NovelToon NovelToon
Jodoh Pengganti

Jodoh Pengganti

Status: tamat
Genre:CEO / Tamat
Popularitas:238.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Yenita wati

Ansel terikat cinta masa lalu hingga membuatnya tak kunjung menikah meski usianya sudah 27 tahun.

Keluarganya pun memaksanya menikah dan akhirnya perjodohan pun dilakukan. Ansel dijodohkan dengan sahabatnya sejak kecil bernama Clara yang diam-diam menaruh rasa padanya.

Namun, Ansel yang masih berada di bawah bayang-bayang cinta masa lalunya, yaitu Aruna tidak bisa mencintai Clara seperti keinginan wanita itu.

Clara akhirnya mengalah dan ikut membantu Ansel mencari Aruna. Hingga akhirnya, Aruna pun ditemukan.

Lantas, apa yang akan terjadi setelah Aruna masuk ke kehidupan pernikahan Clara dan Ansel?
Mampukah Clara menerima Aruna menjadi madunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maaf

Clara masih diam sepanjang perjalanan. Dia hanya menatap luar jendela mobil. Suasana terasa amat canggung hingga membuat mereka tidak menatap satu sama lain. Benar-benar seperti orang asing.

Sesampainya di rumah, Clara memilih untuk jalan duluan daripada menunggu Ansel yang sedang berbicara dengan sang sopir.

"Jangan beritahu orang tuaku tentang keadaan di mobil tadi."

"Baik, Tuan, saya mengerti." Sang sopir mengangguk menuruti ucapan majikannya. Sama halnya seperti para pelayan, dia juga berpikir bahwa hubungan Ansel dan Clara sepertinya merenggang sejak mereka menikah. Padahal dulunya dia sering melihat dua anak muda itu selalu tertawa bersama setiap bertemu. Namun kini, mereka seolah menjadi orang asing yang tidak saling mengenal.

Ansel yang sudah sampai di kamarnya melihat Clara baru saja keluar dari ruang ganti. Dia sudah menggunakan piyama tebalnya. Tanpa melihat keberadaan Ansel, dia langsung merebahkan tubuhnya ke atas ranjang dan mencoba untuk tidur.

"Clara."

"Hmm."

"Aku minta maaf padamu tentang perkataanku beberapa waktu lalu."

Ranjang terasa bergetar saat Ansel mendudukkan diri ke atasnya. Jantung Clara seketika berdegup kencang. Dia menduga Ansel ingin melakukan hal yang beberapa waktu lalu tidak jadi mereka lakukan meski dia menggodanya.

"Aku rasa ucapanku telah menyinggung perasaanmu sehingga kau bersikap dingin padaku. Aku hampir tak mengenalimu lagi. Clara yang dulu seolah hilang dari hidupku."

Clara masih membelakangi Ansel. Kini dia tidak bisa menahan senyumnya karena merasa senang dengan ucapan pria itu. Dia benar-benar mengira Ansel akan menyatakan perasaannya.

"Tapi, kalau boleh aku jujur.." Ansel menjeda ucapannya sambil menarik nafas, lalu mengeluarkannya secara perlahan. Mirip seperti seorang pria yang gugup saat pertama kali bertemu dengan wanita yang dicintainya.

"Apa? Jujur apa? Apakah dia ingin mengatakan padaku bahwa dia siap untuk belajar mencintaiku?" batin Clara dengan hati yang berbunga-bunga. Dia sudah membayangkan saat-saat indah yang akan dilaluinya bersama Ansel.

"Sebenarnya aku masih belum bisa melupakan Aruna. Maaf jika itu melukai hatimu. Tapi, aku tidak bisa memaksa hatiku untuk melupakan dirinya."

Seketika dunia Clara runtuh bersama harapannya. Dia seolah diangkat tinggi-tinggi, lalu dibanting dengan keras. Ansel adalah pria yang berhasil membuatnya jatuh cinta. Namun pria itu juga yang membuat hatinya hancur.

"Seharusnya aku tidak perlu berharap banyak," batinnya. Dia tak mampu membendung air matanya yang kini jatuh membasahi pelipisnya. Terdengar isak tangis disertai getaran tubuhnya.

"Clara, ma…"

"Ya, aku tahu! Kau ingin maaf dariku? Tentu saja, aku sudah memaafkanmu. Bisakah kau biarkan aku tidur sekarang!" Clara bangkit dari posisinya, namun masih membelakangi Ansel.

"Kau masih marah, Clara."

"Lalu kau ingin aku bagaimana? Tertawa? Melompat kegirangan?" Kini Clara berbalik dan menatap Ansel dengan tatapan penuh kekecewaan. Entah mengapa, setiap dia melihat pria itu, hatinya semakin terluka. Ternyata begitu besar rasa cintanya pada Ansel hingga membuatnya serapuh ini.

"Tidak, bukan itu yang aku maksud. Setidaknya bersikap biasalah padaku. Bersikaplah seperti Clara, sahabatku yang kukenal dulu."

"Baik, jika kau ingin aku bersikap seperti dulu, bisakah kau juga bersikap seperti dulu? Sebelum kau mengatakan padaku bahwa kau mencintai Aruna?" tanya Clara dengan tatapan emosional.

"Clara, kau tidak bisa memaksakan perasaan seseorang padamu. Aku tahu bahwa kau kecewa padaku. Tapi, aku memang tidak bisa membohongi diriku sendiri bahwa aku…" Ansel tidak melanjutkan ucapannya karena melihat mata Clara berkaca-kaca. Dia tahu seberapa dalam dia telah menyakiti gadis itu.

1
Leew
tysm, novel ini bikin perasaan tercampur aduk in less than a day :D
Leew
pengen teriak saking geramnya🗿
Leew
hell nah 😔
Leew
lagian ambigu banget sih 😭😭
Leew
giliran gitu ngeres pikirannya jir🗿
Leew
lucu ih mbak Clar 😆
Leew
serah bang Dewa dong wkwkwk sewot amat
Leew
sok asik engsel, kek peduli aja🗿
Leew
keliatannya sih emang perfect banget ya marriage life mereka, tapi ga tau aja gimana mereka ngejalaninnya 😔
Leew
sabar, si engsel nyebelin banget woilah
Leew
bang udah bang 😞
Leew
jangan percaya bu, dia boong bjir
Leew
yeuh bingung, mikir dong gimana perasaan Clara, ga pekaan tuh orang 😔
Leew
sialan ya Ansel, aduhai geramnya
Leew
eh relate sih, kadang emang kurang afdol kalo ga dengerin lagu pas mandi wkwkw
Leew
apalah Ansel apalah🗿
Leew
SUKA BANGET VISUALNYA 🤩🤩
sherly
Luar biasa
sherly
astaga aku bingung dgn kamu Clara... hrskah seperti ini mencintai Ansel...
sherly
Ansel terlalu naif
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!