NovelToon NovelToon
Di Culik Hot Dady

Di Culik Hot Dady

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Ibu Pengganti / Duda / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.7
Nama Author: Erna Surliandari

Tengah bingung dengan kondisi keluarganya yang berantakan, seorang gadis bernama Ameera Larasati justri diculik oleh seorang pria dan dipaksa untuk menjadi mama dari putranya.
Pria itu bernama Louis Alexander Damares. Ia berusia 35tahun dengan seorang anak yang berusia 5tahun yang ia besarkan sendiri saat ini. Sang putra melihat Meera dan spontan memanggilnya Mami, hingga Louis dengan segala rasa cintanya hanya ingin mewujudkan keinginan sang putra.
Namun, bagaimana nanti jika ada hal lain yang mmebuat keduanya terikat dan harus bersama dengan status sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maafin Momy

Keinginan untuk kabur bersama sang ibu semakin terngiang-ngiang dalam kepala meera saat ini. ia bakan belum bisa tidur hingga larut malam karena sepertinya keinginan begitu kuat berputar diatas kepala dan ia bahkan tak kunjung bisa menghilangkannya. Apalagi sudahh beberapa hari ayahnya meera benar-benar tak kembali, seperti sebuah kesempatan besar untuk lari.

“Aku akan melindungimu.” Ucapan dari louis padanya beberapa waktu lalu juga ikut muncul pada akhirnya. Tapi, apakah louis juga mau bertanggung jawab atas ibu meera, apalagi ia sering jatuh sakit dan butuh biaya banyak untuk segala proses pengobatan yang ada.

“Jangan repotkan dia, meera. Jangan buat semua ikut menanggung deritamu, apalagi ada Ocean disana. takut nanti mereka akan benar-benar nekat melakukan segala cara untuk obsesinya,” gumam meera, menarik selimutnya dan terus mencoba memejamkan mata.

Hingga sebuah pesan suara datang dari sebuah nomor yang tak ia kenal. Namun karena taka da rasa curiga, meera segera mendengarkannya. “Gooh night, Momy.” Siapa lagi kalau bukan suara sean.

“Kenapa belum tidur, ini sudah malam.” Meera membalas dengan pesan tulisannya.

“Itu tadi, ketika sean belum tidur dan aku baru sempat mengirimnya.” Meera membulatkan mata, tandanya itu adalah nomor dady sean yang diam-diam mengetahi nomor Wanya. Tapi meera lupa, jika orang kaya bisa melakukan apa saja.

“Kau sendiri, kenapa belum tidur? Tak ada alasan pekerjaan karena kau sendiri tak bisa membawanya pulang kerumah.”

“BIsakah tak menghina saya lagi? Terserah saya mau tidur jam berapa!” Imbuh meera dengan emoticon marah berwajah merahnya.

“Hhh… Dia marah rupanya,” gumam louis yang masih duduk di ruang kerja, sementara sean dan yang lain sudah tidur pulas di kamar masing-masing..

Meera menaruh hp di meja dekat ranjang kemudian berusaha keras untuk menutup mata. Namun sulit, ia justru beberapa kali melirik meja dan memastikannya sudah terkunci saat ini. Mungkin, ia takut jika akan diculik lagi.

“Night meera, setidaknya kamu masih bisa memejamkan mata dengan tenang malam ini meski entah bagaimana nasibmu besok pagi.” Meera benar-benar perlahan memejamkan mtanyya.

**

“Dady… Dady!” pekik pria kecil yang sudah amat siap untuk berangkat ke sekolahnya itu.

“Hey, jagoan dady. Sudah siap sekolah hari ini?” sapa louis menggendong putranya dengan begitu akrab dan penuh kasih sayang.

Dafa menyusul dengan tas sean dan membantunya memakai sepatu ketika duduk dimeja makan, sementara louis menyuapi putranya disana.

“Kau ingin bertemu momy mu lagi hari ini? Tapi berjanjilah, untuk tak membuatnya berada dalam masalah.” Louis membujuk sang putra. Sean mengerti dan langsung menganggukkan kepala.

Louis kasihan pada meera, tapi ia juga belum memiliki hak ikut campur sepenuhnya atas kehidupan gadis itu saat ini. Apalagi mengenai masalah pekerjaannya disana, dan ia takut justru semakin memperkeruh keadaan yang ada.

“Hari ini sean bersama paman Dafa, karena dady akan ada pertemuan di luar kota. Okey?” bujuk dafa, dan lagi-lagi sean menganggukkan kepalanya. Tapi semua tahu syarat yang harus mereka penuhi saat ini.

Ya, apalagi jika tak untuk menjemput meera di pagi hari dan berangkat bersama menuju sekolah. Bahkan hal itu cukup efektif membuat sean bangun pagi dan semangat bersiap sekolah setiap hari. Padahal sebelumya sean mungkin hanya berangkat dua atau tiga hari dari semua jadwal sekolah yang ada.

Semangatnya Ocean adalah semangatnya louis, yang akhirnya bisa lega dan sedikit lebih fokus dalam bekerja meski terus mengawasi sang putra dari kejauhan.

Ketiganya sudah siap. Mereka keluar dan berjalan menuju mobil masing-masing dan dafa bersama keponakannya. Kedua mobil mewah itu berangkat mmenuju arah dan tujuannya masing-masing.

Seperti paginya yang biasa, meera saat ini tengah duduk di halte dan menunggu bisnya datang. Sayangnya dafa tak selicik louis yang mampu membelok laju bis dan Angkot agar tak melewati tempat itu. Alhasil, meera keduluan naik bis yang lewat didepan matanya saat itu juga.

Dafa berhenti, dan ia melihat wajah kecewa pada sean yang langsung menundukkan kepalanya.

“Hey, sayang. Maafkan paman,” sesal dafa pada keponakannya itu. “Bagaimana kalau kita kejar bisnya sekarang? Sean hafal bukan?”

Sean segera mengangkat kepala dan memberikan wajah penuh semangat padanya.

Mereka pergi lagi menyusuri jalan untuk mengejar bis meera. Dafa membuka atap mobil mewah itu agar sean bisa dengan leluasa menemukan bis yang dinaiki momynya saat itu

“Momy!!” pekik sean sekuat tenaga ketika menemukan sebuah bis hijau yang tak jauh dari tempatnya sekarang. Dafa yang peka lantas mendekatkan mobil pada bis agar sean dapat menemukan momynya.

“Momy!” Sean lantas menunjuk meera yang tampak tengah duduk dipinggir jendela dan santai memainkan hpnya.

Meera tak menyadari itu, padahal sean terus memanggil hingga nyaris kehabisan suara demi dia. Hingga seorang siswa SMA yang tengah berdiri sadar, dan memberitahu meera saat itu juga jika seorang anak kecil tengah memanggilnya.

“Permisi, Kak. Itu anak kecil panggil kakak sejak tadi,” ucapnya yang menoel bahu meera.

“Ah, iya?” Rupanya meera saat itu mengenakan headset, dan ia tak mendengar sama sekali panggilan sean untuknya. Meera segera menolah, ia menola dan melambai pada sean dan dafa yang tengah fokus menyetir mobilnya.

Ketika keadaan mulai sepi, barulah dafa menyalip dan meminta bis itu berhenti saat itu juga dan meminta meera turun dari sana. Andai itu louis, pasti sudah sejak tadi ia melakukan itu semua tanpa perduli kemanan pengendara lain disana.

Meera permisi dengan yang lain, ia turun dan segera menghampiri sean yang ada di mobilnya. Sean yang tadinya didepan segera beralih kebelakang dan duduk didekat momy nya.

“Maaf, kami telat menjemputmu,” ucap dafa.

“Saya sendiri tak tahu jika akan dijemput, saya yang harus minta maaf. Sean harus berteriak sekuat itu memanggil saya tadi,” balas meera, yang saat itu meraih wajah sean dan terasa begitu dingin baginya. Ia takut sean terlalu banyak terkena angin dan berbahaya bagi kesehatanya, karena ia tahu jika kondisi sean cukup lemah.

Hingga mereka tiba di sekolahh. Jika dafa yang mengantar, maka mereka akan dibawa masuk agar tak terlalu jauh berjalan dari gerbang menuju Gedung. Tampak benar perbedaan louis dan dafa disana, apalagi ucapanna juga cukup lembut jika bersama meera.

“Terimakasih, Mas dafa.” Meera mengangguk dan turun dari mobilnya saat itu menggandeng sean dengan tasnya. Bahkan meera meminta sean mencium tangan dafa, yang tak pernah ia lakukan selama ini.

Keduanya berjalan, bergandengan tangan menuju ruang kelas dan sudah banyak orang disana meski tak menunggu mereka. Namun, ketika ada didepan pintu sean menguatkan genggaman tangan dengan meera.

Meera menoleh kearah sean, dan saat itu sean tampak begitu pucat memegangi tenggorokan dan mengeluarkan air mata. “Mo-My,” panggil sean dengan suara seraknya.

“Sean kenapa?” Meera panik. Ia menggendong sean saat itu juga dan berlari mengejar dafa yang masih dalam antrian keluar dari gerbang sekolah.

“Mas Dafa… Sean!” panik meera yang langsung sigap masuk ketika dafa membuka otomatis mobilnya.

“Kita ke Rumah sakit segera!” ajak dafa. Keadaan darurat, dan saat itu meera bahkan menangis mencoba membangunkan sean dari pingsannya.

“Sean kenapa, Sayang. Maafin momy jika ada sesuatu yang buat sean sakit. Bangun sayang,” bujuk meera dengan segala rasa cemasnya.

Mereka akhirnya tiba di Rumah sakit tempat biasa menangani sean. Para perawat dan Dokter segera menghampiri dan memberi tindakan, terutama ketika melihat dafa dan sean merupakan pasien tetap mereka. Minimal sebulan sekali Ocean Alexander Damares masuk dan harus mendapat perawatan untuk sakitnya.

1
solehatin binti rail
suka cerita nya bagus ,lain daripada yang 👍👍👍💪😘dengan karya barunya lagi
Supry Atun
Luar biasa
panty sari
meera terima ajakan louise karena dia akan membantu klg kamu juga dna mengangkat derajat kehidupan kamu /Good/
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
Luar biasa
Idha Giatno
baru ini baca novel sampe habis☺️ terima kasih kak
Idha Giatno
Luar biasa
Zainab makky
egois demi kebaikan Yo ra popo
Akhmad Soimun
terimakasih banyak karyanya kak othor....emmmmuahhh
Akhmad Soimun
andaii andaii andaii andai , cuman bisa berandai andai doang akuuuui,, Andaikan diatas ranjang di kehidupan nyata SMA novel sama..hhuffff
Akhmad Soimun
alur ceritanya makin gregett bangettt, asli konfliknya asik ,seruuu gak kalah sma film bioskop..xixixii
Akhmad Soimun
3hri yg lalu udh nengok kak, tpi baru ini aku baca ..checkitouttt
safna
🤣🤣🤣🤣🤣
Ruk Mini
akhirnya...legaaa thorrr.. serba rahasia.. ketar-ketir sendiri..tpi lom puas tuh sm si ane dn rival y ga ada kabar..tpi gpp yg penting Happy Ending..tq thorr d tgg karya2 mu lgi
L A
la dah habis....
L A
Biasa
Mamah Kekey
mommy nya lagi lemas...
Mamah Kekey
unboxing 🙈🙉
Mamah Kekey
kentang dong...dady
Mamah Kekey
takut Dava suka..😀
Mamah Kekey
yg penting istri sah.. BKN sugar baby.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!