NovelToon NovelToon
Camelia

Camelia

Status: tamat
Genre:Kontras Takdir / Tamat
Popularitas:64.7k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Seorang gadis desa yang di jerumuskan oleh ayah tirinya sampai harus bekerja di rumah bordill. Camelia, 16 tahun benar-benar merasa muak bekerja di rumah bordill itu, dia merasa dia harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan pada gadis muda yang bekerja di sana karena paksaan seperti dirinya. Camelia ingin merubah aturan kehidupan di desa Muara itu. Dia tidak ingin lagi melihat ada wanita yang nasibnya sama dengannya. Dia ingin menutup semua rumah bordill di desa itu, bahkan di desa-desa yang lain. Meski tidak mudah, tapi Camelia tidak akan pernah menyerah sampai nafas terakhirnya untuk mengangkat derajat kaum wanita di desanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Camelia berada di dalam kamarnya dengan sangat santai saat pria itu masuk dan menutup pintu kamar itu lalu menguncinya.

Dengan tidak sabar pria itu bahkan langsung membuka pakaian yang dia kenakan, meninggalkan celana pendeknya saja. Pria itu mendekati Camelia tidak dengan perlahan, tapi main peluk saja dari belakang dengan tergesa-gesa.

Camelia yang tubuhnya memang kecil, nyaris terjatuh dari atas meja, tempatnya duduk.

"Agkhhh, aku terkejut tuan. Jangan main kasar, aku tidak suka" kata Camelia yang mencoba menyentuh beberapa area sensitif pria itu.

Camelia memang cepat belajar, dia menggunakan pengalamannya melayani para tamu untuk belajar. Bagaimana menghadapi pria yang suka main kasar, bagaimana menghadapi pria yang lembut, dan bagaimana menghadapi pria yang pasif. Dia sudah banyak belajar tentang semua itu, termasuk mengetahui dimana area sensitif pada pria.

Pria itu tidak bisa lagi menahan hasratnya ketika Camelia menyentuh dan membuat jemarinya menari di area sensitif di bagian dadanya.

"Nona, jangan membuatku menunggu... aku ingin tahu bagaimana di layani oleh kembang paling populer di lentera malam" kata pria itu yang sudah sangat berusaha untuk mencium Camelia.

Tapi Camelia tak berniat sama sekali tidur dengan pria di depannya itu.

"Tunggu tuan, aku punya hal yang lebih menarik daripada hanya menghabiskan uangmu untuk tidur denganku. Bagaimana pelayan Hani?" tanya Camelia.

"Dia luar biasa, tapi aku ingin mencicipimu...."

Pria itu masih ingin menyerbu bibir Camelia, tapi Camelia mengarahkan tangannya ke dalam kemben yang dia pakai dan mengeluarkan beberapa lembar uang pecahan 20 ribu rupiah yang merupakan pecahan rupiah paling tinggi tahun 1992.

Camelia mengarahkan uang itu ke mulut pria itu.

"Aku akan memberikan uang ini, bahkan lebih banyak dari ini. Kalau kamu mau menjadi mata-mataku untuk mengawasi tuan Cokrodima. Bagaimana?" tanya Camelia.

Pria itu matanya melebar, siapa yang tidak akan tertarik dengan yang sebanyak itu, bahkan dia akan mendapatkan uang yang lebih banyak lagi. Sedangkan selama bekerja sebagai pengawal tuan Cokro, dia tidak pernah di bayar sebanyak itu.

Camelia berdiri dan melangkah ke arah belakang pria itu. Camelia juga berbisik padanya.

"Kalau kamu setuju, maka kapanpun kamu datang. Hani akan melayani mu sampai puas, tanpa perlu mengeluarkan uang" bisik Camelia yang membuat pria itu langsung sangat tertarik pada apa yang di katakan oleh Camelia.

Pria itu berbalik dan langsung meraih uang yang ada di tangan Camelia.

"Iya iya aku setuju, sekarang katakan apa saja yang harus aku lakukan?" tanya pria itu sangat senang.

Camelia terkekeh dalam hatinya, dia tahu kelemahan pria itu memang uang dan wanita. Malam itu Camelia menjelaskan semua yang harus pria itu lakukan, dia hanya perlu mengatakan semua yang terjadi pada Hani. Semua aktifitas Cokro, dan apa saja usahanya, siapa saja tamu yang menemuinya. Hanya itu, dia bahkan akan di bayar saat datang, tidak perlu mengeluarkan uang. Tentu itu adalah tawaran yang sangat menarik bagi pria bernama Iwan itu.

"Pergilah ke kamar Hani, tapi jika kamu di tanya oleh penjaga saat keluar besok, katakan kalau malam ini kamu tidur denganku. Jaga rahasia ini kalau masih mau uang dan bermalam dengan Hani gratis. Mengerti kan?" tanya Camelia dan Iwan mengangguk.

Camelia melihat ke sekeliling sebelum membawa Iwan ke kamar Hani. Camelia melihat ke arah jendela kamarnya yang lebarnya hanya seukuran kepala saja.

Matanya melihat ke arah gemerlapnya malam di jalan desa muara. Dia tahu malam ini ada banyak wanita yang bekerja di rumah bordill sama dengannya yang melayani banyak pria, sayangnya tidak semua bisa menangani tamu sepertinya.

Dia banyak melihat saat dia pergi ke rumah sakit untuk mengatur agar dia tidak hamil. Beberapa wanita yang bekerja sebagai kembang berakhir sangat mengenaskan di tangan pria kasar yang banyak uang.

Ada yang daerah intinya sobek, ada yang wajahnya babak belur, ada yang masih sangat muda sebenarnya tapi sudah menjadi kembang sampai pendarahan dan tidak berhenti sampai meninggal. Camelia sendiri sampai beberapa hari tidak bisa bangun dari tempat tidur karena hukuman Gandara yang membuatnya harus melayani lima pria dalam satu malam dengan pria-pria yang begitu kasar dan juga brutall.

Camelia ingin merubah semua itu, dia tidak mau sampai ada lagi gadis gadis malang menjadi seperti dirinya, atau bahkan hidupnya harus berakhir karena perlakuan pria-pria kasar dan pada pemilik rumah bordill yang hanya memikirkan uang. Para gadis yang di paksa bekerja di rumah bordill, mereka juga punya mimpi. Seperti Camelia, dia hanya ingin hidup tenang bersama ibunya, bekerja dengan keras tapi bukan sebagai seorang kembang.

Camelia sudah mendengar banyak jeritan dan tangis dari para gadis yang di paksa untuk menghancurkan mimpi mereka sendiri dan di paksa pula untuk di hancurkan hidupnya di tempat ini. Setelah menjadi kembang, seorang wanita tidak akan lagi punya mimpi lain. Tidak akan ada pria yang mau menikahinya, karena siapa yang mau menerima wanita yang sudah di sentuh banyak pria yang berbeda. Juga keluarga mereka.

Lagipula mana mungkin para germoo seperti Gandara mau melepaskan kembang di rumah bordill mereka. Itu tidak mungkin.

Beberapa hari berlalu, Camelia baru akan mengumpulkan uang dan perhiasan yang dia miliki bersama dengan Laila di dalam gudang bawah tanah, tempat mereka menyimpan harta mereka. Camelia tidak akan menyerahkan semua yang di berikan para tamu untuk Gandara. Dia akan menyerahkan hanya sekitar 50 ribu saja. Itu sudah sangat banyak, itu setara dengan penghasil 4 sampai 5 kembang lain di lentera malam.

Namun dini hari itu, ketika Camelia dan Laila mengendap-endap keluar dari lentera malam menuju ke gudang. Arini yang memang terbangun dan ingin menuju ke kamar mandi tidak sengaja melihat mereka.

Arini mengikuti Camelia dan Laila yang membawa sebuah bungkusan kain ukuran kecil.

Begitu sampai di gudang, Camelia langsung mengangkat jerami dan menggali pasir yang menutupi kotak harta mereka menggunakan sekop yang ada di tempat itu.

"Ini Camelia, cepat" kata Laila yang melihat ke sekeliling.

"Iya kak" jawab Camelia.

Arini pun masuk ke dalam tempat itu, dan betapa terkejutnya dia melihat uang yang begitu banyak dan perhiasan yang begitu banyak di dalam sebuah kotak kayu ukuran besar.

"Kalian berdua... aku akan laporkan ini pada Nyonya" seru Arini yang langsung berbalik hendak pergi.

Camelia yang tahu dirinya dan Laila tidak akan selamat jika sampai Gandara tahu tentang harta yang mereka simpan tanpa sepengetahuan Gandara. Refleks mengangkat sekopnya dan memukul kepala Arini.

Bughh

***

Bersambung...

1
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
up
kiran
kenapa tidak dilanjutkan ceritanya 😭😭
•§͜¢•🦢🍒"Asti "
Camelia 👍💪
•§͜¢•🦢🍒"Asti "
Camelia semoga selamat 🤲
Saliha
Suka banget sama cerita ini
Afika
Sangat menyukainya novel ini
Yulia
Suka benar lah sama novel ni
Rieke
Luar biasa
Marimar Perez
Suka banget
Muhamad Bardi
tidak bisa berkata apa apa kak thor aq terharu banget😭😭😭😭😭 sama perjuangannya camelia, akhirnya camelia bisa memuwujudkan impiannya🤧🤧🤧🤧
•§͜¢•🦢🍒"Asti "
rasakan
•§͜¢•🦢🍒"Asti "
sangat menarik 👍👍👍
Muhamad Bardi
udah cerain aja jie istri kaya gitu mah dia ga pantas jadi pendamping hidup kamu, semoga kedepannya kamu mendapatkan kebahagian🤲🤲
Muhamad Bardi
rasain kamu cokrodima riwayatmu telah berakhir, dan hukuman seumur hidup itu pantas kalian dapatkan..
semangaaat camelia aq yakin kamu pasti pemenangnya💪💪💪👍👍👍
Anonim
Jeky tdk dipeluk Camelia. Jeky juga berjasa lho Camelia. Kl tdk menikah kan tdk jd bisa kandidat.
Ninis
Suka sekali, sama Camelia dan Laila dan Hani juga dan Adjie juga
Nudu
Terus semangat berkarya nya, bagus kak
Wisyia
Kisah Camelia ini bagus, menginspirasi
Qiara
Bagus, kerja bagus kak
Jasmine
Ceritanya bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!