Satrio Hartanto atau biasa di panggil Ario adalah seorang pemuda desa berusia 25 tahun, dia tumbuh di dekat pesisir pantai dengan penduduk tidak terlalu banyak. Dia dua bersaudara mempunyai adik bernama Anggoro yang baru lulus SMP.
Ibunya bernama Ropi'ah seorang penjual nasi di warung pinggir pantai, warung yang terbuat dari bambu dan kayu sangat sederhana sekali tapi rapih dan bersih.
Ayahnyanya seorang petani dan peternak bebek biasa hanya cukup untuk kebutuhan keluarganya saja.
Suatu hari kampung pesisir pantai itu di terjang tsunami setelah gempa besar, semua rumah di sana hancur dan terbawa arus tidak ada yang tersisa satupun dan hampir semua penduduk hilang terbawa arus tsunami, kecuali Ario dan keluarga karena sedang menghadiri acara perpisahan di sekolah Anggoro adiknya yang jaraknya satu jam perjalanan dari rumahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rorop, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ada Yang Menitip Motor
Ario sedang memperbaiki motor yang kerusakannya sudah parah, sudah dua jam dia belum selesai memperbaikinya.
"pak onderdilnya harus banyak yang di ganti dan biayanya cukup lumayan, bagaimana mau di ganti sekarang tidak?" kata Ario dia bertanya dulu sebelum mengganti onderdil baru kepada pelanggannya soalnya takut memberatkan pelanggannya.
"kira-kira totalnya berapa?" pelanggan itu kembali bertanya.
"kurang lebih satu juta pak, soalnya banyak yang tidak berpungsi dan harus di ganti yang baru dan yang masih bisa di pake juga harus di bersihkan karena sudah tebal kotorannya" jawab Ario.
"aduh gimana ya bapak cuma bawa uang 500rb, atau gini aja sekarang bapa bayar 450rb dulu yang 50rb buat bapa ongkos pulang dan buat beli rokok. Besok bapak ke sini lagi bayar sisanya sekalian ngambil motor, ini no bapak kalau ada apa-apa hubungi bapak" kata sibapak pelanggan itu sambil menuliskan no telponnya di balik kertas belanjaan dari mini market.
"baiklah pak nanti kalau sudah selesai aku kabari, 400rb dulu aja pak takut ada keperluan nanti bapak di jalan" jawab Ario sambil membuka satu sarung tangannya menerima uang dan no telpon dari pelanggannya.
"terima kasih ya... Udah 50rb aja cukup, ongkos elp cuma 25rb sisanya buat rokok dan beli air minum. Bapak mau pulang sekarang dan mau nunggu mobil elf dulu di sini" kata si bapak itu.
"iya sama-sama pak, silahkan paling sebentar lagi lewat" jawab Ario.
Ario melanjutkan pekerjaannya memperbaiki motor pelanggannya, dan si bapak tadi menunggu di bangku panjang yang tersedia di sana.
"mas asli orang sini?" kata si bapak itu bertanya kepada Ario.
"bukan pak, saya dari kampung Pesisir dekat pantai selatan" jawab Ario.
"oh dari situ ya itu mah kelewatan, bapa lebih jauh dari sana dari sini dua jam naik motor" kata bapak itu.
"oh iya, jauh banget pak" Ario menjawab kepada pelanggannya.
"iya rumah bapak jauh dari sini, bapak sering lewat kampung Pesisir dekat pantai itu dan bapak pernah berhenti dan makan di warung nasi bebek goreng bu Ropi'ah masakannya enak banget sampai ketagihan. Setelah itu sepulang menjemput anak bapa kami sering berhenti makan di sana atau hanya sekedar membeli bebek gorengnya saja karena anak saya suka sekali dengan bebek goreng warung nasi itu" kata si bapak itu.
"itu warung nasi ibu saya pak, syukurlah kalau bapak menyukai masakan ibu saya" Ario tersenyum senang.
"oh ya, benar itu warung nasi ibumu, berarti kamu anaknya yang kerja di Jepang itu ya?" si bapak seperti senang gitu.
"iya pak benar saya pernah kerja di Jepang 4 tahun, dan setelah saya pulang saya buka bengkel di sini masih baru belum ada sebulan" jawab Ario
"oh ya, pantesan ganteng dan putih baru pulang dari Jepang rupanya" kata si bapak itu.
"ah biasa aja pak, oh ya bapa dari mana tadi?" Ario bertanya kepada pelanggannya.
"bapak tadi habis nganterin anak ke tempat kost, anak bapa sekolah di SMA sudah kelas tiga dan ngekost di dekat SMA" jawab bapak itu.
"oh iya pak sebentar lagi keluar SMA ya?, eh tuh mobil elfnya sudah ada pak" jawab Ario sambil melambaikan tangan meminta mobil elp berhenti.
"iya mas, bapak pulang ya besok ke sini lagi" jawab si bapak itu.
"iya pak, hati-hati di jalan tuh elpnya sudah berhenti" jawab Ario
Mobil elp berhenti persis di depan bengkel Ario, bapak itu naik ke dalam mobil elp dan duduk di sana kebetulan masih ada bangku kosong karena baru keluar dari terminal. Oh ya jarak bengkel Ario dekat dengan terminal kecamatan, hanya satu menit saja jalan kaki jadi bengkel Ario tempatnya sangat strategis.
Sekarang Ario fokus mememperbaiki motor tanpa ada yang bertanya-tanya kepadanya yang mengurangi sedikit konsentrasinya, dia begitu cekatan dan teliti dengan pekerjaannnya.
"huh selesai juga" kata Ario setelah hampir 4 jam memperbaiki motor si bapak yang tadi.
Ario memindahkan motor itu ke dalam bengkel karena baru besok akan di ambilnya, setelah itu dia minum dulu karena sudah kehausan setelah berkutat dengan pekerjaannya.
Ario merapikan peralatan bengkelnya dan membersihkan bekasnya, onderdil yang bekas dia kumpulkan di wadah khusus. setelah itu dia duduk di kursi kayu panjang sambil menunggu pelanggannya.
"nasi timel, ayam goreng, urap sayuran campur, pepes ikan mas, dan tempe oregnya mau mas?" kata seorang ibu-ibu menawarkan dagangannya, beliau berjualan masakan di rantang susun yang besar dia juga menjinjing keranjang anyam dari pelastik.
"coba saya lihat bu" kata Ario dia mau membeli masakan karena belum sempat masak.
"silahkan mas" jawab si ibu itu sambil menaruh rantang dan keranjangnya di kursi kayu depan Ario.
Masakannya sudah di kantongi di plastik seporsi - seporsi jadi gampang membelinya tinggal ngambil gitu, masakannya masih anget dan masih banyak mungkin ibu itu baru mulai jualan.
Ario membeli dua pepes ikan mas, dua kantong urap sayuran dan dua kantong tempe oreg karena sekalian buat makan malam nanti.
"ini aja buk jadi berapa?" kata Ario.
"jadi 40rb mas, terima kasih mas pelanggan pertama saya. Saya baru keluar dari rumah baru mulai jualan" jawab si ibuk.
"iya buk sama-sama, ini uangnya" jawab Ario dan memberikan uang pas 40rb.
"smoga masakan saya cocok dengan selera masnya, smoga jadi langganan ya" kata ibu itu, Ario mengangguk sambil tersenyum.
Ibu itu menerima uang dari Ario dan beliau pamit untuk berkeliling lagi, Ario masuk ke dalam dan menyimpan masakan itu di meja makan.
Mumpung belum ada pelanggan yang datang Ario mau makan siang dulu, dia mencuci tangan terus mengambil nasi dan sepotong pepes ikan karena ikannya besar jadi satu pepes ikan cukup untuk berdua dengan adiknya.
Dia juga mengambil sekantong urap dan menuangkannya di piring, Ario tidak mengambil tempe oreg karena buat makan malam nanti dan dia pisahin di kotak makan bersama satu pepes ikan.
Ario masuk ke ruangan bengkel dan makan di sana sambil menunggu pelanggannya, Ario makan dengan lahap seperti biasa dia makan nasi cukup banyak karena dia gak sempat ngemil saking sibuknya jadi sekalinya makan dia makan banyak.
"hi bang" kata Anggoro yang baru pulang latihan dari sekolah.
"hi de, makan yuk tadi abang beli pepes ikan dan urap sayuran udah di siapin di meja" jawab Ario kepada adiknya.
"iya bang, aku ganti baju dulu ya" jawab Anggoro dan masuk ke dalam setelah di angguki abangnya.
Baru aja selesai makan siang Ario kedatangan lagi pelanggan baru, dia mau tambal ban dan ganti oli katanya.
Ario mulai lagi mengerjakan pekerjaannya, dia sangat bersemangat karena sudah istirahat sebentar dan sudah makan siang.
yang genit itu.gimana reaksinya..
tidak hanya ario saja tapi ibunya juga bisa kembali bertemu dengan saudara kandungnya.tentu makin bahagia dan sejahtera saja keluarga besar ario
semangat ya ditunggu kelanjutannya..
semoga awet bisa menua bersama
hingga maut yang memisahkan
moga bahagia terus sampai menua bersama hingga maut yg memisahkan