NovelToon NovelToon
Pelayan Gadis Buta

Pelayan Gadis Buta

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Pembantu / Tamat
Popularitas:8.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lunoxs

Sebuah kecelakaan pesawat Jet terjadi dan Alika adalah seorang pramugari satu-satunya yang selamat dalam penerbangan tersebut, namun kecelakaan itu membuat Alika buta.

Ryan Aditama sang CEO, rasa bersalah atas meninggalnya seluruh tim 1 membuatnya tak bisa mengabaikan Alika, dia putuskan untuk jadi pelayan gadis buta tersebut dengan identitas yang lain, Erlan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 - Manfaatkan Aku Dengan Baik

"Apa kamu tau sekarang kita dimana?" tanya Ryan, setelah dia berhasil menggenggam erat tangan Alika.

"Di ruang tengah."

"Bagaimana kamu tau?"

"Aku menghitung langkahnya, dari meja makan 10 langkah."

Ryan tersenyum, Alika memang gadis yang cerdas saat kesadarannya pulih begini. Bukan seperti kemarin, seperti orang gila yang marah-marah dan ingin mati terus.

"Benar, jadi sekarang kita akan berjalan keluar, ayo," ajak Ryan.

Bi Santi tersenyum melihat keduanya, sungguh, dia sangat berharap Alika bisa hidup dengan baik apapun keadaannya.

Karena bi Santi selalu percaya, bahwa akan ada mberkah di atas musibah yang menimpa.

Dan saat Alika mulai melangkah dia semakin menggenggam erat tangan Ryan, Alika takut menabrak sesuatu atau bahkan sampai jatuh.

"Aku akan segera membuka pintu," ucap Ryan.

Dan Alika mendengar suara pintu yang terbuka.

"Selamat datang di luar," ucap Ryan lagi. Rumah Alika menghadap ke arah cahaya matahari terbit, jadi ketika mereka pertama kali keluar begini maka matahari adalah yang pertama kali mereka temui.

Ryan mengajak Alika untuk kembali berjalan, sampai mereka benar-benar berdiri tepat di bawah sinar matahari pagi.

Dari kepala hingga kaki mereka diterpa cahaya hangat itu.

"Bagaimana? kamu bisa merasakannya?" tanya Ryan, dia banyak sekali bicaranya, sementara Alika diam-diam tersenyum tiap kali mendengar Erlan bicara.

Nampak sekali jika Erlan tidak ingin dia merasa sendirian.

"Hangat," jawab Alika, satu kata namun menjelaskan semuanya. Tentang bagaimana keadaan pagi ini.

"Aku akan melepas ikat rambut mu, biar rambutmu juga terbang terkena hembusan angin pagi ini," kata Ryan.

Satu tangannya naik dan bergerak untuk melepaskan ikatan rambut itu, membuatnya tergerai begitu indah, Ryan lalu merapikan, menyisir menggunakan kedua tangannya.

Poni yang ada di kening Alika pun menjuntai dengan begitu indah, sebagian menutupi kedua matanya yang bening.

Cantik sekali.

Ryan akui Alika sangat cantik.

Membuatnya tak bosan-bosan menatap wajah itu. Dia seperti melihat peri, dan membuatnya tersenyum di kala menatap.

"Cantik," kata Ryan, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak mengutarakannya.

Tangan Alika terangkat dan memukul dadda Erlan, terasa keras.

"Awh, kenapa malah tanganku yang sakit," kesal Alika, karena dia memukul menggunakan tangan kirinya.

Ryan terkekeh pelan.

"Selain keras kepala ternyata kamu sangat kasar," ucap Ryan.

"Berarti di mata mu aku tidak ada baiknya," balas Alika.

Dan lagi-lagi membuat Ryan tertawa pelan, hanya gadis ini lah yang membuatnya kehabisan kata-kata tak bisa menjawab.

Membuat Ryan bisa tersenyum lagi setelah beberapa tahun terakhir mengurung diri.

"Satu lagi, kamu pandai bersilat lidah," balas Ryan.

Alika terkekeh, tawa yang baru pertama kali ini Ryan dengar keluar dari gadis tersebut.

Terdengar sangat renyah.

"Ayo jalan," ajak Ryan, tapi Alika begitu ragu untuk melangkahkan kedua kakinya.

Ini sudah berada di luar rumah dan dia tidak bisa menerka-nerka. Tidak bisa membayangkan.

Dimana jalanan lubang, dimana ada batu tajam, dimana sisi kiri.

Senyum yang sempat terukir di bibir Alika seketika hilang saat dia kebingungan.

Hingga akhirnya pikirannya yang kusut itu terurai saat merasakan Erlan kembali menggenggam erat tangan kanannya.

"Mulai sekarang cobalah percayalah padaku Alika, aku akan jadi mata mu," ucap Ryan.

Alika terdiam sesaat, sampai akhirnya dia bicara untuk mengajukan pertanyaan.

"Pak Ryan membayar mu berapa Er? kenapa kamu mau merawat ku?" tanya Alika.

"Sangat mahal, jadi manfaatkan aku dengan baik," balas Ryan.

"Baiklah, kalau begitu aku ingin berlari, kamu akan menjagaku agar tidak jatuh?"

"Tentu, bahkan saat kamu jatuh, aku yang akan jadi penopangnya."

"Cih! kata-katamu terlalu manis."

Mereka berdua tertawa bersama.

1
Ibrahim Efendi
bukankah video call otomatis ke mode speaker (not earpiece)?????
Ibrahim Efendi
jawaban yang bijak..👍
Gia Nasgia
Untung Alika jawabnya pas😂
Gia Nasgia
Alika msh butuh waktu sebab dekat dgn pak Ceo sama dgn naik Rolercoster😂
Gia Nasgia
Benar kata Ryan ingat Alika siapa yg selama ini ada di samping mu saat kamu terpuruk
Gia Nasgia
Pusing nggak tuh 🤣🤣🤣
Gia Nasgia
penasaran caranya pak Ceo menjelaskan ke Alika tentang peran ganda nya menjadi Erlan😂
Gia Nasgia
Dua orang yg sama
Gia Nasgia
siap kk Author🫡
Gia Nasgia
jeng....jeng....jadi ikut pinisirin😂🤣
Gia Nasgia
Pak Ceo modus🤭
Gia Nasgia
cemungut Al yg penting pak Ceo nggak berpaling😍
Gia Nasgia
Siap"aja pak Ceo menjelaskan di saat mata Alika kembali bisa melihat🤭
Gia Nasgia
Awalnya hanya kecupan aja dulu🤭
Gia Nasgia
jeng...jeng...tdk sabar lihat reaksi Alika klau tahu selama ini yg menjaga nya ,adalah pak Ceo
Gia Nasgia
Sdh tdk ada jarak antara pak Ceo dan Alika😍
Gia Nasgia
Semua ikut dgn Drama nya pak Ceo🤭
Gia Nasgia
Ciee😍😍🥰🥰
Gia Nasgia
Romi 😂😂
Gia Nasgia
Nah lho
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!