NovelToon NovelToon
Rebirth Of The Duke'S Daughter

Rebirth Of The Duke'S Daughter

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Petualangan / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Pelangizigzag

Putri bodoh yang satu ini berubah total dalam waktu semalam! Setelah ini dia bertekad untuk membalaskan semua rasa sakitnya satu-persatu. Lalu ditakdirkan hidup sebagai permaisuri? oh, tidak masalah karena ada pria tampan berkuasa yang akan membantunya sampai akhir.

NO PLAGIAT!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pelangizigzag, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Find Out the Truth

Setelah selesai berendam dengan wewangian, Mikayla juga menyelesaikan makannya dengan cepat. Ia tak ingin berlama-lama, masih banyak yang harus dilakukannya dan tujuan gadis itu setelah ini adalah perpustakaan keluarga.

"Nona mau mencari Tuan Aidenloz di buku sejarah daratan Armovin?" tanya Alphair yang tiba-tiba muncul di belakang Mikayla. Ia mengeja judul buku yang diambil oleh Mikayla. "Berita tentang pria itu hanya sedikit di buku itu," tunjuknya pada buku yang dibawa Mikayla.

"Kau tahu dia itu siapa?" Mikayla bertanya cepat. Rasa penasaran sejak tadi pagi begitu mendekam perasaannya. "Siapa dia?"

Alphair tertegun sejenak, ia menatap Mikayla tak percaya. "Nona benar-benar tidak tahu?"

Mikayla berdecak kesal. "Ck. Kalau aku tahu, aku tak akan mencari informasi tentangnya sejauh ini. Jangan bertele-tele, sekarang katakan padaku, siapa sebenarnya Aidenloz itu?"

Alphair mengangkat sebelah alisnya. "Kalau saya mengatakannya sekarang, nona akan berhenti mencari dan membaca," ucapnya santai. Dia menarik kursi dan duduk di samping Mikayla. "Kerja keras, nona. Bacalah buku-buku yang berkaitan dengan Tuan Aidenloz, kalau perlu baca saja semua buku di perpustakaan ini."

Mikayla menatap Alphair dengan sinis. "Percuma ada kau disini. Pergi saja, kau sama sekali tak membantu!"

Alphair terkekeh. Ia menunjuk rak buku bagian teratas yang dekat dengan lelangitan ruangan. "Saya akan mengambil buku-buku yang Anda cari di sebelah sana. Nona tak akan bisa mengambilnya sendiri, kan?"

Mikayla mengangguk, sedetik kemudian Alphair mengeluarkan sayap bercorak merah di punggungnya dan terbang dengan ringan menuju rak yang dituju. Mikayla memerhatikan Alphair, namun pikirannya tidak. Mengapa ada rak buku yang diletakkan begitu tinggi sampai tak bisa digapai? Bahkan tangganya pun tidak ada. Apa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Duke Stanley?

Sampai di hadapan Mikayla, Alphair kembali menyimpan sayapnya. "Ini, nona."

Mikayla menerima buku tersebut. Sampulnya sangatlah keras dan sulit untuk dibuka. Namun judulnya lah yang menarik minat Mikayla agar segera membacanya.

Sejarah Rahasia Benua Erosh.

"Apa lagi yang ada di atas sana?" tanya Mikayla dengan menatap intens rak tertinggi tersebut.

"Buku rahasia kerajaan Armovin, nona," jawab Alphair. Melihat wajah Mikayla yang dipenuhi tanda tanya, ia kembali berucap. "Kerajaan Armovin sepenuhnya percaya kepada keluarga Duke Stanley untuk menyimpan semua buku berharga daratan Armovin di sini. Bukankah perpustakaan Stanley dirasa lebih aman daripada perpustakaan kerajaan? Orang-orang yang mengetahui ke mana perginya buku-buku sepenting ini pun hanya diketahui oleh anggota keluarga kerajaan."

Mikayla mengangguk. "Baik, aku mengerti. Sekarang waktumu habis, Alphair. Cepat kembali menjadi hiasan di pedangku."

Alphair sempat menggerutu namun ia tetap menuruti perintah majikannya. Dalam sekejap seluruh tubuh Alphair seperti pasir yang disapu angin dan bersatu membentuk sebuah batu merah darah. Setelahnya batu tersebut kembali memasuki aura pedang Phoenix.

Mikayla membaca buku yang tadi Alphair ambilkan lalu iapun terlarut dalam alur sejarah zaman dahulu.

Diceritakan bahwa diatas benua Erosh terdapat lima kerajaan yang dipimpin oleh seorang Kaisar Terdahulu, yaitu Kaisar Regard, kakek buyut dari kaisar sekarang yaitu Kaisar Javier.

Benua Erosh terdiri dari kerajaan, yaitu kerajaan Othanium yang berada di sebelah Utara, berbatasan langsung dengan kerajaan Armovin yang berada di sebelah timur pusat pemerintahan. Di sebelah barat dinamakan daratan Aldergo, sedangkan di selatan merupakan kerajaan Vrioral dan di sebelah tenggara bernama Kerajaan Domania.

Tapi satu yang menarik perhatian Mikayla. Di situ tertulis bahwa kerajaan Aldergo mayoritas penduduknya merupakan para penyihir.

Mikayla melanjutkan kalimat yang dibacanya. Semua ini jauh dari pikirannya. Apa para penyihir benar-benar nyata dan berada di dunia ini?

Kerajaan Othanium merupakan kerajaan yang dipimpin oleh kaum Elf? Ah, apa-apaan ini. Mana ada yang seperti itu!

Mikayla berusaha berfikir keras. Untuk memastikan buku ini tentunya ia harus melihat sendiri menggunakan mata dan kepalanya sendiri. Tapi di mana tempat yang memungkinkan untuk bertemu dengan mereka?

Voila! Ide gila melintas di kepalanya.

Ia akan pergi ke pusat kota tanpa diketahui siapapun.

..._________...

Mikayla sudah siap dengan gaun pendek berwarna hitam dengan corak merah yang menghiasi ujung jubahnya. Kali ini ia akan pergi bersama Alphair tanpa diketahui oleh orang-orang. Ah, Alphair tidak termasuk manusia jadi Mikayla tidak menganggapnya orang. Well, pedang Phoenix tidak pernah lepas darinya sejak Aidenloz memberikan pedang itu.

"Anda yakin pergi tanpa diketahui oleh siapapun, nona?" tanya Alphair yang sudah siap untuk berangkat. Ia bertengger manis di pundak Mikayla dan mirisnya ia disuruh untuk menyamarkan diri menjadi burung kakaktua.

"Jangan meragukanku. Lebih baik kau awasi sekitar kita kalau ada pergerakan mencurigakan," sahut Mikayla yang baru saja keluar dari kastil Stanley. Sedikit lagi ia berhasil untuk keluar dari sangkar emas ini, tinggal melewati taman belakang kastil, kolam ikan, dan ia akan sampai di tembok setinggi mata memandang.

"Kita akan lewat mana?"

Mikayla tersenyum dan mengeluarkan pedangnya yang tersampir di pinggang. "Pedang Phoenix cukup kuat untuk menancap tembok se kokoh ini."

Alphair terbang mendahului Mikayla menuju atas gerbang untuk memperhatikan kekuatan nona mudanya. Mikayla dengan lihai melompat setinggi-tingginya dan menancapkan ujung pedang Phoenix pada tembok kastil. Berhasil, batu yang menjadi penyangga tembok tersebut berlubang dengan mudahnya karena kekuatan pedang Phoenix. Mikayla menggantung pada pedangnya. Jarak antara ketinggian dan tanah mungkin lumayan jauh. Ia kembali menendang tembok agar tubuhnya terpental bersamaan dengan pedangnya. Tak berapa lama, ia berhasil mencapai puncak tembok dengan senyuman bangga yang terpatri jelas. Berhasil!

"Nona benar-benar melakukannya? Kenapa tidak minta tolong padaku saja?!" ucap Alphair kesal. Sebenarnya ia ingin Mikayla mengucapkan 'tolong' kepadanya. Bukankah selama ini Mikayla tak pernah meminta tolong? Pria bersurai cokelat itu selalu berinisiatif untuk menawarkan bantuan pada nonanya. Alphair semakin gencar untuk menggoda Mikayla. Namun bukannya meminta bantuan, Mikayla justru dengan ahlinya memanjat tembok dengan cara yang tidak biasa.

Mikayla sempat terdiam. Kata 'Tolong' hanya akan menjadi kalimat terakhir yang diucapkan oleh Mikayla yang dulu saat pembunuhannya dilakukan malam itu. "Cepat. Sebentar lagi matahari akan naik dan kau pasti tahu apa yang akan Duke Stanley lakukan jika tak menemukanku di dalam kamar saat makan malam nanti."

Secepat mungkin mereka berdua pergi. Mikayla menaruh banyak minat pada bangsa penyihir dan Elf pun bahkan rela mati-matian untuk menyelinap diantara para pengawal dan pelayan yang hilir mudik di dalam kastil.

Pusat kota dipenuhi oleh para pedagang. Sepanjang jalan lampion-lampion cantik digantung di atas pintu kedai dan gerobak-gerobak yang unik. Mikayla menikmati perjalanannya kali ini sampai seorang wanita dengan pakaian hitam seolah menarik jiwanya untuk mendekat.

"Putri dari Duke Stanley? Sebuah kehormatan bagi saya untuk melayani Anda di kedai kecil milik saya ini," ucapnya dengan penuh hormat.

"Dari mana—"

Wanita paruh baya itu menyeringai. "Wanita yang baru saja terlepas dari kutukan hingga memancarkan cahaya merah terkuat dan sukses mencapai langit Aldergo. Katakan, penyihir mana yang tidak mengetahuimu sekarang?"

Mikayla terkejut. Semua fakta menyerangnya dengan bertubi-tubi. Penyihir di daratan Aldergo memang nyata, dan soal dirinya? Mikayla menebak bahwa para penyihir itu mengetahui kekuatan yang baru terlepas dari tubuhnya saat malam di mana Aidenloz membantu untuk melepaskan kutukan yang sudah bertahun-tahun lamanya menggerogoti tubuh Mikayla.

"Apakah nona tahu siapakah yang mengirim kutukan padaku?"

Wanita paruh baya itu terdiam "Kau akan membayarku dengan apa?" ucapnya parau.

"Setiap jawaban darimu akan kuhargai lima ratus keping emas. Bagaimana?"

"Ah, tentu saja!" wanita tua itu kembali bersemangat. Selama ini ia hanya memberikan tarif pada pelanggannya sekitar dua keping emas dalam satu sesi. Tapi nona ini? Ternyata rumor yang beredar itu benar, nona pertama Stanley lebih pemurah dibandingkan keluarga kerajaan sekalipun.

Wanita tua itu berdehem. "Kutukan yang berlaku seumur hidup padamu dikirim langsung oleh Petinggi Penyihir di kerajaan Aldergo."

Mikayla mengernyit bingung. Ia bahkan tak pernah sekalipun bertemu apalagi membuat masalah dengan kaum penyihir sebelumnya kecuali wanita tua yang kini duduk di depannya ini. Lantas, apa kesalahannya pada petinggi penyihir itu?

Wanita itu mengetahui kebingungan Mikayla, ia kembali berucap. "Kau memang tak memiliki masalah pada para penyihir. Namun ada seseorang yang rela membayar penyihir itu agar mengutukmu dengan harga yang sangat tinggi."

Mikayla berfikir. Selama hidupnya tentu banyak sekali orang-orang yang iri dan tak menyukainya. Tapi siapakah orang yang begitu teganya mengutuk anak kecil sejak berusia dua tahun?

Mikayla tak akan tinggal diam!

1
Murni Murniati
kampret ini lama lama minta dikubur ini, apa tak sadar dia siapa, ini anak dewa dewi dia budak,apa tak sadar dia
Murni Murniati
kan dia udah dikasih dua kebebasan keinginan ini, jd kapan diminta
🌿wing2bo_27
Luar biasa
>AY<
cerita nya rumit, harus mengulang kata"nya supaya paham.
Ayu Mestari
Luar biasa
Yati Haryati
ceritanya terburu buru bgt min
Ayu Sari Murni
manggilnya adiden aja Thor susah q bacanya
ana azizah
bertele2
Hikam Sairi
baca
Dede Mila
/Proud//Joyful//Joyful//Joyful/
Inesya Qinan s
Luar biasa
Inesya Qinan s
Lumayan
Asmi Pandansari
aku mampir
Murni Dewita
sama2 penasaran kita mikayla/Grin/
Murni Dewita
mampir
Dang Antie
Luar biasa
Cancer👾
suka banget sama cerita, tapi epsonya sedikit heheh
Riska Mustikasari
putri tidur butuh make up baca dimana kak... kok ga ada aku cari
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Querido🦋
yakin ingin menghukum tahta tertinggi diatas raja hm?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!