NovelToon NovelToon
Muara Kasih Ibu Tunggal

Muara Kasih Ibu Tunggal

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Hamil di luar nikah / Single Mom / Lari Saat Hamil / Chicklit / Tamat
Popularitas:6.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Kirana Pramudya

Pacaran yang kelewat batas membuat Ervita jatuh dalam perbuatan terlarang bersama kekasihnya, Firhan Maulana. Janji untuk bertanggung jawab nyatanya hanya sekadar janji.
Sampai di mana Ervita mendapati dirinya berbadan dua, tidak ada tanggung jawab dari Firhan. Kondisinya kian pilu karena orang tuanya mengusirnya dan menganggap hamil di luar nikah adalah sebuah aib. Ervita yang masih muda harus menjalani hidup sendiri, menahan luka, dan mempertahankan bayi dalam kandungannya.
"Aku hamil memang karena kesalahan, tetapi hadirnya janin ini dalam rahimku sekali-kali bukan kesalahan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Pramudya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anak Tanpa Nasab

"Bertanggung jawablah atasku, jangan mengingkari nasab anakmu," ucap Ervita kali ini.

Dalam imannya, terdapat hukum yang melarah seorang Ayah mengikari nasab anak-anaknya. Demikian pula seorang ibu diharamkan menghubungkan nasab anak bukan pada ayah yang sebenarnya. Demikian pula hukum mengharamkan menghubungkan nasab anak kepada ayah angkatnya.

Ervita kali ini hanya meminta dan bertanggung untuk haknya. Firhan yang semula merenggut kegadisannya sudah berjanji untuk bertanggung jawab atasnya. Untuk itulah, Ervita sampai memberanikan diri menemui Firhan lagi dan mendapatkan nasab untuk anaknya. Meminta Firhan untuk tidak mengingkari nasab anaknya.

Sungguh begitu perih hati Ervita membayangkan bahwa anaknya akan lahir tanpa nasab. Bahkan anak yang lahir di luar nikah saja akan mengikuti nasab sang Ibu. Lantas, bagaimana dengan Firhan yang menolak untuk tidak menikahinya, sudah pasti orang-orang akan tahu bahwa kehadiran bayinya hanya karena sebuah zina.

"Aku tidak peduli dengan nasab. Aku peduli dengan masa depanku. Menjadi orang yang berguna dalam hidup lebih berguna daripada menikahimu dan bertanggung jawab atas anakmu," balas Firhan.

Sekali lagi, ucapan pria itu begitu menyakiti Ervita. Begitu tegakah calon ayah yang tidak mau bertanggung jawab atas darah dagingnya sendiri.

Firhan menatap nanar buku Kesehatan Ibu dan Anak berwarna pink magenta itu dan foto USG berbentuk persegi di sana, lantas melemparkan ke arah Ervita.

"Berapa kali pun kamu datang dan meminta pertanggungjawaban dariku, aku akan menolaknya. Pergi kau dari sini, wanita murahan!"

Firhan berbicara memang tidak keras, tetapi perkataan penuh penekanan itu mengiris perih hati Ervita. Wanita itu tergugu pilu di sana. Apakah memang jalan hidupnya harus sepilu ini?

Ervita menatap tajam wajah Firhan, "Terima kasih untuk perlakuan yang sangat tidak adil ini. Dunia akan mengingat bayi ini bukan dengan nasab Ayahnya, tetapi dengan nasab Ibunya. Kamu sendiri yang membuat cela atasku dan anakku. Ingatlah Firhan, suatu hari nanti saat kamu mengakui dosa-dosamu dan meminta maaf kepadaku, aku tak akan sudi," balas Ervita.

Firhan menyeringai di sana, "Aku tidak akan pernah meminta maaf dan menemuimu lagi," balasnya.

Ervita lantas memasukkan buku KIA dan foto USG dua dimensi itu ke dalam tasnya, lantas Ervita pergi dari kantin itu. Kini Ervita menetapkan hatinya tak akan menoleh ke belakang. Pintu maafnya untuk Firhan tak akan pernah terbuka.

Dengan berjalan gontai, Ervita berjalan menyusuri fakultas ilmu Ekonomi dan Bisnis menuju halte yang letaknya di belakang kampus. Bunga Tabebuya kuning yang berguguran terlihat indah, tetapi tidak dengan hatinya. Bunga Tabebuya kuning yang berguguran nyatanya membuat hati Ervita kian sesak rasanya. Ervita menjerit dalam hati meratapi nasib buruknya.

"Cela ini akan kubawa sampai mati ya Tuhan. Aku yang berdosa, tetapi anakku pun tak akan bernasab dari Ayahnya. Dia hanya akan memiliki nasab dari Ibunya," gumamnya lirih dalam hati.

Banyak hal yang memenuhi pikiran Ervita saat ini. Perut dengan kehidupan baru di sana. Hidup yang tak stabil karena Ervita juga harus bekerja untuk bertahan hidup dan untuk menabung biaya persalinan nanti. Hanya saja Ervita meminta Allah menguatkannya. Di saat semua pintu tertutup, kiranya Allah sediakan satu pintu untuknya.

"Kita kembali ke Jogjakarta ya Dik ... tidak ada tempat bagi kita di sini. Semua orang menolak kita. Mungkin juga menolak kamu, tapi tidak dengan Ibu. Ibu menyayangimu, kamu adalah buah hati Ibu. Semua cobaan ini akan membuat Ibu semakin kuat," ucapnya.

Dengan menaiki Bus Batik Solo Trans, Ervita kini menuju ke Stasiun Balapan. Dia akan kembali ke Jogjakarta. Perjalanan lintas kota dengan kereta api nyatanya tidak membuahkan hasil. Firhan tetap pada keputusannya untuk tidak bertanggung jawab atasnya. Sia-sia sudah perjuangan Ervita. Dia kira dengan menunjukkan foto pertama buah hatinya bisa menggugah hati Firhan, ternyata tidak. Firhan tetap mengeraskan hatinya. Firhan tetap menolak anaknya sendiri,

1
Jhylara_Anfi
halo aku mampir ka, kalau berkenan boleh mampir di karya aku /Smile//Pray/
슈가
💓💓💓💓💓
슈가
Luar biasa
슈가
awal cerita yang menarik💗🎈
Riduan Situmorang
Luar biasa
Uba Muhammad Al-varo
kisah hidup seorang wanita yang bernama Ervita korban dari mulut manisnya seorang lelaki yang bernama Firhan,hamil tanpa orang tua dan saudara,harus kuat demi anaknya.
Ika Ika Wijayanti
visualny donk
norah selen
jodohnya mampir
norah selen
c mas pandu yang prihatin
Fitrian Delli
karma nanti berlaku pd firhan br tau rasa lo
yonahaku
ayahnya evita bisa nggak jadi wali nikah cucunya kan ada hubungan darah dengan ibunya
TINOSA
bagussss bngt ceritanya
Sam Tmk
makanya jangan cerobo
Sam Tmk
kasian
Nani Haryati
kok nular yahhh ikutan mesem2 hehehehe
Vien Habib
Luar biasa
Oma Umi
lanjut thooorrrr
Hety Lashira Farzana
karya yang bagus
Yana Yana
Luar biasa
Diah
betul
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!