NovelToon NovelToon
Separuh Nyawa Suamiku

Separuh Nyawa Suamiku

Status: tamat
Genre:Janda / CEO / Tamat
Popularitas:26.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dayang Rindu

Menjadi janda karena suaminya meninggal dalam sebuah kecelakaan.

Dan takdir membawanya kepada seorang CEO muda yang kemudian sangat memperhatikan semua kebutuhan hidupnya, menyayangi anaknya seperti almarhum suaminya.

Waktu berlalu, kebersamaan yang tanpa mereka sadari membuat keduanya jatuh cinta. Tapi fakta yang sengaja di tutupi selama ini terkuak dan membuat keduanya sama-sama terpukul ketika keduanya sudah menikah..

"Sekalipun kau memberikan dunia ini untuk Ku, tetap saja tidak bisa menggantikan separuh nyawa Suamiku." ungkapnya dengan air mata.

"Tapi sekarang aku juga suamimu. Dan separuh nyawaku ada padamu."


Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dayang Rindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Saingan Azzam

Kedua asisten itu memijat kepala setelah berbicara dengan Andra.

"Aku siap menghadapi apapun." Andra keluar dari lift tersebut, membiarkan kedua asistennya berdiri pasrah.

"Kalau cinta sudah bicara."

"Kau benar, jangan takut untuk berjuang. Seperti Andra memperjuangkan janda cantik bernama Hafizah, aku juga tidak mau ketinggalan untuk memperjuangkan posisi adik ipar Bos kita." Mingho melenggang keluar lebih dulu setelah lift kembali berhenti di lantai Dasar.

"Aku tidak yakin." Tomi bergumam, tersenyum mengejek dengan niat rekannya tersebut.

"Kau lihat saja nanti, dia akan terpesona kepadaku." Mingho berjalan dengan bangga, membenarkan kerah bajunya.

"Hah! Bahkan dia tidak sudi melirik mu." Tomi tertawa mengejek.

"Eh, itu hanya permulaan. Lihat saja nanti setelah bertemu selanjutnya. Dia yang akan mengejarku." ucap Mingho bangga.

"Aku percaya jika itu bukan anak Kiyai Marzuki. Tapi untuk yang satu ini, aku berani bertaruh jika yang terjadi selanjutnya adalah sebaliknya."

***

Andra tersenyum-senyum sendiri di pagi sekali ia duduk di balkon rumahnya. 'Sejak sering bersama, ada yang berubah di dalam diriku. Kehadiranmu membuat aku tidak merasa sendiri.'

Sesekali ia menoleh halaman kiri dan kanan di bawah sana, membayangkan kehadiran Hafizah di rumah itu.

Taman yang yang hijau dengan bunga berwarna-warni itu akan lebih indah jika ada seorang wanita dengan pakaian anggun, wajah ayu dan tutur kata yang halus.

Tiba-tiba saja, ulu hatinya menghangat mengingat senyum yang begitu manis dengan gigi rapih berhiaskan lesung pipi.

Begitu pula dengan kamar di belakangnya, ranjang yang luas akan terasa panas di pagi ini jika sosok sempurna yang dia bayangkan ada di sana.

Mendadak telinga yang berdengung sepi itu di penuhi canda tawa oleh suara halus menggoda, tiba-tiba saja mata yang kemarin sayu berganti dengan binar cinta menyala terang membayangkan indahnya hidup bersama.

"Aku tidak akan menerima uangnya, biarlah mereka hidup dengan rasa bersalah selamanya!"

Dan tiba-tiba pula suara tangis Hafizah mengiang memecah khayalan bahagianya.

"Astaga." Andra mengusap wajahnya berkali-kali. Sungguh dia tidak bisa tenang semenjak hari bertemu dengan Hafizah.

"Sarapan Mas Andra." ucap seorang asisten rumah tangga menghampirinya.

"Tidak Bi." Andra beranjak meraih kunci mobil dan segera pergi.

Begitu cepat hari berlalu, tidak terasa sudah hampir satu tahun kepergian Azzam, dari sejak Ara masih menyusu, kini sudah lancar bicara dan berlari.

Dan masih saja, kaki kecilnya berlari senang ketika melihat Andra datang dengan tawa di wajah tampannya. Keduanya semakin terlihat tak mau berpisah, itu membuat Hafizah semakin bingung. Di tambah lagi perhatian Andra yang belakangan semakin terlihat jelas.

"Assalamualaikum Kiyai." suara Andra kembali terdengar berkunjung, dan tanpa canggung setiap kali datang dia menemui Kiyai Marzuki terlebih dahulu, meminta izin bertemu Ara.

"Nak Andra. Boleh Abi bicara sebentar." pada akhirnya Kiyai Marzuki ingin memperjelas hubungan Andra dan putrinya.

"Iya Kiyai." Andra menurut, duduk di ruang kerja pemilik pondok tersebut berhadapan.

"Maaf jika Abi terkesan ikut campur, akan tetapi rasanya ini sudah terlalu lama, kalian sudah seperti sebuah keluarga." begitu awal Kiyai Marzuki berbicara kepada Andra.

"Benar Kiyai, aku mengakui hubungan aku dan Hafizah sangat dekat, melampaui seorang atasan dan juga bawahan. Namun tidak melanggar apapun." Andra menjawab sangat yakin.

Demikian pula Kiyai Marzuki mengangguk paham, dia yakin dengan ucapan Andra benar adanya.

"Sejujurnya, aku mencintai putri Kiyai, aku ingin menikahi Hafizah." lanjutnya lagi merasa sudah waktunya menjelaskan perasaannya.

Kiyai Marzuki tersenyum tipis, dia sudah menduganya akan perasaan Andra yang jelas sudah bertahan mendekati putrinya selama hampir satu tahun.

"Tapi, aku tidak tahu apakah Hafizah bersedia menjadi istriku, mengingat aku bukanlah laki-laki seperti Azzam, yang ahli ibadah dan penuh dengan kebaikan." ucap Andra menunduk ragu.

"Aku akan menanyakan kepada Hafizah. Dan kau harus siap dengan jawaban darinya."

Andra keluar dengan perasaan lega sudah berbicara tentang perasaannya kepada Kiyai, namun ada perasaan takut akan jawaban Hafizah nantinya.

"Bagaimana jika dia menolak?" Andra bergumam sendiri, jujur saja dia tidak siap kehilangan Hafizah.

Dan terkejut dengan seseorang yang tiba-tiba berdiri menghadang langkahnya menuju halaman belakang, dimana Ara sedang bermain bersama pengasuhnya.

"Belum tentu Kak Fiza mau menerimamu." ucap Ahmad yang sepertinya baru saja tiba.

Andra terdiam. Dia cukup sadar diri, sama sekali tak sebanding dengan Azzam, juga Ahmad yang juga tak kalah baik dari Azzam.

"Kita sedang menginginkan orang yang sama. Kau mendekati keponakanku, yang jelas sekali bahwa aku adalah walinya, ayah kedua bagi Ara, anak almarhum kakakku, Azzam."

"Aku tahu." jawab Andra singkat, jujur saja dia seperti tak berkutik berhadapan dengan Ahmad, namun mengingat bahwa dia sudah jatuh cinta kepada Hafizah, tentulah dia tak akan menyerah. Terlebih lagi dia punya Ara.Ya... Hanya Ara yang menjadi harapan untuk Andra.

"Bagus jika kau tahu, Ara akan selamanya menjadi anakku, kami memiliki darah yang sama." ucap Ahmad kemudian berlalu menuju ruangan Kiyai Marzuki.

Andra menoleh pria yang baru saja menatap tajam padanya. Mengakui bahwa Ahmad pun memiliki tempat yang khusus bagi Kiyai Marzuki, mengingat Azzam adalah menantu pertama, harapan dan kesayangan Kiyai kala itu.

"Rasanya aku ingin pulang, menyerah dan..." Andra memejamkan matanya sejenak. Merasa seperti orang sangat miskin ketika berhadapan dengan orang-orang beriman. Dan dia? Sholat pun hanya di waktu Maghrib saja.

"Ibu." suara Ara memanggil ibunya, sudah pasti Hafizah juga sedang ada di halaman belakang.

Mengesampingkan nyali yang sudah menciut, mencoba datang sebagai atasan.

"Assalamualaikum Ara Sayang."

Ketiga wanita itu menoleh, Hafizah, Nur, dan Ara tentunya.

"Ayaaah." Suara menggemaskan itu terdengar berteriak, tubuh kecilnya meronta ingin lepas dari pelukan Nur.

"Apa kabar Sayang?" tanya Andra ketika gadis kecil itu mendekat, memeluk Andra.

"Ayah lama." celotehan itu menyampaikan protes, satu Minggu mereka tidak bertemu.

"Maaf, Ayah sibuk, bekerja bersama Ibu." Andra menunjuk Hafizah yang selalu terlihat malu jika Andra menunjuknya sebagai Ibu.

"Kelja?" tanya gadis itu lagi.

"Ya." Andra mengangguk seraya mengangkat tubuh yang sudah gemuk sejak beberapa bulan terakhir.

"Ala ikut." pintanya memeluk leher Andra.

"Boleh, Ara boleh ikut bersama Ibu. Atau Ara tinggal bersama Ayah. Mau?" ucap Andra seraya melirik Hafizah yang semakin memalingkan wajahnya.

"Mau." jawab Ara polos.

Nur memandangi kedua orang itu dengan senyum, dia tahu arah ucapan Andra. Namun Hafizah memilih pura-pura tidak mendengar.

"Assalamu'alaikum."

Ahmad menyapa semua orang terkecuali Andra, dia enggan meliriknya.

"Wa'alaikum salam Ahmad." Nur dan Hafizah menyahut bersamaan.

"Kapan kau datang?" Hafizah beranjak dari duduknya, memutar arah duduknya agar lebih berhadapan dengan Ahmad. Tentu sebagai keluarga yang tersisa dari Azzam ia harus lebih menghargai kepulangan Ahmad.

"Baru saja Kak, aku rindu dengan kalian." ucapnya menatap wajah Hafizah, namun jelas membuat Nur memalingkan wajahnya.

1
mama yogi
Luar biasa
Dayang Rindu: terimakasih kak. mampir di karya baru ku... 🙏
total 1 replies
Arkan_fadhila
kok gak ada kelanjutanx....
Arkan_fadhila: ditunggu thorr....kangen Fiza Andra...

sehat selalu author kami tersayang
total 2 replies
Arkan_fadhila
aq tahu ikhlasmu sakit Fiza
tp cobalah posisikan dirimu PD Andra...dia sdh membuatmu anakmu bahagia jgn LG kau ungkit atian suamimu....tak mudah melupakan cinta pertama yg mungkin TDK ada cela....namun semua TDK luput dr qodarullah....sebaik apapun sesempurna apapun kamu ingin mewujudkan impian mu bersama Azzam kalo Kun nya Allah yg berlaku maka fayakun ...
Arkan_fadhila: sempat terpikir kasian si Andra aq thor
total 2 replies
yamink oi
up
Ai Emy Ningrum: iyah pasti ada notif nya kalok kak Oi membalas komentar ku 🤣🤣🤣🤣
total 8 replies
Arkan_fadhila
Fiza ....hanya kecewa ndra
Andra...kejujuran diawal memang menyakitkan namun hubungan dgn kejujuran akan lebih cepat mengikis luka hati
Ai Emy Ningrum
Betul...
Jujur itu lebih gagah dan terhormat dari pada muter muter gak jelas dan bersikap sok polos 😒😒
Ai Emy Ningrum: oleng kesana , oleng kesini 😁😁
total 13 replies
Arkan_fadhila
jodohx nur kayakx sdh DTG....dan Ahmad akan terlambat
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
oppa mingho kena jebakan betmen! silau akan senyum manis dek ningrum sampai mata jadi buram 😂😂
Ai Emy Ningrum: wow 😮😳 abis gajian nih 😍🤩🥳
total 18 replies
Ai Emy Ningrum
Jgn mati dulu oppa😳😳 !! tunggu sampai kisah cintamu berakhir dgn indah ,bukn dgn si Indah tp dgn dek Ningrum 😍😍
Ai Emy Ningrum: ya Allah 🙈🙈🙈
total 20 replies
Arkan_fadhila
jujurlah Andra sblm Fiza tahu dr org lain
yamink oi
apakah fiza akan memaafkannya.....
tunggu kisah dan kelanjutannya.jangan lupa like dan komennya 🤪🤪🤪
Ai Emy Ningrum: geje 😒😒
total 12 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
wow.. akhirnya pecah bisul! tapi ini Andra beneran ngomong atau cuma ngebatin doang? 😁😁
Ai Emy Ningrum: serta ciri masing2 😎😎
total 10 replies
Ai Emy Ningrum
sampai disini ya ,aku lebih suka dgn kisah oppa Mingho yg masih berusaha mendekati dek Ningrum..bnr kata Andra ,knp tidak bs mngiklhlaskan nya ?? Marah ,sakit hati hny akan mngotori pikiran mu,mngusik ketenangan rumh tangga kalian..lupakan tnpa hrus membenci,kenanglah yg sudah tiada dlm doa...😔😔😌😌
Ai Emy Ningrum: spechless 😔😔
total 10 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
*klik..!!
*dddrrrttt... ddrrttt.. ngenggggg..
*mulai loading
*kak indri... mas azam..
*aha!! 💡
#mulaibuatkesimpulan
Ai Emy Ningrum: iyeee ..kacau lah skenario nya 🤣🤣🤣🤣
total 7 replies
Ai Emy Ningrum
knp sih kalok masih belasan tahun 🤔😳 toh ,age just a number...bnyak kok cewek2 yg belasan tahun tp pikiran nya udh dewasa ato anak2 sekarang yg umur belasan taun tp dandanan dan kelakuan kek tante2 ..contoh nya kasus anak pejabat yg MDS sama pacar nya AG..itu pacar nya masih 15 taun lhoh..😳😳
Ai Emy Ningrum: ga sesuai mahar ya ceu 🤭
total 30 replies
Arkan_fadhila
laki2 berpendidikan malah menchat mantan kakak iparx yg sdh menikah LG dgn org lain???yakin Ahmad itu berpendidikan agama??
Ai Emy Ningrum: muka perang 😤😤
total 9 replies
Ai Emy Ningrum
"Modus" gumam Ningrum...
Jaman sekarang emang susah bedain mana yg modus mana yg tulus...
susah bedain nya ..😒😒
Ai Emy Ningrum: mobil antik 😁😁
total 41 replies
yamink oi
Ningrum up
Ai Emy Ningrum: up mbak Nur 😹😹
total 7 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
jangan kan jadi pahlawan bertopeng, jadi badut mpang pun oppa mingho rela, demi dek ningrum 😍😍😚😚
Ai Emy Ningrum: mantap lah 😚 👍🏻👍🏻
total 13 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
duuh.. sampai Bibik pun ikut2an sport jantung karena menyimpan bom waktu 😲😲
Ai Emy Ningrum: iyah pokok nya pengabdi setia lah 😂😂😂
total 7 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!