NovelToon NovelToon
Menikahi CEO Yang Dingin

Menikahi CEO Yang Dingin

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Fantasi / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: kittin

Cerita ini saya sajikan atas pemikiran saya. dan cerita ini menceritakan. Pernikahan seorang gadis berusia 17 tahun menikahi CEO yang dingin dan kejam. Apakah pernikahan dan percintaan mereka akan terus berjalan. Terus baca cerita ini yah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kittin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#9 Perhatian Milla kepada Varell. 1

Fia yang menerima telpon dari ibunya itu harus keluar karena tidak dapat mendengar perkataan ibunya itu.

"Mill gua keluar bentar yah ada telpon dari ibu gue ga kedengaran soalnya". ujar Fia

" Iyaa Fi" ujar Milla.

Fia pun langusung melangkahkan kakinya menuju keluar dan mengangkat telpon dari ibunya itu.

Misel yang melanjutkan rencana nya untuk Milla yaitu dia akan pergi ke dapur untuk membuat seakan-akan terjadi kebakaran tanpa sengaja. Misel yang menumpahkan minyak tanah di seluruh ruang dapur itu dan segera dia menyalakan api dan membuat api itu ke arah minyak tanah yang telah berserakan di lantai. Misel pun langsung keluar dari dapur menuju ruang depan dengan ekspresi seperti tidak terjadi apa-apa. Dan setelah Misel keluar dari ruangan itu pengawai di cafe itu ternyium bau asap seperti terjadi kebakaran dia mengikuti arah bau asap tersebut sampai terhenti di ruang dapur di mana dia melihat api begitu besar melahap dapur itu. Dia langsung lari menuju keluar bersama pelanggan yang lain.

Milla yang tersadar karena pelanggan yang lain berlarian keluar dengan Milla bertanya ada kepada salah satu pelanggan disana.

"Misi pak ada apa yah? ko semuanya berlarian? ujar Milla karena bingung

" Itu de kebakaran dan apinya semakin membesar" ujar salah satu pelanggan disana dan pelanggan itu berlari meninggalkan Milla

Milla berusaha berlari tetapi dia tidak bisa karena orang terus mendorong nya hingga dia terjatuh dan tidak sadarkan diri. Sedangkan Fia yang sudah mengakhiri telponnya langsung melangkah menuju cafe tersebut. Alangkah tekejut nya dia melihat pelanggan berlarian keluar dan membawa air agar tidak menyebar ke yang lain.

"Misi bu, saya ingin bertanya apa yang terjadi?" ujar Fia

"Itu de terjadi kebakaran" ujar Salah satu pelanggan disana.

Fia langsung mengingat sahabat tersayangnya itu masih di dalam dia panik dan menangis ntah apa yang terjadi kepada sahabatnya itu. Fia berlari menuju kedalam dan di tahan oleh satpam disana.

"Pak lepasin saya, saya ingin menyelamatkan teman saya di dalam pak" ujar Fia dengan manis tersedu-sedu.

"Tapi nak anggap saja kamu berhasil masuk kedalam tapi bagaimana kamu akan keluar nanti? ujar Satpam itu

Fia hanya bisa pasrah dan berdoa agar temannya itu tidak terjadi apa-apa.

Varell yang sudah kembali dari supermarket itu dia langsung menjatuhkan makanan yang dia beli tadi langsung berlari menuju cafe tersebut. Dia tidak mengkhawatirkan cafe miliki nya itu tetapi di mengkhawatirkan kan Milla. Varell yang melihat Fia ada didepan langsung menemuinya dan bertanya

" Fia apa yang terjadi, Milla mana?

" Ka Varell. Caaa... cafenya terjadi kebakaran pas aku mau kembali ke cafe ini dan Milla ada di dalam cafe itu ka" ujar Fia sambil menangis tampa henti

Varell langsung berlari masuk kedalam tanpa memikirkan orang yang sudah menahannya agar tidak masuk dia tidak bisa tinggal diam melihat orang yang dia sayang ada di dalam sana. Varell terus memanggil nama Milla terus menerus sambil meneteskan air matanya itu. Milla yang tadi pingsan segera membukakan matanya mendengar Varell memanggil namanya itu.

"Ka Varell aku disini" ujar Milla dengan suara pelan dan tidak kencang

Varell yang mendengar perkataan Milla itu langsung menuju lantai dua karena suara nya terdengar dari atas. Varell terkejut melihat Milla sudah tergeletak di bawah. Milla membuka matanya dan melihat Varell sedang memangku kepala nya. Dia melihat air mata Varell jatuh di pipinya Milla langsung menghapus air matanya itu dari pipinya.

"Kenapa kaka menangis? Aku baik-baik saja" ujar Milla dengan badan yang sudah tidak berdaya.

Varell terkejut dari sikap Milla kepadanya dan panggilan nya itu. Varell segera membawa Milla menuju bawah. Varell dan Milla melihat kayu akan terjatuh kepada mereka Milla takut dan merangkul lehernya dengan begitu erat dan Varell menghindar Milla agar dia tidak terkena Varell pun terkena kayu panas itu di bagian punggung bagian tengahnya. Milla yang menatap Varell menahan sakit itu dia tidak tega dia meneteskan air matanya.

Varell pun berhasil keluar dari ruangan itu. Walaupun dia memiliki luka tetapi dia tetap memikirkan Milla.

"Kamu gapapa kan? ujar Varell sambil menahan sakitnya

" Iya aku gapapa. Kalo kakak? ujar Milla sambil melihat Varell dan meneteskan ari matanya.

Varell yang tidak bisa menahan sakitnya itu pun segera dibawa ke rumah agar diobati. Selama dalam perjalanan Milla selalu memperhatikan Varell dalam pangkuannya itu. Varell tertidur agar dia tidak merasakan sakitnya itu

Beberapa menit kemudian Varell dan Milla dan Fia pun sampai dirumah Varell karena berdekatan dengan cafe itu.

Milla turun dan melihat seluruh rumah Varell yang begitu mewah dan luas. Setelah melihat rumah Varell dari luar dengan puas dia segera merangkul tangan Varell ke pundaknya bersama Fia dan supirnya. Milla dan Fia masuk kerumah istana itu dan melihat sekeliling rumah itu dia langsung menuju ruang kamar Varell yang begitu luas dan mewah.

Kemudian Milla meletakkan Varell di kasur sambil menunggu dokter datang. Setelah beberapa menit dokter pun datang dan memeriksa luka Varell dan mengobatinya.

"Tuan Varell tidak kenapa-napa luka yang dia Terima untung saja tidak terlalu dalam dan saya sudah memberi nya salep agar tidak merasakan sakit dan cepat kering. Dan untuk pemberian obatnya lakukan berulang setelah tuan Varell sadar yah. Tuan Varell saya beri bius agar dia tidur dn tidak merasakan sakit nya untuk saat ini". ujar Dokter

" Baik dokter terimakasih". ujar Milla

"Baik de kalo gitu saya permisi dulu yah" ujar Dokter sambil melangkah keluar ruangan.

Milla duduk disamping Varell sambil memegang tangan Varell.

"Makasih Kak, Kaka udh mau nyelamatin Milla dari dalam. Kalo kk ga dateng mungkin Milla tidak akan disni ka". ujar Milla sambil meneteskan air matanya

" Udah Mill jangan diinget² lagi anggap saja itu bencana yang tidak kita tahu" ujar Fia sambil menghapus airmata Milla.

"Tapi Fi gue curiga deh masa sih dapur itu bisa kebakaran?" ujar Milla dengan bertanya-tanya

"Iya awalnya gua juga bingung Mill" membalas ucapan Milla

"Ehh tapi pas gua liat papan nama karyawan dan chef nya itu ada di luar. mereka membantu para kasir yang begitu kewalahan. Pasti ada orang yang sengaja masuk ke dapur itu dan berfikir itu kejadian tanpa di sengaja". ujar Milla

" Iya Mill. Sudah lupakan saja" ujar Fia

"Iya Fi". Ucap Milla berbohong

Bagi gue ini ada yang aneh Gue harus cari tau Fi rasa kepo gua begitu besar. Batin Milla

Milla pun beristirahat dikursi samping kasur Varell dan tidak lama kemudian Milla tertidur sambil memegang tangan Varell sedangkan Fia dia tertidur di sofa karena Milla yang menyuruhnya. Winda tidak ada dirumah karena harus menemani suami nya ke luar negeri ada pekerjaan penting.

Setelah beberapa jam berlalu Varell membuka matanya perlahan-lahan dan melihat Milla di samping nya sambil memegang tangannya dia tersenyum melihat Milla ada disamping dan membalas pegangan tangan Milla itu. Milla tersadar ada seseorang yang memegang tangannya itu dan dia langsung membuka mata dan melihat Varell tersenyum padanya.

" Kakak sudah bangun?" ujar Milla

Varell terkejut Milla ternyata masih memanggilnya kaka "Apa kau memanggil ku dengan sebutan kaka?" ujar varell

"Iya karena kaka sudah baik mau menolong ku dan rela terluka untukku" ujar Milla sambil meneteskan air matanya.

"Sudah gapapa yang pentingkan kita selamat keluar dari situ" ujar Varell

"Tapi ka aku masih penasaran kok bisa terjadi kebakaran? Padahal ka aku melihat semua karyawan kakak itu berada di luar membantu kasir ka. " ujar Milla dengan penasaran

"Sudah lupakan saja" ujar Varell "Tapi aku gabisa ka.. aku kepo!" ujar Milla "Aku akan mencari tau siapa dalang nya ini semua". ujar Milla

Varell hanya bisa pasrah pada keras kepala Milla. Fia yang mendengar suara Varell dan Milla langsung bangun.

" Ka Varell sudah siuman?" ujar Fia

" Iya udh lumayan membaik" ujar Varell

" Bagus lah kak kalo sperti itu". ujar Fia

" Owh yah btw ka. Boleh aku menggunakan kamar mandi kakak diruang tamu? " ujar Fia

"Iya gunakan saja". ujar Varell

" Yauda kamu mandi deluan saja dulu. Gue masih mau mengganti perban ka Varell dulu" ujar Milla

"Baik Mill" ujar Fia

Fia pun melangkah keluar ruangan dan menurun tangga karna kamar mandi tamu berada di bawah dan Milla pun langsung membuka perban Varell dengan hati-hati.

Sekian dulu ceritanya. Jikaa ingin memberikan masukan silahkan komen saja yah. Terimakasih

Saya akan melanjutkan ceritanya lagi besok. Semoga kalian suka☺

laffyouAll😘

1
Wahyu Ti Ti
Luar biasa
Kenzie Kenzie
tuan atau pak ...
Melda Simamora
lebih konsen lagi ya, apa jam sarapan di London dan indo sama.. hal2 seperti ini lah...
Kanza Nia
up dong tor cerita y
Kasmawati S. Smaroni
lebai,gak nyambung
Kasmawati S. Smaroni
mila ambil jurusan disigner salah,mestinya mila jadi detektif.jadi gimana kalau ada teman bismisnya verrel mau jahatin verrel terus si milanya msh di london kuliah.ayo siapa yg akan tolong berrel dati kejahatan
Kasmawati S. Smaroni
sampai kapan sih mila move on,kalo jodoh jg gak akan kemana,jalani aja hidup kamu seperti air mengalir.
Kasmawati S. Smaroni
setiap baca novel kalau wanitanya patah hati krn putus cinta pasti lama buanget mobe on nya,
Kasmawati S. Smaroni
verrel gak cocok sm mila,mila lebih dewasa cara berfikurnya di banding verrel
Kasmawati S. Smaroni
setiap novel yg sy baca,wanitanya yg terlalu bucin,hilang akal sehatnya
Ratnawati S
Thuor mana lanjutannya kami sangat rindu
Aqiyu
tiket Inggris -Indonesia murah ya pada ikut bolak-balik naik pesawat padahal kalau mahasiswa itu ga sekaya dan segampang itu untuk.......
Aqiyu
lagi pada disandera kok Varel bebas bisa ,ngapain aja bukannya telp Martin dan anak buahnyq masa ngalahin Lusiana yang jalang itu aja sampai berhari-hari
jadi ga nyambung gini...... masa harus nunggu Mila pulang🤦‍♀️
Aqiyu
rada ga masuk akal ngomongin rencana licik ditempat umum.
kan bisa dirumah ataw ditempat pribadi yang sepi🤦‍♀️ apalagi rencana pembunuhan.........
Aqiyu
Varel selama seminggu bungkan aja tuh mulut ga mau gitu minta maaf.....
Aqiyu
halah batin aja ngomongnya.gengsi loo ketinggian ada didepan mata bukannya ngomong malah ga diperjuangin sama sekali

ajak jalan ke sebelum balik ke Inggris.bener bener ga ada action nya sama sekali
Aqiyu
Varel masih sama aja ga berubah.....
diglenditin diam ajah
Aqiyu
diulang
Aqiyu
sultan mah bebas hadiah aja kasihnya MALL jiwa misquin quh merontah
Aqiyu
harusnya mila kasih ciri khusus disetiap desainnya jadi dengn itu bisa mudah menunjukkan identitas si desainer
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!