Tidak di restui oleh sang ibu mertua membuat Nayla harus mengalami banyak tekanan selama tinggal di rumah suaminya yang bernama Robert. Tekanan batin yang di rasakan oleh Nayla semakin berat lantaran sang ibu mertua pandai menyembunyikan keburukannya di hadapan putranya Robert, sehingga sering terjadi salah paham antara Robert dan Nayla mengenai ibunya.
Derita apa sajakah yang di alami oleh Nayla selama tinggal bersama keluarga mertua yang tidak menyukai kehadirannya? Simak kisahnya di sini😘
Follow ig @t_l_handayani 😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T. L. Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Video
Hari itu Robert pulang lebih awal lantaran mendapat pesan yang membuat hatinya panas. Ketika tiba di rumah, Robert dapati Nayla sedang berada di kamar mandi belakang yang biasa di pakai oleh para pembantu.
"Dimana Nayla Ma? " tanya Robert kepada Nyonya Indri yang lebih dulu menyambutnya.
"Dia ada di kamar mandi gudang Robert," jawab Nyonya Indri dengan wajah sedih.
"Apa? Di kamar mandi gudang? Kenapa dia tidak menggunakan kamar mandi di kamar? " tanya Robert dengan mengerutkan kening.
"Entahlah Robert, makin hari Nayla makin menunjukkan rasa tidak sukanya pada Mama." Nyonya Indri melengkapi dramanya dengan mulai mengeluarkan air mata, padahal dirinya sendiri yang sudah menyuruh Nayla untuk menggunakan kamar mandi gudang dan melarangnya masuk. ke kamar Robert.
"Ini tidak bisa di biarkan!" seru Robert sambil melangkah ke arah gudang dan berdiri di depan pintu kamar mandi menunggu Nayla keluar.
Dan setelah lima menit, pintu kamar mandi pun terbuka.
"Mas, kamu udah pulang?" Nayla terkejut dengan kehadiran sang suami pada jam yang dimana seharusnya dia masih di kantor. Akan tetapi tatapan wajah Robert tidak bersahabat, seperti ada amarah yang menggelora di dadanya.
"Ada apa Mas?" tanya Nayla yang melihat ada sesuatu yang berbeda pada wajah suaminya, padahal mereka tidak sedang bertengkar sebelumnya. Apalagi di belakang suaminya tengah berdiri sang ibu mertua yang pasti sudah berulah lagi.
"Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kamu tidak mau menggunakan kamar mandi dalam kamar? Kenapa kamu malah menggunakan kamar mandi gudang yang di peruntukkan bagi para pembantu?"
Nayla tentu bingung harus menjawab apa karena Nyonya Indri sudah membulatkan bola matanya di belakang Robert. Dan belum sempat Nayla menjawab, suaminya kembali melemparkan pertanyaan.
"Kenapa kamu juga berpakaian seperti ini? Apa kamu tidak suka dengan pakaian pakaian yang sudah aku belikan untuk kamu?"
"Bukan Mas, aku suka semua pakaian yang kamu belikan, tapi aku hanya..."
Nayla memotong ucapannya karena dia bingung harus memberi alasan apa, karena sebenarnya dia melakukan semua termasuk berpakaian layaknya pembantu itu atas perintah Nyonya Indri.
"Hanya apa?" bentak Robert kepada istrinya.
"Sebenarnya bukan hal ini yang membuatku pulang lebih awal, tapi yang mau aku tanyakan adalah kenapa kamu membeli gorengan ke pedagang pinggir jalan, haa? Apa kamu sengaja mau mempermalukan keluarga kami? Apalagi dengan cara berpakaian dan penampilan kamu yang seperti ini?"
Saat itu Nayla memang tengah mengenakan sebuah daster kusam dan berantakan, dan tentu saja semua itu atas perintah Nyonya Indri agar dirinya mendapat masalah baru. Nayla hanya bisa menggelengkan kepala sambil meneteskan air mata mendengar tudingan menyakitkan dari sang suami sambil berkata.
"Tidak Mas, ini semua tidak seperti yang kamu bayangkan." jawab Nayla.
"Lalu seperti apa yang harus aku bayangkan? Video ini cukup memberi bukti bahwa kamu sudah mencoreng kehormatan keluarga kami!"
Deg, hati Nayla bergetar ketika melihat video yang di tunjukkan oleh Robert saat dirinya tengah pergi membeli gorengan. Kepalanya mulai berpikir bahwa saat itu ibu mertuanya memang sengaja menjebak dirinya.
Melihat putranya yang tengah di bakar api amarah, Nyonya Indri berusaha menenangkan.
"Sudah nak, sudah. Jangan marahi istri kamu. Dia memang perempuan yang sederhana dan lugu, jadi kamu jangan menuduhnya yang tidak tidak."
Dengan begitu pandainya Nyonya Indri bersandiwara di hadapan Robert, seolah olah dia adalah mertua yang sangat menyayangi menantunya. Dan hal itu tentu membuat Nayla semakin tersiksa.
"Tidak Ma, ini tidak bisa di biarkan. Nayla harus tau posisinya sekarang dan harus belajar menjaga kehormatan keluarga!"
Nyonya Indri merasa sangat puas karena bisa membakar amarah putranya kepada Nayla. Yang begitu diharapkan oleh beliau adalah Nayla di usir dari rumahnya atas perintah Robert sendiri.
Tubuh Nayla terasa lemas tak bertenaga usai mendapat makian dari sang suami, dia sandarkan tubuhnya di dinding depan kamar mandi sambil menangis. Sementara Robert sudah berlalu dari hadapannya dan masuk ke kamarnya.
Nyonya Indri kembali menghampiri Nayla yang tampak begitu down, sambil berbisik di telinga Nayla beliau berkata. "Aku akan membuat mulut putraku sendiri yang memerintahkan kamu keluar dari rumah ini! Tetapi ingat, jangan coba coba untuk kabur hingga membuat putraku mencarimu, jika kamu masih ingin bertemu dengan kedua orang tuamu! "