NovelToon NovelToon
Pencuri Hati

Pencuri Hati

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:52.8k
Nilai: 5
Nama Author: amih_amy

Kecelakaan membawa Rein bertemu dengan jodohnya. Ia merasa terjebak karena harus menikah dengan seorang polisi, sedangkan dirinya adalah seorang pencuri. Rein menerima pernikahan itu karena merasa berhutang budi.

Bagaimana perjalanan hidup Rein bersama suaminya tersebut. Apakah mereka akan tetap hidup bersama, walaupun suaminya tahu jika Rein adalah penyebab kakaknya meninggal dunia? Ikuti kisah mereka ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon amih_amy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar Baik

...Happy Reading...

...****************...

"Asti siapa?" Setelah mencapai jalan besar, Rein pun bertanya pada Aska.

"Asti tetangga saya di kota. Dulu abah sama Ambu pernah nginep di rumah saya dan bertemu dia," terang Aska.

"Pacar kamu?" tanya Rein lagi.

"Saya sudah bilang, Asti itu tetangga saya," ulang Aska tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan raya.

Rein mencebikkan bibir, hal itu memanglah tidak penting. Tadi ia hanya penasaran kenapa Ranti begitu takut saat Bahar membahas perempuan itu di depan Rein. Namun, setelah mendapatkan respon tidak enak dari Aska seperti itu, Rein sudah tidak peduli lagi.

"Sebelum ke rumah kamu, apa aku boleh ke panti dulu?" tanya Rein selanjutnya.

"Iya," jawab Aska singkat.

Rein menghela napasnya. Ia merasa tidak nyaman dengan sikap dingin Aska. Kepalanya lantas menoleh ke belakang tempat Abian berada. Ternyata anak kecil itu sudah tertidur dengan pulas. Ia memilih untuk melakukan hal yang sama, tetapi sebelumya dia berpesan kepada Aska agar membangunkan dirinya saat sudah sampai di kota.

***

"Rein, kamu akhirnya pulang, Nak." Wanda—ibu panti yang selama ini menjadi ibu asuhnya Rein langsung memeluk tubuh anak asuhnya tersebut. Tangisnya pecah tersedu-sedu. Menggambarkan betapa bahagianya dia bertemu dengan Rein setelah dua bulan Rein menghilang tanpa kabar. Langit sudah gelap ketika Rein dan Aska mencapai kota. Mereka langsung menuju panti asuhan, tempat tinggal Rein sebelumnya.

"Maafkan Rein, Bu. Rein mengalami kecelakaan. Lalu ditolong oleh sebuah keluarga yang baik hati. Kaki Rein mengalami patah tulang, jadi Rein harus mendapat perawatan dulu di sana," jelas Rein sambil menatap kakinya yang baru bisa berjalan pelan.

"Alhamdulillah, yang penting kamu selamat, Rein. Sebulan yang lalu Daren ke sini dan memberi kabar tentang kecelakaan yang kalian alami. Ibu sangat shok ketika Daren bilang kalau tubuh kamu tidak bisa ditemukan. Ibu selalu berdo'a kepada Allah, semoga ada keajaiban. Sekarang do'a ibu sudah dikabulkan. Ibu sangat senang." Wanda kembali merengkuh tubuh Rein.

"Sebentar, Bu. Tadi Ibu bilang apa? Daren datang ke sini? Jadi dia nggak mati?" Rein terkejut sekaligus bahagia mendengar sahabatnya ternyata selamat juga. Binar cerah terpancar dari kedua netra pekatnya.

"Iya, Sayang. Alhamdulilah, Daren selamat, tapi Marvel ... kata Daren, dia meninggal sebelum tiba di rumah sakit." Wanda mengapit kedua pipi Rein yang sudah berwarna merah menahan tangis. Walaupun begitu, air matanya masih tetap luruh. Dunianya pun seperti mau runtuh.

"Kita duduk dulu, Rein. Kamu harus sabar. Ibu tahu Marvel adalah sahabat terbaik kamu selain Daren, tetapi Allah lebih sayang dia. Ikhlaskan dia, Sayang." Wanda menggiring tubuh Rein untuk duduk di kursi teras depan rumah panti. Kedua tangannya memeluk Rein dari samping. Usapan lembut di bahunya pun diberikan agar Rein sedikit lebih tenang.

"Apa Daren pernah ke sini lagi, Bu?" tanya Rein lagi setelah keduanya duduk.

Wanda mengangguk. "Iya, dua minggu yang lalu dia ke sini lagi, dan memberi ibu uang. Katanya, setelah kamu nggak ada, dia yang akan bertanggung jawab untuk bayar kontrakan rumah sama bantu kebutuhan kami yang lain. Ibu sangat bersyukur punya kalian, Nak. Kalian sangat membantu anak-anak di sini dalam hal finansial, di samping usaha warung makan yang ibu punya, yang hanya cukup buat makan mereka saja."

Kedua sudut bibir Rein tertarik ke atas membentuk sebuah senyuman. Dia merasa bangga, karena sahabatnya bisa diandalkan saat dirinya tidak ada. Sesungguhnya sahabat sejati akan selalu setia sampai mati.

"Ehem." Suara laki-laki yang merasa diacuhkan membuat perhatian kedua perempuan itu teralihkan.

"Oh, iya, Bu. Kenalin, ini Mas Aska. Dia—"

"Saya suaminya Rein, Bu." Aska mengenalkan dirinya dengan percaya diri kepada Wanda. Rein ternganga mendengarnya begitupun dengan Wanda. Secepat itukah Aska mengakui dirinya sebagai istri?

"Suami? Kamu udah nikah, Rein?" Wanda beralih pada Rein. Memasang tatapan penasaran yang luar biasa pada sorot matanya.

"I–iya, Bu," jawab Rein sambil tersenyum getir, "Rein ke sini memang mau bilang sama Ibu tentang hal ini. Rein sudah menikah dengan Mas Aska. Dia adalah putra dari orang yang udah nolongin aku."

"Tapi kenapa harus mendadak gitu, Rein? Kenapa kamu nggak bilang sama ibu dulu?"

"Ceritanya panjang, Bu. Rein pasti ceritain, tapi jangan sekarang, ya," lirih Rein.

Wanda tidak mau memaksakan walaupun sangat penasaran. "Rein ke sini mau meminta restu, sekalian mau ngambil barang-barang Rein. Karena Rein akan tinggal di rumah Mas Aska," tutur Rein lagi.

"Ibu merestui kalian, Nak. Semoga kalian bahagia. Pintu rumah ini selalu terbuka untuk kamu, Rein."

"Makasih, Bu," sahut Rein.

"Ayo, Rein. Ini udah malam. Kasian Bian yang masih tidur di mobil. Aku juga butuh istirahat habis perjalanan jauh. Besok-besok kita ke sini lagi." Aska memotong perbincangan Rein dan Wanda.

Walaupun berat, Rein pun setuju untuk pulang ke rumah Aska. Sebenarnya dia masih ingin berlama-lama di rumah panti. Namun, ia juga merasa kasihan dengan Abian, mungkin badannya sudah pegal-pegal karena tidur di dalam mobil kelamaan.

"Rein pulang ke rumah Mas Aska dulu, ya, Bu. Secepatnya Rein bakal ke sini lagi." Setelah mengambil barang-barang berharganya dari rumah panti, Rein pun pamit kepada Wanda.

"Iya, Rein. Sering-seringlah berkunjung ke sini, dan jangan lupa temui Daren! Dia pasti senang melihat kamu ternyata selamat," pesan Wanda. Rein mengangguk, lalu mencium punggung tangan Wanda dan diikuti oleh Aska. Keduanya pun pergi meninggalkan rumah panti.

***

Setelah empat puluh menit berkendara, mobil yang dikendarai oleh Aska tiba di sebuah rumah klasik khas Jawa. Terlihat sederhana, tetapi megah dan elegan. Rumah itu adalah milik dari Dhana Rakana—kakak kandung Aska Raidhana.

Dhana menikah dengan pengusaha muda asli Jawa Tengah—Ajeng Pratiwi. Mereka sengaja membeli rumah itu untuk masa depan Abian, dan hanya ditempati setiap akhir pekan, karena mereka harus tinggal di rumah kedinasan. Sebenarnya Aska juga diberikan sebuah asrama. Sebelumnya dia tinggal di sana, tetapi setelah kakaknya meninggal dunia, Aska harus tinggal di sana bersama Abian, karena rumah dinas kakaknya akan dikembalikan.

"Ini rumah kakak saya, tepatnya rumah yang dibelikan oleh kakak untuk Bian," terang Aska ketika mereka sudah berada di teras depan. Aska yang tengah menggendong Abian merasa kesulitan untuk membuka pintu, lantaran kunci rumahnya berada di dalam saku.

"Kamu bisa bantu saya?" tanya Aska membuat Rein sedikit mendongak menatap lelaki yang kini sudah menjadi suaminya.

"Bantu apa?" Rein bertanya balik.

"Tolong bukain pintunya! Saya lagi gendong Abian."

Rein mengangguk, dengan polosnya dia langsung memutar gagang pintu hendak membukanya. "Dikunci," katanya spontan.

Aska mendengkus, "Tentu saja dikunci. Mana mungkin saya ninggalin rumah tanpa menguncinya terlebih dulu," serunya ketus.

Rein menyengir, ia baru sadar akan kesalahannya. "Iya, juga. Jadi, kuncinya mana?" Rein menadahkan tangannya.

Tatapan Aska tertuju ke arah samping saku celananya. Mata Rein mengikuti arah tersebut, "Ada di saku celana saya. Ambil aja!"

"Hah?" Rein tersentak dan langsung mendongak. "Gila! Masa gue harus merogoh saku celana dia? Tangan gue nggak punya mata, nanti kalau salah jalur gimana?" batin Rein meracau.

...****************...

...To be continued...

...Hallo, pembaca tercinta. Siap-siap keuwuan mereka akan dimulai di bab-bab selanjutnya. Jangan lupa diklik tombol favoritnya. Biar nggak ketinggalan updatenya. Sarangbeo 🥰...

1
Fitri Riyani
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Bagis novel kamu thor bikin para riders ngerasain nano-nano saat membacanya,Novel lain dari yg lain alur nya,Semoga sehat selalu dan sukses selalu outhornya, Teruskan berkarya ya thor..⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺☕☕☕☕☕☕☕☕🙏🙏🙏🙏
°ammy🌾👉ig: amih_amy: Terimakasih, Kak. 🥰🥰
Jika berkenan mampir di novel terbaruku yang lain, ya. Love sekebon 😍😍
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Pasti Asti tuh..Apa belom nikah2 juga si Asti? Masih mengharapkan Aska lagi kah??
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣ogeb,Ketahuanlan jadi nya,Harusnya pura2 aja baru sadar dari pingsan,Kalo gitu mah Rein tau kalian bohongin dia,Ntar Rein tambah marah lg yg ada..
Qaisaa Nazarudin
Apa yg Ambu bilang itu benar banget menurut,Rein itu udah keterlaluan banget, Aska dan Abian,Ambu aja bisa menerima takdir, Kenapa Rein gak? Belajar lah utk menerima takdir, ikhlasin semuanya,gak usah ngehukum diri sendiri lagi..
Qaisaa Nazarudin
Rein ini gak bisa di lembutin lagi,makin lama tingkahnya makin menjengkel kan..Aska harus tegas sekarang..
Qaisaa Nazarudin
Nah itu juga yg mau aku kata kan..
Qaisaa Nazarudin
Kok aku lama2 tambah jengkel dan bosan dgn sikap Rein yg gini ya..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Mungkin itu lebih baik buat Darren..
Qaisaa Nazarudin
Aaahhh akhirnya ketemu nih,Waahh gak sabaran aku,Gimana nih reaksi Aska dengan Abian pertama ketemu Rein disana?? 😁
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah..Nyesek thor...
Qaisaa Nazarudin
memang plot twist yg manis nih outhor nya..mantopp ..👍👍👍
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣🤣 Ratu tega Ratu nya Abah..😂😂👍👍
Qaisaa Nazarudin
Oh ternyata Rein bersama Abah dan Ambu? Alhamdulillah apakah Aska tau?
Qaisaa Nazarudin
Hadeeuuhh kurang cekap Aska,kesel aku, Rein udah depan mata juga,ogeb..
Qaisaa Nazarudin
Yeeeezzzz akhirnya ketemu,Seret Rein pulang pak polisi,Gregetan aku dengan keras kepala nya Rein..😂
Qaisaa Nazarudin
Duuhh Kasian banget Darren pasti itu ulah preman2 itu...
Qaisaa Nazarudin
Rein terlalu keras kepala,Kasian Abian, Coba lah sekali-sekali mengalah demi Abian Rein,Kamu pernah merasakan hidup sendiri,Harusnya kamu paham apanyg Abian rasakan..
Qaisaa Nazarudin
Hidup seperti ini kah yg mau Rein jalanin?? Udah bagus Aska rencanain utk masa depan mereka,Aska juga menerima Rein apa adanya,Tapi Rein malah berulah lagi,Bwak2 Abian lagi,Hadeuuhh..
Qaisaa Nazarudin
Mampos kamu Darren,Mungkin dgn cara Darren di tangkap,Rein akan pulang kerumah..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!