NovelToon NovelToon
When Bad Boy Meet Sholehah

When Bad Boy Meet Sholehah

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:122.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Irma Kirana

Patah hati karena kekasihnya menikah dengan pria lain, membuat Sadam si anak broken home, menjadi sangat terpuruk. Luka itu akhirnya membuat Sadam kembali menjadi ketua geng motor berandalan dan selalu membuat onar sampai terlibat kriminal. Hidup Sadam semakin berantakan!

Hingga suatu hari Sadam di keroyok beberapa orang dari geng motor. Sadam terluka parah lalu dibuang ke sungai. Namun, siapa sangka luka parah dan hanyut ke sungai malah membawanya pada kisah yang baru.

Marwah Aisha, wanita yang menyelamatkannya dari sungai. Gadis baik yang memberikannya warna baru dalam hidup Sadam. Disaat cinta mulai hadir diantara keduanya, Evita datang kembali dan mengatakan ingin bersama dengan Sadam.

Siapakah yang akan dipilih Sadam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Kirana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Diseret ke kantor desa

"ASTAGFIRULLAHALADZIM! KALIAN!"

"Beraninya kalian berbuat mesum di tempat terbuka begini!"

Suara-suara itu sontak saja membuat Aisha dan Sadam terkejut bukan main. Mereka menoleh ke arah orang-orang itu. Tampaknya mereka telah salah paham dengan apa yang terjadi dengan kondisi mereka saat ini.

Aisha dan Sadam buru-buru beranjak dari batu karang yang ada di sungai itu. Rok Aisha dan baju Sadam basah. Malah tubuh Sadam hampir basah semua karena tadi dia menahan Aisha yang hampir jatuh karenanya.

"Ayo ikut kami ke kantor desa!" ajak seorang wanita paruh baya seraya memegang tangan Aisha dengan kasar.

"Malu-maluin kamu teh, padahal kamu anak pak RW!" cetus seorang wanita berhijab dengan geramnya pada Aisha.

"Maaf ibu-ibu, kalian salah paham. Saya dan Aisha tidak--"

"Alah! Banyak alasan kalian! Padahal kalian bukan muhrim tapi kalian sering jalan berduaan," cetus seorang pria seraya memegang tangan Sadam.

"Kami nggak ngapa-ngapain! Sungguh pak, Bu!" ujar Sadam menyanggah. Dia melihat sorot mata tajam penuh kecurigaan semua orang pada mereka berdua. Terlihat Aisha ketakutan.

"Gak usah banyak alasan maraneh teh,hah! Ikut ayeuna ka kantor desa!" teriak ibu-ibu itu langsung menghakimi Sadam dan Aisha. Mereka tidak peduli walaupun Aisha adalah anak pak RW, atau anak presiden sekalipun.

"Ibu-ibu, kalian teh salah pah--"

Aisha baru saja akan menjelaskan apa yang terjadi kepada ibu-ibu dan bapak-bapak yang ada di sana, akan tetapi ia dan Sadam sudah diseret untuk dibawa ke kantor kepala desa Mekarmukti.

Didalam perjalanan menuju ke kantor kepala desa, Sadam melirik ke arah Aisha dan mengisyaratkan kepada gadis itu untuk tenang. Karena mereka tidak bersalah, dan mereka tidak melakukan apapun yang dituduhkan oleh semua orang. Yaitu berbuat mesum di sungai.

Beginilah kalau tinggal di desa, salah sedikit saja bisa menjadi kesalahpahaman besar. Posisi Sadam dan Aisha tadi tampak tidak menguntungkan dan mengundang salah paham. Aisha menundukkan kepalanya, saat semua orang menatap padanya. Dia seperti buronan saja. Sedangkan Sadam tampak tenang dan biasa saja.

"Ada apa ini bapak-bapak ibu-ibu?" tanya pak kepala desa yang saat ini sudah berdiri didepan warga yang menyeret Aisha dan Sadam.

"Pak kades, kami teh mau melapor bahwa ada anak muda yang ketahuan berbuat zina!"ujar seorang wanita paruh baya pada pak kades.

"Iya pak kades, mereka berbuat zina di sungai. Astagfirullahaladzim." timpal seorang pria dengan berapi-api.

Suara warga begitu riuh meneriaki Sadam dan Aisha untuk segera dinikahkan. Saat ini Sadam mulai kehilangan ketenangannya karena semua orang terus saja bicara, menuduh yang bukan-bukan.

"Hey, kalian tuh, kalau--" Sadam berdiri dari tempat duduknya. Dia mulai angkat bicara karena tak tahan lagi. Namun ucapannya terhenti kala pak Asep datang menepuk bahunya.

"Tenang kang, tenang." Kata Pak Asep menenangkan. Sadam mendengus menahan marah, ia kembali duduk di bangkunya yang bersampingan dengan tempat duduk Aisha, namun diberi jarak.

"Maaf, ada masalah apa ini bapak-bapak ibu-ibu semuanya? Saya dengar anak saya dan kang Hilman berzina? Apa kalian ada bukti bicara seperti itu tentang anak saya dan kang Hilman?" tanya pak Asep yang kini sudah berdiri di depan semua orang, ditengah-tengah aula desa bersama pak kades.

"Saya ngeliat neng Aisha sama kang Hilman pelukan di sungai. Terus baju mereka juga basah," kata seorang wanita paruh baya yang tadi menarik tangan Aisha dengan kasar.

Sontak saja pak Asep menoleh ke arah Aisha dan Sadam bergantian. Pria paruh baya itu menelisik keduanya.

"Itu nggak benar pak, kami tidak berpelukan!" ujar Sadam tegas dan dia sudah sangat emosi dengan mereka semua.

"Diam kamu!" sentak seorang pria pada Sadam.

"Itu bener, bukan Bu Ratna aja yang lihat. Tapi saya, sama bapak-bapak yang lagi mancing juga lihat," ujar seorang pria angkat bicara dan beberapa orang disana menganggukkan kepalanya setuju.

"Bagaimana posisi mereka saat itu?" tanya pak kades yang bertugas sebagai penengah disana.

"Neng Aisha lagi duduk diatas kang Hilman, terus tangannya megang pundak kang Hilman. Mereka juga ciuman," celetuk seorang ibu-ibu hingga membuat Sadam kesal.

"Apa Lo bilang? Kapan gue ciuman sama Sholehah?!" sentak Sadam yang akhirnya kehilangan ketenangannya.

"Hilman, tenang!"

Sadam benar-benar berang, dia tidak tahan lagi dengan sifat orang-orang di desa ini yang main hakim sendiri. Pak kades dan pak Asep pun berusaha menenangkan Sadam, juga menengahi suasana.

Setelah keadaan lumayan kondusif, barulah pak kades menanyakan kejadiannya pada Aisha dan Sadam. Tentu saja pak kades tidak akan mendengarkan cerita dari sepihak saja.

Sadam dan Aisha menceritakan semua yang terakhir di sungai, tentu saja dengan jujur dan cerita yang sama. Bahwa mereka tidak seperti yang dituduhkan. Bahkan Aisha menunjukkan brossnya yang tak sengaja menggantung di rambut Sadam. Mereka juga tidak terlihat seperti habis melakukan hal itu.

Lalu ada satu saksi yang juga melihat Aisha dan Sadam sampai akhir. Dia mengatakan bahwa Aisha dan Sadam berkata benar, dia bahkan mendengar percakapan yang terjadi antara Sadam dan Aisha.

"Jadi--bapak dan ibu sudah dengar kan semuanya? Kejadiannya seperti itu. Tidak ada yang namanya mesum maupun perzinahan! Kalian hanya salah paham!" seru Pak kades tegas.

Para warga tadi pun manggut-manggut setelah tau kejadian yang sebenarnya. Mereka pun meminta maaf pada Sadam dan Aisha karena sudah diseret ke kantor kepala desa.

"Enak aja kalian minta maaf! Apa kalian nggak lihat--" Sadam yang emosi langsung terdiam saat Pak Asep memegang tangannya.

"Kita pulang sekarang ya kang," ucap Pak Asep tegas namun penuh penekanan. Hingga Sadam tidak bicara lagi.

"Sekali lagi maafkan kami ya," ucap seorang wanita paruh baya itu pada Sadam dan Aisha.

"Iya nggak apa-apa Bu," sahut Aisha sambil tersenyum.

Setelah masalah di kantor desa selesai, Aisha, Sadam dan Asep pulang ke rumah. Aisha naik motor bersama dengan Asep, sementara Sadam naik sepeda yang tadi dibawanya.

Sesampainya di rumah, Pak Asep langsung mengingatkan Aisha dan Sadam untuk tidak terlalu dekat. Mereka berdua paham dan langsung pergi ke kamar masing-masing. Mereka belum sempat membersihkan diri.

"Maaf buat yang tadi, kang." Kata Aisha setelah keluar dari kamarnya dan membersihkan diri.

"Ini bukan salah Lo," tukas Sadam. Lalu berjalan melewati Aisha dan melangkah pergi ke ruang tengah.

"Sadam? Siapa Sadam? Disini nggak ada yang namanya Sadam," suara Riki terdengar oleh Aisha dan Sadam.

Mereka pun kompak melangkah keluar untuk melihat siapa tamu yang mencari Sadam. Tak lama setelah itu, pandangan Sadam terkunci pada seorang wanita berambut pendek yang sedang berdiri didepan pintu. Disana ada Riki juga.

"Eh, kang Hilman? Teteh?"

"Sadam!" teriak wanita itu, kemudian dia pun masuk ke dalam rumah dengan berlari dan memeluk Sadam. Aisha dan Riki terkejut saat wanita itu tiba-tiba memeluk Sadam.

"Sadam! Syukurlah kamu masih hidup," kata Vita senang, ia memeluk Sadam semakin erat. Dalam sekejap, terlintas sesuatu seperti kaset yang diputar berulang di kepala Sadam.

...***...

1
Ricka Monika
bagus
Ricka Monika
maksudnya tunjukkan kamu bisa menjadi imam yg baik dan bertanggung jawab baik materi maupun ilmu agama,itu loh Sadam
Ricka Monika
teganya dirimu pak Asep lagi si sweet si sweet nya di suruh pulang HM😌 terlalu
Ricka Monika
bersaing dengan sehat ya bro 😃semangat💪
Ilan Irliana
Sadam msh oleng nih...wkwk
Ilan Irliana
mungkin krn perut Aish ditendang jg m Tristan mk n pingsan...
Ilan Irliana
aduh nyeuri beteung...xixi...sbr Iki....mk na ulah ngerjain c Sadam ae...jd dikrjain balik kan...hihi
Sulaiman Efendy
LUMAYAN MNGHIBUR THOR, DN JUGA ENAK DIBACA...
Sulaiman Efendy
GAK JDI CERAI TU VITA & DEVAN..
Sulaiman Efendy
RASAIIN LO,, MSKI BLM JATUH DIPENGADILAN, TTPI BILA LKI2 SDH UCAPKN KATA CERAI KPDA ISTRINYA, MKA SAAT ITU TLH JATUH TALAK, DN HARAM BUAT MREKA BRSENTUHAN
Sulaiman Efendy
BAGUS, LBH BAIK LO TALAK TU SI VITA,, SADAM SJA DIA KHIANATI, APA LAGI ELO..
Sulaiman Efendy
NAHH GITU, JGN JDI PNGECUT YG BRANI PKE CARA LICIK, DN MAIN KROYOKN.. APA LO SHEBAT BACOT LO..
Sulaiman Efendy
LAKI2 PNGECUT SI TRISTAN, DENDAM SAMA SADAM, TPI GK BRANI LGSUNG, BRANINYA MAIN KROYOKAN, DN DGN CARA LICIK
Sulaiman Efendy
KLIATAN TUH SIFAT ASLI SI VITA
Sulaiman Efendy
DASAR WANITA IBLIS, SETELAH TUBUH DN KSUCIAN LO PRSEMBAHKN KE DEVAN SPUPU SADAM, SKRG LO BRNIAT KHIANATI DEVAN DN BRIKAN TUBUH BEKAS LO KE SADAM, HEBAT BENAR LO JDI WANITA..
Sulaiman Efendy
WANITA PENGHIANAT, SETELAH LO KHIANATI SADAM,, SKRG LO INGIN KHIANATI DEVAN, LO MAU BIKIN SADAM & DEVAN RIBUT, LO MAU BUAT MREKA PERANG SAUDARA..
KYKNYA DEVAN GK TAU NI KLO EVI MNTAN NYA SADAM
Sulaiman Efendy
LO KETUA GENG CEMEN DN PENGECUT, LO BRANINYA KROYOKAN, KLO DUEL ONE BY ONE BRANI GK LO VS SADAM..
Sulaiman Efendy
PASTI SI TRISTAN TU..
Sulaiman Efendy
ADA MIN PLUS NYA DIUPLOAD DI MEDSOS,, MIN NYA SI TRISTAN PSTI TAU KLO SADAM MSH HIDUP, PLUSNYA ARGA & GENAN JDI TAU POSISI SADAM DIMANA
Sulaiman Efendy
SKRG LO BRU DTG STELH 13 TH, DLU LO KMN, LO WANITA & IBU EGOIS, LO PISAH SAMA PAPANYA ADAM, TPI LO KORBANKN ADAM YG MSH BUTUH KASIH SAYANG LO.. BETUL APA YG DIKATAKN RIANTI..
LO SAMA SAJA DGN EVITA YG HIANATI SADAM.. LO HNY MNGTINGKN KBAHAGIAAN SENDIRI DRIPADA KBAHAGIAAN ANAK..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!