NovelToon NovelToon
SURVIVE

SURVIVE

Status: tamat
Genre:Zombie / Romansa / Hari Kiamat / Evolusi dan Mutasi / Chicklit / Tamat
Popularitas:56.3k
Nilai: 5
Nama Author: Defri yantiHermawan17

Konspirasi biologis yang dilakukan oleh dua negera menjadi bumerang untuk seluruh dunia. Menjadikan anak anak muda yang masih bertahan hidup harus mati matian mempertahankan populasi manusia di bumi.

Virus mulai menyebar, perlahan manusia menjadi brutal dan tidak terkendali. Membunuh atau terbunuh, hanya dua itu pilihannya. Disaat mereka berusaha bertahan hidup, banyak cinta yang hadir disana. Hingga dua pilihan yang mereka pilih, bertahan hidup atau cinta.

CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA

MOHON BIJAK SAAT MEMBACANYA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

"Hati hati, Sam!"

Ina melambaikan tangannya pada Samuel,walaupun pria itu terlihat cuek tapi Ina tetap melambaikan tangannya sebagai rasa ucapan terimakasihnya.

Ina menghela nafasnya kasar, dia mengeratkan jaket yang dia pakai. Bahkan Ina lupa kalau jaket bomber milik Sam masih melekat ditubuhnya.

"Aku pulang!"

Ina melepas sepatu dan kaos kakinya yang entah berapa berapa pasang yang dia pakai. Rumahnya terlihat sepi, namun harum masakan sudah tercium dari arah dalam rumah.

"Maaaa!"

"Mama didapur sayang!"

Ina melangkah menuju asal suara sang Mama, diruang keluarga Ina bisa melihat Zean tengah bermain game sembari tiduran disofa.

"Kamu sudah pulang, Zen?"

"Umm yeah, aku baru sampai Kak. Aku ikut dengan mobil temanku tadi."

Ina mengangukan kepalanya, gadis itu melangkah meninggalkan Zean dan berjalan menuju area dapur.

"Kamu pulang dengan siapa sayang?"

"Teman kampus Ma, tadi dia menawarkan pulang bersama soalnya tadi waktu masih dikampus badai mulai datang, mobilnya Aiko tidak bisa menyala karena kedinginan."

"Ya sudah, yang penting kamu pulang dengan selamat. Ayo kita makan supnya, hangatkan dulu tubuh kamu."

🕷🕷🕷

"Ini tidak mungkin?"

Lukman menatap tidak percaya pada mikroskop yang ada dihadapannya, bahkan Lukman berkali kali melihat alat pembesar untuk melihat makhluk micro yang ada dimuka bumi ini.

"Ada apa?"

Akira yang baru saja mengambil beberapa botol serum penawar langsung mendekat kearah Lukman yang terlihat sangat shock.

"Virusnya bocor, ada yang sengaja membocorkan tempatnya. Padahal kita dan dr. Brant sudah membuat wadah yang kuat untuk virus virus itu."

Akira pun ikut terkejut, dia segera meletakan botol botol itu diatas meja. Wanita berdarah Jepang itu segera meraih mikroskop yang ada dihadapan Lukman dan mengarahkan salah satu matanya kelensa benda itu.

"Kau benar, ini adalah mereka. Mereka sudah keluar dan mencemari ruangan ini atau bahkan seluruh laboratorium."

Lukman terlihat segera menekan tombol merah yang ada diruangan itu dan tidak lama pintu kaca itu tertutup hingga membuat dia dan Akira terkurung didalamnya.

"Maaf Akira, aku harus melakukan ini. Aku tidak mau warga sipil menjadi korban, atau bahkan mungkin keluarga kita bisa tercemar virus ini. Tugas kita sekarang adalah, secepatnya untuk menyelesaikan penawarnya untuk berjaga jaga."

Akira terlihat menghela nafasnya kasar, dia tidak bisa berbuat apa apa lagi. Akira yakin kalau saat ini dia sudah terinfeksi walaupun efeknya belum dia rasakan.

"Izinkan aku untuk mengabari putriku Lukman!"

Lukman menganggukan kepalanya, Lukman juga berencana untuk menghubungi Anita setelah dia menyelesaikan kekacauan ini sebentar lagi.

🦂🦂🦂

"Kenapa Ayah melakukan semua ini?"

Pria berambut coklat itu menatap tajam pada pria paruhbaya yang tengah duduk dikursi kebesarannya.

"Apa maksudmu Son?"

"Apa yang Ayah lakukan pada William? dan apa yang Ayah lakukan pada orang orang yang tidak tahu apa apa itu? kenapa mereka Ayah jadikan kelinci percobaan?"

Pria paruhbaya itu bangkit dari duduknya, dia tidak mendekat kearah sang putra namun lebih memilih untuk menatap salju yang mulai turun kembali.

"William sudah Ayah bayar dengan harga setimpal, orang orang itu pun sudah Ayah bayar dengan bayaran yang tinggi untuk menjadi bahan percobaan. Bukan salah Ayah, itu salah mereka sendiri Sam."

Samuel, pria berusia 21 tahun itu mengepalkan kedua tangannya mendengar ucapan santai sang Ayah. Pria tua ini seakan tidak menghargai yang namanya nyawa manusia. Kenapa harus manusia yang menjadi kelinci percobaannya, kenapa bukan hewan saja. Bahkan William temannya ikut menjadi korban percobaan sang Ayah.

"Aku yakin suatu saat nanti kau akan menyesal karena sudah membuat senjata berbahaya ini, potong leherku kalau kau tidak menyesal. Setelah kau menyesal, aku sendiri yang akan memotong lehermu!"

SEMOGA KALIAN SUKA,THANK'S

1
Mega Arum
baru nemu... semoga seruuu
Fina Fitriani
deg deg an... mana bacanya tengah malem LG... tp seru,,ada kelanjutannya LG gak Thor ceritanya biar makin seru... dan makin greget gtu endingnya..... pokoknya suka sama ceritanya
Hariyati
Emosi liat ina . Sebenarnya dia itu bodoh apa ceroboh sih /Panic/
Hariyati
kenapa gak pergi naik sekitbot? , pergi lewat jalur laut
Ela Faisah
Ceritanya seru dan menegangkan, walaupun singkat
Amanda Saraazillah A
cerita nya bagus, tapi ntah kenapa ceweknya kek ceroboh
💐Lusi81
hadir
Ni Ketut Patmiari
tak sadar tahan nafas dari awal baca sampe akhir...🥴
Ni Ketut Patmiari
novel nya bagus, kok yg like dikit sih
Ni Ketut Patmiari
Ina cerewet banget deh... sebel 🤨
Hariyati: banyak bacot
total 1 replies
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Ni Ketut Patmiari
situasi kek gini gak perlu banyak nanya Ina... bkin emosi aja...
Rahma Hayati
🤧😍
Rahma Hayati
😍
Rahma Hayati
Lliiaa Ginja
Hadir thor
@@Ayyaa@@
tegang nya sedikit z.. ya thor.
@@Ayyaa@@
kalo di sini sekarang, beras lagi naik inayna...
@@Ayyaa@@
sama²... thor
@@Ayyaa@@
ya... thor.

saya mampir..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!