NovelToon NovelToon
Pesona Pengasuh Barbar Ku

Pesona Pengasuh Barbar Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Terpaksa Menikahi Suami Cacat
Popularitas:115.7k
Nilai: 5
Nama Author: maMby4

Tidak sengaja hampir bertabrakan di jalan raya, Desty perempuan cantik ke bule-bulean itu meminta ganti rugi atas apa yang terjadi pada motor kesayangan nya dan dagangannya.

begitu juga dengan laki-laki yang ada di dalam mobil itu. ia tidak mau kalah dengan perempuan berani itu. Dan Desty baru takut ternyata laki-laki, seseorang yang tidak baik-baik saja, Ia mengalami cacat di kaki kanan , begitupun dengan tangan kanannya.

bagaimana kisah mereka ?
yuk , bismillah dukung yah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maMby4, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

seratus juta

Setelah kepergian Desty dari kediaman nya,kini Geid dan Rizman tengah saling menatap satu sama lain.Mereka menghela nafas kasar barengan.

Rasanya sudah seperti menghadapi hantu saja.

"Kau lihat,apa yang aku katakan benar bukan? Dia memang gadis pemberani."

"Iya, dan dia gadis yang unik." jawaban yang Rizman berikan membuat Geid mendelik.Pikirnya,apa yang unik dari diri gadis itu.

"Tadi tuan bilang bule cangkok, apa maksudnya?" tanya Rizman penasaran. ia tadi sempat mendengar panggilan Geid bule cangkok untuk gadis itu.

"Kau bisa lihat wajah dan perawakan tubuh dia.Tubuh yang tinggi,body yang bagus.Walaupun tertutup oleh pakaian yang besar."

Wajahnya yang cantik,kulit putih bersih.Darah campuran yang mengalir dalam dirinya membuat sulit mengatakan apa dia gadis Asia atau non Asia.Maksud Geid cangkok,Desty bagaikan pohon yang tumbuh dari dahan hasil cangkokan.Yang tidak tahu sudah melewati berapa garis pohon yang tumbuh karena hasil cangkokan.

Rizman menggelengkan kepala mendengarnya.Dia pikir apa tadi.Ya,Rizman juga mengakui kecantikan Desty yang miliki.Jarang-jarang dia melihat seorang gadis cantik yang terlahir hidup sederhana.Tampang wajahnya cocok menjadi seorang aktris atau gadis-gadis kelas atas.

"Segera kirimkan uang itu kepadanya!"

Titah Geid kepada sang asisten.Ia tidak ingin mengulur waktu lagi untuk mengirim uang pada Desty.Geid seseorang yang tepat waktu.

Rizman langsung mengetikkan sesuatu di ponselnya.Ia menekan tombol send saat nominal uang yang sudah di perintahkan Geid tadi tertera ke nomor rekening Desty.

"Tuan akan jadi kan apa dia di rumah ini?" tanya rizman.

"Entahlah,yang terpenting dia akan ku jadikan pelayan di rumah ini."

"Tuan saya belum menemukan lagi seseorang yang cocok untuk merawat tuan."Rizman menghela nafas sebentar. "Bagaimana kalau gadis itu saja yang akan merawat tuan?" tanya Rizman hati-hati.

Rizman sudah bosan mencarikan seseorang yang di tugaskan untuk merawat tuannya.Yang ujung-ujungnya semua sama. Berakhir dengan pemecatan. Mereka yang pernah mengurus Geid saat setelah kecelakaan,kebanyakan seorang perempuan.Dari yang tua sampai yang masih muda.Tapi hampir dari mereka tidak kuat bertahan mengurus Geid.Entah karena apa.

Dan kemarin sore pun,terjadi pemecatan pada pelayan yang merawat dan menjaganya.

Padahal sang kepala pelayan,dia seorang laki-laki.Tapi terkadang Geid tidak mau membebaninya.Karena dia seorang paruh baya.

"Baiklah.Aku akan ikuti saran mu.Aku akan lihat,sampai dimana dia mampu melayani ku.Apa dia seperti yang sudah-sudah,atau dia mampu bertahan melayaniku."

Tidak ada buruknya juga ide Rizman.Seperti yang Desty katakan,dia sudah handal dalam melakukan pekerjaan rumah.Dan kali ini Geid tidak akan menugaskan dia di bagian pekerjaan rumah.Desty akan melayani Gedi dari ia membuka mata sampai mau menutup mata kembali.

"Kau urusi juga postingan yang di grup kuliner onlinenya itu.Masuklah ke sana!Perbaiki namanya dan usahanya."

Geid tidak suka usaha seseorang di jatuhkan begitu saja.Ia tahu rasanya sebuah perjuangan dalam mencari uang.Apalagi gadis sebatang kara seperti Desty.Yang mengandalkan hidupnya dari itu saja.

"Baik tuan!"

Tanpa penolakan,Rizman selalu mengerjakan apa yang Geid perintahkan.

"Tuan kemarin saya tidak sengaja bertemu dengan Nona Anggun, beliau..."Rizman tidak meneruskan perkataannya saat sang tuan melayang kan tatapan tajam padanya.

"Tutup mulut mu! jangan sebut namanya lagi di hadapanku."Geid sama sekali tidak ingin mendengar apapun tentang perempuan yang sudah berkhianat ,membuat dirinya terluka.Hati dan fisiknya.

Mengerti dengan keadaan tuannya,Rizman tidak lagi mengatakan apapun selain ia mohon pamit untuk pergi keluar. Karena masih banyak urusan pekerjaan yang telah menunggu nya.

Geid mengizinkan, setelah ia memanggil pelayan tadi untuk mengantarkan nya ke kamarnya.

♥️

Sedang Desty yang beberapa menit yang lalu berada di kediaman tuan sombong itu,kini ia sudah berada di warung seblak nya.

Setelah ia memarkirkan motornya, ponselnya berbunyi tanda ada pesan yang masuk.Ia membuka dan membaca pesan itu,seketika ia melebarkan kedua matanya,saat melihat nominal angka yang masuk ke rekening nya.

seratus juta! kenapa uangnya sebanyak ini?

Sebelum sempat Desty membalas pesannya,sebuah pesan masuk lagi.

"Aku sudah membayar kerugian mu dengan sangat mahal.Aku harap kau juga melakukan hal demikian untukku. Bersiap lah,dan bekerjalah dengan benar nanti! Kinerja mu harus sebanding dengan uang yang ku kirim padamu.

Kalau kau tak sanggup,bersiap lah! Bilik jeruji besi menanti mu!"

Isi pesan dari tuan Geid membuat nya merinding.Pikirnya dari mana dia mendapatkan nomor nya.Ah,Desty melupakan sesuatu.Pasti tidak sulit untuk laki-laki itu hanya untuk sekedar tahu nomornya.Semua tentang kehidupannya juga tahu.Apalagi cuma sebatas nomor.

Nomor kontaknya sendiri juga terpampang jelas di akun media sosialnya.Untuk memudahkan orang-orang agar bisa cepat memesan jajanan seblaknya.

Pasti dia juga mendapatkan nomornya dari sana.

Tidak ingin pusing mengingat semua itu, Desty segera masuk ke warungnya. Duduk di kursi sembari minum kopi panas,istirahat sejenak.Untuk mengembalikan lagi tenaga dan kesadarannya kembali.Setelah tadi ia di buat terkejut dengan nominal uang yang masuk ke rekeningnya.

"Apa tadi ada pengunjung yang datang saat kakak pergi kesana?" Desty bertanya setelah menyeruput kopi panas yang ada di tangannya.

Desty bertanya pada Rara yang berdiri tak jauh darinya sedang menunggu seblak yang sedang disiapkan mba Ulfah.

"Ada aja kak.Lumayanlah walau tidak rame seperti biasanya.Tuh kakak lihat, sekarang masih ada tiga orang."

Walau tadi siang tidak ada satupun pembeli,tapi saat tadi Desty pergi meninggalkan warung,beberapa pembeli datang ke sana.

Setidaknya sore menuju malam ada beberapa porsi yang laku terjual.

"Ya syukurlah.Setidaknya pemasukan kita hari ini tidak terlalu kosong."

Walaupun Desty sudah mendapatkan banyak uang dari tuan Geid,tapi ia tetap bahagia dan ingin mendapatkan uang dari hasil kerja kerasnya.Rasanya uang yang di kirim tadi ada rasa tidak enak dalam hatinya.Ia merasa tidak berhak untuk menerima uang sebanyak itu

Namun Desty tetap memastikan kalau warung seblak nya tetap ramai oleh pembeli.

"Memangnya kakak habis dari mana?"

Rara penasaran dengan Desty yang entah pergi dari mana.Karena tadi Desty hanya mengatakan ada urusan yang harus ia selesaikan.

"Kakak habis dari rumah tuan pemilik mobil yang hampir menabrak kakak kemarin."

"Apa?" Rara kaget.Ia berjalan ke arah dekat Desty. "kakak mau ngapain ke sana? Kakak tidak apa-apa kan?" tanya Rara cemas.Ia mengecek semua keadaan tubuh Desty.

Desty yang melihat itu terharu sekaligus geli.Rara sangat peduli padanya.Gadis yang lebih muda darinya ini tidak ingin Desty kenapa-kenapa.

"Rara, kamu lihat kakak saat ini? Kakak baik-baik saja."

Memangnya Rara berfikir apa sampai ia khawatir seperti itu.Sangat berlebihan menurutnya.

Desty menjelaskan semuanya,maksud ia mendatangi kediaman laki-laki itu.

"Syukurlah kalau kakak baik-baik saja."

Rara merasa lega karena tidak ada sesuatu buruk yang terjadi pada Desty.Rara takut laki-laki itu sampai menyakiti Desty yang seorang perempuan.

Apalagi Desty datang kesana hanya seorang diri.

''Apa dia mau memberi uang nya kak?"

"Iya.Dia sudah mengirim uangnya ke nomor rekening kakak.Kamu tahu Ra? nominal uangnya pun tidak sedikit."

ucap Desty pelan.Ia seperti yang tidak senang mengatakan itu.Padahal uang yang telah di terimanya sangat banyak.

"Ya baguslah kak.Kalau tidak sedikit berarti banyak kan? Nanti kakak bisa menabungnya.Lantas kenapa kakak kedengarannya seperti tidak senang begitu?"

Rara sepertinya tahu ada yang tidak enak dari Desty.Karena dari ekspresi Desty yang seperti itu.

Desty menghela nafas nya berat sebelum menjawab pertanyaan Rara. Lalu ia menjelaskan semua sebab apa yang terjadi.Dari ia meminta ganti rugi sampai ancaman yang di berikan tuan Geid kepada nya.

Rara yang mendengar semua pernyataan itu,di buat kesal dan geram. Kenapa laki-laki kaya itu memberi ancaman yang akan menyeret orang-orang panti dan merugikan Desty.

"Jadi kakak akan bekerja di rumah tuan itu? Apa kakak tidak takut?"

Rara semakin khawatir jika sampai Desty benar-benar bekerja disana demi menebus kerusakan mobil laki-laki itu. Rara takut laki-laki itu akan seenaknya pada Desty.

"Iya,sesuai perjanjian.Kakak akan bekerja di sana.Ya mungkin cuma beberapa hari,minggu atau bulan.Buat kakak itu tidak masalah."

Desty hanya menebak-nebak berapa lama ia di sana.Hitung-hitung ia mencoba pengalaman baru lagi dalam hidupnya.

Desty mengira,mungkin dia tidak akan bekerja dalam waktu yang lama disana. Asal dia bekerja dengan baik,memberi hasil kepuasan sesuai harga yang yang ia terima.

Mungkin semua itu bisa mempercepat pelunasan tebusannya.

Padahal entah berapa lama waktu yang akan Desty habiskan disana.

"Apa kakak akan tinggal di sana?"

Rara tahu seseorang yang menjadi pelayan rumah tangga pasti tinggal di rumah tuannya.Tapi tidak tahu dengan Desty, mengingat jarak tempuhnya lumayan dekat.Tidak tinggal di sana juga bisa saja.

Desty terdiam mendengar pertanyaan itu.Setelah di pikir,ia belum membahas soal ini dengan tuan Geid.Tadi mereka hanya membahas setuju atau tidaknya Desty bekerja di sana.

"Tidak tau Ra.Tapi kakak berharap semoga saja kakak bisa pulang ke panti.Tidak perlu menginap di rumah nya.Kamu tahu? kakak bisa tua sebelum waktunya tinggal berlama-lama dengan tuan itu."

Baru dua kali bertemu juga sudah beribu kata yang keluar dari mulut Desty.Berdebat dengan Geid yang tidak mau mengalah.

Desty bergidik ngeri membayangkan jika ia harus lama-lama tinggal bersamanya.

Rara yang mendengar tertawa lepas.

"Jangan gitu kak! Apa dia tampan?Belum menikah? Jika iya nanti kakak bisa jatuh cinta kepadanya."

Seketika bulu kuduk Desty merinding mendengar kata Rara.Jatuh cinta katanya? Yang benar saja.Memang benar sih,laki-laki itu sangat tampan. Dan sepertinya ia juga belum menikah karena di rumahnya Geid sendirian tanpa keluarganya

Tapi kalau untuk jatuh cinta seperti nya...

"Hiiiiiiii...Gak mungkin ya.Mana bisa kakak jatuh cinta sama laki-laki kaya dia.Jangan berfikir macam-macam!"

Desty kesal dengan angan-angan Rara.Taoi gadis itu malah tertawa lagi.

"Hati-hati kak! Jangan terlalu anti seperti itu.Takutnya yang tidak diinginkan,itu yang akan terjadi."

"Rara!"

Desty semakin kesal kepadanya.Bisa-bisanya dia menggoda dirinya seperti itu. Tak terpikirkan olehnya jika suatu saat ia bersanding dengan laki-laki yang sangat kaya raya dan sombong seperti Geid.

"Iya,iya kak maaf.Aku hanya bercanda.Tapi kalau benar nanti seperti itu, juga tidak apa-apa.Kakak sudah cocok untuk menikah kok!"

Sekali lagi Rara membuat kesal Desty.Dan karena ulahnya,Rara mendapatkan lemparan tisu dari Desty.

Apalagi ini,Rara jauh-jauh mengeluarkan kata menikah untuk dirinya.Yang bahkan belum terpikirkan oleh Desty.

Rara hanya tertawa menanggapi.

Sambil terus bercanda dan menggoda Desty.Sampai suara mba Ulfah terdengar memanggilnya.Menyuruhnya untuk segera mengantar seblak kepada pemiliknya yang tengah menunggu di kursi meja.

"Sana kerja! bercanda mulu deh!"ucap Desty pada Rara.

Rara pun mengiyakan.Ia pergi sembari masih terdengar kata godaan yang keluar dari mulutnya untuk Desty.

Desty hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Rara.

Dasar Rara.Ada-ada saja gadis itu.

1
Asyatun 1
lanjut
Wiwi
lanjut Thor semangat 💪💪💪💪💪
Asyatun 1
lanjut
Wiwi
Thor kemana aja ko baru update lagi lanjut Thor semangat 💪💪💪💪💪
Kangkung: terimakasih setia menunggu 🙏🤩
total 1 replies
Asyatun 1
lanjut
Wiwi
Thor lanjut
Wiwi
lanjut Thor semangat 💪💪💪💪💪
Asyatun 1
lanjut
Wiwi
Thor akhirnya, desti ketemu juga sama keluarganya, Thor ceritanya makin menarik lanjut Thor semangat 💪💪💪💪💪
Asyatun 1
lanjut
Wiwi
kak Thor visual nya dong
Kangkung: untuk visual,versi diri sendiri boleh✌️😆
total 1 replies
Wiwi
kak Thor kemana aja baru update lagi, lanjut kak Thor semangat 💪💪💪💪💪
Kangkung: maaf blm bisa up rutin🙏
sibuk ada suami & 4 anak di tambah di bungsu lagi sakit
total 1 replies
Wiwi
lanjut Thor semangat 💪💪💪💪💪
ari sachio
lanjut thor....cemungut
💪💪💪💪💪
Wiwi
bagus banget Thor ceritanya walaupun perdana juga ceritanya g bertele-tele semangat 💪💪💪 terus Thor
Kangkung: terimakasih atas dukungannya 🤗♥️
total 1 replies
ari sachio
mgkn nada sama desty kaka ade. trs itu emakny desty yg slalu muncul di mimpi desty mgkn😁
Wiwi
lanjut Thor semangat 💪💪💪💪💪
ari sachio
mg desty cepet2 ketemu sama dadynya sean biar terungkap siapa desty sebenarý
Kangkung
aamiin 😁
ari sachio
adekny at mgkn kakakny desty ....mg aj y....diaminin thor😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!