidak banyak yang diundang, hanya orang-orang kepercayaan Adnan, keluarga Atlas dan keluarga Aland sendiri.
"Yeaay, teman baru" heboh Raya saat semua tamu undangan sudah bubar.
"Nggak usah ngajarin hal-hal sesat lo berdua" pesan Brian.
"Lha kok ngamuk" celetuk Vy.
Para muda-mudi berkumpul dengan seusianya. Di sisi lain ruangan, ada kelompok khusus untuk orang tua juga.
"Bilang apa lo?" Brian mencubit pipi Vy.
"Sakit, Kak" Vy melepaskan tangan Brian dari pipinya.
"Ehh, Riel, lo sejak kapan jadian sama Geya?" tanya Raya penasaran.
"Belum lama kok ini" jawab Adriel.
"Kalau pacaran yah pacaran aja, tapi nggak usah lebay" ulti Aderald kepada adik-adiknya.
"Kayak siapa bang?" pancing Vy.
"Kayak adik guelah" jawab Aderald yang diakhiri dengan tawa lepasnya.
Vy dan Raya bertos ria melihat wajah kesal Brian.
"Kalau gue bucin, ya wajar lah, kan punya pacar. Daripada lo bertiga, mau bucin tapi jomblo, kan nggak enak" bela Brian.
"Sombong banget " Aderald menjitak kepala adiknya.
"Riel yang punya pacar b aja tuh. Level kebucinan lo memang udah diambang batas kewarasan " Raya tidak mau kalah.
"Berarti cintanya Riel masih perlu dipertanyakan " ucap Brian.
"Kasih paham, kak" Vy bertepuk tangan, membuat suasana semakin panas.
"Kalau gue mah mesranya kalau cuma berdua aja. Kalau pun pasang di ig story, nggak usahlah terlalu sering." ucap Riel.
"Kalau sayang mah, sayang aja. Tapi balik lagi, beda orang beda pula caranya menunjukan kasih sayang"
"Wuihhh" Raya dan Vy bertepuk tangan heboh mendengar ucapan bijak Adriel.
"Jadi lo kapan, bang?" tanya Adriel kepada Aderald.
"Jangan tanya gue dulu lah, gue aja belum ujian tutup. Mana koas dan lain-lainnya. Pendidikan nomor satu, nikah bisalah berada di posisi kedua" jawab Aderald.
"Nggak usah ngomong nikah dulu, bang. Ada anak kecil di sini " ucap Brian.
"Siapa yang anak kecil?" tanya Vy.
"Yang dapat period pertamanya bulan kemarin" jawab Brian kemudian berlari pergi agar terhindar dari amukan Vy.
sekali lagi maaf ya thor sbb dr awal baru x ni othor ada typo dlm nulis 🙏🏻😊. selebihnya othor hebat👌
makin kesini makin maniiiiis crt nya