NovelToon NovelToon
MY HOTTEST CAT

MY HOTTEST CAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Transformasi Hewan Peliharaan / Persahabatan / Teen Angst / Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:16.8k
Nilai: 5
Nama Author: jihadinraz

Kucing jadi cogan?!

-
-

Memiliki kehidupan yang kelabu dan membosankan, siapa sangka suatu hari Moza malah menemukan seekor kucing di jalanan.

Tapi bagaimana jadinya jika ternyata kucing yang gadis temukan justru berubah menjadi sesosok laki-laki tampan yang manja, berisik dan rewel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jihadinraz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9

"Mogi... gak suka gelap."

Moza semakin bingung mendengarnya. Bicara apa manusia ini? Mengapa tiba-tiba berkata benci kegelapan? Belum lagi, ia kembali memanggil dirinya sendiri dengan nama itu....

...Sialan. Moza muak.

Bad Boy menatap Moza. Hal yang membuat Moza ingin teriak terkejut saat Bad Boy tiba-tiba menegang tangannya.

"Jangan ke sana, Moza. Di sana gelap... Takut," kata Bad Boy seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.

"O-oke, kita gak akan ke sana."

Aneh. Untuk sesaat Moza harus meyakinkan dirinya jika Bad Boy itu adalah penipu. Karena raut wajah lelaki itu sekarang seperti orang yang benar-benar....

...ketakutan.

...(ฅ^•ﻌ•^ฅ)...

Mereka berdua rehat sejenak dengan duduk di salah satu bangku yang berada di area mall, sambil memesan minuman.

Mata Moza berbinar saat minuman pesanannya sudah datang. Langsung saja ia menyeruput segelas virgin mojito itu dengan rakus.

Jujur, Moza belum pernah bersikap seliar ini. Apalagi di tempat umum. Tapi meladeni seorang laki-laki dewasa dengan tingkah seperti bocah lima tahun, membuat Moza kehilangan setengah kewarasannya.

"Moza lagi ngapain?"

"Itu apa?"

"Minuman, ya?"

"Enak, gak?"

"Boleh minta?"

Pertanyaan-pertanyaan itu keluar dari mulut Bad Boy begitu saja lantaran melihat Moza minum seperti orang gila.

"Jangan banyak ngomong dulu! Minuman kamu bentar lagi nyampe, gak usah berisik," sentil Moza lalu kembali minum.

Bad Boy mengerucutkan bibirnya, "Ish...."

Karena tak suka dimarahi, sekaligus penasaran, Bad Boy mendekati wajah Moza yang tengah minum, merampas sedotannya, dan ikut menyeruput minuman milik Moza.

Moza membatu saat sadar bahwa jarak wajahnya dan Bad Boy benar-benar dekat. Gadis itu bahkan dapat mencium aroma rambut Bad Boy.

Rambut hitam kecokelatan dengan gaya terbelah dua itu samar-samar beraroma seperti....

...stroberi.

Setelah meneguk SEDIKIT minuman Moza sampai HABIS, Bad Boy terdiam sejenak untuk merasakan minumannya.

Lelaki itu menjulurkan lidahnya sambil memejamkan sebelah matanya, "Apa ini?? Gak uenaakkk!! Rasanya tajem kayak jarum!"

Sementara Moza yang melihatnya hanya bisa terpaku sembari menatap dengan tatapan malaikat.

Malaikat maut.

...(ฅ^•ﻌ•^ฅ)...

Ada 3 hal yang membuat Moza ingin membunuh seseorang yang tengah berjalan di sampingnya ini.

Pertama, wajahnya terlalu dekat. Moza bahkan dapat melihat mata Bad Boy dengan jelas. Kedua, lelaki tak beradab itu tiba-tiba meminum minumannya tanpa izin. Dan ketiga....

SEDOTAN ITU BEKAS MOZA!

Alhasil bibir mereka bersentuhan di dalam satu sedotan yang sama. Apa ini artinya mereka berciuman secara tak langsung?

Tidak. Itu gila.

Beberapa kali, Moza sempat melirik pada Bad Boy yang sedang berjalan di sampingnya. Lelaki itu nampak sedang melihat-lihat seisi mall seperti bocah kecil yang sedang diajak jalan-jalan oleh ibunya.

Melihatnya saja membuat Moza kesal. Sandiwaranya yang sempurna hampir membuat Moza tidak sadar jika laki-laki di sampingnya ini adalah seorang penipu busuk.

Aku harus cari cara supaya bisa bebas dari makhluk ini, pikir Moza.

Keduanya pun keluar dari area mall. Dan Bad Boy masih saja mengekori setiap langkah kaki Moza.

Bad Boy menolehkan kepalanya pada Moza saat sadar gadis itu tiba-tiba berhenti berjalan. Dan posisi mereka berdua tengah berada di gang cukup sempit dengan tempat sampah di pinggirannya.

Sebentar lagi, Moza akan memberikan 'hadiah' yang sebenarnya.

"Aku kelupaan sesuatu. Kamu pulang duluan aja. Nanti aku nyusul."

Hanya itu yang dikatakan Moza sebelum berbalik badan dan berjalan menjauhi Bad Boy yang kini sedang terdiam seperti orang bodoh.

Penipu yang bisa tiba-tiba masuk apartemen aku, apa bisa dibohongi sama cara begini? tanya Moza dalam hati.

Kala berjalan menjauhi posisi Bad Boy, Moza berusaha menguatkan niatnya untuk tidak menoleh ke belakang.

Namun nihil. Pada akhirnya ia tetap menoleh juga untuk melihat wajah penipu itu untuk terakhirnya kalinya.

Bukannya wajah menyebalkan yang Moza harapkan, justru yang dilihat Moza adalah senyuman manis dari Bad Boy. Laki-laki itu bahkan melambai-lambaikan tangannya.

Ini... tindakan yang benar, kan?

...(ฅ^•ﻌ•^ฅ)...

Tak ada yang dapat Moza dengar selain suara alunan musik yang dimainkan oleh pengemudi taksi online yang ia pesan.

Ya. Setelah meninggalkan Bad Boy dengan dalih 'kelupaan sesuatu' tadi, Moza langsung memesan taksi dan menuju apartemennya.

Waktu menunjukkan pukul empat sore. Tetapi bulan telah menunjukkan eksistensinya. Ditambah lagi hujan sudah mulai turun.

Aneh. Moza sudah meninggalkan penipu itu, dan ia sudah terbebas. Seharusnya ini hal yang membahagiakan, bukan?

Tapi kenapa perasaan Moza tidak tenang? Dan lagi. Moza tengah menjatuhkan pandangannya pada kaca mobil yang berselimutkan bulir-bulir air hujan.

Namun mengapa yang ada di kepalanya justru guratan senyum Bad Boy saat ia tinggalkan tadi?

Bahkan awan mendung dengan langit yang kelabu pun, Moza melihatnya seperti senyuman Bad Boy.

Oke. Moza sudah gila.

...(ฅ^•ﻌ•^ฅ)...

Beberapa saat sudah terlewati. Menyalakan televisi, memakan camilan, sampai bermain ponsel. Semua Moza lakukan demi menghilangkan perasaan anehnya pada Bad Boy.

Tapi sial. Bukannya menghilang dan lupa, Moza justru semakin mengingat senyuman dan lambaian tangan Bad Boy sebelum ia tinggalkan tadi.

"Aarrghhh!! Kamu orang terbodoh, Moza! Harusnya kamu seneng bisa bebas dari penipu itu!" marah Moza pada dirinya sendiri.

Gadis itu merebahkan dirinya ke kasur dan menenggelamkan kepalanya di antara bantal dengan tangan yang telentang.

Sesekali Moza memejamkan matanya, berharap ia tidak pernah mengalami semua hal ini. Semua ini terasa berat bagi Moza. Terkadang muncul satu pertanyaan di benaknya.

Kenapa harus aku?

Mengapa harus Moza yang mengalami ini semua? Semua hal merepotkan ini bahkan membuat Moza ingin menangis saja.

Repot, karena memikirkan apa tujuan Bad Boy menipunya sejauh ini. Sampai-sampai mau memakan makanan kucing.

Repot, karena memikirkan rencana Moza menipu Bad Boy gagal dan lelaki itu kembali. Secara logika, penipu se-licin Bad Boy tak dapat dibodohi dengan rencana yang bodoh.

Dan repot, karena memikirkan jika Bad Boy itu... benar-benar Mogi.

Moza terkekeh kecil, "Bodoh. Aku mikir apa, sih?"

Moza beranjak bangun dari kasurnya dan berjalan ke arah jendela. Pemandangan di luar sudah tak terlihat karena tertutup oleh kabut hujan.

Belum lagi kaca jendelanya yang buram akibat bulir-bulir air hujan yang turun.

Dalam kaca itu, samar-samar Moza dapat melihat bayangannya sendiri. Dengan wajah datar, ia menatap pantulan dirinya sendiri lalu meletakan tangannya di kaca.

"Jangan jadi konyol, Moza. Jelas-jelas cowok itu bukan Mogi. Dan penipu kayak gitu gak pantas bikin kamu cemas begini," gumam Moza pada dirinya.

~Tok... Tok....

Moza menoleh. Siapa yang datang berkunjung saat angkasa seolah tengah kehilangan semangatnya?

"Pasti Hana."

Saat di mall tadi siang, ia sempat mengirim pesan pada Moza. Hana bilang akan mengembalikan alat catok rambut Moza sore ini karena kencannya gagal lantaran pria yang Hana temui malah menyukai pria juga.

Ah. Padahal pikiran Moza sedang kalut. Apa tidak bisa ditunda sampai besok?

Gadis itu menghela napasnya panjang, lalu merapikan rambutnya yang sempat terlihat seperti sarang burung elang.

"Hai."

Moza tepaku saat melihat bukanlah Hana yang berada di balik pintu, melainkan Billy. Laki-laki dengan balutan kemeja v-neck biru itu berdiri sambil membawa satu paper bag di tangannya.

"E-eh, Billy? Ngapain ke sini?" tanya Moza kemudian walau sempat agak terkejut.

"Cuma mau ngasih lo sesuatu. Gak ganggu, kan?"

"Sama sekali enggak! Ayo masuk dulu. Maaf agak berantakan, belum beres-beres," kata Moza.

Jelas saja ia tidak sempat beres-beres. Hari liburnya dihabiskan untuk menemani penipu berbelanja pakaian.

Walau ujungnya Moza tinggalkan.

"Ngomong-ngomong rambut kamu agak basah. Tadi kehujanan, ya?" tanya Moza menyadari rambut hitam Billy sedikit lepek.

"Ah... Ini? Iya dikit." Billy terkekeh.

"Oh, ya udah bentar. Aku ambil handuk dulu." Moza hendak beranjak dari sofa tempat duduknya.

"Eh gak usah. Gue juga gak akan lama, kok. Cuma mau ngasih ini dari Ayah." Billy memberikan paper bag abu-abu itu.

Moza mengernyit. 'Ayah'?

"Ayah? Maksud kamu ayah Ferdy?" tanya Moza. Dan Billy tertawa kecil, "Emang ayah gue siapa lagi?"

"Beliau udah pulang?" tanya Moza lagi. Ia kaget juga, tidak tahu kabar apa-apa mengenai kabar Ferdy di negeri tirai bambu alias China sana.

Maklum. Akhir-akhir ini Moza 'sibuk'.

"Udah. Setelah nyampe rumah, beliau langsung nyuruh gue ngasih ini."

"Astaga...," gumam Moza tak menyangka. Billy bahkan bersedia mengantar hadiah saat hujan, sampai rambutnya lepek begini.

"Makasih, Bil. Bilangin makasih juga ke ayah." Moza tersenyum.

Billy juga mengurai senyumnya. Terlebih lagi kala Moza memanggil Ferdy dengan sebutan 'Ayah'. Ia sering mendengarnya karena Moza memang sangat dekat dengan ayahnya, namun Billy belum terbiasa dengan itu.

Rasanya... Billy-

"Eh, tunggu bentar. Temen aku nelepon." Moza beranjak lantaran mendengar suara nada dering dari ponselnya.

Billy mengangguk kecil sebagai respons.

Intan... Nama itu yang tertera di ponsel Moza. Ada apa dia menelepon di sore menjelang malam ini?

"Halo? Ada apa, Tan?"

"Za? Lo di mana sekarang? Lo pulang sama sepupu lo itu, kan?"

Moza mengangkat sebelah alisnya. Sepupu? Sepupu apa? "Emang kenapa?"

"Waktu gue pulang dari toko barusan, di motor samar-samar gue liat cowok pake baju putih lagi duduk di gang sempit pinggir tempat sampah. Mukanya kayak sepupu lo...."

"...Apa yang gue liat itu karung, ya?"

Pandangan Moza kosong. Ponselnya jatuh ke lantai. Gadis itu berlari menuju kamarnya, dan mengambil cardigan ungunya.

"Maaf, Bill. Aku ada urusan. Kamu minum aja dulu."

Moza paham siapa 'sepupu' yang Intan maksud.

...(ฅ^•ﻌ•^ฅ)...

Terengah-engah, Moza tidak dapat merasakan apa pun selain degup jantungnya yang semakin kencang akibat berlarian tadi.

Air hujan yang mengguyur, dan udara dingin yang menusuk kulit seolah Moza abaikan. Bahkan langit yang sudah mulai gelap tidak sedikit pun membuat Moza takut.

Namun... Moza tidak mengerti. Mengapa ia bisa berdiri di tempat gelap ini? Bahkan tubuhnya sampai basah diguyur air hujan yang sangat dingin.

Siapa yang Moza cari?

"M-M-Moza...?"

...-TBC-...

1
Keysha Aurelie
udah dewasa si Mogi pemikirannya udah gak bocah lagi🤭 tinggal nunggu ungkapan cinta dari Mogi nih 😂 Moza pasti terkejut dan tidak menyangka apa lagi kalau sampai ngajak nikah 🤣🤣
Keysha Aurelie
terimakasih up nya kak tetap ditunggu kelanjutannya
masih tetap penasaran dengan Flashback Mogi
Keysha Aurelie
serius Mogi udah berubah menjadi pria berkarakter dewasa , berharap mulai ada flashback nya Mogi masih tetap penasaran dengan asal usul nya
Keysha Aurelie
si dedek Mogi lagi sakit tapi tetap cerewet nya masih 🤭 aku lagi menunggu sebuah keajaiban tentang perubahan Mogi menjadi pribadi dewasa , meskipun penasaran dengan flashback nya Mogi
Keysha Aurelie
iya gpp kak tetap semangat , semoga aja up nya besok menceritakan POV nya Mogi
berharap sekali🤭
Keysha Aurelie
astaga Moza apa yang kamu lakukan pada dek Mogi harus bertanggung jawab pokok nya ini 🤣 jadi tambah gemas aja nih , pengen si Mogi bisa berubah menjadi pria yang bersikap dewasa seperti Billi , biar bisa mengimbangi perlakuan Moza🤭😂
Keysha Aurelie
lanjut kak tetap semangat, Jadi tambah penasaran siapa sebenarnya Mogi ini kenapa kucing bisa berubah menjadi pemuda yang tampan🤔 masih tetap berharap ada flashback Mogi dan kenapa juga sifatnya kayak bocah
jihadinraz: Wiii tengcuu!! Ditunggu aja ya bab-bab selanjutnya haha💙
total 1 replies
Keysha Aurelie
mengejutkan sekali ternyata Hana begitu lama menyimpan perasaannya ke Billi . Tahan Na tahan agresif banget bar bar pastinya🤭😂 duh Billi mulai oleng sepertinya
Keysha Aurelie
si Hana ternyata bersikap menyebalkan ke Billi untuk menutup rasa suka nya astaga ini tak pernah terbayang kan , lha si Moza mulai menyukai siluman kucing🤭
aku tambah penasaran dengan POV Mogi
Keysha Aurelie
Bikin penasaran aja jangan-jangan Moza dan Hana sama-sama menyukai orang yang sama yaitu Mogi mungkin gak sih 😂
Keysha Aurelie
lanjut kak, berharap ada POV Mogi tentang jati dirinya sebenarnya siapa , Moza akhirnya mulai tertarik dengan Mogi 😂
Keysha Aurelie
om panggilan yang lucu Gi 😂
pengen Mogi berubah menjadi pribadi yang mempunyai karakter dewasa sebelas duabelas dengan Billi pria dewasa, meskipun masih penasaran dengan asal usul Mogi tapi tetap sabar menunggu kebenaran nya
Keysha Aurelie
Mogi masih merasa kecil terus kan sudah jadi pemuda , pengen banget Mogi berubah sifat semua pemuda biasa yang normal , dan kapan jati diri Mogi terungkap siapa sebenarnya Mogi
Keysha Aurelie
ini ceritanya ngulang lagi sama seperti bab sebelum nya ya kak
Keysha Aurelie
lanjut kak tetap semangat, semakin menarik ceritanya dan juga semakin dibuat penasaran, astaga Moza permintaan macam apa itu kayaknya Moza lagi terMogi - Mogi
Keysha Aurelie
lanjut kak tetap semangat, semakin penasaran tentang jati diri Mogi sebenarnya siapa dan datang dari mana, masih menunggu berharap ada POV atau flashback tentang Mogi
Keysha Aurelie
lanjut kak, Mogi bikin penasaran aja dia pura-pura berperilaku seperti anak kecil atau memang setelah berubah dari kucing ke manusia jadi pemuda yang gak tau apa-apa, Mogi bisa merasakan apa itu jatuh cinta .
Aku menunggu POV atau flashback Mogi
Keysha Aurelie
Gak nyangka ternyata kondisi kehidupan keluarga Moza sangat menyedihkan, Mogi semoga setelah kamu bangun sifat dan tingkah kamu juga akan berubah menjadi pria dewasa yang bisa melindungi Moza
Keysha Aurelie
lucu banget si Mogi yang kelakuannya kaya anak SD ternyata bisa merasakan apa itu jatuh cinta
jadi semakin penasaran tentang jati diri Mogi
Keysha Aurelie
sama aku juga tim lampu nyala waktu tidur , soalnya kalau nyala tidur bisa tenang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!